test.petasulut.com/, SULUT – Kasus menghebohkan kembali datang di Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Kali ini, kasus pencabulan paman terhadap keponakannya sendiri.
Dimana, seorang anak perempuan berinisial IP (10) dicabuli berkali-kali oleh pamannya sendiri yang berinisial MP (42), di Bolsel.
Pihak kepolisian pun membenarkan kejadian tersebut.
Polisi menuturkan bahwa pelaku MP melakukan aksi bejatnya itu disaat ponakannya IP ditinggal orangtuanya bekerja ke luar rumah.
“Ya benar, pelaku adalah pamannya korban. Terakhir tersangka melakukan persetubuhan terhadap korban pada hari Sabtu tanggal 22 Mei 2021 dan pada hari Minggu tanggal 23 Mei 2021 pada pagi hari,” kata Kasat Reskrim Polres Bolsel, AKP Jack Kairupan, ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (29/5/2021). Dikutip dari Detikcom.
Tak hanya itu, Jack Kairupan menjelaskan perbuatan tersangka bukan kali pertama. Sebelumnya tersangka pernah melakukan aksi serupa.
“Sebelumnya pada tahun ini sudah pernah dilakukan tersangka, tapi hari, tanggal dan bulan korban sudah lupa. Tersangka ditangkap 24 Mei 2021 dan ditahan juga pada tanggal 24 Mei 2021,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kairupan mengungkapkan bahwa tersangka menjalankan aksinya pada saat rumah kosong. Ketika orang tua dan nenek korban sedang pergi kerja.
“TKP di rumah korban. Selain ayah dan ibunya tidak di rumah, nenek dari korban pada siang hari selalu mengerjakan pembuatan sapu di luar rumah tepatnya di pinggir pantai,” kata dia.
“Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1k) UU Nomor 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76d dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tambah kairupan.
Diketahui, saat ini tersangka MP sudah ditahan pihak kepolisian.
test.petasulut.com/, SULUT – Jatuhnya calon pengantin pria GFS alias Alen dari lantai 7 hotel berbintang di Manado sehingga menewaskan GFS menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Dimana, pihak keluarga tidak mempercayai bahwa GFS berniat untuk melompat dari lantai 7 hotel.
Keluarga menduga dan percaya bahwa GFS terjatuh saat membuka kain tirai jendela hotel.
Hal itu dibenarkan dan diakui oleh adik korban. Dimana dirinya menyebut bahwa Alen terjatuh dan bukan melompat.
Paman korban Jack Andalagi, juga menjelaskan jika rekan-rekan korban yang akan menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin, mengaku saat kejadian Alen dalam kondisi selalu ceria dan tidak menampilkan raut wajah kecewa, sehingga bisa memicu dirinya melompat dari jendela.
“Dari pengakuan adik dari Alen dan teman-teman Alen saat kejadian, kami keluarga berkeyakinan jika Alen tidak melompat tapi terjatuh. Pertama adiknya yang sudah kelas 6 SD mengaku jika kakaknya Alen terjatuh bukan melompat. Kemudian, teman-temannya bilang, Alen dalam kondisi yang sangat ceria. Jadi kami yakin Alen tidak melompat tapi terjatuh,” ujar Andalagi saat Ditemui di rumah duka yang ada di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, sabtu (29/5) dilansir dari Kumparan.
Menurut Andalagi, ada kemungkinan Alen terjatuh karena kelelahan mempersiapkan pernikahannya.
Lanjut dikatakan Andalagi, dirinya sangat tahu jika keponakannya tersebut memiliki mental yang kuat. Alen sejak kecil telah menjadi tulang punggung keluarga, di mana dirinya berjualan kue untuk membantu ibunya. Sementara, ketika lulus sekolah, Alen memilih jadi pelaut.
“Anak ini seorang petarung. Sejak kecil sudah bertarung dengan kerasnya hidup. Setelah lulus dia memilih jadi pelaut yang harus punya mental baja. Jadi, kalau hanya masalah kecil, tidak mungkin sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar Andalagi.
Sementara, terkait dengan adanya dugaan jika Alen melompat dari lantai 7, disebabkan ada masalah internal, yakni keluarganya terlambat datang ke pernikahan, menurut Andalagi hal tersebut tidak mungkin menjadi penyebab hingga Alen harus melakukan perbuatan yang tidak masuk akal.
Walaupun diakui Andalagi, pasti ada rasa kekecewaan yang dirasakan terkait dengan keterlambatan tersebut, namun tidak mungkin sampai memicu seseorang hingga bunuh diri.
