Tag: ANGGOTA DPRD SULUT

  • Ini Pandangan BILLY Lombok Soal Dicabutnya Perpres Investasi Miras

    test.petasulut.com/, SULUT – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang baru saja ditetapkan, dicabut oleh Presiden RI Joko Widodo.

    Perpres yang di dalamnya mengatur izin investasi minuman keras (miras) yang telah dicabut oleh presiden itu membuat masyarakat bertanya-tanya.

    Berbagai elemen di masyarakat pun memberikan pandangan mereka terhadap langkah yang diambil Presiden RI.

    Salah satunya datang dari penghuni Gedung Cengkih yakni Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok.

    Lombok mengatakan Perpres investasi miras sepenuhnya kewenangan Presiden dan hak Presiden juga ketika mencabut beberapa butir setelah mengakomodir berbagai masukan.

    “Tapi, ada Perpres atau tidak, fakta bahwa market-nya tetap ada, perdagangan lokal tetap diisi justru oleh berbagai merek dari luar, sedangkan di Sulut ada kepentingan petani yang perlu dibela, salah satunya adalah cap tikus,” ungkap Lombok, Kamis (4/3/2021).

    Untuk itu, Lombok berharap, negara tetap harus hadir.

    “Minuman beralkohol erat kaitannya dengan etika dan mabuk-mabukan, tapi toh produk seperti Soju dan lain sebagainya justru mendapat peluang emas, produk lokal ruang geraknya justru dipersempit,” ucap Politisi Dapil Minsel-Mitra itu.

    Sekretaris DPD Demokrat Sulut itu juga menambahkan bahwa baiknya pemerintah memberi regulasi yang lebih jelas atau regulasi tertentu diberikan kewenangan kepada masing-masing provinsi sesuai kebutuhan.

    “Bila di Sulut pemerintah memberi bantuan laboratorium pertanian misalnya, cap tikus bisa berkembang, kadar alkoholnya mungkin bisa lebih rendah dan variasi rasa bisa bermacam-macam. Dan yang paling penting ialah investasi melibatkan pedagang lokal serta pro terhadap petani lokal,” pungkasnya.

    (ABL)

  • 14 Anggota DPRD Sulut di Suntik Vaksin Covid-19

    test.petasulut.com/, SULUT – Selasa (2/3) pagi tadi, DPRD Sulut melaksanakan kegiatan vaksinasi khusus untuk seluruh Anggota DPRD Sulut.

    Tujuan dilakukannya vaksinasi Covid-19 ini adalah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus menunjang dan mensukseskan program pemerintah pusat di daerah provinsi Sulut.

    Pada kegiatan tersebut, terpantau ada sebanyak 14 Anggota DPRD Sulut yang melakukan vaksinasi Covid-19 yakni Arthur Kotambunan, Johny Panambunan, Imelda Novita Rewah, Henry Walukow, Muslimah Mongilong, Amir Liputo, Berty Kapojos, Agustine Kambey, Ronald Sampel, Fanny Legoh, Ilham Idrus, Melky Jakhin Pangemanan, I Nyoman Sarwa dan, Melisa Gerungan.

    Pada kesempatan itu, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu mengatakan, dengan disuntikannya vaksinasi tersebut para anggota DPRD akan relatif lebih aman.

    “Anggota DPRD rasanya akan relatif lebih aman kalau sudah di vaksin, tentu kita berharap pandemi ini segera berlalu,” kata Kawatu.

    Kawatu juga berterima kasih kepada jajaran pemerintah provinsi Sulut karena telah memfasilitasi penyaluran vaksin di DPRD Sulut.

    “Tentu atas nama pimpinan dan anggota kami berterima kasih kepada gubernur dan wagub dan juga bapak sekprov dinas kesehatan sudah menfasilitasi vaksinasi di DPRD Sulut dan kita berharap hari ini bisa tuntas,” tandas Sekwan.

