Blog

  • PEGGY: Rakorwil Ini Untuk Perkuat Tubuh Partai NasDem Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Panitia Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Sulawesi Utara, Peggy Rumambi mengatakan poin-poin penting dalam pergelaran Rakonwil ini adalah konsolidasi partai dan memperkuat DPD Kabupaten/kota dan DPW Provinsi.

    “Karena selama ini pasca selesai Pilkada 2020 lalu menjadi tolak ukur untuk mempersiapkan struktur yang solid kedepan, sampai juga ke DPRD. Jadi persiapan itu sudah di 15 kabupaten/kota, bahkan sampai di DPC-DPC. Ada juga sebagian sudah sampai DPRD,” ungkap Ketua DPD NasDem Minut itu, rabu (26/5) disela-sela pelaksanaan Rakorwil.

    “Dan juga dituntut E-KTA, kita (NasDem Sulut) harus capai target sebelum bulan juni ini. Tuntutan pertama memang adalah untuk semua anggota DPRD mengantongi E-KTA,” tambahnya.

    Diketahui, pada pelaksanaan Rakorwil itu dihadiri Waketum Ahmad Ali, Ketua Teritorial Papilu Sulawesi Rachmad Gobel dan Felly Estelita Runtuwene sebagai Komando Pemenangan Wilayah Sulut.

    Untuk 2024 sendiri, Peggy menuturkan ada target dari masing-masing kabupaten/kota itu sendiri.

    “Tapi tadi hanya ada 6 dapil yang melakukan presentasi. Intinya, NasDem Sulut tetap fokus menatap Pilkada 2024,” jawabnya.

    Ditanya soal adanya penyegaran dijajaran DPW NasDem, Dirinya menjawab bahwa sejauh ini belum.

    “Tapi untuk DPD, ada 4 kabupaten/kota yakni Minsel, Mitra, Tomohon dan Minut,” singkatnya.

    (ABL)

  • Rakorwil, NAL: NasDem Sulut Fokus Menatap Pilkada 2024

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Utara (Sulut), Ketua Fraksi NasDem Sulut Nick Adicipta Lomban mengatakan bahwa salah satu maksud digelarnya rapat ini adalah merapatkan barisan guna menatap Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.

    Diketahui, Rakorwil ini akan digelar selama dua hari (tanggal 26-27 Mei 2021). dan dihadiri langsung oleh Rachmat Gobel, Ketua Teritorial Pemilu Sulawesi, jajaran Ketua DPP dan Felly Runtuwene sebagai Komando Pemenangan Wilayah Sulut.

    “Jadi dalam rakorwil ini kita (Nasdem, red) tentang progres yang sudah dilakukan dalam manajemen kepartaian, kaderisasi, organisasi dan struktur untuk kemudian mempersiapkan partai Nasdem khususnya Sulut dalam kontestasi dalam pemilihan di 2024,” kata Lomban, Rabu (26/5) dalam sela-sela kegiatan Rakorwil, di Grand Kawanua Convention Hall Manado.

    Politisi Dapil Bitung-Minut itu juga menambahkan, Rakorwil yang dilaksanakan bersifat koordinasi untuk mencapai target-target yang sudah diberikan baik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) juga ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) masing-masing.

    “Tentunya rakorwil di seluruh provinsi se Indonesia ini, termasuk di Sulut hasilnya akan diramu dan dibahas ke DPP dan kemudian dari situ ada target-target secara nasional, regional, provinsi dan kabupaten kota,” kata Lomban yang juga Ketua Fraksi Partai Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ini.

    Rakorwil Partai NasDem Sulut

    Menurutnya, untuk target Nasdem di Sulut dan perubahan struktur masih dibahas dalam Rakorwil.

    “Untuk perubahan struktur tentunya berkembang, kan kapasitas saya sebagai wakil ketua DPW Nasdem Sulut tapi tentunya ada lebih berkompeten untuk menjelaskan itu, nanti akan ada evaluasi dan sebagainya. Sampai saat ini belum ada perubahan struktur, nanti semuanya akan diserahkan ke DPP dan DPW,” tandasnya.

