Category: Politik dan Pemerintahan

  • MJP Fokus Perjuangkan Aspirasi Warga Tendeki

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Melky J. Pangemanan, S.IP., MAP., M.Si kembali menjaring aspirasi masyarakat di Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Jumat (9/4).

    Diketahui, MJP melaksanakan reses dengan memperhatikan imbauan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran CVD.

    Kehadiran konstituen berdasarkan keterwakilan, diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan, kelompok petani, buruh serta aparat pemerintah desa/kelurahan setempat.

    Dalam pertemuan tersebut, Masyarakat menyuarakan sejumlah aspirasi kepada anggota DPRD MJP:

    – Aspirasi pertama disampaikan Welliam Mudeng. Welliam mengeluhkan terkait pelayanan kesehatan selama masa pandemi CVD, walaupun CVD adalah momok bagi semua orang, tapi harapannya tidak mengendorkan semangat pelayanan para tenaga medis, karena bisa kita lihat bersama selama masa pandemi masyarakat menjadi agak ketakutan untuk berobat ke rumah sakit, padahal diantara mereka ada yang memang sedang menjalani pengobatan rutin. Maka harapannya tenaga kesehatan di rumah sakit bisa memberi banyak edukasi kepada masyarakat, bisa lebih memilah-milah seperti apa pelayanan yang harus diberikan, sehingga masyarakat tidak menjadi takut untuk berobat ke rumah sakit. welliam juga mengaharapkan adanya bantuan bibit bagi kelompok-kelompok tani yang ada di kelurahan Tendeki.

    – Aspirasi kedua disampaikan oleh Stanley Pangau. Stanley menyuarakan terkait pengendalian sampah plastik. Menurut Stanley pengendalian sampah plastik harus dimulai dengan mengurangi produksi dan distribusi bahan-bahan kebutuhan yang di kemas dalam plastik. Selain itu Stanley juga mengeluhkan jam pelayanan poli di rumah sakit, harapannya jam pelayanan bisa ditambah dengan cara menambah jumlah tenaga medis yang dibutuhkan, selama ini karena jam pelayanan yang terbatas maka terjadilah penumpukan pasien bahkan tidak terlayani dan terpaksa kembali esok hari, padahal banyak pasien yang membutuhkan pelayanan kontrol medis maupun pengobatan. Stanley juga menyampaikan aspirasi untuk pembangunan SMA di kecamatan Matuari, karena saat ini ada banyak calon siswa SMA lulusan dari SMP disekitar kecamatan matuari yang memilih bersekolah diluar yang jauh dari kecamatan Matuari. Stanley juga menyinggung terkait pembangunan Panti jompo di kecamatan Matuari. Terakhir Stanley menyampaikan tentang adanya potensi pariwisata di kecamatan Matuari yaitu Batupapan, semoga potensi wisata Batupapan bisa mendapat sentuhan dan perhatian dari pemerintah provinsi sehingga nantinya bisa menjadi salah satu tujuan pariwisata.

    – Aspirasi terakhir disampaikan oleh Jemmy Pantouw yang mengeluhkan tentang bantuan kelompok tani. Di kelurahan tendeki ada 60% petani penggarap dan 40% adalah petani, sayangnya dari dinas pertanian tidak akan memberi bantuan jika tidak memiliki kartu anggota, padahal untuk mendapatkan kartu saja sangat sulit, diusulkan atau mendaftar tahun ini, tahun depan baru KTA-nya di dapat, padahal bantuan seperti bantuan pupuk sangat penting bagi petani. Harapannya, jika memang untuk dapat bantuan pupuk harus punya KTA, maka seharusnya proses pembuatan KTA tidak memakan waktu lama.

    – Jemmy menanyakan soal beasiswa bagi siswa dan mahasiswa, mengingat pekerjaan rata-rata masyarakat kelurahan Tendeki adalah petani yang tetap punya mimpi anak-anaknya kelak bisa bersekolah tinggi, maka salah satu harapannya adalah dengan mendapatkan beasiswa.

    Menanggapi itu, MJP menuturkan akan membawa aspirasi-aspirasi masyarakat ke gedung DPRD dan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

    “Saya akan berjuang dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat dan daerah,” kata Pangemanan.

