Blog

  • GM Pelindo IV: Saya Fokus Kerja Untuk Tingkatkan Pelayanan

    test.petasulut.com/, SULUT – Tuntutan masyarakat plus pertanyaan masyarakat kepada pihak Pelindo IV akhir-akhir ini dinilai cukup banyak. Terlebih soal kenaikan tarif masuk pelabuhan Manado.

    Mengenai hal itu, General Manager PT. Pelindo IV cabang Manado, Rudi Hartono mengatakan bahwa pertanyaan berulang-ulang itu soal tarif masuk, dirinya telah menjelaskan juga secara berulang-ulang kepada media maupun masyarakat.

    “Tujuan kami (Pelindo IV) itu tidak lain hanya untuk meningkatkan pelayanan. Dan itu akan saya buktikan dengan kerja-kerja yang sementara saya lakukan di Pelabuhan Manado. Lihatlah nanti kedepannya, pelabuhan Manado akan seperti apa, silahkan masyarakat datang kesini dan menilai,” ucap Hartono kepada awak media, rabu (8/9).

    Terkait dengan fasilitas di terminal penumpang, Rudi mengungkapkan bahwa pada saat ini telah dipasang AC Standing sebanyak 12 unit.

    “Dan juga kami akan segera memperbaiki toilet yang menjadi keluhan masyarakat, bahkan untuk sepanjang dermaga, itu akan dipasangi Kanopi agar bisa dihubungkan ke dermaga lapan agar masyarakat tidak lagi kehujanan ketika warga hendak ke dermaga lapan, karena memang jaraknya cukup jauh,” jelas GM Pelindo IV.

    Tak hanya itu, dirinya juga menuturkan akan menampilkan budaya-budaya atau kearifan lokal yang ada di Sulut ini. Gambaran-gambaran tentang tempat-tempat wisata Sulut yang harus di kunjungi masyarakat, itu akan ditampilkan di pelabuhan manado ini.

    ” Intinya, itu juga menjadi perhatian Pelindo IV,” Singkatnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • FER Gelar Kegiatan Vaksinasi di Minsel, Warga Sambut Antusias

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna mendukung program pemerintah dalam hal menekan angka penyebaran Covid-19, Ketua komisi IX DPR RI Felly Runtuwene menggelar kegiatan Vaksinasi untuk Masyarakat Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan.

    Warga pun antusias mengikuti kegiatan vaksinasi itu. Terbukti, kurang lebih 500 anak usia 12 – 17 tahun keatas serta lansia menerima suntikan vaksin tahap pertama dan kedua.

    Salah satu siswa Aprilia Tumiwa mengaku sangat senang menerima suntikan vaksin yang dilakukan Politisi Partai Nasdem ini menyediakan lokasi vaksinasi yang berdekatan dekat tempat tinggalnya.

    Aprilia menuturkan ia sangat membutuhkan suntikan vaksin dalam menjaga kekebalan tubuhnya dari virus covid 19, terlebih ia juga mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar sekolah tatap muka terbatas.

    “Terima kasih ibu Felly yang telah menyediakan fasilitas bagi kami untuk vaksin, apalagi di daerah kami Rumoong Bawah sebab kami diwajibkan sekolah untuk vaksin agar bisa belajar secara tatap muka, ” ujar siswa SMAN I Amurang ini.

    Besarnya animo masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut diapresiasi ketua komisi IX Felly Runtuwene.

    Dikatakannya kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan tahun 2020 lalu yang dihadiri langsung Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

    ” Ini bukan yang pertama kali ibu laksanakan, sebab sebelumnya kegiatan vaksinasi juga dilakukan tahun 2020 lalu di Manado yang dihadiri langsung Pak Menteri Kesehatan RI.” ungkapnya, senin (6/9) kepada wartawan.

    Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan bahkan nantinya akan dilaksanakan di beberapa tempat lain khususnya yang memiliki tingkat keterpaparan covid 19 cukup tinggi itu.

    Hal ini dilakukan sekaligus membantu upaya pemerintah daerah secara bersama sama memutus rantai penyebaran virus covid 19.

    Selain itu tambah mantan anggota DPRD Sulut ini yang harus menjadi perhatian pentingnya pendataan bagi penerima vaksin agar tidak terjadi tumpang tindih.