    (ABL)

  • Rakorwil NasDem, FER: Agustus, Perombakan Besar-Besaran

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Felly Estelita Runtuwene mengatakan tujuan digelarnya Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Sulut adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ingin mengetahui perkembangan terkini di provinsi yang diadakan rapat itu dan gambaran secara utuh di setiap kabupaten dan kota.

    ” Kemudian, yah tentunya menyemangati mereka (DPD Nasdem Kab/Kota), karena kita tahu bersama bahwa kita baru selesai melaksanakan Pilkada di penghujung akhir tahun 2020. Kemudian juga dalam rapat ini ada hal-hal yang perlu dibicarakan untuk bagaimana di 2024 kita bisa eksis,” jelas Ketua Komisi IX DPR RI usai mengikuti Rakorwil, Rabu (26/5) di GKIC Manado.

    Diketahui, Sebelum lebaran telah dilaksanakannya Rakorwil Partai NasDem di beberapa provinsi. Dan untuk Sulut sendiri dilaksanakan usai lebaran, tepatnya dimulai hari ini.

    Rakorwil NasDem Sulut

    Saat ditanyakan mengenai peremajaan jajaran pengurus partai, FER menjawab bahwa hal itu dibicarakan di Rakorwil ini dengan melihat target-target yang sudah diberikan kepada DPW maupun DPD NasDem.

    “Jadi pada bulan Agustus itu tentu ada perombakan besar-besaran ketika target-target yang diberikan tak dicapai. Inikan bukan juga target sekarang ini, sebetulnya ini dari pekerjaan rumah dari waktu ke waktu disampaikan tapi dari beberapa pimpinan yang terlalu terlena dengan situasi dan tentunya ada punishment. Jadi sekali lagi pada Agustus nanti akan ada refresh besar-besaran,” tegas FER.

    Ditanya juga terkait penilaian pengurus partai perihal kinerja Anggota DPRD, Runtuwene mengatakan bahwa pengurus menfoto semuanya, karena kalau bicara keberhasilan dari partai politik itu sendiri tentunya secara utuh.

    “Jadi anggota DPR itu tentang bagaimana pendekatan mereka kepada masyarakat. Apa yang masyarakat percayakan dipundak anggota DPRD kemudian dia tidak mampu untuk jalankan, tentunya kedepan anggota DPRD itu tidak akan berhasil. Jadi dari DPP menfoto sampai ke area itu atau sampai ke personal anggota DPRD itu. Apa yang sudah dia lakukan, apakah 5 tahun sekali baru dia mencari lagi, kan bukan seperti itu,” tuturnya.

    “Kesuksesan dari suatu organisasi itu bukan berarti capaian-capaian yang diberikan itu contohnya provinsi minimal harus 9 kursi, bukan berarti kedepan yang penting 9 kursi atau tambah 1 kursi tapi orangnya berganti semua, itu artinya parpol itu tidak sukses. Ketika dia berganti orang, artinya orang yang sudah ada kemudian dia tidak bisa duduk kembali, artinya tidak ada kepercayaan lagi dari masyarakat, itu gagal karena tidak bisa mempertahankan kader-kader yang sudah ada. Jadi pelaksanaan Rakorwil ini justru menjawab sedetilnya-detilnya” tambah Felly.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Pelaku Pembunuhan Anak, STELLA: Hukum Seberat-Beratnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan kasus pembunuhan anak perempuan yang terjadi di Desa Koha membuat publik geram.

    Bagaimana tidak, Korban yang masih berumur 12 tahun itu diduga diperkosa lalu dibunuh oleh terduga pelaku inisial FK.

    Reaksi pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Dimana, Legislator Partai NasDem Stella Runtuwene mengecam agar pelaku baiknya dihukum mati.

    “Mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan, ada baiknya pelaku dihukum mati,” tegas Runtuwene, Senin (24/5) kemarin.

    Dirinya mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang dinilainya tidak manusiawi tersebut. Hal itu karena tindakan itu sangat-sangat bejat prilakunya.

    “Untuk itu aparat harus cepat bertindak agar supaya tidak ada korban-korban yang lain seperti ade Marshella” desak wakil ketua Komisi III DPRD Sulut itu.

