Blog

  • Pimpinan Pansus Ranperda Disabilitas Terbentuk, MJP: Target Pembahasan 1 Bulan

    test.petasulut.com/, SULUT – Pandemi Covid-19 yang terus menggerogoti daerah Sulawesi Utara bukan menjadi problem untuk terus melaksanakan tanggung jawab sebagai Anggota DPRD Sulut, salah satunya fungsi legislasi atau pembuatan Perda.

    Terbukti, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas terus dikebut.

    Para pimpinan panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) pun resmi terbentuk. Dan tahapan pembahasannya ditargetkan tuntas dalam sebulan.

    Para personil pansus DPRD Sulut resmi melakukan pemilihan pimpinannya, Rabu (28/7), dalam rapat internal Pansus Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan secara virtual.

    Dalam rapat tersebut, Winsulangi Salindeho terpilih sebagai ketua pansus. Wakil Ketua diberikan kepada Melky Jakhin Pangemanan dan Sekretaris Herol Kaawoan.

    “Iya tadi agenda pemilihan pansus,” ungkap Melky Pangemanan saat dikonfirmasi awak media.

    Ia mengungkapkan, rapat perdana Pansus membahas tentang mekanisme, jadwal dan target pembahasan.

    Pansus perlindungan dan pemberdayaan disabilitas berkomitmen menyelesaikan tanggung jawab legislasi dengan mengakselerasi pembahasan dengan tetap disiplin prosedur.

    “Dan mengacu pada aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

    Pansus akan melakukan rapat pembahasan setiap pekan. Setiap minggu itu dijadwalkan hari Senin dan Selasa.

    “Dengan target penyelesaian pembahasan 1 bulan,” ungkapnya.

    Upaya ini disebutnya sebagai bentuk komitmen DPRD Sulut untuk menghasilkan produk hukum daerah.

    Meskipun saat ini diperhadapkan di tengah kondisi pandemi Covid-19 namun penyelesaian ranperda inisiatif DPRD ini bakal terus digenjot.

    “Kita ingin menghadirkan regulasi yang berpihak bagi penyandang disabilitas dalam rangka menjamin hak dan pemberdayaan para penyandang disabilitas,” kuncinya.

    Adapun anggota dewan yang dipercayakan fraksi untuk masuk menjadi personil pansus yakni Julius J Tuuk, Fanny Legoh, Muslimah Mongilong, Imelda N Rewah, Melisa Gerungan, Hilman F Idrus, Melky J Pangemanan, Sherly Tjanggulung, Braien R L Waworuntu, I Nyoman Sarwa, Raski Mokodompit, Winsulangi Salindeho, Hendry Walukouw, Ayub Ali dan Herol V. Kaawoan.

    (ABL)

  • JOUNE GANDA: Kapal PSO Penumpang PT. PELNI Rencananya Akan Dijadikan Tempat Isoman Terapung

    test.petasulut.com/, MINUT – Pemerintah terus mencari cara untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19 bukan hanya cara untuk mengatasi penyebaran virus namun juga dengan menghadirkan tempat isolasi mandiri untuk masyarakat yang terkena Covid-19.

    Atas dasar itu, Melalui Zoom Meeting Bupati Minut Joune Ganda menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Penggunaan Kapal PSO Penumpang PT. PELNI (Persero) Sebagai Tempat Isolasi Mandiri Terapung Pasien Covid-19 di Bitung, rabu (28/7).

    Pada rapat ini, turut hadir Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri MM beserta jajaran pemerintah Kota Bitung.

    Bupati Joune Ganda menuturkan bahwa Pasien Covid-19 yang akan melaksanakan isolasi mandiri rencananya akan ditempatkan di Kapal PSO Penumpang ini.

    “Semoga pasien dapat merasa nyaman saat melakukan isolasi mandiri dan menggunakan fasilitas yang diberikan sehingga akan meningkatkan imun untuk bisa sembuh dari Covid-19,” kata Ganda.

    (Billy George)

  • Ikuti Paripurna RPJMD, Bupati Minut: Semangat Melangkah Maju

    test.petasulut.com/, MINUT – Bupati Minut Joune Ganda, rabu (28/7) sore tadi mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Minahasa utara dalam rangka pembicaraan tingkat II atas rancangan peraturan daerah RPJMD kabupaten minahasa utara tahun 2021-2026 yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Minahasa Utara.

    Diketahui, Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2021-2026 telah disampaikan ke DPRD dan telah dibahas.

    pada kesempatan itu, Joune Ganda mengatakan sangat berterima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD serta Pansus yang telah membahas RPJMD ini hingga dapat terselenggara acara penandatanganan ini.

