Blog

  • IDRUS: BimTek Anggota DPRD Membawa Manfaat Yang Besar

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan Anggota DPRD agar dapat meningkatnya kinerja yang profesional dan berkompeten di lingkungan DPRD dan pemerintahan Daerah.

    Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut melaksanakan Bimbingan teknis, yang dilaksanakan pada selasa (27/4) di Hotel Mercure, Tateli.

    Bimbingan Teknis Anggota DPRD ini dianggap penting, guna mengembangkan wawasan dan pengetahuan para wakil rakyat.

    Pada Kesempatan itu, Hilman Idrus, Anggota DPRD Sulut yang juga peserta mengemukakan, dirinya merasa senang mengikuti Bimtek ini karena ada banyak hal yang diterima.

    “Dua materi yang diterima ini, merupakan komponen penting yang harus diketahui dirinya Anggota DPRD yang adalah representasi masyarakat,” katanya.

    Dia menambahkan, mengambil bagian dari kegiatan ini juga membuat dirinya semakin mantap dalam menerima berbagai aspirasi di masyarakat dan membawa manfaat yang sangat besar.

    “Saya bahagia dan bangga boleh hadir hari ini dan menerima materi ini,” ungkapnya.

    (ABL)

  • Pansus LKPJ Tahun 2020 Selesaikan Pembahasan, Menyisakan Sejumlah Catatan Penting

    test.petasulut.com/, SULUT – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2020 diketahui telah selesai melakukan pembahasan dengan seluruh OPD Pemprov Sulut.

    Pembahasan itu dimulai sejak Rabu 21 April sampai Senin 26 April 2021.

    Ketua Pansus, Rocky Wowor

    Adapun struktur kepemimpinan dan anggota Pansus adalah Rocky Wowor (Ketua), Nick Lomban (Wakil Ketua), Raski Mokodompit (Sekretaris), Victor Mailangkay, Billy Lombok, Vonny Paat, Sandra Rondonuwu, Melissa Gerungan, Hilman Idrus, Herry Rotinsulu, Agustine Kambey, Stella Runtuwene, Braien Waworuntu, Cindy Wurangian, Ronald Sampel, Sjenni Kalangi dan Amir Liputo.

    Rapat Pansus Dengan Sekretariat DPRD Sulut

    Dalam pembahasan yang dipimpin oleh Ketua Pansus Rocky Wowor yang berlangsung selama beberapa hari itu, terlihat pansus LKPJ bekerja serius dan penuh ketelitian menguliti serta menelaah LKPJ dari setiap instansi OPD Pemprov.

    Berbagai catatan-catatan penting pun disampaikan pansus pada beberapa OPD yang kurang maksimal dalam kinerja, perihal perencanaan sampai pada tahap realisasi anggaran.

    Anggota Pansus, Sandra Rondonuwu

    Sejumlah poin penting pun dibahas diantaranya, masalah batas pengembalian kredit mikro yang diberikan oleh Bank Sulutgo (BSG) untuk petani dan peternak singkat.

    Hal Itu disampaikan Sandra Rondonuwu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), saat rapat dengan Bank Sulutgo, Selasa (20/4/2021) lalu.

    “Saya terima keluhan para petani maupun peternak, mengeluhkan soal batas pengembalian kredit dari Bank Sulutgo yang hanya enam bulan saja,” ucapnya.

    Ketua Fraksi NasDem Sulut, Nick Adicipta Lomban

    Sementara itu Wakil Ketua Pansus LKPJ, Nick Lomban, saat pembahasan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menyinggung soal sub sektor pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 sentuh Rp 2,5 miliar.

    “Ini saya minta penjelasan terkait lokasi-lokasi dan seberapa manfaat dari program penanganan Covid-19 di Disperindag sebanyak Rp 2,5 miliar,” kata politisi Partai Nasdem, Kamis (22/4/2021).

