Blog

  • Rasa Haru Warga Koha Selimuti Pemakaman Marshella

    test.petasulut.com/, SULUT – Marshella Sulu (12) yang ditemukan pada Jumat (21/5) kemarin dalam kondisi di dalam karung dengan keadaan telah meninggal dunia diketahui akan dikuburkan hari ini, Sabtu (22/5) siang di desa Koha Barat Kecamatan Mandolang, Minahasa.

    Pantauan media test.petasulut.com/, ibadah penguburan dilaksanakan di rumah keluarga. Dihadiri ratusan pelayat duka yang berasal dari desa Koha maupun para kerabat dan saudara terlihat mengikuti ibadah pemakanan.

    Rasa tangis dan haru warga pun selimuti ibadah pemakaman Marshella Sulu (12).

    Terinformasi, Alm. Marshella Sulu rencananya akan dimakamkan di pekuburan Koha Raya oleh keluarga.

    Menurut salah satu warga Desa Koha, Enzo mengatakan bahwa Alm. Marshella Sulu dikenal anak yang baik dan periang.

    “Anak itu sangat dicintai keluarga maupun warga Koha. Semoga amal baiknya bisa diterima di sisi Tuhan. Rest In Peace Marshella Sulu,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Marshella sempat dinyatakan hilang pada 18 Mei 2021. Dan pada tanggal 21 Mei sekitar pukul 01.00 subuh, Marshella ditemukan warga di perkebunan dekat desa dengan keadaan tak bernyawa.

    (ABL)

  • WL Melayat ke Rumah Duka Anak Kasus Pembunuhan di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Kasus pembunuhan anak di bawah umur terjadi di Sulut, tepatnya di Desa Koha Minahasa.

    Kali ini, korban inisial MS anak berusia 12 tahun menjadi korban kebiadaban seorang pelaku diduga oknum perangkat desa.

    Sebelumnya terinformasi, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut karena penemuan sebuah karung bekas yang berisikan jenasah anak tersebut di daerah sekitaran perkebunan Desa Koha. Korban MS sudah dinyatakan hilang oleh keluarga selama 3 hari.

    Mengetahui hal tersebut Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut datang melayat ke rumah duka MS (12) serta mengikuti ibadah malam penghiburan.

    Wawali Kota Tomohon itu mengatakan turut berduka cita kepada keluarga dan pelayat yang hadir saat itu atas meninggalnya Almarhum. Karena dia percaya akan masih ada kehidupan kedua setelah kematian.

    “Bagi orang percaya, karma baik akan menghasilkan yang baik. Jika Torang (kita) tidak mendapatkan itu, tapi keturunan kita yang akan mendapatkannya. Pada kesempatan ini kita semua yang hadir ditempat ini merasa prihatin dengan apa yang dialami oleh adik Marshella dan kita doakan dan kita yakini anak ini tidak ada salahnya serta mari kita doakan bersama agar anak ini bisa beristirahat dengan tenang disisi Allah Bapa di Surga. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan penghiburan sejati oleh Tuhan yang maha kuasa.” Ucapnya dalam ibadah penghiburan tersebut. jumat (22/5) malam.

    Dia juga menuturkan bahwa dirinya sangat tidak tega melihat kejadian seperti ini.

    “Sedangkan kita pe jauh di Tomohon kita lia bagini, nyanda tega mo baca itu berita.” Ungkapnya.

    WL Berjanji akan Fasilitasi Biaya Penguburan MS (12)

    Oleh karena itu Wawali Wenny Lumentut dengan rasa pedulinya ia mengatakan akan membiayai pembuatan tempat peristirahatan terakhir buat adik Sella.

    “Untuk itu sebagai kepedulian saya, saya perintahkan untuk pemerintah desa koha bikin itu kubur bagus-bagus, nanti biaya ambil dari saya Untuk menghormati adik marshella.” Jelas Wenny Lumentut.

    Diakhir kata Wawali mengingatkan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19.

    “Bagi kita semua selalu diberkati oleh Tuhan, diberikan kesehatan dan kekuatan ditengah pandemi covid-19 yang sementara berlangsung. Tetap protokol kesehatan dijaga. Imun di tingkatkan, Iman juga di tingkatkan.” Tutupnya.

