Category: Headline

  • Mantan Anggota DPRD Sulut, HANAFI SAKO Dikabarkan Meninggal

    test.petasulut.com/, SULUT – Mantan Anggota DPRD Sulut periode 2014-2019 Dapil BMR, Hanafi Sako dikabarkan telah meninggal dunia.

    Kabar meninggalnya Hanafi Sako pun dibenarkan melalui beberapa postingan FB para kerabat dan keluarganya, rabu (21/7) hari ini.

    "Inna lillahi wa inna ilaihi Roji'uun
    Telah berpulang kerahmatullah hari ini Rabu 21 Juli 2021 sahabat kami :
    Hanafi Tommy Sako. Semoga Husnul Khotimah dan semoga Sahabat Ketty Lasabuda dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Selamat Jalan Broer Tomy," tulis akun Jemmy Rodino.

    Ada juga yang mengunggah status "Innalilahi wainnailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullahbp hi Hanafi Tommy Sako dikotamobagu," ungkap status FB Suriaty Pulubuhu Entengo yang turut menandai akun Almarhum Hanafi Sako.

    Almarhum Bernama lengkap Haji Hanafi Tommy Sako,SE, ME pria kelahiran Manado, 17 Oktober 1962. Dan suami tercinta dari Hj. Fatmah Ketty Lasabuda.

    Diketahui, Hanafi Sako pada 5 Juni 2018 silam dilantik sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Pengganti Antar waktu (PAW) periode 2014 – 2019, menggantikan anggota Marlina Moha Siahaan yang mengundurkan diri.

    Beliau juga diketahui sangat dekat dengan masyarakat terutama di daerah pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR). Dan dikenal kritis dalam menyikapi persoalan yang terjadi di tengah- tengah masyarakat lewat Komisi I DPRD Sulut.

    Sampai berita ini dimuat, media test.petasulut.com/ masih menelusuri informasi lanjutan perihal berpulangnya Hanafi Sako.

    (ABL)

  • Kabar Gembira, Masa Pendaftaran CPNS 2021 Diperpanjang

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Guna memberikan kesempatan yang lebih luas lagi untuk masyarakat yang akan mengikuti seleksi CASN tahun 2021. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperpanjang penutupan masa pendaftaran bagi para pelamar Calon Aparatur Negeri Sipil (CPNS) 2021.

    Yang pada semula terjadwal akan ditutup tanggal 21 Juli 2021, kini diperpanjang hingga 26 Juli 2021.

    Adapun penyesuaian ini sesuai dengan surat Kepala BKN nomor 5587/B-KS.04.01/SD/K/2021 dan 5870/B-KS.04.01/SD/K/2021 yang menyatakan bahwa dilakukan penyesuaian jadwal pendaftaran dan pengumuman pasca sanggah.

    “Pendaftaran melalui portal https://sscasn.bkn.go.id/ yang awalnya akan ditutup pada tanggal 21 Juli 2021, diperpanjang sampai dengan 26 Juli 2021,” tulis pengumuman BKN seperti dikutip dari merdeka.com, Senin (19/7).

    “Bagi #SobatBKN yuk gunakan waktu perpanjangan ini dengan sebaik-baiknya. Cermati kembali alur dan syarat pendaftaran, siapkan data yang diperlukan, kemudian segera mendaftar,” tambahnya.

    Dengan dilakukan perpanjangan masa pendaftaran, maka terdapat pula penyesuaian jadwal tahapan pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2021 sebagai berikut :

    1. Pengumuman Seleksi PNS mulai dari 30 Juni 2021 sampai dengan 14 Juli 2021.

    2. Pendaftaran Seleksi PNS mulai dari 30 Juni 2021 sampai dengan 26 Juli 2021.

    3. Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi mulai dari 2 – 3 Agustus 2021.

    4. Masa Sanggah mulai dari 4 – 6 Agustus 2021.

    5. Jawab Sanggah mulai dari 4 – 13 Agustus 2021.

    6. Pengumuman Masa Sanggah mulai 15 Agustus 2021.

    (ABL)

  • 54.000 Kasus Covid-19 Dan 1.205 Meninggal di Indonesia Hari Ini

    test.petasulut.com/, SULUT – Penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia terus memecahkan rekor baru di tiap harinya.

    Dimana, update terakhir data covid-19 dari kementerian kesehatan RI adalah 54.000 kasus COVID-19 di Indonesia per tanggal 16 Juli 2021. Dengan total kasus positif Covid-19 yakni 2.780.803 kasus .

    Dalam periode yang sama, Indonesia juga mencatatkan rekor baru yakni 1.205 kasus kematian akibat Covid-19

    Angka itu menyebabkan total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 71.397 orang.