    Rocky Wowor

    Ketua Pansus LKPJ Gubernur Tahun 2020, Rocky Wowor, usai semua pembahasan menjelaskan kesimpulan Pansus yang dilaksanakan sejak pembahasan Selasa (20/4/2021) dan berakhir pembahasannya Senin (26/4/2021). Pihaknya melihat karena terjadi refocusing anggaran di setiap SKPD, ada banyak program yang tidak terlaksana. Seluruh SKPD tidak ada satu pun yang tidak direfocusing.

    “Jadi program-program kami DPRD bersama eksekutif di tahun 2020 sebagian besar direfocusing. Itu yang menjadi persoalan. Jadi, kita tahu bersama dasar refocusing itu adalah Perppu 1 tahun 2020 untuk penanganan pandemi Covid-19,” ucap Ketua Pansus.

    Anggota DPRD Sulut, Stella Runtuwene

    Setelah pembahasan, Pansus akan turun lapangan, dimulai Rabu (28/4/2021) hingga Selasa (4/5/2021). Finalisasi, Pansus akan memberi laporan sehingga ini akan dimasukkan ke Badan Musyawarah (Banmus) untuk jadwal rapat paripurna.

    Rapat Pansus Dengan Badan Penghubung

    “Sebenarnya tahapan paripurna direncanakan pada tanggal 7 atau 8 tetapi untuk paripurna harus diputuskan di Banmus. Kami juga melihat di laporan LKPJ tahun lalu tidak ada rekomendasi untuk sekretariat dewan tetapi kami hanya lihat dari sisi bagaimana sinergitas antara dewan dan sekretariat. Karena Sekwan sering menunjang kinerja anggota DPRD,” pungkas dia.

    (ABL)

  • Tingkatkan Wawasan, Anggota DPRD Sulut Laksanakan BimTek

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan Anggota DPRD agar dapat meningkatnya kinerja yang profesional dan berkompeten di lingkungan DPRD dan pemerintahan Daerah.

    Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut melaksanakan Bimbingan teknis, yang dilaksanakan pada selasa (27/4) di Hotel Mercure, Tateli.

    Bimbingan Teknis Anggota DPRD ini dianggap penting, guna mengembangkan wawasan dan pengetahuan para wakil rakyat.

    Kegiatan itu menghadirkan dua moderator dari Jakarta yakni, staf ahli dari Kementerian Dalam Negeri DR Sugeng Hariyanto dan Samsul Rahman.

    Pergelaran BimTek tersebut dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dibawakan oleh staf ahli dari Kementerian Dalam Negeri yaitu DR Sugeng Hariyanto dan sesi kedua oleh Samsul Rahman.

    Pada kesempatan itu, pejabat Eselon I di Kementerian Dalam Negeri Sugeng Hariyanto membahas terkait kegiatan Reses serta permasalahan Pokok pikiran.

    Menurutnya, terkait reses itu sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan 23 Tahun 2014.

    “Sudah ditetapkan dalam undang-undang bahwa dalam kegiatan reses itu sudah dibagi. Yang dari provinsi seperti apa dan untuk DPRD kabupaten dan kota seperti apa. Jadi sudah tidak bisa lari dari ketentuan yang dilampirkan dalam undang-undang 23 itu,” kata Sugeng.

    Dirinya pun mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Sekretariat DPRD Sulut dibawah kepemimpinan Glady Kawatu.

    Kata dia, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi pegangan untuk para pimpinan dan anggota DPRD Sulut dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang mengemban tugas sebagai wakil rakyat.

    Menurutnya, pelaksanaan Bimtek ini cukup bagus, khususnya bagi anggota dewan yang baru. Dia juga bilang,  Bimtek seperti ini sangat perlu dilakukan oleh anggota DPRD, karena banyak hal baru akan didapati yang berhubungan langsung dengan Tupoksi sebagai wakil rakyat.

    “Seperti persoalan yang terjadi lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terkait juga dengan perpres nomor 33 yang banyak mengurangi uang honor untuk pelaksanaan reses. Karena ini perlu juga untuk disampaikan kepada mereka (anggota DPRD) agar dalam menjalankan tugasnya, bisa lebih baik lagi dan menyelesaikan tugasnya dalam menampung dan meneruskan aspirasi warga,” katanya.