    “Selanjutnya akan kita tunggu hasil evaluasi dari Gubernur untuk nantinya ditetapkan sebagai peraturan daerah,” kata Bupati Minut.

    Semoga melalui tahapan pembicaraan tingkat II Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD ini lanjut Joune, menjadi semangat bagi kita untuk terus melangkah maju.

    “Bersama kita JaGa KaWaL dan sukseskan perencanaan pembangunan yang lebih baik untuk minahasa utara yang lebih hebat,” tutupnya.

    (Billy George)

  • Jalin Silahturami, Walikota Manado Terima Kunjungan Pegadaian

    test.petasulut.com/, MANADO – Walikota Manado Andrei Angouw menerima kunjungan dari pihak Pegadaian Manado, rabu (28/7) di ruang rapat Walikota.

    Kedatangan pihak Pegadaian intinya adalah menjalin silaturahmi sekaligus menawarkan produk-produk Pegadaian yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Manado lewat ASN yang ada.

    Pada pertemuan itu, Pihak pegadaian meminta support dari Walikota manado agar nantinya bisa mensosialisasikan produk-produk mereka ke pihak SKPD.

    Menanggapi itu, Walikota berharap kiranya hal ini tidak membebani ASN apalagi ASN sudah terbebani dengan pinjaman di Bank.

    “Kekurangan penghasilan ini akan mengurangi semangat kerja, sebab ASN tidak fokus kerja dan nantinya ada waktu lain hanya untuk mencari penghasilan tambahan diluar kerja utama sebagai ASN,” urai Walikota.

    Pada kesempatan itu pula, Pihak Pegadaian menyampaikan tentang program dan produk-produknya termasuk bagaimana masyarakat bisa menabung emas lewat program atau produk “tabungan emas” sebab saldonya berbentuk emas.

    Mendengar itu, Walikota berharap ketika akan sosialisasi ke SKPD tidak dalam bentuk tatap muka apalagi harus mengumpul banyak orang.

    “Silahkan sosialisasi, sebab saya hanya menyediakan medium sosialisasi ke ASN bukan sebagai agen promosi atau marketing,” celoteh Walikota sambil tertawa.

    Pihak Pegadaian menjawab bahwa sosialisasi produk akan dilakukan secara daring lewat aplikasi zoom meeting.

    Hadir dalam silahturahmi ini Deputi Bisnis Pegadaian Area Manado Agus Tri Hartono, Kepala Departemen Marsel Manginsihi dan Hubungan Kelembagaan Stenly Uno.

    (LM)

  • Terus Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Bupati JG Tinjau Gedung Tempat Isoman

    test.petasulut.com/, MINUT – Dimasa Pandemi Covid-19 di Sulut saat ini, tempat untuk melakukan isolasi mandiri menjadi satu kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

    Merujuk pada hal itu, Bupati Minut Joune Ganda pada rabu (28/7) tadi meninjau langsung gedung yang akan di gunakan oleh masyarakat Kabupaten Minahasa Utara yang terpapar Covid-19 dan akan melakukan isolasi mandiri.

    Diketahui, Gedung yang akan digunakan ini berlokasi di Desa Sukur lingkungan satu Wanua Ure Kecamatan Airmadidi dan gedung ini adalah milik dari Dinas Pariwisata.

    “Dalam situasi seperti sekarang ini, kami pemerintah turun langsung dalam meninjau gedung tersebut untuk di peruntukan bagi terdampak Covid-19 dan akan di isolasi di gedung tersebut,” ucap Joune.

    “Semoga dengan adanya gedung ini, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dapat lebih nyaman dan bisa cepat sembuh dari paparan Covid-19,” tambah Ganda seraya menuturkan agar jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

    (Billy George)

  • AA-RS Rapat Dengan Pejabat Terkait Bahas Perum Relokasi Pandu

    test.petasulut.com/, MANADO – Setelah selesai rapat teknis terkait Iuran BPJS Kesehatan Pagi ini (27/7-2021) Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang kembali melanjutkan pertemuan perihal Perumahan Relokasi di Pandu.

    Diawal pembicaraan, Walikota berharap agar tujuannya diadakan relokasi ini benar-benar sesuai dan nantinya tempat asalnya akan ditertibkan oleh Pemerintah Kota Manado.

    Sehubungan dengan ini, Walikota bertanya proses dan mekanismenya kepada peserta rapat.

    “Harus diopname agar mereka yang direlokasi nyaman tinggal di Pandu,” kata Walikota.

    Pihak BPBD melaporkan tentang apa yang sudah dilakukan saat ini. Cuma dari BPBD ada kendala ketika mengundang kelompok kelompok penerima bantuan terutama kendala verifikasi dilapangan (data Juli 2021).

