Blog

  • STELLA Kritisi Soal Pemberian Nama RS ODSK

    test.petasulut.com/, SULUT – Pemberian nama RSUD ODSK yang terletak di jalan Bethesda Manado dan Rumah Sakit Khusus Mata yang berada di Kelurahan Bumi Nyiur Manado terus dibicarakan di publik.

    Dimana, legalitas nama RS ODSK menjadi pembicaraan.

    Seperti yang diungkapkan Wakil ketua komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene. Dirinya mengkritisi soal legalitas pemberian nama RS ODSK.

    Dikatakannya anggaran pembangunan dua rumah sakit tersebut dibiayai melalui pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) memiliki nilai yang tidak sedikit.

    " RS mata juga pake nama ODSK padahal pake uang rakyat dan rakyat yang harus tanggung selama 5 tahun kedepan pinjaman 100 M untuk bangun,
    Ini nama kan sudah melekat di pemerintahan skrg," ungkap Politisi NasDem saat dikonfirmasi Minggu (25/4/) melalui nomor WhatsApp.

    Hal ini menurut dia penting disampaikan ke publik agar masyarakat dapat mengetahui bahwa anggaran pembangunan dua buah rumah sakit dengan total pinjaman Rp.400 miliar harus dikembalikan lagi ke PT.SMI.

    Legislator Dapil Minsel Mitra ini juga merinci anggaran sebesar 300 milyar pembangunan RSUD lewat PT SMI melalui perjanjian pinjaman 17 Oktober 2018 dengan nilai obligasi/jumlah pinjaman sebesar Rp.300 milyar serta jangka waktu pinjaman 5 thn disertai prosentasi bunga 7,89 persen.

    Sementara untuk RS Khusus Mata Sulawesi Utara lewat sumber dana pinjaman yang sama dengan perjanjian pinjaman 12 Februari 2019 sebesar Rp.100 miliar, jangka waktu pengembalian 5 tahun serta prosentase bunga 8.53 persen.

    " Yang perlu dipertanyakan disini, kenapa harus pake nama ODSK karena nama tersebut sudah sangat melekat pada pemerintahan saat ini kalau kepanjangannya kita nda tahu."

    " Jangan seolah – olah milik pasangan yang terpilih yaitu pemerintahan saat ini bahkan terkesan milik dari pribadi. Masyarakat harus tau itu adalah uang masyarakat yang sampe sekarang kita masih bayar hutang. Tidak eloklah kita memakai nama itu seolah-olah bangun dengan uang pribadi" tandas Stella.

    Ia bahkan mengusulkan sebaiknya pemberian nama kedua rumah sakit tersebut diambil dari para pejuang kesehatan yang banyak memberi diri untuk masyarakat Sulut atau nama pahlawan asal Sulawesi Utara.

    Disisi lain ia menghawatirkan dengan nilai pinjaman serta beban bunga sebesar itu justru akan membebani rumah sakit pada akhirnya berimbas pada masyarakat.

    " Yang perlu ditekankan disini bahwa kita masih ngutang, masyarakat musti bayar sampai beberapa tahun kedepan. Saya ngomong berdasarkan data-data karena data ini juga dari mereka dari buku yang dibagikan," tegasnya.

    Selain itu ia menilai penempatan RSUD di kota Manado kurang tepat karena fasilitas rumah sakit di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara sudah banyak tersedia.

    " Kenapa RSUD yang ada sekarang tidak di bangun di daerah Bolmong Raya yang menurut saya disana masih kurang fasilitas RS-nya, sehingga banyak yang harus berobat ke pusat kota Manado. Harusnya ada pemerataan karena kalau kita hitung fasilitas kesehatan di pusat kota ada belasan rumah sakit yang tersedia disini." pungkas Stella.

    (ABL)

     

  • Telan 1,3 M Lebih, KAMBEY Pertanyakan Realisasi Dana Kesehatan Bagi Lansia

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam pertemuan Pansus LKPJ Tahun 2020 dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Anggota DPRD Sulut, Agustien Kambey mempertanyakan dana pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia (lansia) yang menelan dana Rp1,3 miliar lebih.