    Menurutnya, kasus ini jadi peringatan buat semua orang tua. Itu supaya ke depan lebih waspada lagi dengan anak-anak mereka.

    “Agar jangan membiarkan mereka keluar sendirian. Pihak yang berwajib harus segera mencari orang tersebut,” ujarnya.

    “Hukum seberat-beratnya kalo bisa hukuman mati agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti Marshella,” sambungnya.

    (ABL)

  • Ini Ungkapan Hati Putri Dari FK, Terduga Pelaku Pembunuhan di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Putri dari terduga Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan bocah berusia 12 tahun di Desa Koha inisial FK mengungkapkan isi hatinya pasca ditetapkan ayahnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.

    Bernama lengkap Octaviana Maria Kalesaran atau biasa di panggil Ledy (anak dari FK) mengatakan Kasus yang Ayahnya perbuat itu membuat dirinya bersama Keluarga merasa Malu dan bahkan marah. Pasalnya FK telah menjadi buron Tim Maleo Polda Sulut karena diduga telah Membunuh adik Marshella Sulu (12).

    Dengan adanya hal tersebut, Ledy Mengungkapkan bahwa dia bersama keluarga merasa Malu dan menyerahkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

    “yang pasti malu dan marah sekali sama pelaku. Tapi secara fisiknya. secara pribadi saya tidak membenci, Karena saya juga tidak ada hak untuk menghakimi, biarlah kasus ini pihak berwajib yang menangani sampai tuntas. Saya dan keluarga berharap dia (FK) segera menyerahkan diri dan menjalani hukum yang berlaku.” Ungkap Ledy Kepada awak media via pesan Messenger, selasa (25/5).

    “kalau soal Postingan saya, saya mengunggah status hanya untuk sekedar mengungkapkan isi hati biar tidak terlalu ada beban. Karena ini masalah besar dan fatal, jujur saya dan keluarga sangat kecewa sekali dengan adanya kejadian ini. Tapi apa mau di kata semua sudah terjadi, tinggal pelakunya menyadari dan segera menyerahkan diri agar semua orang dan terutama yang ada di desa koha tenang, Aman dan tidak ketakutan untuk keluar rumah.” tambahnya.

    Ledy juga menyampaikan untuk tidak membully keluarga, karena keluarga tidak tau apa-apa, dia juga membenarkan bahwa ada komentar dari warganet yang mengatakan bahwa keluarganya terlibat dan menyembunyikan pelaku.

    “jangan membully saya dan keluarga karena kami tidak tau apa-apa. Saya lihat ada komentar yang bilang kalau kami menyembunyikan pelaku atau membantunya, pedahal kami tidak terlibat dan memang kami tidak tau keberadaannya sekarang.” Tuturnya.

    “kami dan saya pribadi pun tidak menyangka kalau tersangka bisa nekat berbuat sekeji itu terhadap Alm, Marshella Sulu. Dan saya juga tau persis kepribadian tersangka, jadi agak tidak percaya juga kalau dia dengan teganya membuat adik Sella begitu.” Jelasnya.

    Putri FK juga berharap agar siapa saja yang mengunggah foto tersangka di social media cukup wajah tersangka saja. Karena dirinya dan keluarga sudah cukup merasa kecewa dengan apa yang diperbuat oleh tersangka jangan membuat keluarganya semakin terpojok dan lebih down lagi.

    “tolong kalau mau unggah foto di sosmed kalian cukup muka tersangka, karena saya dan keluarga sudah cukup kecewa dan sakit hati atas perbuatannya itu. Jangan membuat kami sekeluarga lebih down dengan ocehan kalian terhadap kami keluarga. Karena kalian tidak tau bagaimana perasaan kami dan hati kami. Andaikan saja kalian bisa merasakan atau mengalami kejadian ini kepada keluarga kalian pasti kalian juga akan seperti keadaan kami yang down dan sakit hati bahkan seringkali kami ketakutan jangan sampai tersangka balik ke rumah dan menyakiti kami. Tapi kami tau dia tidak mungkin menyakiti kami, pasti dia juga sekarang terpuruk dan rasa bersalah, mungkin dia belum siap untuk menyerahkan diri. Jadi cukup dia saja yang dibully dan di caci maki, jangan kami sekeluarga, jangan membuat kami semakin terpojok dan lebih down.” Jelas Ledy.