    Dalam reses ini, selain menampung aspirasi dari warga masyarakat yang nantinya akan ditindaklanjuti ke pihak terkait, MJP juga menyampaikan laporan kerja sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    ANGGARAN/DANA RESES DPRD PROVINSI SULAWESI UTARA:
    Dana Reses yang disiapkan bagi setiap Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Rp. 45.000.000 (Anggaran diserahkan kepada Staf Pendamping) dengan rincian :

    – ATK Rp. 1.000.000
    – Belanja Cetak Rp. 500.000
    – Belanja Penggandaan Rp. 500.000
    – Belanja Makan Minum Kegiatan Rp. 37.000.000 (Termasuk Pajak)
    – Jasa Sewa Tempat/Ruangan Rp. 6.000.000 (Termasuk Pajak)

    Setiap Anggota DPRD juga mendapatkan Uang Tunjangan Reses Rp. 12.750.000 (Sudah dipotong PPh 15%) dan Uang Perjalanan Dinas dalam daerah Rp. 400.000 (Daerah Minahasa Utara dan Bitung) serta uang representasi Rp. 75.000 setiap turun ke Daerah Pemilihan dalam agenda Reses.

    Pada Reses hari ini, Jumat (9/4/2021) di Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari, Kota Bitung telah digunakan anggaran sebagai berikut :

    1. Belanja Makan-minum
    – Rp. 42.500 × 100 Kepala = Rp. 4.250.000

    2. Sewa Kursi
    – Rp. 2.000 x 100 Kursi = Rp. 200.000

    3. Sewa Sound System = Rp. 300.000

    Total : Rp. 4.750.000

    “SIAP KERJA SIAP DIAWASI,” Singkat MJP.

    (ABL)

  • Serap Aspirasi di 3 Lokasi, NICK LOMBAN Janji Akan Perjuangkan Aduan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya dengan menjaring aspirasi masyarakat.

    Penjaringan aspirasi itu dilakukan guna mendengarkan keluhan, aduan dan masukan di tengah-tengah masyarakat khususnya di daerah Minut dan Bitung.

    Ketua Fraksi NasDem Sulut itu menyambangi tiga lokasi yakni Desa Munte dan Serei kecamatan Likupang barat serta Desa Kaweruan kecamatan Likupang selatan.

    Di Desa Munte Kecamatan Likupang Barat, warga mengeluhkan terkait jalan-jalan perkebunan dan perlu adanya perbaikan dan peningkatan sarana prasarana sekolah di likupang barat dan pengelolaan sampah di desa munte.

    Sementara, di Desa Serei Kecamatan Likupang barat, warga mengeluhkan terkait talud penahan abrasi pantai serta meminta tambat perahu nelayan dan pengembangan wisata hutan bakau.

    Serta di Desa Kaweruan kecamatan likupang selatan, masyarakat meminta perlu dihadirkan SMA yang baru di desa kaweruan guna memenuhi kebutuhan belajar anak-anak di kecamatan likupang selatan dan meminta pembuatan dan perbaikan akses jalan pariwisata.

    Menanggapi sejumlah keluhan dan aduan masyarakat, kepada Media test.petasulut.com/ Personil Komisi II DPRD Sulut itu mengatakan bahwa semua aspirasi telah di tampung dan di catat, nantinya aspirasi ini akan dibawah ke lembaga DPRD.

    “Memang semua aspirasi tidak semua masuk di Rana Komisi II DPRD Sulut tapi tak mengapa, saya akan terus berkoordinasi antar komisi maupun di Fraksi NasDem Sulut,” katanya, Jumat (9/4).

    “Intinya semua aduan, keluhan serta usulan masyarakat ini akan saya perjuangkan dan nantinya aspirasi dari masyarakat ini akan dibacakan dalam rapat paripurna dan pastinya pemerintah provinsi sulut, Gubernur dan Wagub Sulut akan mendengar permasalahan ini,” jelas Politisi milenial itu.

    (ABL)

  • KAPOJOS Reses di Kalawat, Sejumlah Aspirasi Disampaikan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka masa reses I tahun 2020, Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapojos menyambangi Warga Desa Kalawat, Minahasa Utara, jumat (9/4) siang.

    Dalam pertemuan itu, Warga kalawat menyampaikan sejumlah aspirasi ke Politisi PDIP Sulut tersebut.