    (ABL)

  • Pangdam XIII/Merdeka: Mari Jaga Danau Kita

    test.petasulut.com/, SULUT – Danau adalah tumpuan kebutuhan sumber air bersih bagi sejumlah masyarakat.

    Hal tersebut dikatakan oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.M., M.Tr (Han) saat kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian PUPR Ditjen SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi II Provinsi Gorontalo dengan TNI AD yaitu Kodam XIII/Merdeka tentang Pemeliharaan Danau Tondano dan Danau Limboto yang dilaksanakan di Astound Hill Tondano Minahasa, Jumat (21/5/2021).

    Dalam sambutannya Pangdam mengatakan bahwa revitalisasi danau dapat menyelamatkan beberapa ekosistem yang ada di danau, selain itu dengan menjaga kelestarian alam Danau Tondano dan Danau Limboto kita dapat menikmati banyaknya manfaat yang diberikan oleh danau tersebut.

    Pangdam mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi dan menggelorakan semangat kebersamaan, gotong-royong dan rasa kekeluargaan bersama masyarakat di sekitar danau guna membangkitkan jiwa persatuan dan kesatuan serta cinta kepada alam.

    "Mari kita jaga dan pelihara ekosistem Danau Tondano dan Danau Limboto agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi masyarakat disekitar danau." Lanjut Pangdam.

    Pangdam berharap setelah adanya penandatanganan PKS ini kiranya dapat dengan segera ditindaklanjuti dan dilaksanakan proses pembersihannya sehingga manfaat dari danau tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat disekitar danau.

    "Kita semua tentunya berharap bahwa setelah penandatanganan PKS ini kita semua dapat segera ditindaklanjuti proses pembersihan dan pengangkatan eceng gondok dari dalam danau agar semua danau tersebut bisa benar-benar bermanfaat." Ujarnya.

    Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Provinsi Sulawesi Utara Ir. Bastari, M. Eng mengatakan bahwa Danau Tondano ini adalah salah satu kawasan strategis pariwisata nasional super prioritas yang sedang digencarkan oleh pemerintah daerah sehingga kita semua berharap kegiatan konservasi danau tondano ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar Tondano.

    “Ini juga sebagai potensi wisata dan tentunya akan berdampak ekonomi bagi masyarakat manakala danau ini sudah bersih dan baik kualitas airnya.” Ucap Bastari

    Selain itu Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Provinsi Gorontalo Ir. Naswardi, M.T menambahkan bahwa Danau Limboto termasuk satu danau super kritis dan super prioritas yang menjadi perhatian utama pemerintah Gorontalo sehingga perlu adanya konsentrasi khusus di dalam pemeliharaannya, dengan adanya kerjasama ini kita dapat menambah kapasitas tampung air melalui pengangkatan enceng gondok serta dapat membawa dampak pariwisata karena Danau Limboto adalah destinasi wisata unggulan Provinsi Gorontalo.

    “Dengan adanya kerja sama dengan TNI untuk pembersihan enceng gondok, kita bisa merasakan bagaimana Danau Limboto itu ada keberadaannya.” Tandas Naswardi

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama Kodam XIII/Merdeka yaitu Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, S.E., Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Agus Saepul, Danrem 131/Stg Brigjen TNI Prince M. Putong, Danrem 133/Nwb Brigjen TNI Bagus Antoniv Hardito, M.A, para Asisten dan Kabalak Kodam XIII/merdeka serta turut hadir Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si dan para perwakilan PUPR. (Jaks)

  • BRAIEN Kecam Keras Pelaku Pembunuhan Anak di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali dihebohkan lagi dengan kasus pembunuhan anak di bawah umur. Kali ini, korban inisial MS anak berusia 12 tahun menjadi korban kebiadaban seorang pelaku diduga oknum perangkat desa.

    Sebelumnya terinformasi, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut karena penemuan sebuah karung bekas yang berisikan jenasah anak tersebut di daerah sekitaran perkebunan Desa Koha. Korban MS sudah dinyatakan hilang oleh keluarga selama 3 hari.

    Dari peristiwa tersebut membuat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu (BW) Geram. Menurutnya bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak beradab.