    Kambey mempertanyakan proses realisasinya.

    “Saya membaca di laporan ini ada program pelayanan lansia. Pertama, dana terkait Jambore lansia Rp 300 Juta. Kedua, pemeliharaan kesehatan bagi lansia Rp 1,3 miliar lebih. Yang saya ingin pertanyakan apakah kegiatan ini dilaksanakan untuk Sulut,” kata politisi PDIP ini, Jumat (23/4), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.

    Ia menambahkan, laporan kegiatan Jambore yang dilaksanakan Dinas Kesehatan tidak diketahui lokasi pelaksanaannya.

    “Kalau itu dilaksanakan untuk Sulut berarti sampai di 15 kabupaten dan kota, jadi Jamborenya dilaksanakan di mana. Saya ini pengurus lansia di Manado, tidak pernah mendengar Jambore ini dilaksanakan di mana,” ungkap legislator daerah pemilihan (Dapil) kota Manado.

    “Karena saya lansia, tidak pernah merasakan fasilitas kesehatan untuk lansia,” sambungnya.

    Diketahui, semua pertanyaan yang dilontarkan pun sesuai kesepakatan bersama akan dijawab secara tertulis oleh Dinas Kesehatan bersama Provinsi Sulut.

    (ABL)

  • Oi, TSM Dan LPA Berkolaborasi Lakukan Aksi Kemanusiaan di Bulan Puasa

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka membangun kembali budaya Gotong Royong dan Saling membantu antar sesama, sekelompok komunitas menggelar aksi kemanusiaan secara kolaborasi di bulan puasa.

    Komunitas yang terlibat Kolaborasi ini diantaranya, Torang Slankers Manado (TSM), Oi Manado, Oi Sangihe dan lintas pecinta alam (LPA) Sulut, Minggu (25/04/2021).

    Aksi kemanusiaan ini bertemakan ‘Torang samua basudara, bersatu dalam damai’. Dan kegiatan yang dilakukan adalah anjangsana ke Panti Asuhan Al-Furqan dan penderita kanker kelenjar getah bening.

    Bukan ajang sana saja dilakukan, melainkan  pembagian takjil bagi yang berbuka puasa di dua lokasi yaitu Taman Kesatuan bangsa (TKB) dan pertigaan Singkil, dan ditutup dengan buka puasa bersama yang digelar di Cafe SAN’S.

    “Aksi ini dalam rangka membangun silahturahmi kita antar komunitas dengan hal-hal bersifat amal,” ungkap Adam Hakim selaku koordinator kegiatan kolaborasi antar Komunitas ini.

    Ia menambahkan, kegiatan Anjangsana dilakukan di panti asuhan Al-Furqan Palaes dan kawan Clif Posumah yang saat ini sedang melawan penyakit kanker getah bening.

    “Kiranya apa yang kami berikan bisa membantu dan meringankan beban dari pihak Panti asuhan Al-Furqan dan Clif Posumah,” jelasnya.

    “Sedangkan pembagian takjil kepada saudara kita yang akan berbuka puasa sebanyak 500 paket, 400 paket kue dan air meneral sedangkan 100 paket sisanya bubur ayam, untuk pembagiannya dibagi di dua lokasi, ada di TKB dan pertigaan singkil, kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Cafe SAN’S yang berlokasi di Wonasa Kapleng ,” tuturnya.

    Sedangkan Clif Posumah penderita kanker getah kelenjar bening mengungkapkan, rasa terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah berkunjung dan membantu kebutuhan dan perobatan. “Makasih buat semua pihak yang mau membantu, sekali lagi banyak terimakasih, Tuhan memberkati,” ujarnya.

    Terpantau media, yang tergabung dalam LPA Sulut ada KPAB Vulcanik,  KPAT Antariksa, KPA Geplak, KPalang, KPAT Antlantik, KPA Ampala dan KPPA Tarantula Adventure.