    – Reimon Kodoati Meminta disetiap reses Anggota DPRD ada uang transport untuk warga. Serta meminta penerangan jalan dan dibuatkan paving.

    – Masyarakat jaga 4 dan 5 meminta pembuatan drainase serta mengenai masalah sampah karena ketika hujan sampah akan berserakan di jalan.

    –  masyarakat meminta lewat pemerintah desa untuk dapat melihat masyarakat ekonomi dibawah, untuk bisa mendapat bantuan PKH atau KIP atau bantuan lainnya dan juga meminta fasilitas pendukung untuk lapangan olahraga.

    – Rudi Solang Kepala Jaga 6 meminta adanya kereja orang meninggal karena jarak desa kalawat dan pekuburan lumayan jauh.

    -Syane Laihan dari Jaga 10 meminta adanya mobil sampah.

    -Mane Karakan dari PKK meminta bantuan alat catering.

    Menanggapi sejumlah aspirasi itu, Politisi Dapil Minut-Bitung itu mengatakan untuk uang transport warga nanti diusulkan di lembaga DPRD.

    “Terkait penerangan jalan, saya usulkan memakai penerangan jalan memakai prabayar pulsa. Nanti saya akan berbicara dengan Hukum tua Kalawat,” jawab BK.

    Perihal masalah air, BK mengusulkan agar dibuat bak air nanti untuk pembayaran penarikan airnya dibayar patungan. Jika warga setuju, dirinya akan membantu mengurusinya.

    “Terkait banjir, saya duduk di Komisi III DPRD Sulut yang selalu berhadapan langsung dengan pihak balai jalan. Nanti saya akan mendorong balai jalan untuk melakukan survey di desa Kalasan terkait hal ini,” kata BK.

    Untuk aspirasi kesejahteraan perangkat desa Kalawat, Berty berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Minut.

    “Minimal perangkat desa bisa mendapat UMP. Dan untuk permintaan ibu ibu PKK bantuan alat ketering, nanti membuat kelompok dan dibuatkan pengajuan bantuan ke Pemerintah Provinsi atau kabupaten,” kata Kapojos.

    “untuk drainase, Saya pasti akan perjuangkan karena itu berkaitan dengan komisi III. Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu yang adalah pejuang desa. Intinya semua aspirasi yang masuk, akan dibawa ke lembaga DPRD untuk diperjuangkan,” tutup Berty.

    Turut hadir, Hukum tua desa Kalawat Yolanda anita rawung.

    (ABL)

  • Werdhi Agung Timur Butuh Jalan Hotmix

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Provinsi sulut I Nyoman Sarwa melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

    Dimana I Nyoman Sarwa menyambangi warga Werdhi Agung Timur, Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang mongondow pada Kamis (8/4) guna menyerap aspirasi masyarakat.

    Politisi Partai NasDem itupun menerima banyak masukan masyarakat Werdhi Agung Timur.

    Salah satu ungkapan masyarakat dimana werdhi agung timur seperti di anak tirikan pemerintah.

    “Dari mekarnya desa werdhi agung timur ini dari werdhi agung induk sampai hari ini belum tersentuh sama sekali Program-program dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Padahal masyarakat kami mayoritas sebagai petani” ucap warga.

    Aspirasi masyarakat lainnya juga terkait belum tersentuhnya pengaspalan sama sakali di desa werdhi agung.

    Apalagi jalan yang ada di desa werdhi agung timur ini selalu di gunakan masyarakat desa werdhi agung bersatu dalam acara-acara besar keagamaan  seperti hari besar nyepi untuk menuju air suci yang di perkiraan 3 kilometer jauhnya.

    Ada juga keluhan masyarakat terkait  rendahnya harga beras, di harapkan pemerintah bisa mencarikan solusi terkait ini.

    Dan untuk pendidikan, berharap guru honor di SD sattap werdhi agung mendapatkan upah yang layak.

    Begitu juga berharap bantuan RTLH dari pemerintah provinsi untuk masyarakat desa werdhi agung timur yang mayoritas masyarakat sebagai petani .

    Warga berbesar hati agar aspirasi kami bisa di perjuangkan.

    Menanggapi sejumlah aspirasi yang di sampaikan Legislator Sulut Nyoman Sarwa menyampaikan apa yang menjadi aspirasi warga itu semua sudah di catat dan akan di sampaikan kepada pemerintah provinsi sulawesi utara.