    “Ada yang sudah vaksin pertama namun belum menerima vaksin kedua, harusnya mereka tidak boleh lewat dari yang sudah dijadwalkan
    Karena ketika sudah lewat jadwal misalnya seminggu atau dua minggu apakah masih ada manfaatnya dalam diri mereka, nah inikan kita butuh penelitian, kita akan sampaikan lagi ke badan POM maupun Kementerian kesehatan itu sendiri. Sementara tujuan kita adalah membentuk herd immunity kepada kelompok – kelompok masyarakat, ” tandasnya.

    Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang memiliki kesadaran serta memberikan dirinya untuk divaksin khusunya dalam mencegah penyebaran virus covid 19 ini.

    “Terima kasih masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan yang telah datang dengan antusias menerima Vaksinasi,
    Terima kasih juga kepada Kementerian Kesehatan RI serta Poltekes Kemenkes Manado, atas kerjasamanya yang telah melaksanakan vaksinasi massal untuk 500 dosis tahap satu dan tahap dua serta vaksinasi untuk anak usia 12 sampai dengan 17 tahun di Kabupaten Minahasa Selatan.” tutupnya.

    (ABL)

  • FELLY RUNTUWENE Soroti Pencapaian Vaksinasi Tahap II Sulut Yang Baru 15%

    test.petasulut.com/, SULUT – Pencapaian target vaksinasi tahap dua di beberapa daerah diketahui masih mengalami kendala. Salah satunya di daerah provinsi Sulawesi Utara yang baru mencapai 15 persen dari keseluruhan masyarakat yang berhak menerima vaksin kedua.

    Terkait hal itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene pun memberi perhatian serius akan hal itu.

    ” Saya juga terkejut mengetahui Sulawesi Utara ternyata baru mencapai angka 15 persen pelaksanaan vaksinasi tahap dua baik itu jenis Sinovac, AstraZeneca, Moderna bahkan vaksin Pfizer yang juga nantinya menyusul. ” ungkap Politisi Partai NasDem itu kepada wartawan Senin, (6/9).

    Legislator Dapil Sulut itupun meminta pemerintah daerah maupun lembaga yang dipercayakan melaksanakan vaksinasi seperti TNI/Polri maupun pihak swasta lebih masif melakukan kegiatan penyuntikan vaksin agar pencapaian kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia yang ditargetkan pemerintah pusat pada bulan November dapat tercapai dimana 70% populasi sudah dilakukan dua kali suntikan vaksin.

    ” Di daerah ada Gubernur maupun Bupati/Walikota sekaligus ketua tim Satgas covid, saya berharap pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap berkoordinasi memaksimalkan percepatan vaksinasi termasuk efektifitas penggunaan vaksin harus diperhatikan sesuai data yang ada agar tidak ada vaksin yang tidak terpakai.” ujar mantan anggota DPRD Sulut ini.

    “Contohnya Kalau kita siapkan 5000 vaksin berarti kita juga harus suntikan 5000, jangan sampai yang datang hanya setengahnya sehingga vaksin yang tidak terpakai jadi mubazir, paling tidak maksimal lima persenlah, sebab ini menyangkut anggaran yang tidak main-main lo, ” tambahhnya

    Disisi lain ia juga mengingatkan fasilitas kesehatan terkait SOP dalam proses distribusi vaksin untuk memperhatikan yang namanya rantai dingin atau cold chain system untuk menjaga kwalitas vaksin, sebab dikhawatirkan bila proses penyimpanan vaksin tidak tepat pada akhirnya menjadi tidak afektif sehingga tidak bisa digunakan.

    Ditambahkannya, penyimpanan vaksin harus menggunakan lemari es medis yang dirancang khusus untuk menyimpan vaksin.

    “Penyimpanan vaksin harus diperhatikan dengan baik menggunakan lemari es medis. Ada pengaturan khusus yang harus diikuti oleh fasilitas kesehatan yang menangani pendistribusian vaksin, makanya sangat penting bagi fasilitas kesehatan memiliki tempat penyimpanan vaksin sesuai sesuai pedoman SOP yang ada, ” tandasnya.

    Disisi lain ia menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta disiplin menerapkan 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjuhi Kerumunan) guna melindungi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar.

    (ABL)

  • PD. Pasar Manado Bersama Mitra Usaha Sepakat Tolak Pungli

    test.petasulut.com/, MANADO – Perusahaan Umum Daerah Pasar Kota Manado era sekarang ini dinilai semakin transparan dan bertanggung jawab.