    Sumber: Kemenkes RI

    Dihari yang sama, jumlah kesembuhan yakni 28.079. dengan total pasien sembuh covid-19 di Indonesia berjumlah 2.204.491 orang.

    Situasi genting seperti ini juga harus didukung oleh masyarakat dengan selalu mengikuti secara ketat protokol kesehatan.

    Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.

    Apalagi sekarang ini telah muncul beberapa virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

    (ABL)

  • Semboyan “Si Tou Timou Tumou Tou” Tidak Berlaku Lagi, Simak Penjelasannya

    Oleh : DR Jerry Massie PhD (Direktur Political and Public Policy Studies).

    Dewasa ini, agak sulit mewujudkan dan mengaplikasikan semboyan populer tou Kawanua yakni : “Si Tou Timou Tumou Tou” yang digagas tokoh Kawanua di era kemerdekaan yakni Gubernur pertama Sulawesi DR GSSJ Sam Ratulangi.

    Dalam kacamata saya, istilah ini sudah pupus, pudar bahkan mati alias so nyanda berlaku lagi.

    Zaman orde baru tokoh dan pejabat dari Bumi Nyiur melambai masih disegani dan diperhitungkan.

    Pasalnya, masih ada orang Sulut yang mengisi posisi kabinet yakni menteri Perumahan Theo Sambuaga dan Haryono Isman. Justru berbalik dengan era Megawati dan Gus Dur bahkan Jokowi tak ada lagi Menteri asal Sulut yang duduk di kabinet. Sedangkan zaman SBY masih ada nama Mayjen TNI (Purn) EE Mangindaan.

    Di kabinet Jokowi hanya ada figur dari Sulut yang duduk yakni Jerry Sambuaga, Sambuaga sebagai Wamen Perdagangan.

    Barangkali puncak keemasan ‘Tou Kawanua’ disaat Soekarno menjabat Presiden. Bayangkan dalam periodisasi Soekarno sampai turun dari jabatannya sebagai presiden, tokoh Sulut mendominasi kabinet dengan 9 orang Menteri. Mulai menteri keuangan ke-3 Mr AA Maramis sampai 3 kali duduk di kabinet Jan Daniel Massie.

    Jadi, era Soekarno orang Manado sangat disegani dan ditakuti. Bayangkan zaman itu kita memiliki 4 wewene (perempuan tangguh).

    Sebut saja, Walikota wanita pertama di Indonesia yakni, perempuan asal Sulut Agustine Magdalena Waworuntu yang memimpin Manado sejak akhir 1949 namun baru diresmikan pada Maret 1950.

    Wanita Kelahiran 4 Juni 1899 ini karib dipanggil Tiene ini menjadi walikota melalui sebuah pemilihan umum (terbatas).

    Selain walikota ternyata Dokter perempuan pertama di Indonesia juga berasal dari Sulut. Marie Thomas, namanya. Marie Thomas lahir di Likupang, Minahasa, Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896 dari pasangan Adriaan Thomas dan Nicolina Maramis. Ayahnya adalah seorang tentara, sehingga kerap berpindah – pindah dari satu kota ke kota yang lainnya.

    Sedangkan Brigjen Pol Jeane Mandagi tercatat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) pada tahun 1991. Dia menjadi wanita pertama di Indonesia yang menyandang pangkat jenderal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini memiliki beberapa Polisi Wanita (Polwan) bergelar jenderal.

    Sedangkan Sarjana Hukum Pertama Indonesia Prof Annie- Abas Manopo dan juga pernah menjabat Rektor USU Sumut

    Era Soekarno budaya baku tongka, baku angka dan baku topang masih menjadi slogan. Apalagi saling baku bantu diperantauan. Tapi saat ini Minahasa tak kenal lagi istilah dari Dr. Sam Ratulangi ini. Pasalnya kita hanya bermain single figther bukan double figther

    Padahal kita punya orang-orang yang duduk diposisi penting tapi enggan membantu sesama Manado. Kita kalah sama suku Batak dan Bugis yang menguasai Kementerian Hukum dan HAM, Perhubungan sampai BUMN dan juga orang Maluku Utara yang mendominasi Kementerian Dalam Negeri.

    Alasan utamanya ada istilah : “Makang Puji, pandang enteng atau orang Betawi menyebutnya ‘Belagu’ dan juga ego tinggi, serta ada istilah : ‘Nemau orang laeng berhasil dia suka dia sa sandiri jo yang sukses’.

    Ini terjadi saat ini tapi di kepolisian masih ada orang-orang Kawanua yang peduli terhadap sesama kawanua. Tapi ada sampai dirinya retired (pensiun) tak ada satupun keluarga dan kerabatnya yang diangkat entah itu di SPN, Akpol atau saat dia menjadi Kapolda merekrut orang Manado sebagai ajudan.