    “Sesuai tugas dan kewenangan saya sebagai anggota DPRD Sulut yakni fungsi Legislasi, pengawasan dan badgeting,” ucap Personil Komisi IV DPRD Sulut itu.

    “Karena memang eksekutornya ada di pemerintah dalam hal ini Gubernur sulawesi utara melalui dinas terkait. Tapi semua aspirasi ini akan saya perjuangkan digedung cengkih,” tambahnya.

    Di akhir pertemuan, sangadi werdhi agung timur mengucapkan banyak terima kasih karena Nyoman Sarwa sudah reses di werdhi agung timur.

    “Sejauh ini belum ada yang reses di desa ini. Muda-mudahan ini awal yang baik untuk warga werdi agung timur,” tandas sangadi werdhi agung Timur I Nengah Rame.

    (ABL)

  • STELLA RUNTUWENE Jaring Asmara Modoinding, Masalah Pupuk Dan Akses Jalan Dikeluhkan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Stella Runtuwene Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut terus melaksanakan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat Dapil Minsel-mitra.

    Terbukti, pada Kamis (7/4/2021), Runtuwene kembali melanjutkan penjaringan aspirasi masyarakat di reses I tahun 2021 dengan menyambangi warga Kecamatan Modoinding.

    Pelaksanaan Reses itu menerapkan Protokol Kesehatan, sesuai anjuran Pemerintah guna mencegah penyabaran COVID-19.

    Dalam Reses ini, Politisi Partai NasDem Sulut ini banyak menerima keluhan dari warga diantaranya persoalan Pupuk, akses jalan di Persawahan,  pembangunan fasilitas olahraga serta pelatihan untuk mengembangkan skill generasi muda.

    “Masalah yang ada saat ini adalah sulitnya kami mendapatkan pupuk untuk para petani,” ujar Radus Garusu, warga setempat.

    Adapun yang disampaikan Frangky Sarayar meminta kepada Pemerintah agar dapat melakukan pengaspalan akses jalan persawahan sepanjang kurang lebih 2 Kilometer yang ada di Desa Kakenturan.

    “Jalan percetakan sawah baru sepanjang kurang lebih 2 kilometer, yang ada di Desa Kakenturan sampai kompleks Balai Benih Umum kiranya dapat diaspal,” katanya.

    Menanggapi itu, Stella Runtuwene menjelaskan kepada warga, bahwa semua persoalan tersebut akan disampaikan kepada Instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Nanti, lanjut Srikandi Dapil Minsel-Mitra ini, akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas terkait, untuk membahas dan mencarikan solusi agar persoalan ini segera teratasi.

    “Saya akan kawal aspirasi ini. Untuk itu, nanti saya bersama teman-teman yang ada di DPRD akan segera melakukan rapat dengar pendapat dengan beberapa instasi terkait, untuk mencarikan solusi, agar persoalan yang disampaikan dalam reses, bisa teratasi,” tegas Adik dari Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene.

    Keluhan tersebut juga menurutnya akan menjadi catatan penting yang akan disampaikan lewat Paripurna nanti.

    “Untuk itu saya minta kepada warga, agar saat ini bersabar dulu. Keluhan ini akan saya kawal sampai  persoalan ini terselesaikan,” tandasnya.

    (ABL)

  • BW Reses di Mokupa, Berbagai Keluhan Diutarakan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Reses I Tahun 2021 dilakukan seluruh Anggota DPRD Sulut guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    Hal itu pula yang dilakukan Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu dengan menyambangi warga Mokupa pada Rabu (7/4).

    Pada kesempatan tersebut, Politisi Partai NasDem itu mengawali pertemuan dengan mengucap terima kasih kepada warga Mokupa atas topangan sehingga dirinya bisa duduk di Gedung Cengkih.

    Lanjutnya, dimasa pandemi covid-19 ini perekonomian sangat terdampak. Hal itu yang menjadi perjuangan dirinya untuk meminimalisir keadaan di masa pandemi ini.