    Hal itu dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Penandatanganan pakta integritas (‘No Pungli’) antara mitra usaha dengan PD Pasar Manado, Jumat (3/9).

    Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Umum Lucky Senduk, Direktur Operasional Irvany Biki, Direktur Pengembangan Jefri Salilo, ketua Dewan Pengawas Novie Lumowa dan Anggota Marko Tampi bersama Jajaran kabag, Wakabag dan Manager Pasar.

    Diketahui, kegiatan Penandatangan ini pun mengacu pada Peraturan Pemerintah No 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

    “PD Pasar No Pungli (pungutan liar) adalah program yang diterapkan, dengan melibatkan mitra usaha. Sedikitnya 70 mitra usaha yang masa kontraknya sudah berakhir pada bulan Agustus, di undang untuk memperpanjang kontrak, namun harus bersedia menandatangani pakta integritas,” ujar Direktur Utama PD Pasar, Pnt. Dr. Roland Roeroe.

    Tujuan dilaksanakan program penandatanganan Pakta Integritas tersebut, agar supaya mitra usaha memiliki rasa tanggungjawab dalam mendukung program pemerintah yang bersih dan tanpa pungli.

    “PD Pasar akan terus berbenah dan berusaha menghilangkan sistem kerja yang berpeluang untuk fraud dan atau upaya-upaya korupsi. Jadi revolusi mental di dalam tubuh PD Pasar juga harus didukung oleh pihak mitra usaha,” tutur Roeroe.

    Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan juga Dewan Pengawas dan Satuan Pengawas Internal yang akan melakukan pengawasan terhadap kinerja direksi dan pegawai BUMD.

    “Saya berharap, adanya Dewan Pengawas dan Satuan Pengawas Internal dalam tubuh PD Pasar, akan menunjang terlaksananya tata kelola perusahan lebih baik,” tuturnya.

    (ABL)

  • Usai Reses, Stella Bertemu FDW Bawa Aspirasi Warga Minsel

    test.petasulut.com/, SULUT – Setelah menyelesaikan kegiatan reses II tahun 2021, Anggota DPRD Sulut Stella Runtuwene langsung menemui pemerintah kabupaten Minahasa selatan, dalam hal ini Bupati Minsel, Frangky Wongkar.

    Maksud pertemuan dengan Bupati Frangky Wongkar yakni menyerahkan hasil reses yang telah dilakukan dibeberapa titik lokasi daerah Minahasa Selatan, terutama aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan kabupaten.

    Diketahui, pada pertemuan itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene bersama-sama juga dengan Anggota DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu.

    Stella mengatakan bahwa pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Minsel khususnya Bupati FDW tak lain agar bisa dengan cepat mengetahui berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat lewat kegiatan reses.

    ” Kemarin ibu serahkan hasil reses ke Bupati terpilih Pak Frangky Wongkar yang menjadi kewenangan Kabupaten, agar supaya pemerintah Kabupaten bisa langsung jemput bola dalam artian bisa langsung mengetahui apa yg menjadi harapan masyarakat Minsel lewat reses tersebut, ” ungkap Stella Jumat (3/9/21) melalui pesan WA.

    Ditambahkannya, begitu banyak harapan masyarakat yang disuarakan melalui serap aspirasi seperti jalan kebun, jalan lingkar, DAS serta perbaikan drinase perlu mendapat perhatian pemerintah.

    Selain itu dihadapan Bupati FDW, dirinya juga mengusulkan
    agar tempat – tempat wisata seperti batu dinding dan pantai Moinit yang memiliki sumber air panas agar juga bisa di bangun fasilitas tempat makan yang nyaman termasuk fasilitas toilet yang memadai agar bisa menarik banyak pengunjung sehingga bisa menambah PAD bagi Kabupaten Minahasa Selatan.

    Disisi lain politisi NasDem ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati FDW yang memberikan respon positif dalam pertemuan tersebut bahkan menerima dengan baik berbagai usulan yang disampaikan kedua Srikandi DPRD Sulut demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Minsel.

    “Pak Bupati juga menyambut kami dengan baik termasuk usulan yang disampaikan ibu kepada beliau, ” pungkas Stella.