“Saya kenal benar anak ini, karena Alen sejak kecil saya ikut merawatnya. Bahkan di profil facebooknya, Alen menulis saya itu ayahnya. Alasan ada masalah internal keluarga itu saya bisa katakan tidak mungkin sampai membuat dia melompat. Jadi, saya mewakili keluarga menyampaikan jika Alen terjatuh karena kemungkinan terlalu lelahnya Alen mempersiapkan pernikahan ini,” ujar Andalagi. Sumber: Kumparan.com
Sebelumnya, Alen yang adalah pengantin pria akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.
Namun, satu jam sebelum pemberkatan nikah, kejadian naas pun terjadi.
test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin, dalam keadaan meninggal dunia.
Keluarga dari pihak FK maupun keluarga MS melakukan pertemuan, pada Sabtu (29/5) hari ini.
Pertemuan itupun dilangsungkan di kantor hukum tua Koha barat. Yang dihadiri oleh pihak keluarga FK yakni Istri FK, Tine dan Anak-anak FK, Octaviana Maria Kalesaran dan Marcia Kalesaran, Pihak keluarga MS yaitu Ayah MS, Eddy Sulu serta Kumtua Koha Barat, Antonius Sulu.
Pertemuan itupun dibenarkan oleh Anak FK, Marcia Kalesaran. Dimana dirinya mengatakan bahwa keluarga kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan.
“Intinya Skrg Dari keluarga belah pihak, Antara Keluarga Saya dan Keluarga Adik Sella Mmg sih Blm Di Rencanakan, Tapi Karena Mmg Sudah Rencana Tuhan kami sudah berdamai dan Tidak Lagi Menyimpan Dendam Dan Memulai Hdp Baru,” jawab Marcia saat dihubungi melalui pesan Masengger.
Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.
Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.
Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.
test.petasulut.com/, NASIONAL – Kapal Motor (KM) Karya Indah mengalami kebakaran diperairan Pulau Limafatola, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Sabtu (29/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIT.
Diketahui, KM Karya Indah itu mengangkut 181 penumpang yang terdiri dari 22 anak-anak, 155 dewasa, dan 4 lansia dan 14 anak buah kapal (ABK).
Namun, dari kejadian kebakaran itu seluruh penumpang dan ABK dinyatakan selamat.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate Affan Tabona.
“Dan informasi terakhir, seluruh penumpang selamat. Untuk jumlah penumpang yang tercatat, kurang lebih 181 orang,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com.
Terinformasi, dalam proses evakuasi, seluruh penumpang telah mengenakan jaket pelampung yang tersedia di kapal.
“Iya, penumpang sudah pakai life jacket karena di dalam kapal ada sekitar 500 life jacket,” bebernya.
Usai dievakuasi, seluruh penumpang dibawa ke pulau terdekat, kemudian dibawa menuju Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, sesuai dengan tujuan akhir kapal tersebut.
Proses evakuasi penumpang dan ABK KM Karya Indah yang terbakar di Perairan Pulau Limafatola ini melibatkan sejumlah pihak, seperti Tim Basarnas Rescue Unit Siaga SAR Sanana, Polisi Perairan Sanana, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Sanana, dan masyarakat.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Ternate Muhammad Arafah menyampaikan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana bergerak menuju lokasi pada pukul 08.50 WIT.
Sebelumnya, pada 08.30 WIT, mereka menerima informasi soal terbakarnya KM Karya Indah.
“Pukul 08.30 WIT, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate terima info dari Kasat Pol Air Sanana, Sofyan, melaporkan bahwa kapal penumpang dengan nama KM Karya Indah dengan rute Ternate-Sanana mengalami kebakaran kurang lebih 5 Mil arah timur laut dari Pulau Lifamatola,” terangnya lewat pesan WhatsApp.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana menuju lokasi kapal terbakar menggunakan RIB 01.
KM Karya Indah ini bertujuan ke Sanana. Kapal berangkat dari Ternate pada Jumat (28/5/2021) sore. Sedianya, kapal tiba di Sanana pada pukul 10.00 WIT.
Dari informasi yang beredar bahwa asal mula api itu berasal dari ruang kamar mesin dan mulai menyebar di seluruh badan kapal.
test.petasulut.com/, SULUT – Kejadian menghebohkan kembali mengguncang daerah Sulawesi Utara.
Dimana, seorang pria inisial F melompat dari lantai 7 di salah satu hotel bintang lima yang berada di Manado.
Tragis, Pria inisial F itu diketahui adalah pengantin pria, yang akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.
Keluarga kedua belah pihak, teman dan kerabat korban pun sangat terpukul atas kejadian itu.
Korban terjatuh dari lantai 7 hotel di Manado
Berikut Fakta-fakta yang dirangkum, atas kejadian menghebohkan itu.