    (ABL)

  • MELISA GERUNGAN Ikut Sukseskan Kegiatan Vaksinasi

    test.petasulut.com/, SULUT – Sesuai jadwal DPRD Sulut, Hari ini (2/3) pagi Seluruh Anggota DPRD Sulut melaksanakan program Vaksinasi bertempat diruang paripurna.

    Tujuan digelarnya kegiatan Vaksinasi itu guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara.

    Pada kesempatan itu, Anggota Komisi IV DPRD Sulut Melisa Gerungan pun turut mensukseskan program vaksinasi tersebut.

    Kepada wartawan, Gerungan mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini guna menunjang program pemerintah pusat maupun pemerintah Daerah Provinsi Sulut yang sangat fokus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    ” Kami (Anggota DPRD) sebagai representasi masyarakat menang harus mensukseskan kegiatan ini karena kami yang sering bertemu dengan konstituen,” ucap Melisa usai divaksin.

    “Jadi kami yang duduk di legislatif harus mendorong semua elemen masyarakat untuk ikut dalam program vaksinasi ini. Karena apabila program vaksinasi ini sukses, kita bisa melaksanakan kegiatan kita kedepan dengan rasa damai,” tambahnya.

    (ABL)

  • Pekan Ini, 45 Anggota DPRD Sulut Lakukan Kegiatan Vaksinasi

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna mensukseskan program pemerintah pusat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara.

    Pemerintah Provinsi Sulut terus melakukan Proses Vaksinasi, dimana tenaga Nakes dan Unsur Forkompinda sudah mengikuti program tersebut.

    Kali ini, 45 Anggota DPRD Sulut diketahui telah terjadwal akan melakukan proses Vaksinasi Covid-19.

    Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu melalui Kabag Umum Jhon Paerunan menuturkan bahwa Minggu ini akan dilaksanakannya Vaksinasi untuk Pimpinan dan anggota DPRD Sulut.

    ” Pada selasa 2 maret 2021 akan dilaksanakannya kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi Pimpinan dan Anggota DPRD, (tentatif-menyesuaikan koord dengan dinas kesehatan),” tuturnya.

    (ABL)

  • Sherly Tjangkulung Pimpin Garnita Malahayati NasDem Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem memberikan kepercayaan penuh kepada Anggota DPRD Sulut dari Fraksi Partai NasDem Sherly Tjangkulung untuk menahkodai organisasi Garnita Sulut.

    Terbukti, Jumat (26/02/2021) bertempat di Pancoran, Jakarta, Penyerahan Surat Keputusan (SK) pun berlangsung di kantor baru Garnita Malahayati Nasdem, dan ikut disaksikan Koordinator NasDem Wilayah Sulut Virgie Baker dan anggota DPR RI Hillary Brigita Lasut LLM.

    Legislator Dapil Nusa Utara Sulut itu berterima kasih usai menerima mandat berdasarkan SK Nomor 130/SKP/DPPGM/2/2021 tentang Pengangkatan dan Penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garnita Malahayati.

    “Saya merasa bersyukur pada siang karena diberi kepercayaan yang besar. Dan saya percaya sebagai Plt Ketua Garnita Sulawesi Utara, saya dapat mengembangkan Partai NasDem melalui Garnita Malahayati di Sulawesi Utara,” kata Sherly.

    Foto Istimewa

    Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Joice Triatman dalam arahannya berharap Garnita Malahayati Sulut dibawah kepemimpinan Tjangkulung dapat bekerja maksimal.

    “Kedepan sebagai bagian darisayap partai NasDem, Garnita akan menjadi lebih besar. Akan ada perekrutan dan kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat. Itu akan berdampak positif bagi Partai NasDem,” kata Triatman.

    Sementara itu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta agar Garnita aktif memberi masukan kepada partai, termasuk sesekali menegur ketua umum jika menemukan adanya kesalahan.