    (ABL)

  • Ngeri, 2 Minggu Bertambah 3 Juta Kasus Covid di India

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Situasi Wabah Covid-19 di India semakin menjadi-jadi.

    Hal tersebut dikarenakan terus melonjaknya jumlah kasus dan kematian disana.

    Yang berakibat, Negara India pun lumpuh, sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (24/4/2021).

    Terbukti, sejumlah rumah sakit melaporkan kehabisan tempat tidur perawatan intensif, obat-obatan, dan kehabisan oksigen dalam gelombang infeksi Covid-19 yang mengganas.

    “Negeri Anak Benua” sejauh ini melaporkan lebih dari 186.000 kematian dan 16 juta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

    Dari jumlah kasus Covid-19, sebanyak tiga juta kasus ditambahkan hanya dalam dua pekan terakhir.

    Jumlah kasus harian Covid-19 di India juga tidak menunjukkan penurunan, justru sebaliknya, terus mengalami kenaikan.

    Bahkan dalam tiga hari terakhir, Kamis (22/4/2021) hingga Sabtu, jumlah kasus harian Covid-19 di India melampaui 300.000 kasus.

    Kengerian akibat Covid-19 di India semakin kentara saat televisi dan foto-foto yang tersebar di media sosial menunjukkan kremasi massal di seluruh negeri.

    Kremasi massal dilakukan saat seluruh negeri kehabisan ruang akibat korban tewas Covid-19 yang sangat banyak.

    Para jurnalis di berbagai kota mempertanyakan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah India.

    Mereka seringkali menghabiskan berhari-hari di luar krematorium untuk menghitung korban tewas yang sebenarnya.

    Hasil penghitungan mereka menunjukkan, kematian akibat Covid-19 di beberapa kota sebenarnya sepuluh kali lebih banyak daripada yang dilaporkan pemerintah India.

    Pekan lalu, BBC Gujarat melaporkan bahwa krematorium di kota Surat berlangsung terus menerus sehingga panas mulai melelehkan sebagian cerobong asapnya.

    Kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di India menurut informasi bahwa warga disana kebanyakan tidak mengikuti anjuran pemerintah dalam hal protokol kesehatan.

    Bahkan, menurut informasi yang didapat bahwa kerumunan orang sering terjadi disana sehingga angka covid-19 terus mengalami lonjakan drastis.

    (ABL)

  • WURANGIAN Dorong Pemerintah Sediakan Layanan Bantuan Untuk Orang Stres

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Sulut tahun 2020, Jumat (23/4), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.

    Anggota DPRD Sulut, Cindy Wurangian mendorong pemerintah memberikan bantuan layanan orang stres.

    Hal itu didorong sebagai upaya menekan angka bunuh diri akibat orang terkena stres.

    “Saat ini saya akan ingin membawa perhatian kita kepada satu isu yaitu layanan bantuan kepada orang yang stres atau namanya hotline konseling psikologi. Ternyata di Sulut banyak kasus yang tidak terdeteksi yang mengakibatkan warga masyarakat, baik tua, muda, pria, wanita, kaya, miskin, bunuh diri. Apakah ini menjadi perhatian atau ada program di Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk menangani hal-hal seperti ini,” kata politisi Partai Golkar ini.

    Menurutnya, keterlibatan atau kepedulian pemerintah Sulut melalui dinas terkait tentang kesehatan mental harus digaungkan.

    “Karena kalau orang sudah stres ingin bunuh diri, dia akan coba bicara dengan keluarga. Kalau keluarganya tidak tanggapi, dia berbicara dengan temannya. Kalau temannya tidak tanggapi, dia tidak tahu ke mana, akhirnya dia gantung diri, minum baygon dan sebagainya. Ini perlu diintervensi,” tutur anggota dewan provisi (Deprov) daerah pemilihan (Dapil) Bitung-Minut ini.