1. Kejadian Terjadi Satu Jam Sebelum Pemberkatan Nikah di Gereja
GFS alias Alen direncanakan akan mempersunting calon istrinya yang bernama Meis pada Jumat (28/5) hari ini. Mereka kemudian memilih menyewa kamar di hotel berbintang yang terletak tak jauh dari lokasi pemberkatan nikah mereka di Gereja Sentrum Manado.
Pemberkatan nikah sendiri akan berlangsung pada pukul 14.00 WITA. Sayangnya, sekira pukul 13.00 WITA, calon pengantin pria melompat dari jendela kamar yang terletak di lantai 7 hotel. Korban terjatuh di pinggir kolam. Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siloam yang tak jauh dari lokasi kejadian, korban kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.
2. Terekam di Siarang Langsung Facebook Saat Berlari Menuju ke Jendela Kamar Sebelum Melompat.
Salah satu rekan korban yang menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin pria dalam pernikahan, sempat melakukan live di facebook miliknya. Dalam live tersebut, terlihat ada dua rekan korban yang telah berpakaian rapi untuk mendamping calon pengantin saat pemberkatan nikah maupun resepsi pernikahan nanti.
Namun, dalam rekaman tersebut terlihat korban tiba-tiba datang sambil berlari lewat di depan kamera menuju ke jendela kamar. Kondisi kemudian panik, karena kedua teman korban baru menyadari jika GFS alias Alen, calon pengantin lompat dari jendela kamar yang terletak di lantai 7 bangunan hotel tersebut.
Terdengar dalam rekaman ada suara perempuan menanyakan dengan siapa di dalam. Kemudian si perekam dengan panik bergegas mengambil handphonenya dan sempat mengatakan Allen (korban) sudah melompat. Rekaman live facebook itu sendiri akhirnya dihentikan.
3. Gunakan Jas Pengantin Saat Melompat
GFS alias Alen, calon pengantin yang melompat dari jendela kamar hotel yang berada di lantai 7, telah menggunakan jas pengantin yang dipersiapkan untuk pemberkatan nikah di gereja.
Alen sendiri kemudian terjatuh di pinggir kolam renang hotel tersebut. Ada genangan darah di lantai tempat jatuhnya korban. Rekan korban bersama keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit menggunakan ambulance. Sayang, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
4. Resepsi Pernikahan Jadi Tempat Doa Bersama
Pernikahan antara GFS alias Alen dengan calon pengantin wanitanya telah terjadwal dengan baik, termasuk dengan pelaksanaan resepsi pernikahan yang akan digelar di restoran Rumah Alam yang ada di kawasan ringroad Manado.
Resepsi pernikahan sendiri dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.30 WITA, di mana sudah ada tamu undangan yang datang ke lokasi tersebut. Akhirnya, setelah mendengar berita duka tersebut, para tamu undangan kemudian memanjatkan doa untuk korban.
Pihak manajemen Rumah Alam, tempat pelaksanaan resepsi pernikahan dari calon pengantin yang melompat dari lantai 7 hotel tersebut mengaku, baru mendengar kabar duka tersebut saat hendak menunggu kedatangan pengantin.
“Sudah ada tamu yang datang. Mereka kemudian berdoa. Kami ikut prihatin dengan kejadian ini,” ujar perwakilan Rumah Alam.
5. Motif Calon Pengantin Pria Lompat dari Lantai 7 Hotel Belum Diketahui
Motif dari GFS alias Alen, calon pengantin pria yang lompat dari lantai 7 hotel di Manado belum diketahui. Pihak kepolisian sendiri masih melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi.
Kapolsek Wenang AKP Emilda Sonu menyebutkan jika korban merupakan warga Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
“Peristiwanya masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek dilansir dari Kumparan.
test.petasulut.com/, SULUT – Layanan 5G Telkomsel telah resmi hadir di Negara Indonesia.
Internet 5G Telkomsel ini pun telah di uji di beberapa lokasi padat penduduk. Dan hasil, kecepatannya menembus angka 672 Mbps.
Dilansir dari Detikcom, hasil pengujian ini di lakukan dibeberapa titik lokasi yang menjadi awal pergelaran internet 5G Telkomsel.
Dari hasil pengujian menggunakan Handphone Oppo Reno5 5G yang telah di-unlock. Sehingga tidak hanya dapat menampilkan ikon sinyal 5G di sudut kanan atas, HP ini dapat terkoneksi di jaringan yang cepat.
detikINET mempergunakan SIM Card 4G Telkomsel yang telah diregistrasi layanan 5G. Untuk data, menggunakan paket reguler OMG.
Sementara untuk menguji kecepatan akses download, upload dan latensi menggunakan aplikasi Speedtest. Kami coba menghubungkan dengan server yang ada di Indonesia dan Thailand untuk melihat perbandingan kecepatan.
