Tag: KETUA KOMISI IX DPR RI

  • BP2MI dan Komisi IX DPR RI Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri, FER: Negara Pasti Lindungi PMI

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka memaparkan peluang kerja ke luar negeri, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI menyelenggarakan sosialisasi perlindungan PMI yang bertema ‘Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Perlindungan Menyeluruh Kepada PMI Sebagai VVIP’.

    Kegiatan itu dilaksanakan di Sindulang, Kota Manado, Sulawesi Utara, sabtu (27/11) dan di hadiri langsung Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Irjen. Pol. Achmad Kartiko dan Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag.

    Warga Sindulang pun terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

    Diketahui bahwa jalannya acara itu tetap mengedepankan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran covid-19.

    Pada kesempatan itu, Ketua Komisi IX DPR RI menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan peluang kerja ke luar negeri, karena ini sangat penting untuk masyarakat tahu.

    “Karena kita tahu bersama bahwa pekerja Ilegal lebih besar daripada pekerja legal. Kadang-kadang pekerja ilegal ini tidak ada pengetahuan sama sekali karena tidak pemberitahuan jadi mereka (pekerja ilegal) bekerja di luar negeri melalui ‘Calo’ dengan bahasa nanti torang (calo) yang urus semuanya padahal sudah terjebak, jadi sosialisasi ini perlu diketahui masyarakat dan bersifat penting,” Jelas Politisi Partai NasDem itu.

    “Pekerja ilegal juga akan berurusan dengan hukum ketika mereka diketahui cuma mempunyai visa kunjungan dan bukan visa kerja. Nah, inikan musti disampaikan kepada masyarakat kalau perlu masyarakat juga menjadi corong untuk bisa disampaikan juga ke kerabat, saudara dan lainnya karena ini sangat terbatas sekali,” Tambahnya.

    Kegiatan sosialisasi BP2MI dan Komisi IX DPR RI tetang peluang kerja ke luar negeri dan perlindungan PMI

    Felly Runtuwene juga berharap pemerintah daerah mulai dari lurah atau kepala desa pro aktif. Karena bekerja di luar negeri gajinya besar, minimal 17 juta rupiah/bulan baik iti di jepang, korea dan jerman itu lebih tinggi lagi gajinya. Ada yang mencapai 30 juta, tergantung pekerjaannya.

    “Jadi kegiatan sosialisasi ini sangat penting. Kita lihat ada pekerja ilegal pulang sudah menjadi mayat karena tidak ada pengetahuan tentang bekerja diluar negeri, disisi lain masyarakat diberikan peluang sebesar-besarnya untuk bekerja di luar negeri dengan adanya perlindungan dari negara,” Jelas FER (Sapaan akrabnya).

    Felly Runtuwene juga meyakinkan masyarakat untuk jangan ragu menjadi pekerja migran Indonesia. Menurutnya bahwa pekerja migran Indonesia ini merupakan peluang kerja yang sangat bagus untuk di ikuti oleh para pencari kerja.

    “Tentunya untuk mereka yang memenuhi syarat menjadi PMI dan sesuai dengan prosedur dari BP2MI. Selanjutnya kami juga selalu mendorong pemerintah untuk selalu mereview perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan BP2MI. Jangan sampai masih ada lagi perusahaan-perusahaan ilegal,” Ucap anggota DPR RI asal Sulawesi Utara ini.

    Sementara itu, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Irjen Pol Achmad Kartiko, mengatakan, sinergitas antara BP2MI dan pemerintah daerah khususnya Disnaker akan lebih memaksimalkan program pelindungan PMI yang dimaksud.

    “Sinergi antara BP2MI dan Pemda pastinya akan memaksimalkan program pelindungan bagi PMI karena BP2MI tidak bisa kerja sendiri, haruslah didukung oleh Pemda agar sindikat-sindikat yang selama ini menempatkan para pemuda kita secara ilegal bisa kita berantas sama-sama” tutup Achmad.

    Kartiko juga mengatakan bahwa peluang bekerja ke luar negeri sangat menjanjikan baik pendapatannya maupun kesejahteraannya. Antusias masyarakatpun sangat tinggi untuk menjadi PMI.