    Ia membeberkan, kasus seperti ini ada dan banyak terjadi. Ia pun berharap sudah ada program dan kegiatan dari Dinkes.

    “Dinkes harus memperhatikan isu-isu seperti ini, apalagi dalam masa Covid-19 secara finansial orang-orang yang mengalami permasalahan ada. Ini perlu menjadi perhatian dari Dinkes dan saya harapkan isu-isu seperti ini harus disentuh,” bebernya.

    Ia mengatakan, kalau Dinkes sudah melaksanakan hal tersebut, diminta untuk diberikan data.

    “Servis seperti apa yang diberikan Dinkes, apakah ada layanan telepon yang bisa dihubungi oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan,” katanya.

    Lebih lanjut, dirinya meminta Dinkes untuk membuat program olah raga yang berkaitan dengan kesehatan.

    “Berhubungan dengan kesehatan mungkin juga dalam olah raga, karena saya praktisi yoga, di Sulut sudah marak. Saya tidak minta anggaran atau apa pun, minimal dari Dinkes sudah mulai promosikan kegiatan yoga menjadi salah satu opsi bagi masyarakat Sulut untuk kesehatan fisik atau kesehatan mental,” lanjutnya.

    Menurutnya, untuk proses realisasi, Aparatur Sipil Negara (ASN) diberikan pelatihan gratis satu minggu satu kali atau sesuai kreasi dari Dinkes.

    “Tolong dari Dinkes mengangkat yoga menjadi salah satu opsi untuk masyarakat Sulut menjaga kesehatan fisik dan mental,” tandasnya.

    (ABL)

  • Kecelakaan, Anggota DPRD Manado Meikel Maringka Meninggal

    test.petasulut.com/, MANADO – Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Golkar Meikel Stiff Maringka diketahui meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi pada Minggu (25/4) subuh.

    Menurut informasi melalui saksi mata yang sempat menyaksikan kecelakaan tersebut, dimana melibatkan 1 unit kendaraan roda 4 Honda Brio dan 1 unit kendaraan roda 2 Honda Beat terjadi di Jalan 14 Februari, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, tepatnya di depan Makodam XIII/Merdeka, subuh tadi.

    Meikel Stiff Maringka diketahui mengendarai Brio berwarna kuning dan saat kecelakaan terjadi sedang bersama satu orang rekannya dalam perjalanan. Sedangkan Honda Beat dikendarai oleh Jansen Muntuh, pelajar SMA N 2 Manado dan berboncengan dengan 2 orang rekannya.

    Saksi mata pun mengatakan Brio datang dari arah RS Advent menuju RS RW Monginsidi sedangkan dari arah berlawanan datang Honda Beat, keduanya dalam kecepatan tinggi hingga terjadi tabrakan.

    Menurut informasi yang beredar, Pengendara motor meninggal di tempat kejadian sedangkan korban lainnya dibawa ke rumah sakit oleh warga setempat.

    sedangkan, Meikel Maringka dan rekannya dilarikan ke RSUP Prof Kandou, dan lainnya dibawa ke RS Advent. Meikel Maringka kemudian meninggal di RSUP Prof Kandou subuh tadi.

    (ABL)

  • Transformasi Intelektual Dan Moral: Sebuah Tantangan Pendidikan.

    Pandemi telah setahun lebih melanda dunia. Hantaman pandemi termasuk menghantam dunia pendidikan. Pendidikan adalah sektor penting yang, atas cara tertentu, tidak bisa diabaikan.

    Namun demikian, kendati pendidikan telah dihantam badai pandemi yang juga menyebabkan pembelajaran terkendala dan terbatas, pendidikan harus terus berjalan.

    Dengan model pembelajaran ber-platform online, membuktikan pendidikan tetap berjalan. Walaupun tidak ada jaminan bahwa hal itu akan membantu para guru dan para siswa dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran itu, pendidikan tetap harus berjalan.

    Harus diakui, bahwa agak sulit memastikan bahwa proses pembelajaran memang berjalan sebagaimana mestinya, dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada, tapi pendidikan harus tetap merupakan proses transformasi intelektual dan moral.