Hasil Uji Kecepatan Internet 5G Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta adalah tujuan pertama kami menguji layanan 5G Telkomsel. Adapun titik pengujian di Grapari Terminal 3. Hasil yang ditorehkan jauh lebih ngebut dari kecepatan yang didapat ketika detikINET mengetes kecepatan 5G milik Telkomsel di hari peluncuran, dan mendekati klaim Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh yang menyebut kecepatan 5G di tahap awal mencapai 700 Mbps.
Sedangkan di Pondok Indah, Saat petang kami melakukan pengujian di wilayah Pondok Indah, tepatnya di belakang PIM 2. Saat peak hour kecepatan 5G yang ditorehkan mencapai 411 Mbps.
Dibeberapa lokasi lainnya, kecepatan internet 5G Telkomsel pun tak jauh berbeda dengan di Bandara Soekarno dan Pondok Indah.
test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin.
Anak kandung perempuan FK, Marcia Kalesarn mengungkapkan isi hatinya melalui postingan di media sosial Facebook.
Berikut isi tulisan Marcia Kalesarn:
Biarpun Krg Dapa Dlm Keadaan Bgtu Ttp Qt Syg Papa😭😭 Slmt Jalan Papa Qt Nd Akan Lia Papa Pe Kekurangan Tapi Qt Akan Sllu Inga Papa p’Bae dg Syg p Qt Kiky dg Papa Pee Cucu” Buat Papa Dbekeng Kesalahan Itu Nanti Papa Tanggung Jwb Di Akhirat Jo p Tuhan Yesus😇🙏😢
We Love You Father💔😭
Postingan inipun dibagikan oleh para pengguna media sosial.
Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.
Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.
Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.
“awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.
Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.
test.petasulut.com/, SULUT – Kejadian bunuh diri kembali mengguncang daerah Manado, Sulawesi Utara.
Dimana, melalui beberapa postingan di media sosial pada jumat (28/5) pagi beredar kabar, seorang pria inisial F melompat dari lantai 7 di salah satu hotel bintang lima yang berada di Manado.
Tragis, Pria inisial F itu diketahui adalah pengantin pria, yang akan melaksanakan pemberkatan nikah pada hari ini.
Dari beberapa komentar media sosial yang berhasil di rangkum, ada yang mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak benar atau Hoax. Tapi ada juga yang membenarkan kejadian itu.
Postingan salah satu teman korban
Di media sosial, beberapa teman korban menuliskan “Rip Alen Suatan,”
Namun, terinformasi dari keluarga yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan seharusnya Alen melangsungkan pemberkatan pernikahan pukul 14.00 WITA hari ini. Namun, karena alasan keluarga terlambat datang maka dia keluar dari kamar dan melompat dari lantai 7 hotel tersebut.
“Saya dapat infonya seperti itu,” sebutnya dikutip dari Expose News.
Terinformasi juga, jenazah Alen kini sudah berada di RS Siloam Manado. Dan rencananya akan dibawa ke rumah duka.
test.petasulut.com/, Sulut – Penemuan jasad yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan dibenarkan warga desa Koha, Minahasa, jumat (28/5) pagi.
Dimana, Jasad itu ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.
Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Besar dugaan, meninggal karena bunuh diri.
Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.
“awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.
Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.
“Setelah menemukan jasad FK, warga langsung menghubungi pemerintah setempat.” Ujar Jemmy.
Diketahui, yang menemukan jasad itu adalah Jems Moningka, Pala Sony Rori dan Nyong Walewangko.
test.petasulut.com/, SULUT – Media sosial diviralkan dengan beredarnya foto yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan MS di Koha, Minahasa.
Foto yang beredar di grup-grup Whatsapp itu membuat publik kaget.
Dimana, di dalam foto tersebut terlihat mayat sudah mulai membusuk dan posisi mayat tersandar di sebuah pohon dan ada sebuah tali yang terlingkar di leher.
Melihat posisi mayat, besar dugaan bahwa meninggal karena gantung diri.
Caption yang tersebar di grup WA dalam foto tersebut menuliskan “info terkini pala pelaku pemerkosaan dan Pembunuhan sudah ditemukan dlm keadaan meninggal dunia gantung diri. posisi didesa koha samping kuala sudah membusuk,” isi tulisan yang beredar, jumat (28/5) pagi.
Namun, menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.
Tapi, sampai berita ini dimuat, belum ada informasi atau pernyataan resmi dari pihak berwajib, apakah di dalam foto tersebut adalah terduga pelaku pembunuhan anak MS.
Sebelumnya, terduga pelaku pembunuhan FK telah dinyatakan DPO oleh kepolisian.