    “Banyak peluang-peluang kerja di luar negeri yang menjanjikan. Namun kami juga menekankan bahwa masyarakat harus berhati-hati berangkat ke luar negeri untuk menjadi PMI. Cari informasi yang benar. Liat perusahaan yang terdata di kami jangan melalui calo-calo yang mengiming-imingi kerja diluar negeri tapi ternyata ilegal. Untuk lebih jelas boleh lihat di website kami bp2mi.go.id,” Paparnya.

    Kartiko menyebut bahwa BP2MI tidak memungut biaya untuk mendaftarkan masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran.

    “Jangan percaya calo-calo yang meminta bayaran untuk menjadi PMI, BP2MI melakukan terobosan dengan bekerjasama dengan bank-bank untuk membiayai peserta yang akan menjadi pekerja migran. Syaratnya jika sudah sesuai kompetensi dan memenuhi syarat bisa mengajukan pinjaman tanpa anggunan dan nanti dikembalikan oleh pekerja migran yang sudah bekerja di luar negeri,” tutupnya.

    Senada dengan itu, BP2MI Manado Hendra Makalalag mengatakan, akan sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi. Dia juga bilang, BP2MI akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam penyusunan kebijakan terkait tata kelola pelindungan PMI yang dilakukan atas dasar kemanusiaan yang berpihak pada PMI.

    “BP2MI Manado akan menyediakan instruktur untuk pelatihan kepada calon PMI baik dari sisi kemampuan bahasa maupun keterampilan yang dipersyaratkan oleh negara penempatan.” Pungkas Makalalag.

    (ABL)

  • Bersama Menaker RI, Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Runtuwene Resmikan BLK GMAHK Minut

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Daerah Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus oleh pemerintah pusat. Terbukti, Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah didampingi Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene mendatangi Kabupaten Minahasa Utara guna meresmikan BLK GMAHK yang terletak dikompleks perkantoran Bupati Minahasa Utara, jumat (24/9).

    Pada kesempatan itu Fauziyah mengatakan bahwa BLK GMAHK yang diresmikannya merupakan salah satu dari 1.114 BLK komunitas yang dibangun oleh Kemnaker RI pada tahun 2020. Sedangkan untuk pelaksanaan program pelatihan dilaksanakan tahun 2021 ini.

    “Secara total seluruh Indonesia dari tahun 2017-2020 Kemnaker membangun 2.127 BLK komunitas se Indonesia. Ini dibangun sesuai dengan komunitas keagamaan. Kalau di Sulut berbasis agama Kristen Protestan dan Kristen katolik, begitu juga di NTT dan Sumut. Sedangkan untuk Jawa kami bangun BLK komunitas Islam di pondok-pondok pesantren,” terang Menaker Fauziyah.

    Ia mengatakan, pada tahun 2020 juga, pihaknya membangun BLK berbasis serikat pekerja/serikat buruh, karena Kemnaker menyadari serikat pekerja/serikat buruh perlu meningkatkan kompetensinya untuk desk skilling dan up skilling.

    “Di tahun 2021, proses pembangunannya baru dimulai walau tak sebanyak di tahun 2020. Kemnaker akan membangun 787 BLK komunitas, yang pelaksanaan pelatihannya dilakukan di tahun selanjutnya,” tukas Menaker Fauziyah.
    Harapannya untuk Sulut, dengan adanya BLK komunitas ini bisa bisa membantu menciptakan tenaga yang kompeten untuk mendukung pengembangan KEK Bitung dan KEK Likupang yang sementara berproses.

    “Jadi kami membangun, kami berikan peralatan pelatihan, instrukturnya dan paket pelatihannya. Setelah kami berikan semuanya kami berharap BLK komunitas ini menjadi BLK mandiri,” tutup Menaker.

    Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene yang juga menghadiri peresmian BLK GMAHK menyampaikan harapannya bagi Sulut menciptakan tenaga-tenaga kerja yang memiliki keahlian yang baik di segala bidang.