    Maka berkaitan dengan pendidikan yang dimaksud,sekurang-kurangnya dapat disebutkan di sini, pandangan seorang Filsuf Kanada, Bernard Lonergen (1922-1984), tentang pendidikan.

    Menurutnya, pendidikan adalah revitalisasi belajar yang berkesinambungan mengenai kehidupan.

    Pendidikan yang dimaksudkan Lonergen ini mencakup dua hal: Pertama, transformasi intelektual, yaitu transformasi dari mitos kognitif, bahwa mengetahui itu adalah melihat objek, yang didorong oleh keinginan untuk mengetahui, dan mengetahui itu mencakup mengalami, memahami dan menilai objek.

    Jadi, dengan pendidikan, manusia bertransformasi lewat mengalami, memahami dan menilai objek itu (dalam konteks tulisan ini, yakni kebudayaan).

    Kedua, transformasi moral, yaitu perubahan kriteria pengambilan keputusan, dari kriteria apa yang memuaskan diriku, kepada kriteria berdasarkan nilai-nilai.

    (Sastrapratedja, 2013: 317). Pendidikan pada prinsipnya adalah sarana menyampaikan apa artinya menjadi manusia.

    Pendidikan yang sesunggguhnya dan sebetul-betulnya, adalah mampu menyesuaikan diri bukan hanya dengan tradisi, tetapi juga dengan akal budinya itu, kemudian manusia mampu menganalisa, dan mengkritisi perkembangan demi sebuah perkembangan yang sesungguhnya juga.

    Hal ini turut pula menegaskan tentang cara membenahi kebudayaan dan cara pandang tentang kebudayaan.

    Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa pendidikan kini agak sulit untuk dijalankan, bagaimana kita bisa menjamin bahwa proses transformasi intelektual dan transformasi moral itu berjalan, sebagaimana dimaksudkan Lonergen?.

    Berbagai kreativitas guru dalam mengajar selama pandemi dengan pembelajaran model online/virtual, tentu harus menjadi yang utama. Penulis mengamati, bahwa para guru-pengajar telah berupaya dengan kreativitasnya berbagai model atau cara mengajar lewat layar laptop atau pun handphone.

    Dari model ini, bisa dipastikan, siswa atau objek yang diajari, tidak maksimal dalam menerima apa yang diajarkan oleh para pengajar. Kendati demikian, banyak pengajar telah berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan iklim belajar yang paling tidak, bisa membuat siswa atau objek yang diajari mengerti dan memahami materi.

    Adapula pengajar yang memanfaatkan media digital dengan meminta para siswa atau objek yang diajar untuk menciptakan sendiri kreativitasnya melalui pembuatan konten, terkait pembelajaran atau materi yang dibahas.

    Adapula yang mewajibkan mahasiswa menuliskan kembali pandangan mereka dalam bentuk esai atau makalah kemudian dipresentasikan di kelas secara online. Itulah fakta yang terjadi.

    Terkait apa yang dikatakan oleh Lonergen, bagaimana kita bisa mengukur bahwa model pembelajaran yang selama ini dikembangkan oleh guru, bisa menunjukan bahwa proses transformasi intelektual berjalan?.

    Hemat penulis, melalui metode ujian lisan virtual dimana setiap siswa atau objek yang diajari, berdialog secara virtual dengan pengajar. Metode ini tentu menjadi kunci bagi pengajar untuk mengukur kemampuan intelektual objek yang diajari (para siswa dan mahasiswa).

    Di dalam model ujian ini, semua hal bisa diuji oleh para pengajar, sehingga alat ukur untuk memberikan nilai bagi mereka bisa jelas. Di sisi yang sama, kita bisa melihat secara jelas (walaupun virtual) para subjek didik, mengerti dan atau tidak mengerti apa yang telah pernah diajarkan.