    “Sebagai pucuk pimpinan Partai NasDem berharap Garnita beri inspirasi beri gagasan, beri saran beri dukungan, bahkan beri teguran kepada kaum pria kepada Partai NasDem termasuk ketumnya yang mewakili kaum pria,” tutupnya.

    (ABL)

  • Ini Harapan MJP Kepada 5 Kepala Daerah Terpilih

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca pelantikan lima kepala daerah di Sulut yang digelar Jumat (26/2) pagi tadi di Graha Gubernuran.

    Berbagai ucapan selamat pun di berikan terhadap para kepala daerah terpilih.

    Seperti yang di katakan Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut, Melky Jakhin Pangemanan.

    Dirinya mengucapkan selamat atas dilantiknya 5 pasang Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Utara diantaranya Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

    “Harapannya para Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota yang baru dilantik dapat bekerja dengan transparan, profesional, berintegritas dan memiliki inovasi dalam membangun daerah serta bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan ODSK untuk mencapai Sulawesi Utara yang berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” harap Anggota DPRD Sulut Dapil Minut-Bitung itu.

    “Selamat bekerja dan melayani rakyat. Sama-sama Torang Bangun Sulawesi Utara. Tuhan memberkati, Salam solidaritas,” tutupnya.

    (ABL)

  • YKAKI Manado Galang Dana Untuk Anak Kanker Lewat NoBar Film Dokumenter YKAKI

    test.petasulut.com/, MANADO – YKAKI Cabang Manado menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter YKAKI sekaligus mensosialiasikan tentang Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) disertai penggalangan dana untuk kebutuhan dan pengobatan anak kanker, Selasa (23/02/2021) Di Cafe K8.

    Semangatnya para pengurus YKAKI Cabang Manado untuk mensosialisasikan serta menggalang dana guna perobatan dan kebutuhan anak-anak mengidap kanker, ditanggapi oleh anggota DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis.

    “YKAKI merupakan Yayasan yang membantu masyarakat atau anak-anak penderita kanker. Dimana Kanker, secara pandangan masyarakat awam biayanya paling besar, maka dengan penyakit ini atau penyakit kronis lainnya, sebenarnya Negara harus turun ditengah-ditenga, artinya bertanggungjawab sesuai perintah undang-undang,” tutur Ayub pada kegiatan nobar.

    “Anak terlantar dan fakir miskin perlu dilindungi, apalagi mereka yang mengidap penyakit kanker. YKAKI banyak membantu program pemerintah, meringankan program pemerintah yang seharusnya negara dalam penataan anggaran dari pusat hingga provinsi sampai Kabupaten/Kota harus disisipkan anggaran untuk masalah penyakit-penyakit kronis seperti kanker,” tambahnya.

    YKAKI Cabang Manado juga, lanjut Ayub memerlukan bantuan dari pemerintah, guna mengayomi anak-anak yang ada di Rumah singgah. dimana, Rumah tersebut sebagai tempat binaan YKAKI Cabang Manado kepada anak-anak kanker.

    “Saya berharap pemerintah ada perhatian, termasuk pemerintah Provinsi Sulut, kami sebagai pembina YKAKI Cabang Manado berterimakasih kepada Rumah Sakit Kandow yang sudah memberikan ruang dan waktu, dan diberikan kesempatan untuk bisa bekerja sama didalam pengawal perobatan bagi anak-anak kita yang saat ini melawan kanker, yang kedua pihak-pihak yang sudah memiliki kerelaan untuk membantu dan perhatian, yang ketika kepada mereka yang bergabung di YKAKI Cabang Manado yang mau membantu merawat anak-anak yang tidak ada pemberian secara finansial dikarenakan yayasan ini tujuannya bukan Profit tetapi mengayomi dan membantu kepada anak-anak yang saat mengidap kanker,” jelasnya.