    “Apalagi ini korbannya anak kecil yang baru berusia 12 tahun. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan di Sulawesi Utara,” Jawabnya dengan geram saat di hubungi wartawan media ini, Jumat (21/5).

    MS (12) ditemukan tak bernyawa dalam sebuah karung

    Selanjutnya, BW berharap pelaku segera ditemukan dan mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya.

    “Saya sangat mengecam keras tindakan okn pelaku pembunuhan. Tapi saya yakin, Kepolisian pasti akan menemukan pelaku dan hukum akan menjawab perbuatan pelaku. Selebihnya saya turut berdukacita untuk keluarga,” Harapannya.

    (ABL)

  • Dua Tersangka Kasus Narkoba Berinisial RM dan ML di Bekuk Ditresnarkoba Polda Sulut

    test.petasulut.com/, Manado – Kasus Pelanggaran yang kerap terjadi di Daerah Sulawesi Utara semakin lama diberantas kan oleh Jajaran Polda Sulut.

    Pada kesempatan ini Ditresnarkoba Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mengamankan 2 tersangka beserta total 8 paket sabu, Pada hari Selasa (18/05/2021), sekitar pukul 20.30 WITA.

    Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial ML (53), warga Palu, Sulawesi Tengah, dan RM (34), warga Malalayang, Manado.

    Dalam Konferensi Pers di depan sejumlah awak media, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, ML membeli sabu dari Palu, Sulawesi Tengah seharga Rp1,5 juta kemudian dijual kembali kepada RM seharga Rp1,7 juta.

    "Kejadian awal bermulah dari Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Sulut mendapat informasi dari masyarakat tentang peredaran sabu yang dilakukan RM".

    Setelah itu dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan RM di rumah orang tuanya, di wilayah Malalayang,” Lanjutnya, Jum’at (21/05) pagi, di Mapolda Sulut.

    RM pun mengaku, barang tersebut dibelinya dari ML. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan ML di wilayah Talawaan, Minahasa Utara pada Rabu (19/05) dini hari.

    Sementara itu Dirresnarkoba menjelaskan, awalnya sabu yang dibawa tersangka dari Palu seberat sekitar 10 gram, namun yang berhasil diamankan tersisa sekitar 6 gram.

    “Diduga ada sekitar 4 gram yang telah diedarkan oleh tersangka yang berdomisili di Palu berinisial ML tersebut,” terang Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

    Para tersangka tersebut dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” Jelas Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

    Ditambahkan Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Kasus ini terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain. Polda Sulut dan jajaran terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk peredaran maupun penyalahgunaan narkoba jenis apapun,” tandasnya.

    Dalam penangkapan dua pelaku tersebut, petugas mengamankan total 8 paket sabu. Barang bukti sebanyak 6 paket diamankan dari ML, dan 2 paket dari RM,” Tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono. (*/Gabri)

  • MS Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Karung, Ini Penjelasan Kakak Korban

    test.petasulut.com/, SULUT – Warga Koha pada Jumat (21/5) subuh tadi dihebohkan penemuan mayat seorang anak yang berjenis Kelamin perempuan.

    Mayat anak perempuan berinisial MS (12) itu ditemukan di dekat desa koha dengan kondisi sedang berada di dalam karung.

    Pada beberapa hari sebelumnya, MS (12) sempat dinyatakan hilang.

    Keluarga Korban pun diketahui meminta tolong kepada para kerabat dan tetangga untuk membantu pencarian.

    Namun sayangnya, Korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

    Frangki Sulu, Kakak korban pun saat di wawancarai wartawan menjelaskan kronologi hilangnya MS (12) sampai pada ditemukannya korban.

    Awalnya pada waktu sore, ada tanya pa papa, dia (MS) ada pulang baganti. kong so ba malam so gelap dia sempat ada minta doi pa papa mo beli sosis. Nah, itu dia so kaluar kong kita sampe, baganti, lapas tas, makang kong kita dudu di sebelah. Nanti kita somo maso tidor sekitaran jam 12, kita tanya ulang pa kita pe Ade yang satunya, dimana sela? Dia bilang ada tidor diatas stou jadi kita Iko tidor no,” jelasnya.