    “Saya berharap BLK ini selamanya ini digunakan dan dimaksimalkan untuk anak-anak kita. Karena setiap tahun ada angkatan kerja. Banyak juga pengangguran dari angkatan kerja untuk dilatih agar tak selalu berharap jadi pegawai negeri. Jika punya keahlian, maka bukan hanya berharap jadi pegawai manapun tapi juga mampu buka lapangan pekerjaan,” kata Felly.

    Untuk BLK GMAHK sendiri dimanfaatkan untuk pelatihan-pelatihan khusus kuliner.

    “Nanti ada BLK lain untuk pelatihan reparasi AC, bengkel motor dan keahlian-keahlian lain,” tambah dia.
    Felly juga berharap dukungan dari Pemerintah Daerah, apalagi untuk Sulut mendapatkan jatah tujuh BLK di tahun 2020.

    “Tadi sudah disampaikan berapa banyak yang dibangun di Indonesia, dan di tahun 2020 ada tujuh BLK yang sudah dibangun di Sulut. Nanti akan disambung lagi di tahun yang datang. Dukungan pemerintah daerah sangat penting karena tidak selamanya BLK ini dibiayai oleh Kemnaker. Ada waktunya, dan diharapkan di kemudian hari bisa mandiri,” harapnya.

    Turut hadir dalam peresmian BLK GMAHK, Kadisnaker Kabupaten Minut Edwin Ombu dan Kadisnaker Propinsi Sulut Erni Tumundo, dan pendeta dari GMAHK Kabupaten Minut.

    (ABL)

  • FER Gelar Kegiatan Vaksinasi di Minsel, Warga Sambut Antusias

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna mendukung program pemerintah dalam hal menekan angka penyebaran Covid-19, Ketua komisi IX DPR RI Felly Runtuwene menggelar kegiatan Vaksinasi untuk Masyarakat Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan.

    Warga pun antusias mengikuti kegiatan vaksinasi itu. Terbukti, kurang lebih 500 anak usia 12 – 17 tahun keatas serta lansia menerima suntikan vaksin tahap pertama dan kedua.

    Salah satu siswa Aprilia Tumiwa mengaku sangat senang menerima suntikan vaksin yang dilakukan Politisi Partai Nasdem ini menyediakan lokasi vaksinasi yang berdekatan dekat tempat tinggalnya.

    Aprilia menuturkan ia sangat membutuhkan suntikan vaksin dalam menjaga kekebalan tubuhnya dari virus covid 19, terlebih ia juga mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar sekolah tatap muka terbatas.

    “Terima kasih ibu Felly yang telah menyediakan fasilitas bagi kami untuk vaksin, apalagi di daerah kami Rumoong Bawah sebab kami diwajibkan sekolah untuk vaksin agar bisa belajar secara tatap muka, ” ujar siswa SMAN I Amurang ini.

    Besarnya animo masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut diapresiasi ketua komisi IX Felly Runtuwene.

    Dikatakannya kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan tahun 2020 lalu yang dihadiri langsung Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

    ” Ini bukan yang pertama kali ibu laksanakan, sebab sebelumnya kegiatan vaksinasi juga dilakukan tahun 2020 lalu di Manado yang dihadiri langsung Pak Menteri Kesehatan RI.” ungkapnya, senin (6/9) kepada wartawan.

    Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan bahkan nantinya akan dilaksanakan di beberapa tempat lain khususnya yang memiliki tingkat keterpaparan covid 19 cukup tinggi itu.

    Hal ini dilakukan sekaligus membantu upaya pemerintah daerah secara bersama sama memutus rantai penyebaran virus covid 19.

    Selain itu tambah mantan anggota DPRD Sulut ini yang harus menjadi perhatian pentingnya pendataan bagi penerima vaksin agar tidak terjadi tumpang tindih.

    “Ada yang sudah vaksin pertama namun belum menerima vaksin kedua, harusnya mereka tidak boleh lewat dari yang sudah dijadwalkan
    Karena ketika sudah lewat jadwal misalnya seminggu atau dua minggu apakah masih ada manfaatnya dalam diri mereka, nah inikan kita butuh penelitian, kita akan sampaikan lagi ke badan POM maupun Kementerian kesehatan itu sendiri. Sementara tujuan kita adalah membentuk herd immunity kepada kelompok – kelompok masyarakat, ” tandasnya.

    Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang memiliki kesadaran serta memberikan dirinya untuk divaksin khusunya dalam mencegah penyebaran virus covid 19 ini.

    “Terima kasih masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan yang telah datang dengan antusias menerima Vaksinasi,
    Terima kasih juga kepada Kementerian Kesehatan RI serta Poltekes Kemenkes Manado, atas kerjasamanya yang telah melaksanakan vaksinasi massal untuk 500 dosis tahap satu dan tahap dua serta vaksinasi untuk anak usia 12 sampai dengan 17 tahun di Kabupaten Minahasa Selatan.” tutupnya.

    (ABL)

  • FELLY RUNTUWENE Soroti Pencapaian Vaksinasi Tahap II Sulut Yang Baru 15%

    test.petasulut.com/, SULUT – Pencapaian target vaksinasi tahap dua di beberapa daerah diketahui masih mengalami kendala. Salah satunya di daerah provinsi Sulawesi Utara yang baru mencapai 15 persen dari keseluruhan masyarakat yang berhak menerima vaksin kedua.

    Terkait hal itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene pun memberi perhatian serius akan hal itu.

    ” Saya juga terkejut mengetahui Sulawesi Utara ternyata baru mencapai angka 15 persen pelaksanaan vaksinasi tahap dua baik itu jenis Sinovac, AstraZeneca, Moderna bahkan vaksin Pfizer yang juga nantinya menyusul. ” ungkap Politisi Partai NasDem itu kepada wartawan Senin, (6/9).

    Legislator Dapil Sulut itupun meminta pemerintah daerah maupun lembaga yang dipercayakan melaksanakan vaksinasi seperti TNI/Polri maupun pihak swasta lebih masif melakukan kegiatan penyuntikan vaksin agar pencapaian kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia yang ditargetkan pemerintah pusat pada bulan November dapat tercapai dimana 70% populasi sudah dilakukan dua kali suntikan vaksin.

    ” Di daerah ada Gubernur maupun Bupati/Walikota sekaligus ketua tim Satgas covid, saya berharap pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap berkoordinasi memaksimalkan percepatan vaksinasi termasuk efektifitas penggunaan vaksin harus diperhatikan sesuai data yang ada agar tidak ada vaksin yang tidak terpakai.” ujar mantan anggota DPRD Sulut ini.

    “Contohnya Kalau kita siapkan 5000 vaksin berarti kita juga harus suntikan 5000, jangan sampai yang datang hanya setengahnya sehingga vaksin yang tidak terpakai jadi mubazir, paling tidak maksimal lima persenlah, sebab ini menyangkut anggaran yang tidak main-main lo, ” tambahhnya

    Disisi lain ia juga mengingatkan fasilitas kesehatan terkait SOP dalam proses distribusi vaksin untuk memperhatikan yang namanya rantai dingin atau cold chain system untuk menjaga kwalitas vaksin, sebab dikhawatirkan bila proses penyimpanan vaksin tidak tepat pada akhirnya menjadi tidak afektif sehingga tidak bisa digunakan.

    Ditambahkannya, penyimpanan vaksin harus menggunakan lemari es medis yang dirancang khusus untuk menyimpan vaksin.

    “Penyimpanan vaksin harus diperhatikan dengan baik menggunakan lemari es medis. Ada pengaturan khusus yang harus diikuti oleh fasilitas kesehatan yang menangani pendistribusian vaksin, makanya sangat penting bagi fasilitas kesehatan memiliki tempat penyimpanan vaksin sesuai sesuai pedoman SOP yang ada, ” tandasnya.

    Disisi lain ia menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta disiplin menerapkan 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjuhi Kerumunan) guna melindungi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar.

    (ABL)

  • Rakorwil NasDem, FER: Agustus, Perombakan Besar-Besaran

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Felly Estelita Runtuwene mengatakan tujuan digelarnya Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Sulut adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ingin mengetahui perkembangan terkini di provinsi yang diadakan rapat itu dan gambaran secara utuh di setiap kabupaten dan kota.