    Ditempat yang sama, Ketua DPRD Sulut, Dr Fransiskus Andi Silangen dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Bimtek ini sangat bermanfaat.
    Dia meyakini bahwa, apa yang didapatkan dalam Bimtek itu akan sangat bermanfaat bagi tugas-tugas pimpinan dan anggota DPRD untuk mensejahterakan Masyarakat Sulut.

    “Saya yakin dan percaya, apa yang kita dapatkan ini, akan bermanfaat bagi tugas-tugas di DPRD Sulut, dengan satu tujuan rakyat sulawesi utara semakin sejahtera. Tuhan memberkati kita semua, dan apa yang diberkati Tuhan, diberkatilah untuk selama-lamanya” pungkas Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen.

    Terpantau, sebanyak 30 Anggota DPRD Sulut mengikuti Bimtek dari total 45 Anggota DPRD Sulut, yakni:

    Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay, Anggota DPRD Sulut Vonny Paat, Arthur Kotambunan, Berty Kapojos, Fabian Kaloh, Toni Supit, Sandra Rondonuwu, Fanny Legoh, Boy Tumiwa, Melisa Gerungan, Imelda Rewah, Hilman Idrus, Heri Rotinsulu, Agustien Kambey, Melky Pangemanan, Nick Lomban, Johny Panambunan, Serly Tjanggulung, Inggrid Sondakh, Cindy Wurangian, Winsulangi Salindeho, Henry Walukow, Syenni Kalangi, Nursiwin Dunggio, Herol Kaawoan, Yongkie Limen, Yusra Alhabsyi, Ronald Sampel, Careig Runtu.

    (ABL)

  • Ikut BimTek, KALANGI: Kegiatan Ini Menguatkan Kinerja Anggota DPRD

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka terus mengembangkan potensi diri sebagai representasi masyarakat, Anggota DPRD Sulut menggelar Bimbingan Teknis, Selasa (27/4) di hotel Mercure Tateli.

    Seluruh Pimpinan bersama Anggota DPRD Sulut tampak antusias mengikuti bimbingan tersebut.

    Mengenai itu, Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Syenni Kalangi menganggap penting bagi anggota DPRD mengikuti Bimbingan seperti yang dilakukan saat ini.

    ” Bimbingan teknis tersebut bisa menambah wawasan kita (Anggota DPRD) dalam hal komunikasi dengan Konstituen kita, bahkan hal-hal yang menjadi program pemerintah, kita bisa memaparkan secara baik kepada masyarakat lewat bimbingan ini,” Jelas Personil Komisi II DPRD Sulut itu, disela-sela kegiatan Bimtek.

    Tak hanya itu, Kalangi menuturkan bahwa kegiatan Ini sangat bagus dan memberikan banyak manfaat, terlebih bagi anggota DPRD baru dan juga bagi anggota yang terpilih kembali. Selain itu Hal ini penting dilaksanakan, untuk menguatkan kinerja DPRD Provinsi Sulut.

    ““Bimtek ini memberikan banyak manfaat, terlebih bagi Anggota Dprd baru dan juga bagi anggota yang terpilih kembali,” katanya.

    Dirinya pun menuturkan dalam menjalankan tiga fungsi Anggota DPRD, perlu adanya kerjasama dan kekompakan dari setiap anggota dewan. Agar setiap aspirasi masyarakat terakomodir dan proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik.

    “Pelatihan ini sangat penting, untuk menambah wawasan para Aleg dalam mewujudkan aspirasi. Agar setiap aspirasi masyarakat terakomodir,” tandasnya.

    (ABL)

  • Pembahasan Selesai, RW: Agenda Pansus LKPJ Selanjutnya, Turun Lapangan

    test.petasulut.com/, SULUT – Pansus LKPJ  Tahun 2020 diketahui telah menyelesaikan pembahasan dengan seluruh mitra kerja Pemprov Sulut.

    Pembahasan yang berlangsung selama 4 hari itu menyisahkan beberapa catatan-catatan penting yang dianggap perlu dievaluasi kedepannya.