    “Besok pagi, kita minum kopi kong basadia Pi karja, kita Lia jam 7 pagi kong kita Lia dia le belum pulang deng tambah le dia mo ujian di skolah, kong kita Lia dia pe tamang-tamang so dimuka skolah kong kita batanya pa Depe tamang-tamang mar sebelum kita batanya, Depe tamang-tamang bale batanya dimana sela? Kita jawab, kita pekira ada bermain deng ngoni kemarin,” tambahnya.

    Jadi intinya, awal hilangnya MS (12) pada saat dia selesai ganti baju pada sore hari dan langsung keluar lagi.

    Jadi pagi hari itu pas batanya pa Depe tamang-tamang, kita langsung bacari pa dia Deng langsung so babilang pa papa Deng ade-ade laeng. Makin lama, banyak warga pun membantu bacari. Pagi, siang dan malam terus bacari,” kata kakak korban.

    Dan terakhir, MS (12) ditemukan warga di kebun sekitar desa Koha dengan keadaan di dalam karung dan sudah tidak bernyawa.

    Harapan keluarga agar pelaku pembunuhan bisa diberi hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

    (ABL)

  • Warga Koha di Hebohkan Penemuan Mayat Anak Perempuan Dalam Karung

    test.petasulut.com/, SULUT – Pengguna Media Sosial atau Warganet Jumat (21/5) hari ini dihebohkan dengan beberapa postingan penemuan mayat seorang anak yang berjenis Kelamin perempuan.

    Dalam postingan yang beredar, Mayat anak perempuan berinisial MS (12) itu ditemukan di dalam karung.

    Sebelumnya, pada beberapa hari terakhir MS (12) sempat dinyatakan hilang.

    Hal itu dibenarkan oleh postingan dari beberapa pengguna media sosial. Dimana, dalam postingan seorang pengguna Facebook Chatalea Rinny menuliskan bahwa MS (12) dinyatakan hilang pada tanggal 18 jam 8 malam.

    Namun sayang, MS (12) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

    Pun, Pelangi Senja dalam postingannya menuliskan sungguh tragis nasib anak ini.

    Setelah 3 hari dinyatakan hilang, akhirnya anak perempuan yang bernama MS di temukan sudah tidak bernyawa lagi dengan cara yang sangat mengenaskan.

    Anak ini di temukan di sebelah Barat Desa Koha Raya dan sudah di masukkan dalam karung.

    Sungguh perbuatan yang sangat biadab. Kiranya pihak berwajib dapat menyelidiki secara tuntas peristiwa yang tentu saja menggegerkan masyarakat Desa Koha Raya.

    Begitu juga, postingan anak perempuan berinisial MS (12) ini tersebar di beberapa Grub WA.

    Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

    “Iya. Nanti saya kirim laporannya,” jawabnya, Jumat pagi dikutip dari tribunmanado.co.id.

    (ABL)

  • Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Pengarahan Wakasad Kepada Personel Satgas Apter

    test.petasulut.com/, SULUT – Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.M., M.Tr (Han) menghadiri pengarahan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Bakti Agus Fadjari, S.Ip., M.Si. kepada personel satgas apter BKO Kodim persiapan di Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari yang digelar secara virtual di Mako Rindam XIII/Merdeka, Kamis (20/5/2021).

    Wakasad dalam pengarahannya mengatakan bahwa tugas yang akan dilaksanakan merupakan suatu kehormatan, maka dari itu laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan tanamkan prinsip bahwa gugur di medan tugas merupakan suatu kehormatan serta konsentrasikan pelaksanaan tugas pada keselamatan diri masing-masing.

    “Jangan takut akan gugur di medan tugas,” Ujar Wakasad

    Wakasad juga menambahkan bahwa pastikan anggota satgas sudah di vaksin dan pastikan satgas ini agar siap menjalankan tugas serta solid dalam melaksanakan tugas di wilayahnya karena personel Apter dibentuk untuk menjaga stabilitas masyarakat di wilayahnya.

    “Personel Satgas Apter disiapkan untuk membela diri bukan untuk bertempur,” Tandas Letjen TNI Bakti Agus

    Setelah mendengarkan pengarahan oleh Wakasad, Pangdam XIII/Merdeka juga menambahkan bahwa apa yang telah dikatakan Wakasad adalah perintah langsung dari Kasad. Oleh sebab itu Pangdam tekankan untuk pedomani seluruh penekanan Wakasad dan hindari pelanggaran sekecil apapun.

