Category: Headline

  • MEP Tegaskan Bahwa Video Rekaman Suara Itu HOAX

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan Video Rekaman suara yang beredar dimana dalam rekaman video tersebut menjelaskan bahwa adanya pemberian uang 1 Milliar yang diberikan salah satu pimpinan DPRD Sulut Inisial J kepada Wanita Berinisial Adan juga informasi mengenai wanita Inisial A untuk menggugurkan kandungan dengan imbalan memberikan uang sebesar 1 (satu) Miliyar Bahwa untuk kedua kalinya saya menyuruh perempuan inisial A agar menggugurkan kandungannya dengan imbalan memberikan mobil Toyota Fortuner.

    Mengenai berita-berita yang beredar tersebut, Michaela E. Paruntu (MEP) pun membuat klarifikasi sekaligus membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

    “Saat ini saya wajib memberikan klarifikasi terkait berita-berita yang beredar supaya tidak ada lagi kesalapahaman di publik dan tidak ada lagi berita-berita hoax yang disebarkan, yang bisa menjadikan persoalan-persoalan yang baru. Padahal tidaklah seperti itu,” ungkap MEP mengawali Konferensi Pers, senin (8/2) pagi.

    MEP tegaskan bahwa tuduhan 1 Milliar, Aborsi dan Mobil Fortuner itu HOAX.

    “Atas beredarnya Video itu yang sudah menjadi sangat viral, ini sebenarnya adalah urusan keluarga kami (JAK-MEP). Terlepas dari itu semua, Kami keluarga Kojongian-Paruntu memohon maaf kepada masyarakat, tidak ada maksud kesengajaan untuk mempublikasikan. Biarlah yang terjadi dalam video itu, menjadi urusan keluarga kami,” katanya.

    “Ada istilah tidak ada gading yang tak retak, begitu juga dalam keluarga tapi saya yakin dan percaya apa yang saya alami pun banyak keluarga lainnya yang mengalami, tapi yang berbeda kami di video. Jadi sekali lagi saya katakan bahwa tuduhan dalam rekaman video suara itu tidak benar,” jelas MEP didampingi JAK dan kuasa hukum sembari meminta kepada masyarakat untuk beri kesempatan untuk keluarga kami Kojongian-Paruntu untuk menyelesaikan masalah ini, apa yang terjadi nantinya biarlah hanya sebatas keluarga kami yang tahu.

    (ABL)

    Berikut Video Lengkapnya:

    https://youtu.be/RbaAuZgN9eI
  • Mengadu Ke Polda, Pengacara JAK Ungkap Video Rekaman Suara Itu HOAX

    test.petasulut.com/, SULUT – Perihal Video rekaman suara berdurasi 1 menit 54 detik yang beredar ke publik pada bulan januari lalu.

    Diketahui, video rekaman suara itu beredar luas di media sosial facebook melalui unggahan Fanpage bernama “Mulu Rica-rica’ dan akun Instagram bernama “Lambe Turah Kawanua”.

    Menyangkut hal itu, James Arthur Kojongian melalui kuasa hukum Nicky Lumingas, SH dan Ruby Rumpesak, SH pun pada jumat (5/02) hari ini sekitar jam 08.30 Wita membuat pengaduan ke Polda Sulut.

    Kuasa hukum JAK pun memaparkan poin-poin pengaduan perihal video rekaman suara yang beredar.

    • Pada sekitar tanggal 26 Januari 2021 atau setidaknya pada bulan Januari 2021 saya mendapati Video Rekaman Suara berdurasi 1 (satu) Menit, 55 (lima puluh lima) detik (bukti terlampir) yang di unggah oleh Fanpage Facebook benama “Mulu Rica-rica’ dan akun Instagram benama “Lambe Turah Kawanua”, yang mana dalam video rekaman suara tersebut memuat hal-hal sebagai berikut:

    Bahwa saya merupakan juri di ajang pemilihan Putra Putri Tomohon tahun 2018. Bahwa pada tahun 2019 atau 2018 akhir saya menyuruh seorang perempuan bernama Angel untuk menggugurkan kandungan dengan imbalan memberikan uang sebesar 1 (satu) Miliyar Bahwa untuk kedua kalinya saya menyuruh perempuan bernama Angel agar mengguggurkan kandungannya dengan imbalan memberikan mobil Toyota Fortuner.