    ” Kemudian, yah tentunya menyemangati mereka (DPD Nasdem Kab/Kota), karena kita tahu bersama bahwa kita baru selesai melaksanakan Pilkada di penghujung akhir tahun 2020. Kemudian juga dalam rapat ini ada hal-hal yang perlu dibicarakan untuk bagaimana di 2024 kita bisa eksis,” jelas Ketua Komisi IX DPR RI usai mengikuti Rakorwil, Rabu (26/5) di GKIC Manado.

    Diketahui, Sebelum lebaran telah dilaksanakannya Rakorwil Partai NasDem di beberapa provinsi. Dan untuk Sulut sendiri dilaksanakan usai lebaran, tepatnya dimulai hari ini.

    Rakorwil NasDem Sulut

    Saat ditanyakan mengenai peremajaan jajaran pengurus partai, FER menjawab bahwa hal itu dibicarakan di Rakorwil ini dengan melihat target-target yang sudah diberikan kepada DPW maupun DPD NasDem.

    “Jadi pada bulan Agustus itu tentu ada perombakan besar-besaran ketika target-target yang diberikan tak dicapai. Inikan bukan juga target sekarang ini, sebetulnya ini dari pekerjaan rumah dari waktu ke waktu disampaikan tapi dari beberapa pimpinan yang terlalu terlena dengan situasi dan tentunya ada punishment. Jadi sekali lagi pada Agustus nanti akan ada refresh besar-besaran,” tegas FER.

    Ditanya juga terkait penilaian pengurus partai perihal kinerja Anggota DPRD, Runtuwene mengatakan bahwa pengurus menfoto semuanya, karena kalau bicara keberhasilan dari partai politik itu sendiri tentunya secara utuh.

    “Jadi anggota DPR itu tentang bagaimana pendekatan mereka kepada masyarakat. Apa yang masyarakat percayakan dipundak anggota DPRD kemudian dia tidak mampu untuk jalankan, tentunya kedepan anggota DPRD itu tidak akan berhasil. Jadi dari DPP menfoto sampai ke area itu atau sampai ke personal anggota DPRD itu. Apa yang sudah dia lakukan, apakah 5 tahun sekali baru dia mencari lagi, kan bukan seperti itu,” tuturnya.

    “Kesuksesan dari suatu organisasi itu bukan berarti capaian-capaian yang diberikan itu contohnya provinsi minimal harus 9 kursi, bukan berarti kedepan yang penting 9 kursi atau tambah 1 kursi tapi orangnya berganti semua, itu artinya parpol itu tidak sukses. Ketika dia berganti orang, artinya orang yang sudah ada kemudian dia tidak bisa duduk kembali, artinya tidak ada kepercayaan lagi dari masyarakat, itu gagal karena tidak bisa mempertahankan kader-kader yang sudah ada. Jadi pelaksanaan Rakorwil ini justru menjawab sedetilnya-detilnya” tambah Felly.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Soal VAP? Begini Tanggapan Felly Runtuwene

    test.petasulut.com/, SULUT – Pertanyaan seputar status keanggotaan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) di partai NasDem Sulut terus dibicarakan dipublik pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) pada kasus korupsi proyek pemecah ombak di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dan saat ini sudah ditahan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulut.

    Tanggapan pun datang dari Ketua Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Felly Estelita Runtuwene.

    Dimana Bendahara Partai NasDem Sulut itu menyampaikan bahwa mengikuti pedoman yang ada di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai NasDem, seharusnya VAP sudah dinonaktikan sebagai kader.

    “Sesuai pedoman partai. Harusnya ibu VAP harus dinonaktifkan. Saya kira seperti itu, karena ada ADRT Partai NasDem,” ucap Ketua Komisi IX DPR RI ini, kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulut, Jumat (30/4/2021).

    Kendati demikian, Felly menyampaikan bahwa Partai NasDem akan melihat sudah sampai dimana proses dari perkara terhadap VAP.

    “Apabila VAP sudah ditetapkan sebagai tersangka, otomatis keanggotaannya di Partai NasDem sudah dinonaktifkan. Tapi kalau belum, tentu VAP masih kader Partai,” imbuh FER.