    Usai pembahasan dihari terakhir, Ketua Pansus Rocky Wowor mengungkapkan secara keseluruhan berdasarkan hasil kesimpulan sementara pembahasan LKPJ banyak program di hampir semua perangkat daerah tidak terlaksana akibat adanya refocusing anggaran untuk penanganan covid 19.

    ” Program-program yang kami (DPRD) sahkan bersama eksekutif di tahun anggaran 2019 untuk APBD tahun 2020 sebagian besar direfocusing itu yang menjadi permasalahan, karena kita tau bersama dasar refocusing itu adalah Perpu I tahun 2020 yang mengamanatkan Pemerintah merefocusing anggaran untuk covid 19″, ungkap Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut ini kepada wartawan Senin ( 26/4/21).

    Namun demikian ia menyesalkan ada perangkat daerah yang justru menyisahkan anggaran yang cukup besar padahal pemerintah Provinsi mati-matian melakukan penghematan untuk dialihkan ke penanganan covid 19.

    ” Memang ada satu dinas yang kami sentil kemarin karena kita ini punya semangat, semua dana benar-benar sudah matang perencanaannya. Jadi apa yang direfocusing dan apa yang tersisa.” katanya.

    “Karena semua dana yang dialokasikan untuk penanganan covid jangan sampailah tersisa dengan anggaran yang cukup besar karena kita tau bersama tahun lalu pemerintah sangat membutuhkan anggaran penanganan covid 19. Kami sudah sentil kepada Dinas yang bersangkutan kemarin kenapa ada sisa anggaran yang besar, padahal tahun 2020 kemarin DPRD bersama Pemerintah Provinsi kesulitan
    mencari program-program mana yang harus dipilah diprioritaskan dan program-program yang dipending,” sesalnya.

    Sementara untuk agenda turun lapangan, Pansus LKPJ menjadwalkan mulai Rabu hingga Selasa pekan depan kemudian dilanjutkan dengan finalisasi untuk memberikan laporan kepada ketua DPRD yang nantinya dimasukan dalam pembahasan Banmus untuk jadwal paripurna.

    (ABL)

  • Terkait Asana Kawanua, NAL Minta Penjelasan

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait Asana Kawanua, Wakil Ketua Pansus LKPJ, Nick Adicipta Lomban mempertanyakan dan meminta penjelasan oleh Badan Penghubung terkait hal itu.

    “Kami (Pansus LKPJ Tahun 2020) ingin mendapatkan penjelasan terkait Asana Kawanua, bagaimana dia berproses karena Komisi II sudah beberapa kali mempertanyakan tentang itu agar jelas,” tanya Lomban kepada Kaban Christian Singal, Senin (26/4).

    Menjawab itu, Kaban Penghubung Pemprov Sulut Christian Singal mengaku saat ini sudah dalam proses persiapan untuk lelang.

    “Untuk Asana Kawanua sudah dalam tahapan ditunjuk panitia lelang. Bulan Mei depan akan dilaksanakan lelang,” kata Singal.

    Dirinya mengaku bahwa proses lelang lalu tidak ada peminat.

    “Awalnya peminat tidak ada. Tapi saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang kelihatan serius. Sudah tiga kali mereka datang,” sambungnya.

    Terkait nilai PAD yang nantinya bakal diperoleh Pemprov Sulut, Singal mengaku bahwa hal itu ada di biro perekonomian.

    “Kalau yang lalu dengan Aerohotel setiap bulan Rp 200 juta atau 2,4 Miliar pertahun. Tapi saat inikan ada pandemi covid-19. Untuk nilainya kedepan itu ada di biro perekonomian,” pungkasnya.

    (ABL)

  • Jaga Ekosistem Bawah Laut, Seasoldier Sulut lakukan transplantasi karang di Pantai Malalayang

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka terus menjaga dalam melestarikan ekosistem bawah laut, Seasoldier Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar aksi transplantasi karang di Pantai Malalayang, Kota Manado, Sabtu (24/04/2021).