    Sekali lagi, hal ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupaten/Kota untuk menata anggaran untuk disisipkan ke Dinas Kesehatan guna kebutuhan dan pengobatan anak kanker yang ada.

    “Saya sebagai wakil rakyat mendorong dan mensupport apa yang menjadi kebutuhan anak-anak pengidap kanker, kemudian rasa terimakasih kepada pihak YKAKI Cabang Manado yang selalu memberikan perhatian,” ujarnya.

    Beberapa hari ini adalah momentum penting secara Internasional merayakan hari kanker, dimana penyampaian kepada publik seberapa pentingnya mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap anak-anak kanker.

    “Saya berharap dari kegiatan ini, masih banyak pihak-pihak yang mau membantu,” tambahnya.

    Pada kesempatan yang sama pula, Ketua YKAKI Cabang Manado, Meylan T. Mamudi mengatakan, rasa syukurnya setiap kegiatan dilakukan bisa berjalan dengan baik, dimana ada nobar filem dokumenter anak kanker YKAKI.

    “Acara nobar ini tujuannya, sosialisasi dan edukasi dari YKAKI kepada masyarakat, kiranya masih banyak yang mau perduli akan anak-anak penderita kanker maupun menjaga akan kesehatannya,” ungkapnya.

    Untuk itu pula, ia menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak-pihak yang mensupport seperti Denny Lahu selaku Owner K8, Pembina YKAKI Cabang Manado, Ayub Ali Albugis yang juga memberikan arahan.

    “Bukan itu saja, rasa terimakasih juga disampaikan kepada Lucky Mamudi selaku pihak Paradise Sound and Listing, dan juga kepada relawan YKAKI Yang ada,” tutupnya.

    (ABL)

  • Alasan FPG Walk Out Lindungi Gubernur, MJP Nilai Kepentingan Ketua Fraksi

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan Fraksi Partai Golkar melakukan aksi Walk Out di rapat konsultasi perihal ranperda protokol covid-19.

    FPG beralasan bahwa aksi Walk Out tersebut salah satunya untuk melindungi Gubernur Sulut.

    Atas alasan itu, Melky Pangemanan pun buka suara.

    Ia mengatakan Apa hubungannya dengan melindungi Gubernur?

    “Saya kira sangat lucu. Apa hubungannya dengan melindungi Gubernur? Apalagi sih Ketua Fraksi ini. Ada Fraksi PDI Perjuangan dengan 19 anggota dan fraksi lain yang mengerti dan disiplin prosedur. Ingat tidak perlu 1 orang semacam dia. Ini jelas kepentingan pribadi ketua fraksi saja, kasihan FPG,” ucap MJP kepada wartawan, Senin (22/2).

    Yang pertama, MJP prihatin karena partai sekelas Golkar memilih walk out karena alasan yang kurang mendasar.

    “Kedua, pilihan mereka menurut saya bukan keinginan kolektif hanya kepentingan Ketua fraksinya. Coba lihat saat disuruh keluar oleh ketua fraksi para anggota yang hadir terlihat kebingungan seperti tidak ingin keluar,” kata Pangemanan.

    Ketiga lanjut MJP, perlu publik ketahui Fraksi partai Golkar ikut mengutus anggotanya dalam Pansus untuk membahas Ranperda tersebut. Berarti ketua Fraksi tidak percaya dengan orang yang diutus di Pansus untuk membahas atau Ketua Fraksinya tidak peduli.

    “Keempat, Ketua Fraksi PG tidak paham proses penyusunan Ranperda. Secara formal kami penuhi dan materil sudah dibahas dan berdinamika dalam tahap pembahasan. Sudah selesai hasil fasilitasi dari Kemendagri dan kami telah melaksanakan sinkronisasi. Saya yakin rekan-rekan anggota FPG lainnya paham hanya ketua Fraksinya yang tidak mengerti,” ungkapnya.