    “Saya tidak mengikuti lagi, karena sibuk, tapi mungkin seperti apa yang dia (VAP), sudah di tingkat mana (proses perkara). Kalau dia belum tersangka, tentunya tidak (nonaktif), kalau dia sudah tersangka tentunya harus nonaktifkan kalau beliau tidak mengundurkan diri,” Tambahnya.

    (ABL)

  • Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene Terus Ingatkan Warga Lakukan Germas Hidup Sehat

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Bahaya akan wabah Covid-19 terus menjadi perhatian pemerintah. Dimana seluruh daratan di dunia telah mengalaminya.

    Pemerintah pun sangat gencar melakukan himbauan positif yakni mematuhi protokol kesehatan kepada masyarakat guna meminimalisir penyebaran virus corona ini.

    Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene (FER) pun sangat ngotot menghimbau masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat.

    Hal itu dibuktikan dengan dilaksanakannya sosialisasi gerakan masyarakat (Germas) hidup sehat yang dilaksanakan di Pakowa, Manado, Jumat (30/4).

    “Tujuan utama kami adalah untuk mengingatkan masyarakat bahwa bahaya Covid-19 ini tidak main-main. Apalagi sekarang Covid19 sudah ada varian baru yang perlu diwaspadai,” Jelasnya saat diwawancarai media ini.

    FER Saat melakukan Sosialisasi Germas Hidup Sehat di Pakowa Manado

    Politisi partai Nasdem tersebut pun menyebut bahwa saat ini banyak masyarakat ditempat-tempat tertentu sudah tidak lagi menggunakan masker.

    “Maka dari itu saya perlu mengingatkan, masyarakat bukan tidak tahu, masyarakat sudah tau, tapi sudah longgar, ada di tempat-tempat tertentu sudah tidak melaksanakan pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting agar supaya masyarakat bisa tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga penyebaran Covid19 ini,” Imbuhnya.

    Selanjutnya,salah satu wakil Sulawesi Utara di DPR RI ini mengharapkan masyarakat bisa hidup sehat bahkan sangat menjaga kesehatan. Apalagi menurutnya bahwa penyakit-penyakit lain selain Covid19 juga sangat berbahaya.

    “Khusus di Sulawesi Utara selain Jantung, Diabetes juga berbahaya dan sangat pesat perkembangannya. Jika sudah Diabetes banyak sekali penyakit penyerta lainnya. Jadi kita harus mengingatkan lagi masyarakat bagaimana untuk selalu hidup sehat,” Harapnya sembari menegaskan perlu adanya kerjasama yang baik antar semua pemerintah baik di Kelurahan, Kota maupun Provinsi dalam mensosialisasikan gerakan hidup sehat ini.

    (ABL)

    Berikut Video Selengkapnya: https://youtu.be/dFFbGMikG9Y

  • FELLY Ingatkan Warga Eris, Cek KLIK Sebelum Pemakaian Produk

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Guna melaksanakan kewajiban, Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene turun kedapil, tepatnya di Desa Tandengan Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa, Rabu (21/4/2021) siang.

    Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi bersama BPOM, Felly memberikan informasi kepada warga eris menyangkut cara-cara yang tepat pengecekan obat, makanan, kosmetik dan lainnya, tujuannya agar masyarakat dapat dengan teliti mengkonsumsi maupun memakai produk dengan baik.

    Dalam sosialisasi tersebut juga, FER tetap mengedepankan protokol covid-19 guna pencegahan penyebaran virus ini.

    Pada Pemaparannya, Felly Estelita Runtuwene menyampaikan ketika kita akan belanja ingat cek KLIK selalu agar terlindungi dari obat dan makanan Ilegal, cek KLIK yaitu cek Kemasan, jangan beli produk dengan kemasan yang telah rusak atau penyot meski sedikit, cek Label, baca dahulu Label berisi informasi produk sebelum dibeli, cek Izin edar apakah produk tersebut sudah terdaftar apa belum dan yang terakhir cek kadaluarsa,

    “jangan beli atau konsumsi obat dan makanan yang telah kedaluarsa,”ujar Felly Runtuwene.