    • Saya Pengacara JAK menyatakan bahwa isi video rekaman suara tersebut adalah tidak benar dan tidak mempunyai dasar hukum yang kuat sehingga isi dari video rekaman suara tersebut mengandung berita bohong (hoax).
    • Bahwa lewat pemberitaan yang ada, Ikatan Putra Putri Tomohon telah mengklarifikasi bahwa saya tidak pernah terlibat dalam ajang pemilihan Putra Putri Tomohon baik sebagai Pengurus Panitia-Panitia maupun Juri dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2019, dengan demikian bahwa isi dari video rekaman suara tersebut adalah tidak benar dan mengandung berita bohong (hoax).
    • Oleh karena adanya video tersebut, saya Pengacara JAK menyatakan bahwa James Kojongian bersama keluarga besar merasa sangat dirugikan karena telah mencemarkan nama baik. Untuk itu dengan adanya video rekaman suara tersebut yang di unggah oleh akun tersebut diatas saya ingin memproses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

    Kuasa hukum Nicky Lumingas, SH didampingi Ruby Rumpesak, SH mengatakan menyangkut tuduhan-tuduhan dalam video itu, tidak mempunyai alat bukti yang kuat.

    “untuk itu, Saya kuasa hukum JAK langsung membuat pengaduan ke Polda Sulut agar opini publik kepada JAK tidak melebar, karena itu sangat merugikan,” ungkapnya, usai membuat pengaduan di Polda Sulut.

    Saat dikonfirmasi melalui Kasubdit Cyber Crime Polda Sulut Kompol Dody Hariansyah, dirinya membenarkan bahwa jumat 5 Februari 2021 Pagi tadi jam 08.30 Wita kuasa hukum JAK telah membuat pengaduan perihal video rekaman suara yang beredar.

    “Benar, tadi pagi ada pengacara yang mengatasnamakan James Kojongian datang laporan pengaduan, dan saat ini kami akan melakukan penelitian berlanjut” ungkap

    (ABL)

  • Paripurna PAW DPRD Manado, Cicilia Longdong Gantikan Franseska Kolanus

    test.petasulut.com/, MANADO – DPRD Kota Manado menggelar rapat Paripurna pengganti antar waktu (PAW) Cicilia Longdong yang menggantikan Franseska Kolanus, Kamis (4/2/2021).

    Rapat paripurna PAW sekaligus pelantikan ini dipimpin langsung oleh ketua DPRD Aaltje Dondokambey yang dihadiri para anggota dewan.

    Pelaksanaan paripurna pengambilan sumpah janji terhadap Londong berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 42 Tahun 2021 yang diterbitkan tanggal 29 Januari 2021.

    “Saya atas nama pimpinan dan anggota menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Franseska Kolanus selama menjadi anggota dewan. Kami juga menyampaikan selamat bergabung kepada Cicilia Longdong di DPRD Manado. Mari kita bekerja sama karena banyak hal yang perlu kita lakukan untuk menjaga dan memelihara persatuan di Kota Manado,” tungkas Dondokambey usai pengambilan sumpah janji.

    Turut hadir juga para insan pers.

    (Adve/Lipsus)

  • MEP Hadir, Ini Hasil Rapat Badan Kehormatan DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Kehormatan DPRD Sulut, rabu (03/02) melaporkan hasil rapat kedua perihal persoalan video viral yang mencuat di masyarakat menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut Sandra Rondonuwu mengatakan bahwa BK sementara mengkaji lebih dalam sesuai dengan tahapan-tahapan.

    “Memang mengenai persoalan ini, tidak semudah membalikan telapak tangan, karena kita harus melalui tahapan-tahapan dan proses sebagaimana yang diatur dalam tatib DPRD Sulut,” ungkap Saron usai rapat BK.

    “Tahapannya juga yakni verifikasi, klarifikasi,” tambahnya.

    Ditanya mengenai siapa lagi yang akan dipanggil BK, Saron menjawab pastinya akan di umumkan.

    “Yang jelas berikan kesempatan kepada BK untuk melaksanakan tanggung jawab,” katanya.

    Dalam rapat tadi, diketahui BK mengajukan sebanyak 25 pertanyaan untuk MEP.

    “Semua pertanyaan dan jawaban di rapat tadi menjadi konsumsi internal,” tutup Sandra.

    Rapat kali ini, menghadirkan Michaela E. Paruntu (MEP) serta di pimpin langsung oleh Ketua BK Sandra Rondonuwu didampingi anggota Alfian Bara, Nursiwin Dunggio, Inggrid Sondakh dan Ronald Sampel.

    (ABL)

  • MEP Buka Suara Terkait Hubungannya Dengan JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Kehormatan DPRD Sulut, rabu (03/02) hari ini kembali menggelar rapat internal perihal video viral menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Rapat kali ini, menghadirkan Michaela E. Paruntu (MEP) serta di pimpin langsung oleh Ketua BK Sandra Rondonuwu, Alfian Bara, Nursiwin Dunggio, Inggrid Sondakh dan Ronald Sampel.

    Rapat Badan Kehormatan berlangsung selama 1 jam lebih.

    Usai rapat, MEP langsung keluar dari ruang rapat BK menuju ruangan Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian.

    Setelah beberapa menit, MEP pun keluar bersama-sama dengan JAK.