    Seasoldier Sulut mengambil nama ‘Coral Soldier’ dengan slogan yang dipakai dari bahasa Manado yakni ‘Torang Brani Jaga Karang’ sebagai bentuk kepeduliannya akan salah satu ekosistem bawah laut.

    Terpantau media, 20-an anggota Seasoldier Sulut yang hadir pada kegiatan ‘Coral Soldier’, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Terumbu karang banyak fungsinya, kali ini tanggapan dari salah satu anggota Seasoldier Sulut, Nadya Kakunsi saat diwawancarai, Senin (26/04/2021). Ia mengatakan, salah satu fungsi terumbu karang buatan (artificial reef) yaitu untuk menciptakan ekosistem baru bagi biota laut yang diantaranya adalah rumah bagi ikan dan krustasea laut.

    Pada hari pertama diletakkannya struktur Seasoldier Sulut di dasar laut, sudah ada beberapa ikan terumbu yang datang dan berdiam di dalam struktur.

    “Ikan terumbu yang berdiam di struktur ini ada 3 jenis yakni ikan Kepe-kepe (Butterfly Fish) _Chaetodon Kleinii_ dari family Chaetodontidae dan 2 jenis lainnya yaitu _Thalasoma lunare_ dan _Cheilinus trilobatus_ , dari family Labridae” jelasnya.

    Sedangkan ketua penyelengara ‘Coral Soldier’, Gerry Tintingon menambahkan, kegiatan ‘Coral Soldier’ tujuannya untuk merehabilitasi serta mengembalikan fungsi ekologi terumbu karang, ada pun tujuan lainnya adalah sebagai objek wisata bawah air, menambah tutupan karang, dan ini juga bentuk kepedulian Seasoldier Sulut terhadap ekosistem terumbu karang.

    Bukan itu saja, Seasoldier Sulut menggelar kegiatan ‘Coral Soldier’ guna membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya terumbu karang, dari segi edukasi melalui pamflet maupun aksi nyata yang diperlihatkan diakun sosial media Seasoldier Sulut baik Facebook (Seasoldier Sulut) maupun Instagram (@Seasoldier_Sulut).

    “Ada 50 fragmen karang yang telah kami transplantasi pada struktur Seasoldier Sulut, kiranya semuanya bisa bertumbuh dengan baik. Dengan aksi ini, ia mengharapakan kedepannya makin banyak yang perduli akan ekosistem terumbu karang,” tutur Gerry.

    (ABL)

  • Tidak Ada Persetujuan Setneg Atas Perubahan Desain Anjungan Sulut TMII, Benarkah?

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait Pembangunan Anjungan Sulut di TMII, Anggota DPRD Sulut Cindy Wurangian menjelaskan perjalanan dari pembangunan Anjungan Sulut di Taman Mini tersebut.

    “Dari awal, desain anjungan Sulut yang baru ini didesain dari Biro perlengkapan yang pada waktu itu namanya masih biro perlengkapan yang merupakan mitra kerja dari komisi II, kemudian namanya diganti menjadi biro infrastruktur sehingga mitranya berubah ke Komisi III sampai saat ini namanya sudah berubah lagi,” jelas Ketua Komisi II DPRD Sulut itu, dihadapan Seluruh Anggota Pansus LKPJ Tahun 2020 dan Kaban Penghubung Christian Singal, Senin (26/4) di ruang paripurna DPRD Sulut.

    Lanjut Wurangian, pada waktu lalu dirinya mengingat bahwa desain ini butuh waktu diselesaikan karena memerlukan persetujuan dari setneg.

    “Data-data gambar maupun CD masih ada di saya, semuanya. Jadi pada saat itu, desainnya sudah disetujui. Apakah saat ini semuanya sudah berjalan sesuai desain itu? Kalau pak Kaban tadi menyampaikan sudah ada perubahan dan lain sebagainya, ini disetujui oleh siapa? Perubahan-perubahan ini disetujui oleh siapa? Apakah disetujui oleh DPRD melalui komisi III? atau disetujui oleh pimpinan DPRD? dan apakah perubahan-perubahan desain itu disetujui juga oleh Setneg? Karena saya ingat betul bahwa setiap perubahan dan pembangunan yang kita rencanakan harus mendapat persetujuan dari setneg tentang tiang-tiang yang tadi disinggung,” jelas Cindy.