    Suasana sosialisasi di Eris Minahasa

    Selain itu, Felly Runtuwene juga berbagi tips kepada warga yang hadir dalam kegiatan sosialiasi tersebut saat berbelanja di warung, toko atau pasar.

    “Jika membeli produk makanan, sebaiknya tidak diisi di dalam kantong plastik secara bersamaan dengan produk lain yang mengandung bahan kimia seperti sabun, shampoo dan lain sebagainya. Hal ini berpotensi terjadi perpindahan zat kimia ke dalam makanan,” ujar Felly Runtuwene.

    Ia pun berharap, masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tersebut untuk dapat menjadi perpanjangan tangan dari Komisi IX DPR RI dan juga Balai Besar POM di Manado kepada masyarakat lainnya dalam menyampaikan informasi yang diterima.

    “Intinya kegiatan ini adalah bagian dari tupoksinya untuk menjaring aspirasi warga SulawesI Utara dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR-RI,” Katanya.

    “Jadi ini adalah bagian dari Tupoksi saya sebagai anggota DPR RI untuk menjaring aspirasi warga, selain itu bersama dengan Balai Besar POM di Manado kami mensosialisasikan bagaimana cara membeli produk obat dan makanan dengan aman agar tidak salah dalam mengkonsumsinya,” tambah Felly.

    (ABL)

  • Reses di Winangun, FER Apresiasi Perusahaan PMI di Manado

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Dalam rangka pelaksanaan Reses Seluruh Anggota DPR RI, Felly Estelita Runtuwene yang adalah Ketua Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Winangun, Kota Manado, Sulut, Selasa (20/4).

    Dalam kunjungan itu Felly meninjau kantor dan fasilitas pelatihan bahasa asing oleh perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Manado.

    Dalam kunjungan tersebut Ketua Komisi IX DPR RI itu didampingi Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Manado, Hendra Makalalag.

    “Saya mengapresiasi perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang serius mempersiapkan calon PMI agar memiliki kemampuan bahasa asing sesuai negara penempatan,” kata Felly di sela-sela kunjungan.

    Tak hanya itu, Legislator NasDem dari dapil Sulawesi Utara itu juga memberi semangat kepada para calon yang sedang mengikuti pelatihan agar mempersiapkan kemampuan sehingga memiliki daya saing.

    Di waktu yang sama, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Manado, Hendra Makalalag menyampaikan pentingnya sinergi semua pihak untuk mempersiapkan calon PMI.

    “Masih ada kendala dalam pelatihan terkait dengan sumber daya instruktur yang terbatas,” imbuh Hendra.

    (ABL)

  • Dampingi Menkes Dan FER, GSVL: Pemerintah Pusat Sangat Memperhatikan Manado

    test.petasulut.com/, MANADO – Kedatangan Menteri Kesehatan Ir Budi Gunadi Sadikin bersama ketua komisi IX DPR RI Felly Runtuwene guna memantau pelaksanaan Vaksinasi Massal di Manado mendapat apresiasi dari Walikota Manado GSVL.

    Lumentut mengatakan bahwa Kota Manado mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Manado. Kedatangan Menkes dan Felly Runtuwene merupakan hal yang luar biasa.

    “Terima kasih kepada Menkes yang memberi perhatian yang besar kepada Manado, untuk melakukan pemantauan langsung kegiatan Vaksin Massal, yang digelar hari ini. Ini sangat luar biasa, Menteri Kesehatan ditengah kegiatan yang padat mengambil bagian datang ke Manado, bersama ibu Felly Runtuwene, juga Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.” Ucap GSVL, Jumat (5/3) saat Mendampingi Menkes Dan Ketua Komisi IX DPR RI pantau Vaksin Massal di Puskesmas Karombasan.

    Walikota Manado 2 periode ini juga berharap semua warga Kota Manado mendukung penuh kegiatan vaksinasi ini.

    “Warga Manado diharapkan mendukung penuh kegiatan vaksinasi ini, dan juga diharapkan serta ikut melakukan vaksinasi, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.” Pungkasnya.

    (ABL)