Tag: Pemprov Sulut

  • Ini Jawaban Pihak PLN Soal Kabel Listrik di Depan RSUD ODSK

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabel listrik yang tak beraturan yang mengitari depan RSUD ODSK di bilangan sario, Manado sempat membuat masyarakat terlebih Anggota DPRD Sulut berkomentar.

    Hal ini dinilai mengganggu estetika RSUD tersebut. Bahkan beberapa Anggota DPRD Sulut meminta pihak PLN agar membenahi kesembrawutan kabel-kabel listrik itu.

    Mengenai hal itu, Manager Bagian Jaringan UP3 PLN Manado Utrecht Putra Tauna memberi penjelasan saat ditemui oleh beberapa awak media.

    ”jadi memang untuk di depan RSUD ODSK itu, kita dari PLN Manado sudah siap untuk mengerjakan. tapi karena ada masalah pelebaran Got (saluran air) dari balai jalan, jadi kita mau sama-sama dengan pengerjaan itu juga. Supaya jangan nanti dua kali kerja.” Jelas Utrecht Putra kepada awak media di kantor PLN Manado, kamis (24/6).

    Saat ditanyai soal kapan kira-kira pengerjaannya dilaksanakan, Ia menuturkan akan secepatnya dikerjakan. Intinya akhir bulan juli sudah selesai jika tidak ada hambatan.

    “rencananya bulan Juli pertengahan sudah mulai dikerjakan, Mungkin di akhir bulan Juli sudah selesai. Kan Cuma pendek itu depe jalan.” Tuturnya.

    “jadi torang mo pastikan dulu, kalau torang boleh jalan duluan. Supaya jangan dibongkar dua kali. Kalau memang dorang nanti nyanda mo lewat pa torang pe galian itu, berarti torang boleh duluan. Tapi kalau misalnya digalian yang sama, lebih bagus jalan sama-sama.” Tutupnya.

    Dia juga mengatakan, hal ini sudah ada koordinasi antara Balai Jalan dengan PLN Manado, namun Utrecht mengatakan kalau misalnya mereka masih lama, maka pihak PLN akan mengerjakannya lebih duluan. Tapi nanti tetap lihat sebelah mana mereka akan bongkar, agar tidak kena di satu jalur yang sama.

    “Jadi pengerjaannya dipastikan akan dimulai pada pertengahan bulan juli. Akhir juli sudah selesai. Pengerjaannya paling lambat dua minggu kalau tidak ada hambatan,” tutupnya.

    (ABL)

  • Pengenaan Biaya Tambahan Untuk Tarik Tunai Dan Cek Saldo di ATM Link Resmi Dibatalkan

    test.petasulut.com/, SULUT – Rencana pengenaan Tarif cek saldo dan Tarik tunai di ATM Link resmi dibatalkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

    Mulanya rencana pengenaan tarif ini akan diimplementasikan mulai 1 juni 2021, namun setelah hampir satu bulan berjalan akhirnya Himbara Resmi Membatalkan rencana tersebut. Alasan dari pembatalan itu pun belum diketahui.

    Hal ini pun diketahui dari akun Instagram pemprovsulut, dimana akun Instagram itu mengupload gambar yang menginformasikan bahwa Tarik tunai hingga cek saldo ATM Link tidak jadi bayar, Rabu (23/6).

    Postingan itu diberikan caption begini, “Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara akhirnya membatalkan rencana pengenaan tarif cek saldo dan Tarik tunai di ATM Link.”

    Tak hanya itu, dalam gambar yang diupload juga bertuliskan besaran tarif yang rencananya akan dikenakan kesetiap pengguna ATM Link.
    Berikut tarifnya:
    – Cek saldo dikenakan biaya Rp. 2.500

    – Biaya Tarik Tunai Rp. 5.000

    – Transfer antar Bank dikenakan Biaya Rp. 4.000

    (ABL)

  • Fokus Sejahterakan Rakyat, Komisi IV Deprov Agendakan RDP Dinkes Dan Dikda

    test.petasulut.com/, SULUT – Terus fokus melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat, dalam hal ini untuk melayani dan mensejahterakan rakyat.

    Komisi IV DPRD Sulut melaksanakan rapat internal Komisi IV DPRD Sulut guna membicarakan hal-hal yang urgent untuk diawasi dan ditindaklanjuti, selasa (22/6).

    Kepada wartawan, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien waworuntu mengatakan bahwa dalam rapat internal tadi, komisi IV membicarakan beberapa hal yang penting.

    “Diantaranya, Komisi IV akan agendakan untuk rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut,” kata Politisi Partai NasDem itu usai rapat internal Komisi IV.

    Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu

    Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu juga menjelaskan bahwa maksud penjadwalan agenda pertemuan Dinkes dan Dikda provinsi Sulut dalam rangka terkait dengan dana DAK dan Anggaran Covid-19.