    “Laksanakan penekanan Wakasad dengan baik, dan jangan membuat pelanggaran serta jaga nama baik satuan,” Ucap Pangdam

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa pejabat utama yaitu para Asisten dan Kabalak Kodam XIII/Merdeka.

  • Lagi, Winsu Katakan NUSA UTARA CUMA ADA DI PETA, TIDAK DI APBD

    test.petasulut.com/, SULUT –  DPRD Sulut dalam hal ini Panitia Khusus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2021 -2026 melakukan rapat pembahasan bersama dengan Perangkat daerah Provinsi Sulut pada Rabu (19/5/21).

    Pada pertemuan itu, Pemerintah provinsi yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjelaskan terkait rencana pembangunan pemerintah provinsi dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.

    Pembahasan cukup alot, dimana selesai Kepala Bappeda menyampaikan visi misi perencanaan pembangunan daerah yang akan dilaksanakan tahun 2021-2026, anggota pansus RPJMD langsung memberikan tanggapan.

    Diantaranya ada anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Winsulangi Salindeho yang mengharapkan dalam pembahasan tersebut pemerintah provinsi dapat memperhatikan komoditas unggulan Pala di Nusa Utara.

    Selanjutnya Winsulangi yang juga merupakan ketua Bapemperda DPRD Sulut ini juga berharap pemerintah dapat mensuport masyarakat Nusa Utara yang saat ini sudah membangun sekolah luar biasa.

    Rapat Pansus RPJMD 2021-2026

    Jalan provinsi di Nusa Utara pun menjadi perhatian serius dari anggota DPRD daerah pemilihan Nusa Utara tersebut.

    “Ini semua perlu saya sampaikan. Selanjutnya mohon maaf saya sampaikan dalam forum ini (rapat RPJMD DPRD bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara) Nusa utara cuma ada di peta, tidak ada di APBD. Saya berharap dalam RPJMD 2021-2026 ini pemerintah bisa memperhatikan Nusa Utara untuk menunjang visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” Tegasnya.

    (ABL)

  • RPJMD, SONDAKH Minta Pemerintah Perhatikan Masalah Pencemaran Lingkungan

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat Pansus RPJMD DPRD Sulut bersama Perangkat Daerah Provinsi Sulut, berbagai masukan dan usulan di sampaikan para anggota pansus dengan harapan, bisa menjadi program strategis RPJMD.

    Salah satunya, seperti yang di sampaikan anggota Pansus RPJMD DPRD Provinsi Sulawesi Utara Inggried Sondakh.

    Dimana dirinya berharap RPJMD Sulawesi Utara 2021-2026 dapat memperhatikan masalah lingkungan khusus pencemaran lingkungan dan pencemaran udara.

    “Masalah lingkungan ini masih terus menjadi permasalahan dan belum terselesaikan,” Ujarnya dalam rapat Pansus RPJMD, Rabu (19/5).

    “Setiap kami reses pasti masalah yang sama terkuak dalam reses. Masyarakat selalu mengeluhkan masalah lingkungan,” Tambahnya.

    Inggried Sondakh, Anggota DPRD Sulut

    Sebelumnya Sondakh mengapresiasi perencanaan program pemerintah yang tersusun dalam RPJMD tersebut, karena menurutnya bahwa rencana tersebut telah melalui kajian-kajian yang komprehensif untuk kemajuan Provinsi Sulawesi Utara kedepan.

    Namun dirinya mengakui setiap rapat pembahasan karena dirinya sudah 3 kali menjadi anggota DPRD bahwa permasalah tersebut tidak terselesaikan dan menjadi permasalahan yang belum mendapat solusi.

    “Mungkin jadi masukan saya agar nantinya semua yang tercantum dalam RPJMD ini bisa betul-betul terealisasi di setiap instansi terutama masalah lingkungan ini. Minimal ini semua bisa dipertajam supaya masyarakat bisa merasakan program pemerintah ini.
    Pemerintah harus berikan perhatian dan solusi,” Harapnya.

    (ABL)