    Kepada Wartawan, MEP pun memberikan jawaban singkat. Ia mengatakan bahwa kedatangan dirinya di tempat ini adalah dalam rangka menghadiri undangan dari BK untuk mengklarifikasi.

    “Selanjutnya mari kita serahkan kepada BK untuk mengerjakan apa yang menjadi prosedur, yang harus dilaksanakan. Apapun hasil akhirnya, ya kita berdoa saja yang terbaik. Saya pamit ya,” ungkap MEP didampingi JAK.

    Saat ditanya mengenai hubungan dengan JAK.

    “Ngoni lia ini bagaimana dang,” singkat MEP sembari tersipu malu disamping jak, sambil keduanya mengangkat tangan yang masih mengenakan cincin nikah.

    (ABL)

  • MEP Hadiri Rapat Badan Kehormatan DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Hari ini, Rabu (3/2/2021), Badan kehormatan DPRD Sulut menggelar rapat internal membahas persoalan video viral yang mencuat di masyarakat menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Terpantau, Michaela E. Paruntu (MEP), sekitar pukul 15:30 Wita, tiba di gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

    Kedatangan MEP di gedung rakyat Sulut ini diketahui untuk memenuhi surat undangan klarifikasi Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut.

    MEP memasuki ruang BK pada pukul 15:45 Wita, di dampingi Rubi Rumpesak, Sekretaris Partai Golkar Kota Manado.

    MEP akan diklarifikasi oleh BK terkait kasus video viral di media sosial beberapa waktu lalu. Klarifikasi tersebut dilakukan BK secara tertutup.

    (ABL)

  • Badan Kehormatan Terima Klarifikasi JAK, Begini!

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut, Senin (01/02) hari ini melaksanakan rapat internal membahas persoalan salah satu pimpinan DPRD Sulut yakni James Arthur Kojongian.

    JAK pun terlihat memenuhi panggilan BK dengan hadir langsung dalam rapat tersebut.

    Usai melakukan rapat BK, kepada wartawan Ketua BK DPRD Sulut Sandra Rondonuwu mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihaknya merupakan tugas dan tanggungjawab BK DPRD Sulut.

    “Ini tugas dan tanggungjawab BK DPRD Sulut yang sudah menindaklanjuti laporan dari masyarakat, kemudian telah kami tindaklanjuti dengan memberikan surat panggilan klarifikasi kepada yang bersangkutan dalam hal ini JAK dan yang bersangkutan sudah memenuhi undangan serta melakukan klarifikasi,” ujar Sandra Rondonuwu.

    Dilanjutkan legislator yang akrab disapa Saron ini, sesuai tatib, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan klarifikasi kepada JAK.

    “Bisa teman-teman lihat, JAK merespon dengan baik undangan kami. Sesuai dengan tatib, hasil klarifikasi yang ada di BK akan dilaporkan dalam bentuk berita acara dan disampaikan ke Pimpinan DPRD,” aku Saron didampingi anggota BK DPRD Sulut Inggried Sondakh dan Ronald Sampel serta JAK sendiri.

    (ABL)

  • Diminta Mundur, Ini Jawaban JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – James Arthur Kojongian (JAK) akhirnya buka suara perihal desakan untuk mundur oleh sejumlah pihak yang disampaikan kepadanya.

    Senin (1/2/2021) lewat konfrensi pers, JAK dengan besar hati memohon permintaan maaf kepada seluruh pihak.

    “Saya pribadi dan keluarga besar saya dengan tulus dan rendah hati memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan kepada lembaga DPRD Sulut baik itu pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulut,” tegas JAK.

    Adapun desakan mundur yang terus berdatangan, JAK mengatakan masyarakat bisa memberinya kesempatan kedua.

    “Dalam konteks ini saya berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada saya. Desakan dan keinginan kepada saya untuk mundur akan saya terima sesuai mekanisme dan akan saya jadikan pelajaran,” tuturnya.

    Ketika ditanya lebih jauh soal hubungannya bersama sang istri, JAK mengaku dalam hubungan yang baik.

    “Hubungan saya dan ibu MEP masih berjalan dengan baik,” tutupnya.

    Diketahui, hari ini, JAK menghadiri pemanggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut guna menyampaikan klarifikasi tentang video viral yang beredar di masyarakat.

    Dalam video tersebut, JAK menyeret sang istri Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dengan mobil sejauh puluhan meter.

    (ABL)

  • JAK Hadir Rapat BK DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Hari ini, senin (01/02) Badan kehormatan DPRD Sulut menggelar rapat internal membahas persoalan video viral yang mencuat di masyarakat menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Terpantau, James Arthur Kojongian turut hadir dalam rapat badan kehormatan DPRD Sulut tersebut.