    (ABL)

  • MJP Optimis 2 Ranperda Prakarsa DPRD Diketuk Tahun Ini

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca diparipurnakannya dua buah Ranperda usul Prakarsa DPRD menjadi Prakarsa DPRD yakni Ranperda tentang perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas dan Ranperda tentang pengendalian sampah plastik pada Senin (24/5) kemarin.

    Wakil Ketua BAPEMPERDA DPRD Sulut Melky Jhakin Pangemanan sangat optimis kedua Ranperda ini bisa ditetapkan menjadi Peraturan Daerah di tahun 2021 ini.

    “Saya sangat optimis Rancangan Peraturan Daerah prakarsa DPRD tentang Disabilitas dan Sampah Plastik bisa ditetapkan menjadi Perda ditahun 2021 ini,” jawab MJP, Selasa (25/5) diruang kerjanya.

    MJP menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya adalah memberikan draft 2 Ranperda tersebut ke Gubernur Sulut melalui Biro Hukum.

    “Dan selanjutnya, sekitar bulan Juni 2021 akan dibentuk Panitia Khusus pembahas kedua Ranperda ini,” yakinnya.

    ” Pembahasan Pansus dilaksanakan awal bulan Juli. Sekitar 2 bulan kedepan terus didorong pembahasan Pansus dengan tim ahli dan SKPD terkait sekaligus sekitar dua kali konsultasi ke Kemendagri. saya yakin, isi pasal-pasal draft Ranperda itu tidak akan terlalu banyak perubahan, tapi juga untuk masukan-masukan dalam pembahasan nanti tetap akan diakomodir dan di terjemahkan oleh tim ahli,” jelasnya lagi.

    MJP juga meyakini Bulan September nanti kedua Ranperda ini sudah pada tahap Finalisasi dan sinkronisasi.

    “Tinggal mengatur waktu penetapan Ranperda diketuk DPRD Sulut menjadi Peraturan Daerah. Karena target BAPEMPERDA DPRD Sulut adalah melahirkan kedua produk hukum ini,” tutupnya.

    (ABL)

  • Usul 2 Ranperda Prakarsa DPRD, Resmi Jadi Prakarsa DPRD

    test.petasulut.com/, SULUT – Fokus melakukan tupoksi Anggota DPRD yakni Fungsi Legislasi yaitu melahirkan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD.

    DPRD Sulut menggelar rapat paripurna dalam rangka penetapan dua Ranperda usul prakarsa DPRD menjadi prakarsa DPRD yakni Ranperda tentang perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas dan Ranperda tentang pengendalian sampah plastik, Senin (24/5).

    Pada rapat paripurna Internal DPRD Sulut itu, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut, Melky Pangemanan menyampaikan, penghormatan dan pemberian perlindungan kepada penyandang disabilitas merupakan kewajiban negara. Hal itu ditegaskan dalam Undang-Undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

    “Setiap orang mempunyai tanggung jawab menghormati penyandang disabilitas. Sampai saat ini penyandang disabilitas masih mengalami banyak diskriminasi karena belum terpenuhinya hak-hak dari penyandang disabilitas,” tutur Pangemanan dalam rapat paripurna tersebut.

    Penyandang disabilitas disebut merupakan kelompok rentan yang menghadapi keterbatasan dan dalam kurang mendapat kehidupan yang layak. Hal itu karena hak-hak mereka tidak terpenuhi. Mereka menghadapi keterbatasan mulai dari akses-akses pendidikan, kesehatan dan pekerjaan yang layak.

    “Di Indonesia termasuk di Sulut, penyandang disabilitas mengalami kondisi rentan, terbelakang dan miskin karena pembatasan dan penghilangan hak-hak disabilitas,” paparnya.