    “Untuk Dikda sendiri, Kami Komisi IV akan menanyakan proses pembelajaran peserta didik via online, apakah proses tersebut sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak, serta apakah ada terobosan baru dari Dikda sendiri terkait proses belajar mengajar ini,” ucapnya.

    Diketahui, rapat internal komisi IV tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Braien Waworuntu dan Sekretaris Komisi IV Ir Julius Jems Tuuk serta dihadiri Personil Komisi IV Melky Pangemanan dan Yusra Alhabsyi.

    (ABL)

  • UPDATE, Kasus Sembuh Covid di Sulut Alami Peningkatan

    test.petasulut.com/, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus merilis data Covid-19, dimana data per tanggal 18 juni 2021 jam 22.00 Wita terus mengalami perubahan.

    Jumlah kasus Covid-19 yang sembuh tiap harinya mengalami peningkatan signifikan namun disisi lain kasus aktif juga terus bertambah.

    Berikut ini data terkini kasus Covid-19 di Sulawesi Utara.

    Data Terkini Covid-19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Untuk Peta sebaran Covid-19 di Sulawesi Utara. Manado, Minut, Tomohon, Minahasa, Bitung dan Kotamobagu masuk Zona Orange (Risiko Sedang).

    Dan untuk kabupaten/kota lainnya masuk Zona Kuning (Risiko Rendah).

    Peta Sebaran Covid-19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Pemprov Sulut pun tak henti-hentinya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19.

    Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau Handsanitizer.

    (ABL)

  • Fraksi Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani CAP TIKUS

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat Paripurna DPRD Sulut tentang Penyampaian dan Penjelasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2020, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (15/06/2021).

    Fraksi Demokrat di DPRD Sulut meminta pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw untuk memperhatian nasib petani Cap tikus.

    Fraksi Demokrat melalui Anggota DPRD Henry Walukow menyerahkan pandangan umum Fraksi ke Gubernur, Wakil Gubernur Sulut dan Pimpinan DPRD

    Nasib petani Cap Tikus sampai hari ini dinilai Fraksi Demokrat belum mendapakan perhatikan lebih dari Pemerintah Provinsi Sulut.

    “Fraksi Demokrat memberikan catatan kepada Pemerintahan Olly-Steven untuk lebih memperhatikan potensi petani Cap Tikus di Sulut, agar lebih diperhatikan,” ungkap anggota Fraksi Demokrat, Henry Walukow.

    Demokrat pun mengharapkan, pemerintah dapat mewujudkan laboratorium produk unggulan pertanian di Sulut, termasuk di dalamnya Cap Tikus, sehingga pasarnya dapat bersaing di tingkat lokal, nasional bahkan hingga internasional.

    (ABL)

  • Dihadapan Eksekutif, Fraksi NasDem Sulut Ajak Semua Pihak Peduli Lingkungan Hidup

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam pandangan umum fraksi-fraksi, di rapat paripurna DPRD Sulut dalam rangka penyampaian dan Penjelasan Gubernur Sulut terhadap Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (15/06/2021).

    Fraksi Nasdem menyampaikan pandangannya melalui Mohammad Wongso, politisi dari dapil Bolaang Mongondow Raya.

    Dihadapan pihak Eksekutif yang dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw, didampingi Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, Fraksi Nasdem meminta semua pihak menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

    “Kami Partai Nasdem mengajak semua pihak untuk dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Fraksi Nasdem juga akan terus mengawal setiap proses investasi dan pembangunan agar selalu berada pada aspek-aspek lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik demi keberlanjutan perekonomian dan keberlanjutan di Provinsi Sulut,” ujar Wongso.

    Nasdem mengajak semua pihak untuk menjaga ekosistem laut.

    “Mari jaga laut kita, karena pentingnya ekosistem laut untuk manusia, pengelolaan laut yang berkelanjutan dan kekayaan sumber daya maritim akan terus mendukung pemulihan ekonomi dan menjadi landasan untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan,” jelas Wongso.

    (ABL)

  • Pemerintah Mulai Mengalirkan APBD Ke Nusa Utara

    test.petasulut.com/, SULUT – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo waktu lalu sempat mengatakan bahwa membangun Indonesia dari pinggiran memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka daerah kesatuan.

    Hal itu menjadi fokus pemerintah pusat karena daerah pinggiran atau perbatasan menunjukan kondisi minimnya pembangunan di wilayah tersebut.

    Hal ini sebagai dampak dari pembangunan yang selama ini hanya menitikberatkan pada kawasan perkotaan yang dianggap pusat pertumbuhan.

    Kebijakan Presiden Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran dianggap sangatlah tepat, karena daerah pinggiran berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga dan harus menjadi titik perhatian utama pemerintah. Tidak hanya membangun jalan, pemerintah harus mendirikan puskesmas, sekolah, pasar, SDM, pembangkit listrik, dan Infrastruktur lainnya.

    Sinergitas antar pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota pun menjadi bagian utama dalam pembangunan.