    Kedua, terkait transformasi moral yang menjadi fokus dari Lonergen, pengajar tentu harus memaksimalkan poin-poin dalam materi yang diajarkan untuk bisa menghasilkan transformasi moral ini.

    Transformasi moral juga bisa tampak lewat pembuatan konten, sebagai bagian dari pendalaman materi yang telah diajarkan di kelas online). Jika semua ini bisa dijalankan, tentu pada akhirnya mengabdi kepada kretivitas yang benar-benar memanfaatkan media digital yang ada.

    Demikian juga, konten yang diciptakan oleh para subjek didik, bisa diposting di berbagai media sosial yang ada, dalam rangka juga mengedukasi masyarakat.

    Dengan demikian, jika hal ini bisa berjalan dengan baik, dua poin yang dikatakan oleh Lonergen, tentu bisa berjalan dalam proses pendidikan. Menjadi pengajar bukan hanya bermental: ‘catat buku sampai habis’, lalu diberi penilaian.

    Pengajar harus mampu dan siap mengukur pengetauan subjek didik, melalui ujian lisan virtual, termasuk memberikan kesempatan para subjek didik untuk menciptakan konten kreatif berdasarkan materi yang diajarkan. Dari sini, proses transformasi yang memayungi kedua poin ini, benar-benar berjalan dengan baik.
    (Gabri)

  • NICK Pertanyakan BTP Disperindag Yang Menyentuh Rp. 2,5 M

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat LKPJ DPRD Sulut tahun 2020, Pansus LKPJ mempertanyakan Proses penyaluran soal alokasi Belanja Tambahan Pangan (BTP) yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) untuk sub sektor pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 yang menyentuh angka Rp 2,5 Miliar.

    Hal ini pun diutarakan Wakil Ketua Panita Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Sulut Tahun 2020, Nick Lomban.

    Ia menyampaikan, dalam laporan Disperindag terdapat komponen belanja tidak terduga sebanyak Rp 2,5 Miliar terbagi yang pertama operasi pasar sebesar Rp 1 Miliar dan yang kedua Rp 1,5 Miliar untuk bantuan Industri Kecil Menengah (IKM) pangan.

    “Ini saya minta penjelasan terkait lokasi-lokasi dan seberapa manfaat dari program penanganan Covid-19 di Disperindag sebanyak Rp 2,5 Miliar,” kata politisi Partai Nasdem, dalam pelaksanaan LKPJ Gubernur Sulut Tahun 2020, Kamis (22/4) di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala dinas (Kadis) Disperindag Sulut, Edwin Kindangen mengatakan, di tahun 2020 ada anggaran BTP sejumlah Rp 2,5 Miliar yang dikelola Disperindag Sulut untuk sub sektor pemulihan ekonomi nasional.

    “Kami mendapatkan dana Rp 2,5 Miliar dalam bentuk pasar murah Rp 1 Miliar dan IKM pangan sebesar Rp 1,5 Miliar. Pasar murah adalah tindak lanjut pertemuan dengan Gubernur. Kami rapat dan langsung menyampaikan dua point yaitu memberikan bantuan dan bekerja sama dengan Gojek dan Grab,” kata Kindangen.

    Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut diberikan subsidi senilai Rp 10 ribu dari nilai produksinya.

    “Contoh pedagang tinutuan, dia menjual Rp 20 ribu kami membayar Rp 10 ribu jika ada orang yang membeli hanya membayar Rp 10 ribu. Caranya kita bekerja sama dengan Grab,” ungkapnya

    Selain hal tersebut, untuk ongkos kirim misalnya Rp 20 ribu, pemerintah berikan Rp 10 ribu sehingga ongkos kirim terkurang Rp 10 Ribu.

    “Kami bekerja sama dengan Gojek, caranya mereka akan mengganti kepada kami berdasarkan bis pengeluaran yang ada dan kami membayar demikian, ini sudah lolos pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan aparat penegak hukum,” terangnya.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan, dengan Rp 100 juta yang Disperindag berikan kepada Gojek dan Grab menghasilkan seratus transaksi.

