test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Sulut dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, senin (2/11) tadi. Ada hal menarik diungkapkan Wakil Ketua Komisi III Stella runtuwene.
Dimana, dirinya mengusulkan ke Balai Sungai untuk bisa berdayakan masyarakat sekitar untuk mengatasi persoalan eceng gondok yang berada di Tondano.
“Jangan terus-terusan membuat proyek-proyek besar yang mubazir. Waktu lalu pernah ada bantuan alat untuk mengatasi eceng gondok danau tondano dan pada akhirnya alat itu rusak dan sudah tidak bisa terpakai karena tidak adanya pemeliharaan, itu anggaran yang sangat besar loh. Lebih baik berdayakan saja masyarakat setempat, contohnya dibayar harian ke mereka untuk mengangkat eceng gondok, setidaknya di masa covid-19 sekarang ini, hal itu bisa membantu masyarakat sekitar mendapat penghasilan,” jelas Runtuwene.
Politisi Partai Nasdem Dapil Minsel-Mitra itu juga mencontohkan permasalahan eceng gondok jakarta di masa pemerintahan gubernur Ahok, dimana kurang dari setahun eceng gondok disana bisa teratasi.
“Eceng gondok di jakarta itu setiap hari rajin dibersihkan sehingga kurang dari 1 tahun bisa bersih dan tempat itu sudah jadi tempat wisata. Tak hanya itu, eceng gondok pun bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan furniture, contohnya saja di rumah saya ada meja dan kursi yang terbuat dari eceng gondok. Tentunya ini bisa kita terapkan untuk eceng gondok yang berada di danau tondano. Jadi sekali lagi saya mengusulkan untuk bisa berdayakan masyarakat sekitar untuk mengatasi eceng gondok tondano,” ungkap adik dari Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene.
Leave a Reply