    (ABL)

  • Terima Aspirasi Warga Wailan, BW: Pasti Saya Akan Perjuangkan

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut, Braien Waworuntu kembali melanjutkan tanggung jawabnya dengan menyerap aspirasi masyarakat Wailan, kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon pada Senin (30/8) sore.

    Kegiatan reses II Tahun 2021 yang dilakukan Braien Waworuntu tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat.

    Dimana kehadiran warga pun sangat dibatasi guna pencegahan penyebaran covid-19.

    Pada kesempatan itu, dihadapan Ketua Komisi IV Braien Waworuntu, warga wailan menyampaikan sejumlah aspirasi, diantaranya:

    – Terkait akses jalan perkebunan dibawah kaki gunung Lokon, warga meminta adanya pengerasan jalan

    – Warga minta adanya pengembangan objek wisata air terjun yang ada di Wailan, sekaligus pembuatan akses jalan menuju objek wisata tersebut

    – Warga minta adanya tempat penampungan air bersih, karena sebagian lokasi di Wailan susah mendapat mata air

    Menanggapi itu, Politisi Partai NasDem Sulut itu menjawab terkait akses jalan perkebunan, nantinya saya akan berkoordinasi langsung dengan Fraksi NasDem Tomohon karena itu rananya kota tomohon.

    “Semoga akses jalan perkebunan itu bisa menjadi salah satu rencana prioritas kota Tomohon. Untuk aspirasi terkait penampungan air bersih, nantinya ini menjadi catatan saya untuk bisa direalisasikan segera. Karena masalah air bersih ini menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Tentunya saya tidak akan tinggal diam akan hal ini, saya akan terus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” jelas Braien.

    Terkait pengembangan objek wisata air terjun Wailan, BW mengatakan akan membicarakan hal ini dengan instansi terkait yakni Dinas Pariwisata.

    ” Tentunya apa yang menjadi aspirasi warga Wailan akan saya perjuangkan di gedung DPRD Sulut. Semua aspirasi ini menjadi catatan hasil reses saya dan nantinya ini akan dilaporkan lewat rapat paripurna DPRD Sulut. Gubernur dan Wagub pun pastinya akan mendengar hal ini,” tuturnya.

    (ABL)

  • Reses BW, Akses Jalan dan Pertanian Dikeluhkan Warga Kayawu

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam masa reses II tahun 2021, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu menyerap aspirasi warga Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Senin (30/8) tadi.

    Guna mengikuti himbauan pemerintah soal protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19, Penjaringan aspirasi ini diketahui hanya diikuti para perwakilan masyarakat.

    Pada pertemuan itu, Braien Waworuntu mengawalinya dengan mengatakan tugas dan fungsi pokok anggota DPRD Sulut.

    “Yakni Fungsi Pengawasan, Butgeting dan Legislasi,” singkatnya sekaligus memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi mereka.

    Berikut keluhan serta usulan warga Kayawu:

    – Adanya akses jalan perkebunan Kayawu dan diminta adanya pengaspalan jalan perkebunan

    – Meminta akses jalan perum Kayawu ke Agotey yang anggaran realisasinya baru 1km. Warga meminta untuk dilanjutkan

    – bantuan untuk kelompok tani berupa pupuk.

    Menanggapi itu, Politisi Partai NasDem itu mengatakan bahwa untuk akses jalan yang masuk jalan provinsi pastinya akan diperjuangkan.

    “Terkait infrastruktur, saya akan mengkoordinasikan hal ini lewat komisi III DPRD Sulut yang membidangi infrastruktur. Begitu juga terkait pertanian, itu ada di Komisi II nantinya melalui Fraksi NasDem Sulut menjadi catatan penting saya untuk disampaikan,” ucapnya dihadapan warga.

    Memang lanjut BW, ada keluhan terkait akses jalan yang rananya Pemerintah Kota Tomohon tapi tak mengapa, sudah seharusnya keluhan warga itu disampaikan.

    “Untuk kewenangan Kota Tomohon nantinya saya akan langsung berkoordinasi melalui Fraksi NasDem yang ada di Kota Tomohon,” ungkapnya.

    Intinya kata Waworuntu, seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan ini akan menjadi catatan dan hasil laporan reses dirinya untuk disampaikan di sidang paripurna DPRD Sulut yang pastinya akan di dengar langsung oleh Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur.