    “Luar biasa tindakan ini dengan biaya Rp 10 ribu membantu 10 ribu transaksi dikalangan industri dan menengah. Ini yang terbanyak di kota Manado,” jelasnya.

    Menurutnya, pelaku industri kecil menengah di Sulut 83 persen adalah pengelohan makanan, 8 persen adalah industri kerajinan dan industri jasa.
    Ditengah pandemi ini kerajinan dan jasa bersaing sedangkan industri kecil menengah pengelola makanan menjadi primadona.

    “Kami juga memberikan bantuan alat bagi para pelaku. Tukang tampal ban mendapat kompresor, tukang buat kue dapat mikser, tukang buat jus dapa cup sealer dan handsealer. Tukang buat roti kami berikan oven dan itu didistribusi,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, penyaluran bantuan dari Disperindag sudah menyentuh kabupaten dan kota yang ada di Sulut.

    “Penyalurannya untuk kota Manado 1084 bantuan, kota Bitung 99, kota Tomohon 98, Minahasa 386, Minut 284, Mitra 78, Minsel 98, kota Kotamobagu 56, Bolmong 32, Bolmut 43, Bolsel 35, Boltim 30, Sangihe 31, Sitaro 25, Talaud 123 jumlah 2392 dan data ini sudah diaudit dan tidak masalah,” tandasnya.

    (ABL)

  • Pokir BW Jalan Manado-Tomohon Masuk Prioritas Pembangunan Pemerintah

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara menjadi salah satu daerah yang paling diperhatikan Pemerintah Pusat dalam pembangunan.

    Buktinya, dalam musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 Provinsi Sulut, sebanyak 10 program kegiatan pembangunan daerah mendapatkan bantuan pusat melalui APBN.

    Proyek Prioritas pembangunan Daerah Tahun 2022 yang dimaksud adalah:

    1. Pembangunan pelabuhan perikanan dan fish market bertaraf internasional Likupang.
    2. Pembangunan dan penataan pasar di Kota Manado.
    3. Normalisasi sungai yang bermuara di Kota Manado.
    4. Pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 medis Manado.
    5. Pembangunan jalan lingkar Pulau Karakelang.
    6. Pembangunan tanggul pengaman pantai di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
    7. Pembangunan tanggul pengaman sungai Andagile Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
    8. Pemenuhan Energi Listrik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud.
    9. Feasibility study pembangunan jalan alternatif Manado-Tomohon.
    10. Pembangunan melalui kerjasama pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta yaitu Triple-Helix pembangunan ketahanan pangan (food estate) untuk industri peternakan sapi dengan Lokus Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Ruang lingkup antara lain pendirian Institute of Future Farming Systems di Manado dan pembangunan Rumah Potong Hewan.

    Berdasarkan hal tersebut, Gubernur Olly baru-baru ini sempat mengatakan bahwa dalam penyusunan RKPD Tahun 2022 juga telah diterima Pokok-Pokok Pikiran (POKIR) DPRD yang diwarnai dengan aspirasi masyarakat yang dimasukan melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

    Tanggapan pun datang dari Lembaga DPRD Sulut yakni Ketua Komisi IV Braien Waworuntu. Dimana dirinya mendukung kesepuluh program prioritas pembangunan tahun 2022 yang tercipta dalam Musrembang.

    “Pasca selesainya masa reses Anggota DPRD Sulut, seluruh Pokok-Pokok Pikiran DPRD pun dimasukan dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD),” kata Braien, jumat (23/4).

    “Dari sejumlah POKIR yang saya masukan, langsung ditindaklanjuti dan dimasukan sebagai salah satu program prioritas pembangunan tahun 2022 yakni Perbaikan dan pembangunan Jalan yang menghubungkan Kelurahan Kinilow dengan Desa Kali Pineleng yang merupakan sarana penunjang Pariwisata (Feasibility study pembangunan jalan alternatif Manado-Tomohon),” tambah Waworuntu.