    Saya kenal hanya berapa nama yang masih peduli, yang lainnya hanya lamu bahasa keren Zaman Now.

    Luar biasanya para tokoh Minahasa di era Soekarno lantaran menteri paling banyak di era orde lama ini.

    1. Mr Alex Maramis – Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri
    2. Ir Herling Laoh – Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan
    3. Mr Arnold Mononutu – Menteri Penerangan
    4. Gustaaf Maengkom – Menteri Kehakiman
    5. F F Nyong Umbas – Menteri Muda Perekonomian
    6. Frits H Laoh – Menteri Perhubungan
    Drs Wim J Rumambi – Menteri Penghubung MPR/DPR/DPA dan  Menteri Penerangan
    8. Hans A Pandelaki – Menteri Keuangan Urusan Anggaran
    9. Jan D Massie – Menteri Urusan Penertiban Bank & Modal Swasta di kabinet Kerja IV.

    Belum lagi ada diplomat terbaik tanah air yakni LN Palar.
    Beliau menjadi utusan Indonesia di PBB. Dunia tahu Indonesia berkat peran Palar.

    Sementara saat ini sangat sulit kita bersaing. Kalau sudah di posisi atas sulit mengangkat sesama Kawanua. Terakhir dua nama yang turun jabatannya yakni Dirjen Imigrasi Ronny Sompie dan Jamintel Yan Maringka.

    Kini kita ada nama-nama seperti Dirjen Kementerian Kesehatan Maxi Rondonuwu dan juga Deputi Bidang Hukum Kementerian BUMN Irjen Pol Carlo Tewu.

    Setidaknya jika ingin melihat Tou Kawanua menguasai panggung Nusantara maka ‘saling baku angka bukan baku sekop’. Saya paling tidak suka dengan istilah monohok ‘Manado’ = (Menang Nampang Doang), tapi itulah orang luar memandang kita.

    Dengan kata lain, saat posisi anda di atas maka angkatlah putra daerah terbaik jangan hanya kita yang diatas. Pentingnya ada kaderisasi. Contoh orang Bali di Sulut saat mereka memegang jabatan Kapolres mereka memanggil putra-putra daerahnya.

    Saya pernah mendengar pada era 70-an orang Manado diperantaun masih baku bantu. Sebagai contoh mendiang Alm. Jorry Suwu dan Bernath Tasik di Tanjung Priok, Jakarta Utara masih membantu Tou Kawanua khususnya Langowan kala itu saat merantau ke ibukota Metropolitan Jakarta. Mereka masih menjunjung tinggi budaya “Si Tou Timou Tumou Tou: yakni dengan memberikan penginapan bahkan pekerjaan di Pelabuhan Tanjung Priok. Lantaran Mendiang Jorry merupakan kepala pelabuhan.

    Sama persis dilakukan Sir Alex Lolowang di New York AS. Pada dekade 70-80-an banyak membantu orang Kawanua di Amerika.

    Justru, yang membuat saya bingung slogan kita diadopsi daerah lain dan berhasil.

    Jadi, jika falsafah ini torang kedepankan maka kita percaya torang samua akan dikagumi dan disegani di ibukota. Dan torang samua bisa menepis sejumlah isu miring yang dialamatkan buat orang Manado.

    Menurut saya, jika kita merawat budaya leluhur dan juga falsafah bahkan semboyan yang ditanamkan DR Sam Ratulangi, ini maka saya yakin orang Sulut akan mampu bersaing di nasional bahkan dunia.

    Mengapa daerah lain bisa melakukan ini dan kita tidak bisa. Presentase yang menggunakan ideologi Sam Ratulangi ada tapi relatif kecil.

  • HUT Pemkot Manado Jadi Bukti Sinergitas Gubernur Sulut Dengan Walikota Manado

    Manado, test.petasulut.com/ – Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Manado ke-398, DPRD Kota Manado Menggelar Rapat Paripurna di kantor DPRD Kota Manado yang baru tepatnya di Gedung eks Kantor DPRD Sulut. Rabu (14/7).

    Rapat Paripurna dalam rangka HUT Kota Manado ke-398 itu jadi salah satu bukti Sinergitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Pemerintah Kota Manado terjalin dengan baik.

    Rapat itu dibuka Langsung oleh Ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey yang juga didampingi para Wakil serta anggota DPRD Kota Manado.

    Walikota Manado Andrei Angouw pada kesempatan sambutan lebih menekankan terkait penanganan pandemi dan penanganan kebersihan di kota Manado.

    “penanganan Covid-19 melalui vaksinasi massal yang akan dilaksanakan hingga oktober 2021 menjadi prioritas. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita akan mencapai Herd Immunity,” kata Walikota.