    “Kelima, Ketua FPG jelas menghambat lahirnya produk hukum daerah dalam upaya penanganan Covid 19 di Sulawesi Utara. Padahal anggota Fraksi Golkar lainnya semangat untuk mempercepat Ranperda tersebut,” sambung MJP.

    (ABL)

  • WALUKOW: Staf Ahli Sebatas Memberikan Pendapat Bukan Mengoreksi Anggota DPRD

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan polemik yang terjadi saat rapat konsultasi mengenai Ranperda Protokol Covid-19, Henry Walukow dari Fraksi Demokrat pun memberikan pandangannya dihadapan pansus, pimpinan DPRD Sulut, Fraksi bersama Biro Hukum dan Dinas Kesehatan.

    Walukow mengatakan bahwa usulan-usulan yang di sampaikan Fraksi dirapat ini adalah untuk menyempurnakan Rancangan peraturan Daerah tentang Protokol Covid-19.

    “Jadi saya minta pimpinan DPRD akomodir usulan-usulan yang disampaikan. Terakomodir atau tidak itu hal teknis,” ucapnya saat melakukan interupsi, Senin (22/2).

    “Perlu diingat Komisi IV yang menjadi pansus dalam Ranperda ini, keterwakilan Fraksi Demokrat hanya koordinator Komisi,” tambahnya.

    Terkait staf ahli yang melakukan koreksi terhadap anggota DPRD, Menurut Walukow bahwa mengacu pada tata tertib DPRD dicatat bahwa staf ahli hanya memberikan pendapat saja dan bukan koreksi.

    “Jangan ada kata koreksi untuk Anggota DPRD,” Singkatnya.

    (ABL)

  • Ini Alasan Fraksi Golkar Walk Out di Rapat Ranperda Protokol Covid

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat konsultasi Pimpinan DPRD Sulut, Fraksi bersama biro hukum dan dinas kesehatan terkait Ranperda Protokol Covid-19, senin (22/2) pagi.

    Fraksi Partai Golkar diketahui melakukan aksi walk out ditengah-tengah rapat.

    Adapun alasan mengapa FPG melakukan aksi tersebut. Seperti yang di sampaikan ketua FPG Raski Mokodompit.

    Ia menuturkan bahwa seakan Fraksi Partai Golkar sudah tidak dibutuhkan lagi dalam pembahasan Ranperda Protokol Covid-19.

    “Dalam rapat tadi, Melky Pangemanan telah mengatakan bahwa dari 5 fraksi, sudah 3 fraksi yang telah memasukan pendapat akhir fraksi sedangkan 2 fraksi belum memasukannya yakni FPG dan fraksi Demokrat. Dan hal ini seakan bahwa Melky Pangemanan sudah tidak membutuhkan lagi pemandangan dari FPG karena MJP mengatakan tadi bahwa pembahasan di lanjutkan saja,” jelas Mokodompit diruang kerjanya.

    Dengan alasan itu, Dirinya pun mengajak seluruh personil FPG untuk keluar dari ruang rapat.

    “Saya tidak terlalu mempersoalkan teknisnya dan terkait pembahasannya, tapi saya membahas produk hukumnya untuk menjaga kewibawaan Gubernur dan menjaga tanggapan-tanggapan masyarakat nantinya,” katanya.

    “Jadi tadi ketika MJP menyinggung Fraksi Partai Golkar dan Demokrat, kami FPG merasa sangat tersinggung karena tidak membutuhkan partai Golkar lagi, itukan bahasa yang disampaikan MJP tadi diruang rapat. Semua orang berhak memberikan pendapat, entah itu dirananya atau bukan, kalau kita berpendidikan pasti kita tahu mana yang baik disampaikan, mana kalimat-kalimat berteman dan mana kalimat-kalimat untuk mengajak bermusuhan,” tambah Mokodompit.

    (ABL)

    Berikut Video Selengkapnya:

    https://youtu.be/Dq5gGoYkkP8