    “Memang di masa pandemi covid-19 ini banyak anggaran daerah digeser ke penanganan covid-19 sehingga beberapa rencana-rencana kerja tahun ini sempat ditunda. Jadi saya mohon bersabar, kalau tidak bisa direalisasikan tahun, mungkin tahun depan. Tapi pastinya saya akan tetap mengawal dan memperjuangkan aspirasi dari warga Kayawu,” tutupnya.

    (ABL)

  • Bantu Warga Isoman, RUMAMBI: Ini Adalah Bentuk Pelayanan

    test.petasulut.com/, SULUT – Di masa Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih saja menggerogoti daerah sulawesi utara membuat masyarakat resah. Berbagai uluran tangan dan bentuk kepedulian pun diutarakan oleh para warga yang berkelebihan.

    Hal itulah yang sedang dilakukan politisi partai berlambang banteng moncong putih (PDI-P) Sulut, Reza Rumambi. Dimana dirinya membagikan bantuan berupa sembako kepada warga sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di perumahan Griya Paniki Indah (GPI), Kecamatan Mapanget.

    Bantuan kali ini juga menyasar pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Kepada wartawan, Rumambi mengatakan penyaluran pangan untuk warga yang melakukan isoman dan pensiunan TNI adalah salah satu bentuk pelayanan.

    “Penyaluran pangan untuk warga yang isoman adalah salah bentuk pelayanan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjalani isoman. Selain itu, pensiunan TNI juga diberikan,” kata Rumambi yang juga Penatua Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM Pinaesaan GPI, sabtu (28/8).

    Tak hanya itu, Rumambi juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes).

    “Salah satu cara memutus penyebaran pandemi Covid-19 adalah dengan disiplin menerapkan prokes. Mari bersama-sama dengan pemerintah bergotong royong untuk memutus penyebaran pandemi ini,” tandas Rumambi yang juga ketua keamanan mandiri Perum GPI.

    (ABL)

  • Reses NICK LOMBAN, Masalah Pertanian Dan BPJS Jadi Keluhan Warga Paslaten

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban melanjutkan kegiatan reses II Tahun 2021 dengan menyambangi warga desa Paslaten, Minahasa Utara, Jumat (27/8).

    Protokol Covid-19 pun tetap di jalankan secara ketat sesuai dengan himbauan pemerintah. Dimana kehadiran konstituen sangat terbatas.

    Nick mengawali pertemuan tersebut dengan menjelaskan tugas dan tanggung jawab Anggota DPRD.

    “Tugas Anggota dewan yakni fungsi pengawasan, Bugdeting dan Legislasi. Saya juga duduk Komisi II bidang Perekonomian,” ucapnya.

    Disisi lain, warga Paslaten pun sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut guna menyuarakan keluhan-keluhan mereka.

    Berikut Aspirasi yang disampaikan warga:

    – Seorang warga mengeluhkan dana duka di BPJS Ketenagakerjaan. Waktu lalu ada seorang hamba Tuhan yang meninggal umur 75 tahun dan kebetulan telah mengantongi kartu BPJS, tapi setelah ditanya ke pihak terkait jawabannya adalah almarhum telah melewati umur tapi menurut warga awal pembuatan kartu BPJS ini tidak dijelaskan mengenai batas umur.

    – Meminta bantuan pupuk untuk para petani di desa Paslaten.

    – Pembuatan jalan perkebunan yang tembus Munte.

    Nick menjawab memang setahu dirinya bahwa di BPJS Ketenagakerjaan itu ada batasan umur tapi kalau memang almarhum masih mengantongi kartu BPJS itu salahnya di administrasi BPJS itu sendiri.

    “Seharusnya pihak BPJS dari awal harus menyampaikan hal ini. Keluhan dan masalah ini akan menjadi masukan untuk saya walaupun ini tetap akan dipertanyakan ke pihak BPJS. Nantinya saya akan koordinasikan dengan Komisi IV yang merupakan mitra kerja BPJS, nanti kalau sudah ada jawabannya pasti saya akan sampaikan,” jelasnya.

    Terkait permintaan bantuan pupuk, nick mengatakan bahwa nantinya ada program dari dinas pertanian terkait hal itu.