    “Saya sebenarnya tidak ingat yah bahwa ada tiang-tiang seperti itu pada desain awal, karena pada waktu lalu dipaparkan pada Komisi II kelihatannya begitu bagus sehingga kita menyetujui, 60 miliar 500 juta yang akan dikerjakan secara bertahap yakni 3 tahun,” tambahnya.

    Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian

    Wurangian juga menambahkan bahwa sudah selesainya tahap demi tahap dengan dana 60 miliar 500 juta yang juga ada proporsinya kabupaten dan kota.

    “Nah, kami (Anggota DPRD) berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, yang seharusnya bangunan ini masih baru, kenapa kok kualitasnya seperti itu? Ada banyak foto-foto, lantai yang baru jadi kelihatan bangunannya sudah berabad-abad padahal baru jadi, begitu juga dengan atap yang bocor dan bahkan atapnya sudah jatuh, jadi banyak sekali sarana yang dibangun disana yang harusnya masih baru tapi kelihatannya sudah seperti bangunan yang sangat tua. Pengawasannya seperti apa? Apakah ini masuk di badan penghubung juga atau mungkin tidak masuk dirananya badan penghubung, mohon dijelaskan?,” tanya Cindy.

    Menanggapi pertanyaan dari Politisi Golkar itu, Kaban Penghubung mengatakan terkait perubahan desain, jadi dari badan penghubung, PU dan Inspektorat melakukan review dengan upaya penghematan anggaran sehingga jika dilihat dari struktur dari tiang-tiang tersebut masih bisa di sesuaikan akhirnya disesuaikan sehingga dari penyesuaian-penyesuaian itu didapati bangunan yang baru.

    “Contohnya, diawal desain cuma 2 rumah ada sekarang menjadi 3 rumah adat. Dan untuk tiang-tiang, sebenarnya besaran tiang-tiang itu sudah diperkecil, sehingga ada penghematan anggaran,” kata Kaban.

    Sampai berita ini dimuat, tidak ada penjelasan dari Kaban Penghubung perihal adakah persetujuan Setneg atas perubahan desain dari pembangunan Anjungan Sulut di TMII.

    (ABL)

  • Kaban: Pembangunan Anjungan Sulut TMII Tepat Sasaran, Stella: Mubazir, Boros Anggaran

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat pansus LKPJ 2020 dengan Badan Penghubung Provinsi Sulut, Senin (26/4), Kaban Penghubung Christian Singal mengatakan bahwa Pembangunan anjungan Sulut di TMII sudah tepat sasaran atau sudah memenuhi kriteria dari perencanaan awal.

    Menanggapi itu, anggota Pansus LKPJ 2020 Stella Runtuwene mengatakan bahwa kata tepat sasaran itu diukurnya dari mana? Karena semuanya yang disampaikan barusan seolah-olah sudah sesuai.

    “Namun itu sangat bertolak belakang dari apa yang sudah kita Anggota DPRD kunjungi disana, yang kita lihat secara langsung,” ucap Runtuwene.

    Menanggapi itu, Kanan Christian Singal menjelaskan pembangunan Anjungan Sulut di TMII itu direncanakan pembangunannya secara 3 tahun berturut-turut.

    “Pembangunannya mulai dari 2018, 2019 dan 2020. Anggaran yang ada pada badan penghubung itu sudah sesuai dengan perencanaan awal. Memang diawal pembangunan tahun 2018, itu dilakukan oleh biro perlengkapan, tahap kedua yakni 2019 itu diserahkan ke badan penghubung,” jelasnya.

    “Jadi tahun 2019, kami Badan penghubung sudah melakukan pembangunannya sesuai dengan apa yang direncanakan. Jadi memang kelihatannya belum selesai karena masih ada tahap ketiga yang belum dilaksanakan,” tambahnya.