    “Pemenuhan hak disabilitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat tapi pemerintah daerah (pemda). Supaya mereka jadi individu yang mandiri.  Pemda berkewajiban untuk melindungi demi terwujudnya persamaan hak,” sambungnya.

    Diketahui, semua fraksi menyetujui 2 Ranperda itu untuk dilanjutkan ketahap berikutnya.

    Selain itu disampaikan pula, mengenai ranperda pengendalian sampah plastik dipandang penting. Ini karena bahan plastik sangat sulit terurai. Diperlukan ratusan tahun agar terurai.

    “Pengelolaan adalah sampah kegiatan sistematis dan berkesinambungan. Ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya.  Kewenangan terkait hal ini ada di kabupaten kota. Tapi provinsi perlu untuk menyelenggarakan koordinasi,” ucap Melky dalam rapat tersebut.

    (ABL)

  • Bantu Pembelajaran Anak-Anak Lembeh Posokan, MJB Sumbang Buku

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka memperingati hari Buku sedunia, Komunitas Marijo Belajar Region Sulut menyumbangkan 415 buku pembelajaran ke pengurus Daseng Literasi yang ada di Kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung, Sabtu (22/05/2021).

    415 buka pembelajaran itu di dapat dari hasil donasi waktu lalu.

    “Bantuan yang diberikan oleh Komunitas Marijo Belajar Region Sulut ini, sangat-sangat membantu proses pembelajaran bagi anak-anak serta masyarakat yang ada di Daseng Literasi Posokan ini,” ujar pendiri Daseng Literasi Posokan, Riswanto Pudinaung.

    Ia menambahkan, Daseng Literasi dibuat ketika melihat lingkungan yang ada di Posokan ini. Pertama, jauh dari pusat kota, kemudian orang-orang disini belum terlalu banyak sekolah keluar. Mungkin, faktornya Jauh. Apalagi, akses jalan dan internet sangat Sulit disini. Sehingga alternatif yang dibuat dengan membuka Perpustakaan dengan konteksnya literasi.

    “Daseng Literasi Posokan ini dibuat pada September 2019. Awal pembentukannya, terjadi diskusi yang melibatkan 5 orang pemuda. Dan bertepatan, ada teman saat itu sedang pada tahapan penyelesaian Studi, karena terhalang dengan buku-buku. Maka, dari situ pula awal terdorong membuat Daseng Literasi ini. Agar, tidak ada lagi kejadian yang sama, ketika memerlukan buku untuk penyelesaian studi, malah tidak ada,” tuturnya.

    Untuk itu, dengan adanya bantuan buku dan motivasi yang ada, dari Komunitas Marijo Belajar Region Sulut, sangatlah membantu. Apalagi, bagi 40 anak yang disini, baik SD, SMP dan SMA yang terlibat membaca setiap Sabtunya di Daseng Literasi Posokan ini.

    “Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Marijo Belajar Region Sulut.” Katanya

    “Saya berharap pemerintah Kota Bitung, bisa memperhatikan daerah kami, terlebih jaringan internet untuk proses belajar-mengajar,” ucapnya.

    Ditempat yang sama, Ketua Komunitas Marijo Belajar Region Sulut, Jesisca V. Tarima menjelaskan, Komunitas Marijo Belajar Region Sulut. Saat ini, menjalankan program ‘Marijo baku bantu’ dirangkaikan dengan peringatan hari buku sedunia, yang jatuh pada tanggal 17 Mei kemarin. Kegiatan yang digelar di kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung ini, dengan memberikan 415 buku pembelajaran dari hasil donasi, kemudian mengajak anak-anak untuk membaca dan mempresentasikan hasil bacaannya.

    Bukan itu saja, anak-anak juga diberikan motivasi untuk terus belajar guna mencapai cita-citanya. Adapun, games-games yang diberikan agar anak-anak bisa terhibur dengan kedatangan tim marijo Belajar.

    “Mewakili seluruh Komunitas Marijo Belajar Region Sulut mengucapkan, banyak terimakasih kepada masyarakat Posokan yang sudah menyambut kami dengan sangat baik. Dan juga buat pengurus Daseng Literasi, ada Riswanto Pudinaung dan Novenly Pudinaung untuk terus memberikan terbaik bagi anak-anak yang terlibat dalam Daseng Literasi ini,” jelasnya.