    Dimana, sekitar pukul 11.20 wita, JAK masuk diruangan badan kehormatan DPRD Sulut lantai 3.

    Di ruangan BK sendiri sudah hadir Ketua BK Sandra Rondonuwu, Ronald Sampel, dan Inggried Sondakh.

    (ABL)

  • Sematkan Nama Gusdur pada Aula dan Masjid BP2MI, Rhamdani: Gusdur Berkontribusi Pada Pembelaan PMI

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, Minggu (31/01) meresmikan Aula dan Masjid BP2MI dengan menyematkan nama KH. Abdurrahman Wahid yang berkontribusi pada sejarah pembelaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

    Peresmian tersebut bertepatan dengan hari lahir ke-95 organisasi muslim terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama.

    “Nahdhatul Ulama melahirkan tokoh-tokoh besar yang memiliki peran dan kontribusi besar bagi Indonesia, salah satunya Guru Bangsa, tokoh yang memiliki keberpihakan bagi wong cilik, rakyat jelata, kaum tertindas, kaum minoritas dan kaum lemah, yakni KH Abdurrahman Wahid,” jelas Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, Jakarta, Minggu (31/01).

    KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal akrab dengan nama Gusdur, lanjut Benny, memiliki sejarah pembelaan terhadap PMI, atau dikenal sebelumnya sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Gusdur mengajarkan kepada kita semua bahwa pelindungan tidak cukup dengan retorika, namun yang paling penting adalah tindakan nyata.

    “Ketika masih hidup, Gusdur selalu hadir dan menjadi tumpuan harapan bagi para PMI dan keluarganya yang kerapkali mengalami ketidakadilan dan ketidakberpihakan,” ujar Benny.

    Benny menjelaskan, sejarah mencatat langkah-langkah konkret yang dilakukan Gusdur, diantaranya ketika memperjuangkan nasib Siti Zaenab, seorang PMI asal Desa Martajasah, Bangkalan, Madura, yang bekerja di Arab Saudi dan terancam hukuman mati. Gusdur langsung berdiplomasi dengan Raja Arab dan kemudian berhasil meloloskan PMI tersebut dari hukuman mati pada tahun 1999, dan bahkan kemudian keluarga Siti Zaenab tersebut diundang langsung ke Istana.

    Kedua, Rumah Gusdur di Ciganjur yang selalu terbuka untuk PMI, bahkan pernah ada 100 orang PMI korban deportan dari Malaysia yang dipulangkan tanpa digaji setelah bekerja berbulan-bulan ditampung di Ciganjur pada tahun 2005 setelah diplomasi Gusdur bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak. Ketiga, kasus PMI Adi bin Asnawi, PMI asal Desa Kediri, Lombok Tengah, NTB yang terancam hukuman mati atas tuduhan terlibat pembunuhan majikannya di Malaysia. Gusdur langsung menyurati Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi setelah proses hukum yang panjang dari tahun 2002-2010 untuk membebaskan Adi bin Asnawi, dan pada akhirnya PMI Adi tersebut dipulangkan ke Indonesia pada 9 Januari 2010.

    “Hari ini kita rindu pemimpin atau tokoh yang layak menjadi teladan, yang bekerja dengan segenap hati, bukan basa-basi dan sekedar lip service semata. Kita kehilangan tokoh yang dengan penuh keikhlasan, yang selalu menjadikan tugas dan amanat pelayanan sebagai ladang ibadah. Untuk itu kami mohon ijin untuk jadikan nama Aula BP2MI dan juga Masjid BP2MI agar kami dapat selalu mengingat dan meneladani sosok Gusdur,” papar Benny.

    Yenny Wahid yang hadir dalam peresmian tersebut, turut menyampaikan apresiasi kepada BP2MI. “Saya mewakili keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada jajaran BP2MI, khususnya Kepala BP2MI. Saya merasa terharu sekali, karena memang persoalan PMI ini sangat dekat dengan Gusdur dan keluarganya,” ucapnya.

    Diungkapkan oleh Yenny, dulu Gusdur adalah seorang PMI saat masih kuliah di luar negeri. Beliau berusaha mendapatkan penghasilan, karena beasiswanya hanya cukup untuk biaya kuliah. Untuk itu, hal ini merupakan suatu hal yang sangat baik.

    “Bukan hanya pada penyematan nama, tetapi ini adalah niatan baik dari jajaran BP2MI yang ingin memberikan pelindungan kepada PMI melalui penghormatan nilai-nilai kebaikan dan jiwa manusia,” papar Yenny.

    Disamping itu, Katib Syuriah PBNU, KH Zulfa Mustofa yang turut hadir juga ikut berbangga terhadap peresmian ini karena dilakukan bertepatan pada hari lahir NU, bahkan dengan menggunakan salah satu nama tokoh NU yang sangat diteladani yaitu KH Abdurrahman Wahid.

    (ABL)