test.petasulut.com/, INTERNASIONAL – Seorang suami yang mempunyai lebih dari satu istri sudah menjadi hal yang biasa, bahkan sudah bisa kita temui di berbagai tempat.
Tapi akan terdengar aneh jika seorang istri mempunyai lebih dari satu suami. Yah, hal itu memang ada yakni adanya tradisi berbagi suami di Nepal.
Memang di berbagai Negara, yang kita pahami adalah hubungan resmi antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Ada juga satu suami beristri dia atau tiga. Tapi yang terjadi di Nepal justru sebaliknya.
Mengutip dari wikihow_tradisiunik, di Distrik Dolpa Atas, Nepal, ada tradisi unik di mana kakak-beradik berbagi istri. Salah satunya dialami oleh seorang wanita (TS). Ketika berusia 17 tahun, ia menikah dengan tetangganya (ML), yang waktu itu berusia 14 tahun. Dengan begitu, TS otomatis juga menikah dengan adik ML yaitu PS yang masih saat itu berumur 11 tahun.
Apa yang dilakukan TS dan dua suaminya, ML dan PS merupakan tradisi penduduk setempat. Sejak zaman dahulu, anak laki-laki dari setiap keluarga di kawasan Dolpa Atas wajib menikahi satu perempuan. Praktik poliandri seperti ini telah terjadi di beberapa desa terisolasi di Nepal selama ratusan tahun.
Kini, mereka bertiga memiliki tiga anak laki-laki usia delapan, enam, dan empat tahun. Baik Sangmo dan kedua suaminya mengaku, dengan melakukan tradisi berbagi suami membuat hidup mereka lebih mudah.
Mengutip juga dari Guardian, di wilayah Himalaya sudah jadi hal lazim yang dipertahankan jika seorang perempuan menikah dengan lebih dari seorang pria atau poliandri. Uniknya mereka bisa menikah dengan saudara laki-lakinya.
Jadi, jika dalam satu keluarga ada beberapa laki-laki dan mereka memiliki seorang saudara perempuan. Maka mereka bisa menikahi saudarinya tersebut lalu hidup bersama dalam satu rumah, berbagi waktu untuk berhubungan seks, tanpa cemburu.
Ada kecenderungan memang mereka menikah dengan saudaranya sendiri agar harta dan tanah milik keluarga tetap dalam kekuasaan mereka.
Kemiskinan jadi salah satu alasan pernikahan sedarah mentradisi untuk bertahan hidup, mengingat keterbatasan lahan yang dimiliki.
Para wanita merasa yakin karena mereka tidak pernah sendirian ketika salah satu suaminya meninggal, mereka juga percaya bahwa anak-anak memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan masa depan yang lebih cerah dengan praktik ini.
(ABL)
Leave a Reply