    ” Saya secara pribadi akan memberikan pupuk untuk diberikan khusus oma yang meminta tadi karena saya tidak mungkin bisa mengcover semuanya sambil mencari solusi bersama-sama untuk semua. Masalah pupuk ini memang bukan saja di desa paslaten tapi di banyak daerah mengeluh hal yang sama. Saya juga duduk di Komisi II sementara mendalami hal itu. Dalam kelompok tani itu ada yang namanya RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dari RDKK itu kemudian diakumulasi dan diajukan ke pusat, pusat setujui berapa banyak, jatah subsidi yang akan diberikan di Sulut. Kendalanya walaupun sudah diusulkan sekian banyak tetapi masih saja kurang,” jelas Nick.

    “Dan juga kalau memang didesa Paslaten ada yang betul-betul petani dan tidak membuat kelompok tani, agak susah mendapatkan bantuan. Karena memang kalau menerima bantuan, syarat awalnya harus bentuk kelompok,” tambahnya.

    Terkait jalan perkebunan yang tembus Munte, Nick menjawab pastinya hal ini akan disuarakan.

    “Semua aspirasi ini saya sudah catat dan nantinya akan dibacakan menjadi laporan reses saya, supaya bisa direalisasikan. Kalau belum bisa tahun ini, sabar! Ini karena masih di masa pandemi covid-19 banyak anggaran di refocusing. Tapi untuk hal-hal yang paling urgent yang paling menyentuh terhadap kebutuhan masyarakat, kebutuhan petani tolong kejar terus itu, mengenai pupuk dan jalan-jalan produksi dan tentang BPJS Ketenagakerjaan ini pasti saya akan perjuangkan,” tutupnya.

    Diketahui, pada reses itu pula secara pribadi Nick membagikan bahan pokok berupa beras kepada semua warga yang hadir.

    (ABL)

  • NICK Reses di Kokole, Berbagai Masalah Pertanian Jadi Aspirasi Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Pada Reses II Tahun 2021 ini, Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban melaksanakan reses di Desa Kokole I, Minut pada jumat (27/8) kemarin.

    Protokol Covid-19 pun tetap di jalankan secara ketat sesuai dengan himbauan pemerintah.

    Pada kesempatan itu dihadapan konstituen, Lomban menyampaikan tugas dan fungsi pokok Anggota DPRD Sulut.

    “Fungsi pengawasan, Butgeting dan Legislasi,” singkatnya.

    Menanggapi itu, warga yang hadir pun menyampaikan sejumlah aspirasi, diantaranya:

    – Jalan utama di kawasan kokole I yang berpotensi ambruk, diminta agar dinas PU memperhatikan hal ini.

    – Banyak warga bekerja sebagai petani dan sekarang ini sebagian besar warga menanam jagung tapi untuk saat ini harga pupuk sangat mahal, diminta agar harga pupuk kembali normal.

    – Usulan, untuk dana desa yang turun rata-rata mencapai 1 miliar, diminta apakah bisa mengambil dana dari dandes untuk membeli traktor, karena warga petani sangat membutuhkan itu. Dan tentunya petani akan sejahtera.

    – Untuk kartu tani yang sudah diberikan kepada petani di Sulut, sampai saat ini belum bisa digunakan. Kartu tani sekaligus ATM BNI yang dibuatkan oleh dinas pertanian tidak ada gunanya, saya memohon agar bisa dicari tahu apa kendalanya.

    – Ada Poskesdes di Kokole I tapi tidak pernah difungsikan kiranya melalui perjuangan Anggota DPRD Nick Lomban, Poskesdes ini bisa di aktifkan.

    – Minimalisir kejahatan, warga meminta adanya pos-pos penjagaan dititik-titik yang rawan.

    – Usul kalau ada bantuan dana untuk modal usaha bagi anak muda di masa pandemi ini. Karena Bumdes di desa Kokole I itu saat ini macet dan sampai sekarang pertanggungjawabannya tidak ada.

    – Penjual captikus di warung-warung yang sudah terlalu banyak sehingga mabuk mabukan di desa sering terjadi, mohon dipikirkan solusinya.

    – Usul, Pemberdayaan anak muda yaitu pelatihan-pelatihan khusus agar mereka ada skill tertentu untuk bekerja atau ber-usaha.

    – Perhatikan infrastruktur desa yaitu jalan perkebunan, kalau tidak ada jalan perkebunan susah memang untuk mengeluarkan hasil bertani dari dalam kebun.