    Politisi Partai NasDem itupun berharap agar proyek pembangunan daerah Sulut ini dapat berjalan sesuai dengan koridor.

    “Dalam rangka untuk kemajuan daerah, memang perlu adanya pembangunan yang baik dan benar. Pembangunan infrastruktur, SDM, Pariwisata menjadi hal yang perlu ada perhatian. Keberpihakan pemerintah pusat untuk daerah Sulut kiranya menjadi langkah maju menuju masyarakat sejahtera,” tutup Politisi Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    (ABL)

  • Marijo Belajar Gelar FSO 3, Wamen LHK dan Bupati Minut Beri Dukungan Penuh

    test.petasulut.com/, SULUT – Komunitas Marijo Belajar pusat menggelar Festival seminar online Part 3 (FSO 3) selama 4 Hari, Senin- Kamis (19-22/04/2021).

    Pergelaran itu dilakukan dalam rangka memperingati hari Bumi 22 April 2021.

    FSO 3 ini bertemakan ‘Save Our Earth’ dengan mengunakan aplikasi Zoom dan YouTube. Tak kalah menarik pula pemantik-pemantik yang terlibat pada FSo 3 ini,  diantaranya, Prof. Dr. Arrijani, M.Msi, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si, Dr. Ir. Mahawan Karunisa, MM, Stephen Tuwaidan, S.Sos,M.Si.

    Kemudian juga ada, FX A. Ari Laksono, S.T., M.Sc, Monica Khonado, Samuel L. Opa, S.Kel., M.Si dan Ahmad Baihaqi, M.Si.

    Kegiatan ini pula didukung penuh dan dihadiri serta berkesempatan memberi sambutan dari wakil Mentri (Wamen) LHK, Dr. Alue Dohong dan Bupati Minahasa Utara, Joune J. E Ganda, S. E.

    “Saya berharap komunitas Marijo Belajar bisa membantu meningkatkan kesadaran, maupun kapasitas masyarakat dalam rangka membantu pemerintah mengurangi penggunaan sampah plastik, sehingga secara tidak langsung akan mengurangi polusi plastik dilingkungan kita sekitar,” jelasnya.

    Begitupun Joune Ganda selaku Bupati Minut memberikan pesan kepada pengurus Komunitas Marijo Belajar dan peserta pada FSO 3.

    “Tanggungjawab kita bersama dalam menjaga Bumi, untuk itu perlu komitmen kita bersama dalam menjaga dan merawat lingkungan kita apalagi komunitas Marijo Belajar sebagai penyelenggara.” Kata JG.

    Bupati Minut Joune Ganda pun terlihat menghadiri sekaligus mendukung kegiatan ini

    Pada kesempatan itu pun, Founder Marijo Belajar Meinagustia Ngangi saat diwawancari, Kamis, (22/02/2021), melalui via WhatsApp. Ia mengatakan, dengan terselenggaranya festival online dengan tema ‘Save Our Earth’  ini,  kiranya masyarakat luas yang ada di Bumi ini bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kelestarian lingkungan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui betapa pentingnya menjaga dan memelihara bumi agar terhindar dari segala bencana alam yang ada.

    Ia menambahkan, jika Bumi sehat, maka  manusia yang ada akan selamat.

    Senada dengan Meinagustia, CoFounder Komunitas Marijo Belajar, Vicky V. Manangkalangi menyampaikan, semoga FSO 3 yang diselenggarakan kali ini dapat memberikan informasi, edukasi serta mampu mendorong manusia untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

    Sedangkan salah satu  peserta yang ikut FSO 3, Angeline Clara Tarima mengungkapkan, FSO 3 ini sangat menarik perhatian, apalagi pembelajarannya mengenai bagaimana perkembangan alam yang memprihatinkan.

    “Dari materi-materi yang saya ikuti dari beberapa sesi FSO 3 ini, saya pun tertarik menjaga dan merawat alam ini, serta tidak berlebihan memanfaatkan hasil alam yang ada,” tambahnya.

    (ABL)