    Kiranya, apa yang diberikan hari ini, bisa bermanfaat bagi adik-adik dan seluruh masyarakat yang ada di Lembeh Posokan ini.

    Melihat kegiatan kegiatan berhasil dijalankan, direspon baik oleh Founder Marijo Belajar Pusat, Meinagustia Caerwelia Ngagi.

    “Ini hal yang sangat luar biasa, cara-cara seperti ini yang perlu kita tingkatkan ke depannya. Ini sangat mengedukasi adik-adik yang ada di desa Posokan. Kami sebagai pengurus Marijo Belajar pusat sangat mengapresiasi apa yang dibuat oleh Marijo Belajar (MJB) Region Sulut ini,” pungkasnya.

    (ABL)

  • Besok, 2 RANPERDA Usul Prakarsa DPRD Sulut Ditetapkan

    test.petasulut.com/, SULUT – Dua buah Rancangan Peraturan daerah Inisiatif DPRD Sulut kembali digenjot.

    Dimana, terjadwal melalui undangan Sekretariat DPRD Sulut bahwa pada senin (24/5) besok jam 11.00 WITA akan diadakannya pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Penetapan 2 (Dua) Buah Ranperda Usul Prakarsa DPRD menjadi Prakarsa DPRD yakni Ranperda tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dan Ranperda tentang Pengendalian Sampah Plastik, yang akan digelar diruang rapat paripurna DPRD Sulut.

    Mengingat situasi dan kondisi saat ini terkait dengan wabah Covid-19, maka Rapat pada besok hari dilakukan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

    Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Sulut pun dinilai fokus dalam melahirkan produk hukum daerah khususnya perda inisiatif DPRD. Hal itu dibuktikan dengan sepak terjang BAPEMPERDA melakukan rapat pembahasan dan kunjungan lapangan dengan para staf ahli.

    Sebelumnya, Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD tentang Fakir Miskin dan Anak Terlantar telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Lewat rapat paripurna DPRD Sulut.

    (ABL)

  • Pemerintah Mulai Mengalirkan APBD Ke Nusa Utara

    test.petasulut.com/, SULUT – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo waktu lalu sempat mengatakan bahwa membangun Indonesia dari pinggiran memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka daerah kesatuan.

    Hal itu menjadi fokus pemerintah pusat karena daerah pinggiran atau perbatasan menunjukan kondisi minimnya pembangunan di wilayah tersebut.

    Hal ini sebagai dampak dari pembangunan yang selama ini hanya menitikberatkan pada kawasan perkotaan yang dianggap pusat pertumbuhan.

    Kebijakan Presiden Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran dianggap sangatlah tepat, karena daerah pinggiran berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga dan harus menjadi titik perhatian utama pemerintah. Tidak hanya membangun jalan, pemerintah harus mendirikan puskesmas, sekolah, pasar, SDM, pembangkit listrik, dan Infrastruktur lainnya.

    Sinergitas antar pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota pun menjadi bagian utama dalam pembangunan.

    Khususnya di Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah saat ini mulai memfokuskan diri untuk membangun daerah Perbatasan yakni Nusa Utara.

    Hal itu dibenarkan oleh Anggota DPRD Sulut, Winsulangi Salindeho.

    Memang waktu lalu, Politisi Dapil Nusa Utara itu sempat mengeluarkan statement di hadapan Eksekutif maupun media massa, dimana dirinya mengatakan bahwa Nusa Utara itu hanya ada di Peta dan tidak ada di APBD.

    Statement singkat itupun sempat menjadi pembicaraan publik.

    Namun, saat ini sudah berbeda karena menurut Winsu bahwa pemerintah provinsi Sulut mulai mengalirkan anggaran di Nusa Utara.

    “Itu dulu. Sekarang, Pemerintah mulai mengalirkan APBD ke Nusa Utara,” ucap Salindeho kepada media test.petasulut.com/, Jumat (21/5).

    (ABL)