    “Saya duduk di Komisi IV bidang kesejahteraan rakyat yang bermitra dengan Dinas Kesehatan Sulut, tentunya perjuangan mulai dari awal pandemi sampai sekarang pada tahap vaksinasi terus di awasi komisi IV,” ucap Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    “Saya juga bersyukur, Ketua Komisi IX DPR RI, ibu Felly Runtuwene yang adalah orang Sulut bisa memperjuangkan dan memprioritaskan warga Sulut dimasa pandemi ini. Saya selalu berkomunikasi dengan Ibu Felly dalam hal bantuan-bantuan untuk masyarakat dari pemerintah pusat dimasa pandemi dan sejauh ini komunikasi itu berjalan dengan baik,” jelasnya lagi.

    Dalam pertemuan itu, Warga Mokupa menyampaikan berbagai keluhan serta masukan.

    -Novri Kaligis meminta agar warga Mokupa bisa diberikan BPJS Kesehatan dari Pemerintah dan juga dirinya meminta agar dibukanya layanan Vaksinasi di Mokupa karena banyak warga yang ingin sekali divaksin.

    -Yosi Sampel meminta agar bisa mencari solusi terkait masalah pengangguran, karena dimasa pandemi ini banyak orang yang terpaksa di PHK. Dirinya juga meminta adanya pelebaran jalan dan jembatan yang ada di Mokupa, serta dirinya meminta jalan kebun Mokupa dibuatkan Aspal.

    -Menas Masinggo meminta bantuan pupuk.

    -Pala, Serli dulahi mengeluhkan masalah air. Waktu lalu sempat melaporkan masalah air ini ke PAM, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

    Reses Braien Waworuntu di Desa mokupa

    Menanggapi keluhan-keluhan warga, Waworuntu mengatakan Mengenai Vaksinasi memang belum menyeluruh karena stok vaksin dari pemerintah pusat untuk sementara hanya terbatas.

    “Tapi saya janji akan memperjuangkan hal ini agar warga Mokupa bisa secepatnya di Vaksin,” katanya.

    Terkait BPJS Kesehatan, BW mengakui bahwa waktu lalu sempat terjadi kesalahpahaman antara BPJS dan Pemkab Minahasa sehingga kerjasama antara kedua belah pihak terputus.

    “Namun, sesuai informasi dalam waktu dekat ini Pemkab dan BPJS akan bekerja sama lagi,” jawabnya.

    Mengenai masalah air, infrastruktur jalan dan jembatan, BW menjawab bahwa memang itu kewenangan dari Komisi III DPRD Sulut tapi tak mengapa, dirinya akan berkoordinasi lewat Fraksi maupun lintas Komisi.

    ” Intinya semua aspirasi yang disampaikan ini akan saya bawa di lembaga DPRD Sulut dan semua aspirasi ini akan dibacakan dalam rapat paripurna dan pastinya Gubernur dan Wagub Sulut akan mendengar permasalahan ini,” jelas Politisi milenial itu.

    BW juga menginformasikan kepada warga Mokupa yang ingin mengambil bibit padi dan Kedelai bisa langsung ke balai bibit pertanian dengan membawa KTP.

    “Saya barusan telepon kepala balai perihal bantuan bibit. tapi untuk saat ini hanya ada bibit padi dan Kedelai, nanti sekitaran bulan Agustus bantuan bibit kelapa dan cengkih akan tersedia,” infonya.

    (ABL)

  • RUNTUWENE Reses di 3 Lokasi, Berbagai Keluhan Disuarakan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Hal itu pula dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Minsel-Mitra Stella Runtuwene.

    Dimana dirinya menyambangi tiga Desa kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Selasa (6/4/21).

    Tiga Desa yang disambangi Runtuwene yaitu Desa Pinaling, Ritey dan Desa Malenos Baru.

    Kedatangan wakil ketua komisi III ini disambut antusias warga yang ingin menyampaikan aspirasi untuk  diperjuangkan melalui lembaga DPRD.

    Sementara itu, Melky Sikape, warga Desa Ritey saat menyampaikan aspirasinya meminta pemerintah membangun jaringan air bersih untuk kebutuhan warga desa.

    Pria kelahiran Sangihe ini berharap agar pemerintah dapat membantu dengan membangun fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.

    ” Sudah 75 tahun Indonesia merdeka tapi kami masyarakat desa Ritey belum merdeka dari kesulitan air bersih, ” keluhnya.

    Hal lain disampaikan  Daud warga setempat yang berharap adanya bantuan pemerintah membangun fasilitas lapangan sepak bola di desa tersebut.

