test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Felly Estelita Runtuwene mengatakan tujuan digelarnya Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Sulut adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ingin mengetahui perkembangan terkini di provinsi yang diadakan rapat itu dan gambaran secara utuh di setiap kabupaten dan kota.
” Kemudian, yah tentunya menyemangati mereka (DPD Nasdem Kab/Kota), karena kita tahu bersama bahwa kita baru selesai melaksanakan Pilkada di penghujung akhir tahun 2020. Kemudian juga dalam rapat ini ada hal-hal yang perlu dibicarakan untuk bagaimana di 2024 kita bisa eksis,” jelas Ketua Komisi IX DPR RI usai mengikuti Rakorwil, Rabu (26/5) di GKIC Manado.
Diketahui, Sebelum lebaran telah dilaksanakannya Rakorwil Partai NasDem di beberapa provinsi. Dan untuk Sulut sendiri dilaksanakan usai lebaran, tepatnya dimulai hari ini.

Saat ditanyakan mengenai peremajaan jajaran pengurus partai, FER menjawab bahwa hal itu dibicarakan di Rakorwil ini dengan melihat target-target yang sudah diberikan kepada DPW maupun DPD NasDem.
“Jadi pada bulan Agustus itu tentu ada perombakan besar-besaran ketika target-target yang diberikan tak dicapai. Inikan bukan juga target sekarang ini, sebetulnya ini dari pekerjaan rumah dari waktu ke waktu disampaikan tapi dari beberapa pimpinan yang terlalu terlena dengan situasi dan tentunya ada punishment. Jadi sekali lagi pada Agustus nanti akan ada refresh besar-besaran,” tegas FER.
Ditanya juga terkait penilaian pengurus partai perihal kinerja Anggota DPRD, Runtuwene mengatakan bahwa pengurus menfoto semuanya, karena kalau bicara keberhasilan dari partai politik itu sendiri tentunya secara utuh.
“Jadi anggota DPR itu tentang bagaimana pendekatan mereka kepada masyarakat. Apa yang masyarakat percayakan dipundak anggota DPRD kemudian dia tidak mampu untuk jalankan, tentunya kedepan anggota DPRD itu tidak akan berhasil. Jadi dari DPP menfoto sampai ke area itu atau sampai ke personal anggota DPRD itu. Apa yang sudah dia lakukan, apakah 5 tahun sekali baru dia mencari lagi, kan bukan seperti itu,” tuturnya.
“Kesuksesan dari suatu organisasi itu bukan berarti capaian-capaian yang diberikan itu contohnya provinsi minimal harus 9 kursi, bukan berarti kedepan yang penting 9 kursi atau tambah 1 kursi tapi orangnya berganti semua, itu artinya parpol itu tidak sukses. Ketika dia berganti orang, artinya orang yang sudah ada kemudian dia tidak bisa duduk kembali, artinya tidak ada kepercayaan lagi dari masyarakat, itu gagal karena tidak bisa mempertahankan kader-kader yang sudah ada. Jadi pelaksanaan Rakorwil ini justru menjawab sedetilnya-detilnya” tambah Felly.
(ABL)
Video selengkapnya:
Leave a Reply