    Khususnya di Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah saat ini mulai memfokuskan diri untuk membangun daerah Perbatasan yakni Nusa Utara.

    Hal itu dibenarkan oleh Anggota DPRD Sulut, Winsulangi Salindeho.

    Memang waktu lalu, Politisi Dapil Nusa Utara itu sempat mengeluarkan statement di hadapan Eksekutif maupun media massa, dimana dirinya mengatakan bahwa Nusa Utara itu hanya ada di Peta dan tidak ada di APBD.

    Statement singkat itupun sempat menjadi pembicaraan publik.

    Namun, saat ini sudah berbeda karena menurut Winsu bahwa pemerintah provinsi Sulut mulai mengalirkan anggaran di Nusa Utara.

    “Itu dulu. Sekarang, Pemerintah mulai mengalirkan APBD ke Nusa Utara,” ucap Salindeho kepada media test.petasulut.com/, Jumat (21/5).

    (ABL)

  • RPJMD, SONDAKH Minta Pemerintah Perhatikan Masalah Pencemaran Lingkungan

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat Pansus RPJMD DPRD Sulut bersama Perangkat Daerah Provinsi Sulut, berbagai masukan dan usulan di sampaikan para anggota pansus dengan harapan, bisa menjadi program strategis RPJMD.

    Salah satunya, seperti yang di sampaikan anggota Pansus RPJMD DPRD Provinsi Sulawesi Utara Inggried Sondakh.

    Dimana dirinya berharap RPJMD Sulawesi Utara 2021-2026 dapat memperhatikan masalah lingkungan khusus pencemaran lingkungan dan pencemaran udara.

    “Masalah lingkungan ini masih terus menjadi permasalahan dan belum terselesaikan,” Ujarnya dalam rapat Pansus RPJMD, Rabu (19/5).

    “Setiap kami reses pasti masalah yang sama terkuak dalam reses. Masyarakat selalu mengeluhkan masalah lingkungan,” Tambahnya.

    Inggried Sondakh, Anggota DPRD Sulut

    Sebelumnya Sondakh mengapresiasi perencanaan program pemerintah yang tersusun dalam RPJMD tersebut, karena menurutnya bahwa rencana tersebut telah melalui kajian-kajian yang komprehensif untuk kemajuan Provinsi Sulawesi Utara kedepan.

    Namun dirinya mengakui setiap rapat pembahasan karena dirinya sudah 3 kali menjadi anggota DPRD bahwa permasalah tersebut tidak terselesaikan dan menjadi permasalahan yang belum mendapat solusi.

    “Mungkin jadi masukan saya agar nantinya semua yang tercantum dalam RPJMD ini bisa betul-betul terealisasi di setiap instansi terutama masalah lingkungan ini. Minimal ini semua bisa dipertajam supaya masyarakat bisa merasakan program pemerintah ini.
    Pemerintah harus berikan perhatian dan solusi,” Harapnya.

    (ABL)

  • 2 Hari Terakhir, Kasus Sembuh Covid di Sulut Capai 567 Orang

    test.petasulut.com/, SULUT – Kasus Covid-19 di daerah nyiur melambai mengalami penurunan drastis. Bagaimana tidak, kabar baik ini berdasarkan data terkini covid-19 di Sulut yang pada dua hari terakhir (15 Mei dan 16 Mei 2021), kasus sembuh mencapai 567 orang dan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19.

    Kesigapan dari pemerintah provinsi Sulut di bawah pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw patut di apresiasi.

    Pun, Peran dari tenaga medis dinilai mampu meredam wabah covid-19 tersebut.

    Hal ini juga tak luput dari peran masyarakat Sulut yang dengan sikap kooperatif melaksanakan berbagai himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

    Berikut data terkini covid-19 di Sulut tanggal 15 dan 16 Mei 2021:

    Update Covid-19 Sulut tanggal 15 Mei 2021 (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)
    Update Covid-19 Sulut tanggal 16 Mei 2021 (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau Handsanitizer pun tetap digaungkan pemerintah provinsi Sulut guna meminimalisir penyebaran Covid-19.

    (ABL)

  • Mantap, Sehari 329 Orang Sembuh Covid-19 di Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sulut dalam memberantas wabah Covid-19, dalam hal ini para tenaga medis patut di acungi jempol.

    Hal itu juga didukung oleh peran masyarakat untuk tetap mengikuti himbauan pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara.

    Dimana tertanggal 14 Mei 2021, kasus sembuh covid-19 mencapai angka 329, ditambah juga pada tanggal yang sama tidak terjadinya penambahan kasus positif, dan hanya ketambahan 1 orang meninggal.

    Berikut data terkini Covid-19 di Sulawesi Utara:

    Sumber: Instagram Pemprov Sulut

    Pemprov Sulut dibawa kendali Gubernur dan wakil gubernur Olly-Steven pun tak henti-hentinya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19.

    Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau Handsanitizer.

    (ABL)