    ” Banyak anak muda di desa kami memiliki potensi di bidang olahraga namun sayangnya tidak ditunjang dengan fasilitas yang ada, ” ujar Daud.

    Di bidang kesehatan warga juga sempat menyinggung soal pelayanan kesehatan di RSUP Prof Kandow Manado yang dianggap tidak profesional.

    Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat mengantar kerabatnya ke Rumah Sakit tersebut.

    ” Persoalan sebenarnya sepele, waktu mau dilakukan tindakan di IGD,  perawat menyuruh kami menyiapkan sendiri silet untuk dipakai menangani saudara kami. Saya hanya heran masak rumah sakit besar tersebut tidak memiliki alat medis seperti itu, “ungkapnya.

    Sementara itu mayarakat Desa Malenos Baru berharap ada penambahan jaringan lampu jalan termasuk mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukan normalisasi sungai Rano Ritey guna mencegah terjadinya luapan air di musim hujan.

    Begitupun sarana air bersih, warga meminta agar bak penampungan air yang sudah ada dapat ditambah agar proses penjernihan air lebih maksimal.

    Hal senada juga diutarakan masyarakat desa Pinaling terutama berkaitan dengan pembangunan infrastrukur.

    Disisi lain Stella Runtuwene memberi apresiasi kepada masyarakat yang begitu antusias menyampaikan aspirasi bahkan kritikan bersifat membangun untuk kepentingan bersama.

    ” Terima kasih telah menyampaikan hal – hal yang menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan kepada pemerintah Provinsi melalui instansi terkait, ” ujarnya.

    Politisi NasDem ini bahkan  mendorong masyarakat untuk menyusun proposal terutama usulan pembangunan infrastruktur.

    ” Nanti akan saya sampaikan langsung ke instansi teknis, ” janjinya.

    Dalam kegiatan serap aspirasi yang ikut dihadiri pemerintah desa serta tokoh masyarakat, tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid 19.

    ” Saya mengajak kita semua untuk saling mengingatkan, saling menjaga dan tetap disiplin patuh pada protokol kesehatan, agar virus covid 19 ini kita bisa cegah demi kebaikan kita bersama, ” tutupnya.

    (ABL)

  • YL Reses di Karame, Masalah Tanggul DAS Jadi Pembahasan

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka masa reses tahap I tahun 2021, Anggota DPRD Sulut Yongkie Limen menyambangi warga di Kelurahan Karame, Kecamatan Wawonasa, Selasa (6/4/2021) malam.

    Protokol kesehatan pun tetap dijalankan Yongkie bersama masyarakat yang hadir.

    Adapun keluhan warga setempat antara lain tentang masalah pembangunan tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang tidak kunjung selesai.

    “Dari beberapa tahun sudah berhenti pembangunannya, padahal hampir satu tahun ini masyarakat sering banjir. Tahun ini saja sudah 2 kali,” ujar Oni Ma’i, warga Kelurahan Karame.

    Oni berharap, agar aspirasi ini dapat di tindaklanjuti untuk kepentingan dan kenyamanan warga yang tinggal di lokasi yang berdekatan dengan DAS.

    “Pembangunan tanggul DAS Tondano itu harus diselesaikan secara tuntas, jangan di biarkan begitu saja, nanti rusak lagi,” kata Oni.

    Menanggapi itu, Yongkie Limen mengatakan pekerjaan terhenti karena masalah pembebasan lahan warga yang tinggal di pesisir DAS, tetapi Tahun ini persoalan tanah sudah diselesaikan oleh Pemerintah.

    “Karena pemerintah membuat program untuk kepentingan masyarakat.
    Mudah-mudahan tahun ini akan dilanjutkan kembali karena masalah tanah sudah diselesaikan,” tandas personil Komisi III DPRD Sulut ini.

    (ABL)

  • Reses di Talawaan, MJP: Minut Masuk 5 Daerah DSP, Ekonomi Rakyat Semakin Maju

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka masa reses tahap I tahun 2021, semua anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara turun kedapil masing-masing guna menyerap aspirasi masyarakat.

    Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan (MJP), dimana dirinya menyambangi masyarakat desa Talawaan, Minahasa Utara pada Selasa (6/4).