    Menanggapi berbagai aspirasi warga, Ketua Fraksi NasDem itu menjelaskan bahwa Likupang ini merupakan salah satu daerah kawasan super prioritas. Di Sulut ini merupakan satu-satunya provinsi yang mempunyai dua kawasan ekonomi khusus, di Bitung KEK industri dan di Minut ada KEK Pariwisata Likupang.

    “Oleh karena itu, semuanya sepakat dan setuju bahwa KEK Likupang harus dinikmati oleh seluruh masyarakat likupang. Sehingga perlu adanya pengembangan destinasi unggulan, salah satunya sektor pariwisata yang ada di Kokole, itu harus dikembangkan. Ini menjadi catatan saya dan semoga bisa direalisasikan.

    Dirinya juga mengatakan untuk jalan utama yang berpotensi ambruk itu nanti menjadi catatan dirinya untuk disampaikan ke Komisi III DPRD Sulut membidangi Infrastruktur. Pastinya hal yang mendesak itu menjadi bagian yang utama.

    “Terkait harga pupuk, memang saat ini tengah menjadi masalah, di kabupaten lainnya pun mengeluhkan hal yang sama, menurut informasi yang kami komisi II dapati dilapangan bahwa kouta dan kebutuhannya berbanding terbalik, diusulkan sekian tapi realisasinya dibawa rata-rata. Dan terakhir menurut informasi dari pemerintah bahwa kuotanya akan ditingkatkan. Yang saya lihat juga kebutuhan pupuk meningkat karena banyak masyarakat yang beralih menjadi petani,” jelasnya.

    “Untuk pengadaan traktor diambil dari dandes nantinya saya akan kaji itu bersama tim ahli fraksi. Nantinya saya akan sampaikan terkait hal itu secara detail. Dan untuk kartu tani juga menjadi perhatian saya untuk di sampaikan, bukan saja di pemprov saya akan tanyakan melalui jalur partai NasDem yang berada di pusat. Intinya saya juga akan berusaha turun di desa kokole bersama dinas pertanian provinsi,” tambahnya.

    Aleg Dapil Bitung-minut itu juga menjelaskan terkait Poskesdes yang tidak difungsikan, dimana hal itu memang menjadi kewenangan kabupaten tapi nanti dirinya akan ingatkan hal itu. Nanti saya akan meminta fraksi nasdem minut yang akan mengejar itu.

    “Dan untuk adanya pos-pos penjagaan di desa, ini menjadi masukan saya untuk disampaikan ke Komisi I DPRD. Dan aspirasi tadi terkait pemberdayaan para pemuda, kalau memang Bumdes belum maksimal saya usulkan para pemuda terjun ke pertanian ataupun pariwisata karena perlahan-lahan pasti bantuan itu akan datang. Tentunya bisa kami komisi II DPRD Sulut fasilitasi dan bantu. Dan juga untuk pelatihan untuk para pemuda, nanti saya akan koordinasi dengan komisi IV DPRD terkait program-program yang menyentuh para pemuda,” jelasnya lagi.

    Terkait penjualan captikus, Nick mengatakan bahwa nantinya hal ini kita semua serahkan ke instansi terkait untuk pengaturannya. Bisa juga dibuatkan regulasi di desa terkait penjualan captikus ini. Nanti juga hal ini menjadi catatan.

    “Terkait jalan perkebunan, waktu rapat KUA PPAS tanggal 24 agustus 2021 lalu saya sudah ingatkan ke eksekutif terkait hal ini karena daerah-daerah lain juga mengeluh tentang ini. Jawaban eksekuti bahwa hal itu belum prioritas untuk 2021 tapi dalam APBD 2022 itu yang akan saya kejar, tapi pengerjaannya akan bertahap karena anggarannya juga pastinya terbatas,” katanya seraya menuturkan dalam masa pandemi ini, ada tiga prioritas yang dilaksanakan pemeritah yakni pemulihan ekonomi, kesehatan dan jaring pengaman sosial.

    Nick menutup acara reses itu dengan mengatakan bahwa dalam laporan reses nanti semua aspirasi akan disampaikan.

    “Dalam SIPD nanti, pokok-pokok pikiran anggota DPRD, ini akan menjadi Pokir saya. Untuk realisasinya tentu saya akan awasi itu,” tutupnya.

    Diketahui, pada reses itu pula secara pribadi Nick membagikan bahan pokok berupa beras kepada semua warga yang hadir.

    (ABL)