    Terdapat beberapa rumah ditinggal oleh yang bukan pemilik, dengan berbagai alasan yakni, sudah dibeli, disewa, hanya menjaga rumah dan lain sebagainya.

    Camat ketika diminta tanggapan menyampaikan bahwa secara administrasi kependudukan banyak yang belum pindah di Pandu.

    Bagi Lurah kenyataan dilapangan Lokasi ini sering sunyi sebab yang pemilik hanya datang dan pergi karena tidak menetap. Bagi Lurah, situasi ini membuat kecemburuan sosial bagi warga Pandu asli terutama mereka-mereka yang belum memiliki rumah layak karena melihat rumah relokasi yang kosong dan tidak ditinggali.

    Ketika menanggapi apa yang disampaikan baik oleh BPBD, Camat dan Lurah, Walikota berharap agar ada sosialisasi kepada mereka agar dapat memanfaatkan lokasi ini sebagaimana mestinya.

    “Nama-namanya harus diverifikasi lagi terutama soal kepemilikan rumahnya termasuk tempat lamanya dimana,” kata Walikota.

    Walikota juga menanyakan soal keabsahan tanah atau sertifikat yang merupakan tanah milik Pemerintah Provinsi terutama legalitas kepemilikannya. Untuk hal ini dijelaskan secara lengkap oleh Sekot Manado.

    Diakhir rapat, Walikota dan Wakil Walikota menyampaikan bahwa akan berkunjung ke tempat relokasi ini untuk melihat kondisi lokasinya.

    Hadir dalam Rapat ini Sekot, Micler C.S. Lakat, Asisten I Pem dan Kesra, Heri Saptono, Kaban BPBD dan Kabid Terkait, Camat Bunaken dan Lurah Pandu.

    Mengingat situasi dan kondisi saat ini masih terkait dengan wabah Covid-19, sehingga rapat ini dilakukan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19. Semua peserta rapat melalui rapid test/swab antigen terlebih dahulu.

    (LM)

  • Rapat Internal Komisi III DPRD Sulut, Ini Yang Dibicarakan!

    test.petasulut.com/, SULUT – Walaupun ditengah krisis Covid-19 yang melanda Sulawesi Utara tapi tak menyurutkan tugas dan tanggung jawab para Anggota DPRD Sulut untuk terus bekerja.

    Terbukti, pada selasa (27/7) siang tadi, Komisi III DPRD Sulut menggelar rapat internal komisi di ruang serbaguna kantor DPRD Sulut.

    Rapat dipimpin secara fisik oleh Ketua Komisi III Berty Kapojos serta dihadiri Wakil ketua komisi III Stella Runtuwene, Anggota Komisi Serly Tjanggulung, Ayub Ali dan Raski Mokodompit.

    Yang hadir secara virtual yakni Ronald Sampel, Toni Supit dan Boy Tumiwa.

    Usai rapat, Berty kapojos mengatakan bahwa dengan adanya Covid-19 ini memang pembatasan-pembatasan itu sesuai dengan himbauan pemerintah, dimana kita DPRD yang hadir rapat tinggal 25% yang masuk kantor.

    “Tetapi fungsi pengawasan itu tentunya tetap kita akan laksanakan, tetapi melihat daerah-daerah yang Zona hijau, sehingga pelaksanaan pengawasan itu tetap berjalan terus, tapi juga protokol kesehatan menjadi yang utama. Itulah inti dari rapat internal komisi III tadi,” jelas Berty kepada wartawan.

    Ada juga pembangunan-pembangunan lanjut BK, yang sedang dan sementara berjalan sekarang. Fungsi pengawasan tetap dijalankan.

    “Apalagi sekarang kita akan memasuki APBD-Perubahan dan APBD induk tahun 2022. Tadi juga ada usul dari pak Raski, dimana terjadi musibah tanah longsor di Bolmong tentunya musti ada perhatian dari pada perwakilan rakyat yang ada di komisi III,” tutupnya.

    (ABL)

  • Bahas Iuran BPJS, Walikota Dan Wawali Manado Gelar Rapat Teknis

    test.petasulut.com/, MANADO – Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw-Richard Sualang melaksanakan rapat teknis terkait Iuran BPJS Kesehatan, selasa (27/7) di Ruang Toar Lumimuut.

    Rapat itu juga dihadiri Sekda Manado, Micler C.S. Lakat, Asisten III/Kaban BKAD dan Kabid Anggaran BKAD, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan dan pejabat teknis lainnya.

    Substansi rapat adalah bagaimana mencocokkan penganggaran yang dibutuhkan dengan kemampuan keuangan daerah.

    Walikota dan Wakil Walikota Manado bertanya tentang data orang yang harus diikutkan dalam program ini.