    Minahasa Utara yang menjadi bagian dari 5 besar daerah Destinasi Super Prioritas (DSP) disupport penuh oleh anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Melky Jakhin Pangemanan (MJP).

    Wakil rakyat asal Minahasa Utara – Bitung ini berharap dengan adanya hal tersebut Minahasa Utara semakin hebat, perekonomian rakyat makin berkembang dan daerah semakin maju tentunya.

    Namun, dirinya berharap ketika nantinya DSP ini terlaksana maksimal, masyarakat tidak melupakan kearifan lokal yang ada.

    “Ada daerah yang pariwisatanya berkembang, perekonomian rakyat makin baik tapi kearifan lokal mulai terkikis dan tidak dipertahankan lagi, dalam artian budaya mulai juga ditinggalkan,” Imbuhnya.

    Dirinya menambahkan agar nantinya, sebagai daerah yang mempunyai dampak yang besar dikarenakan DSP tersebut, Pariwisata bisa dikolaborasi dengan budaya lokal.

    “Saya berharap pariwisata boleh di kolaborasi dengan budaya,” Harapnya.

    Dirinya pun mengharapkan, pendidikan makin dikembangkan oleh masyarakat. Pendidikan berperan penting untuk kemajuan daerah.

    Masyarakat Talawaan Antusias mengikuti Reses Anggota DPRD Sulut, MJP

    Di sisi lain, pejabat hukum tua Ferdi Sambiran merespon positif kehadiran anggota DPRD Sulawesi Utara tersebut.

    ” Tentunya saya sangat memberikan apresiasi tinggi karena Desa Talawaan mendapat kehormatan dari pak Melky dengan melakukan reses di daerah ini,” Jelasnya.

    “Artinya dari pertemuan ini, kami masyarakat bisa memberikan usulan tentang perkembangan desa Talawaan,” Tambahnya.

    Dirinya pun berharap bahwa masukan-masukan bisa dibawa oleh anggota Komisi IV DPRD Sulut ini sehingga harapan dari masyarakat bisa terakomodir.

    “Bagi kami yang paling dibutuhkan adalah akses yang akan dibangun untuk pariwisata. Apalagi di Talawaan ada destinasi wisata Air Terjun Talawaan. Intinya kami berharap infrastruktur ini bisa terealisasi sehingga dapat menunjang Minahasa Utara dalam program destinasi super prioritas,” Harapnya.

    (ABL)

  • Reses di Ranotana, Penanganan Banjir Jadi Fokus AGUSTIEN KAMBEY

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Hal itu pula dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Kota Manado yakni Agustien Kambey.

    Dalam masa reses pertama di tahun 2021 ini, Kambey menyambangi Kelurahan Ranotana lingkungan 2 Manado, Senin (5/4) siang tadi.

    Dalam reses tersebut, salah satu warga, Novi Lumowa mengatakan bahwa setiap kali curah hujan tinggi warga diperhadapkan dengan bencana alam banjir, dan itu sudah berlangsung lama.

    “Warga di sini selalu diperhadapkan dengan banjir. Saya mewakili masyarakat Ranotana mengusulkan agar pemerintah buatkan Kanal untuk mengatasi banjir,” ucap Lumowa yang juga adalah Tokoh Agama.

    Pun lanjut Lumowa, pentingnya pembangunan Kanal di area itu karena banyak terdapat proyek vital.

    “Harus diprioritaskan karena dekat dengan Rumah Sakit Ratumbuisang, PLN dan POLDA Sulut,” tandas dia.

    Menanggapi itu, Agustien Kambey mengatakan akan mengusulkan kepada pemprov mengenai pembangunan Kanal.

    “Kebetulan saya duduk di Komisi III Bidang Infrastruktur dan akan mengawal terkait pembangunan kanal,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini.

    Dirinya pun setuju dengan pentingnya pembangunan kanal, mengingat lokasi itu dekat dengan RS. Ratumbuisang, Polda dan PLN.

    “Semoga saya bisa mewujudkan aspirasi-aspirasi ini,” tutup Kambey.

    Diketahui di reses itu terdapat juga aspirasi masyarakat yaitu, pembangunan drainase, jalan, Rumah Susun (Rusun) untuk masyarakat tak mampu juga bantuan lainnya yakni peremajaan mobil pengangkut sampah di TPA Ilo-ilo.

    (ABL)