    Kaban Penghubung, Christian Singal

    Diketahui, dalam rencana awal total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk anjungan Sulut TMII itu sebesar 60 miliar lebih dalam 3 tahun pembangunan.

    Pada tahun 2020, lanjut Singal bahwa itu gagal lelang karena persoalan pandemi Covid-19.

    “Jadi ditahun 2020, sebanyak dua kali gagal tender. Akhirnya ditunda ditahun 2021,” singkatnya.

    Ketua pansus Rocky Wowor pun menyimpulkan bahwa status pembangunan Anjungan Sulut TMII belum selesai, masih ada tahap 3.

    Stella pun melakukan interupsi dengan mengatakan bahwa tadi disampaikan ada 2 kali gagal lelang ditahun 2020 karena pandemi. Jadi kalau gagal lelang itu tidak sampai 2 kali seperti ini. Berarti kita niat untuk lelang.

    “Memang penting sekali agar kita juga hadir dan bersama-sama ke anjungan Sulut TMII guna melihat secara langsung pembangunannya. Karena menurut saya itu, kita membangun sesuatu harus punya tujuan, fungsinya untuk apa? Dan benar-benar alokasi dana itu tepat sasaran. Itu yang terpenting, Jangan hanya kita membangun-membangun tapi tidak kena sasaran, menurut saya melihat pembangunan itu sangat-sangat pemborosan karena sangat disayangkan kalau fisiknya hanya terdiri dari tiang-tiang seperti itu, tidak ada manfaatnya, itu sangat boros anggaran,” jelas Stella.

    “Kalau tiang-tiang itu fungsinya hanya untuk menyangga rumah yang terdiri dari rumah kayu, buat apa kita buang anggaran sebesar itu, kita buat tiang-tiang segitu banyaknya dan ruangan itu tidak ada fungsinya sama sekali. Semuanya itu harus melalui perencanaan yang matang, jangan mubazir seperti itu karena masih banyak masyarakat Sulut yang berteriak, intinya perhatikan betul pembangunan Anjungan itu,” ucap Stella geram.

    Kaban menuturkan tiang-tiang itu akan difungsikan sebagai ruang galery.

    “Memang desain awal pembangunan itu ada pada biro perlengkapan, badan penghubung hanya mengikuti desain awal itu sampai dengan tiang-tiang,” katanya.

    Namun anehnya, Kaban Penghubung mengatakan dan mengakui bahwa desain awal itu sudah dirubah.

    “Memang sebenarnya tiang-tiangnya itu lebih besar dari itu kalau mengikuti desain awal,” tuturnya.

    (ABL)

  • Ditbinmas Polda Sulut Gelar Pelatihan Aplikasi BOS V2

    test.petasulut.com/, SULUT – Mendukung pelaksanaan Program Prioritas Kapolri, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Utara menggelar pelatihan aplikasi Binmas Online System Versi 2 (BOS V2).

    Kegiatan ini dilakukan kepada Bhabinkamtibmas jajaran zona II yang berlangsung di Aula Parama Satwika Polres Tomohon, Senin (26/04/2021) Pagi.

    Kegiatan yang dibuka oleh Wakapolres Tomohon Kompol Agnes Turambi tersebut diikuti oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) dan personel Bhabinkamtibmas empat Polres jajaran yakni Polres Tomohon, Polres Minahasa, Polres Minahasa Selatan, dan Polres Minahasa Tenggara.

    Menurut Kompol Agnes Turambi “Pelatihan ini tentunya dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Prioritas Kapolri".

    Ia berharap, seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena aplikasi BOS V2 ini sangat berguna untuk pembuatan laporan kegiatan.

    “Semoga pelatihan aplikasi BOS V2 ini bermanfaat bagi seluruh peserta, dan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, terutama untuk mengirim laporan kegiatan,” ungkap Wakapolres Tomohon.

    Usai pembukaan, pembacaan penyampaian materi pelatihan oleh Kasi Binev Subdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Sulut, Kompol Saryana, dan Kasi Wasjaspam Subdit Satpam Ditbinmas Polda Sulut, AKP M. Aswar Nur. ( */Gabri )