    “Data harus jelas, darimana angka ini didapat,” tanya Walikota.

    Terdapat beberapa hal urgent yang dibahas tapi tidak untuk dipublish sebab berhubungan model dan strategi lapangan yang harus dilakukan demi efektifnya program ini dilapangan.

    Pendataan dan verifikasi dilapangan menjadi sesuatu hal yang berguna bagi masyarakat dengan prinsip terjaminnya rasa keadilan ditengah masyarakat lewat program ini.

    Jadi sinkronisasi data antara pemerintah kota Manado ke BPJS menjadi hal yang sangat penting dalam kaitan penyediaan anggaran
    setiap Bulannya.

    (LM)

  • Paripurna RPJMD, AA: Pemulihan Ekonomi Dimasa Pandemi Menjadi Target

    test.petasulut.com/, MANADO – Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw-Richard Sualang menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Manado dalam Rangka Pembahasan Tahap Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Kota Manado tahun 2021-2026, senin (26/7).

    Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Kota Manado, Altje Dondokambey dan dihadiri unsur Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD Kota Manado, Sekot Manado Micler C.S. Lakat, pejabat eselon, para Camat, unsur pers dan undangan lainnya.

    Diketahui, adapun pejabat yang mengikuti rapat ini secara Online/Virtual yang dilakukan dengan menggunakan teknokogi Video Conference melalui Aplikasi Zoom Cloud Meeting yang diakses pada Handphone/Laptop dari tempat masing-masing.

    Mengingat situasi dan kondisi saat ini masih terkait dengan wabah Covid-19, sehingga rapat ini dilakukan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

    Pada kesempatan tersebut, Walikota Manado Andrei Angouw pada sambutannya mengatakan RPJMD merupakan Dokumen Perencanaan Pembangunan lima tahun kedepan.

    “RPJMD ini menjadi pedoman dari Pemerintah Daerah Kota Manado termasuk SKPD dalam melaksanakan pembangunan lima tahun kedepan,” kata Angouw.

    Walikota juga menyampaikan ada kenaikan angka pengangguran karena kita masih dalam masa pendemi.

    “Isu-isu strategis yang akan diantisipasi kedepan adalah soal pergerakan jumlah penduduk. Juga soal peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Dan menjadi isu utama adalah bagaimana kita menangani pandemi covid 19,” urai Walikota seraya menuturkan Pengurangan pengangguran juga menjadi isu strategis yang akan disikapi kedepan. Pemulihan ekonomi menjadi target kedepan supaya masyarakat tidak semakin terpuruk diera pandemi ini.

    AA juga memohon dukungan semua pihak khususnya dari DPRD Kota Manado agar RPJMD Kota Manado tahun 2021-2026 dapat dibahas untuk dilaksanakan bagi masyarakat Kota Manado Lima Tahun kedepan.

    Andrei juga berharap agar kita semua ikut berpartisipasi dalam penanganan covid.

    “Kita harus protokol kesehatan dan perlu sosialisasi agar kita dan juga masyarakat Kota Manado yang wajib vaksin untuk ikut vaksinasi,” Kunci Walikota.

    (LM)

  • Walikota Dan Wawali Manado Gelar Rapat Teknis Pembentukan BLUD

    test.petasulut.com/, MANADO – Dalam rangka pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw-Richard Sualang melakukan pertemuan dengan seluruh pejabat teknis, senin (26/7).

    Diketahui, BLUD ini adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.

    Adapun tujuan pembentukan BLUD ini adalah untuk memberikan layanan umum secara lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatuhan dan manfaat sejalan dengan praktek bisnis yang sehat untuk membantu pencapaian tujuan pemerintah daerah yang pengelolannya dilakukan berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh Kepala Daerah.

    Bahasan soal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini menyangkut Tarif Layanan, Investasi, Silpa dan Defisit Anggaran dan lain sebagainya.

    Walikota menstresing beberapa hal penting menyangkut persyaratan substantif dan persyaratan teknis.

    Pada kesimpulannya akan dimatangkan Tahapan Pembentukan BLUD tersebut yang akan segera dimulai secepat mungkin.

    Di akhir pembahasan, Walikota Manado menyampaikan rencana Pembentukan Perusahaan Daerah untuk mengelola Aset Pariwisata.

    Hadir dalam pembahasan Sekot Manado, Micler C.S. Lakat, Asisten III yang juga sebagai PLT Badan Keuangan, Kepala BKD, Kabag Hukum Pemkot, dr. Sanil Marentek Kepala RSUD Manado, dan dr. Joy Zekeon dari Dinas Kesehatan Kota Manado dan pejabat teknis lainnya.

    (LM)