    Dia juga menambahkan, “juga terkait penanganan sampah serta antisipasi banjir dengan melakukan pembersihan drainase, parit-parit dan anak sungai yang tersumbat di banyak tempat.” Tambahnya.

    Sinergitas dimaksud disini adalah Sinergitas Kota Manado dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjalankan roda Pemerintahan seperti pembangunan dan kemasyarakat untuk kesejahteraan masyarakat.

    Seperti yang diutarakan oleh Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya. Gubernur mengatakan ini adalah kali pertama HUT Pemkot Manado dibawah Kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS).

    “Sinergitas Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Provinsi harus tetap terjaga, karena semua ini demi kesejahteraan masyarakat Kota Manado,” Ucap Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

    Gubernur juga singgung terkait penanganan pandemi di Sulut dengan cara membangun kesadaran masyarakat dan keterlibatan serta aktif dalam hal ini dalam penanganan Covid-19.

    “kita focus menangani Covid-19 dan bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar waspada dan mau terlibat aktif.” Tandas Olly.

    Hadir juga, Wakil Walikota Richard Sualang, Sekprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Anggota DPRD Sulut Dapil Kota Manado, Ketua TP-PKK Kota Manado Irene Angouw Pinontoan dan Sekretaris TP-PKK Merry Sualang Mawardi, Sekot Manado Micler Lakat, Forkopimda dan Undangan Lainnya.

    Dan kegiatan itu tak lupa selalu mengutamakan dan memperhatikan protocol kesehatan.

  • Upacara Memperingati HUT Kota Manado ke-398, Ini Pesan Walikota

    Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado menggelar Upacara dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Manado yang Ke-398 di Lapangan Sparta Tikala, rabu (14/7).

    Dalam Upacara Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota Richard Sualang, Ketua Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw Pinontoan, Sekretaris TP-PKK Merry Sualang Mawardi dan Jajaran Pemerintah Kota Manado serta Forkopimda Kota Manado.

    Menjadi Inspektur Upacara, Walikota mengawali arahannya dengan memanjatkan Puji dan Syukur atas HUT ke-398 Kota Manado, dan mengucapkan selamat HUT kepada seluruh jajaran dan Forkopimda serta tamu undangan yang hadir saat itu secara fisik maupun secara virtual.

    Dalam arahannya juga Walikota menuturkan, “pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua untuk selalu mengingat eksistensi kita sebagai Kota Manado dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.” tutur Walikota.

    menjelaskan falsafah dari Kota Manado, Andrei Angouw Ingatkan Falsafah Sam Ratulangi yang mana menurutnya Falsafah Kota Manado tak lain serupa dengan Falsafah Bangsa Indonesia.

    “Kita harus selalu mengingat Falsafah Dr. Sam Ratulangi, “Si Tou Timou Tumo tou” yang sangat serupa dengan Falsafah Bangsa Kita, “Pancasila”. Pancasila Kalau kita Kompres jadi satu arti, itu adalah gotong royong.” jelasnya.

    Sambil menunjuk Didepan kantor Walikota Manado, iya menyampaikan pesannya. disana ada patung kegotong royongan, dia berkata bahwa itu artinya saling bantu, bukan saling menjatuhkan. Ingat Itulah Si Tou Timou Tumo Tuo, dan itulah Pancasila.

    “saya harap dalam kesempatan yang baik ini kita mengingat falsafah bangsa kita, kita mengingat falsafah kota kita bahwa kita harus bergotong royong.” Pintanya.

    Saat ini kita sedang menghadapi pandemi yang mempengaruhi seluruh dunia. Dengan optimis Angouw katakan, Kita akan menang, kita akan melewati pandemi ini dengan gotong royong.

    Vaksinasi merupakan gotong royong yang perlu dilakukan saat ini, karena jika tidak divaksin kita bisa terpapar covid sehingga bisa menular juga ke orang lain. Oleh karena itu sangat diperlukan kerjasama yang baik dan rasa bertanggungjawab kita terhadap lingkungan sekitar.

    “kalau hari ini seluruh penduduk Kota Manado bisa tes dan yang terpapar bisa isolasi dirumah atau rumah sakit, dua minggu depan selesai pandemi ini. Itu idealnya, dan kita mulai dari yang ideal semaksimal mungkin kita laksanakan tugas kita masing-masing.” Tegas Mantan Ketua DPRD Sulut itu.

    Tak hanya terkait pendemi, Andrei Angouw juga berpesan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga lingkungan.

    “kita harus bergotong royong membangun daerah tercinta, jangan membuang sampah sembarangan, karena nantinya kita bisa mencelakakan orang lain dengan mengakibatkan banjir dan penyakit. Itulah gotong royong, itulah Si Tou Timou Tumo Tou.” Tandasnya.

    Walikota juga membeberkan bahwa dirinya dengan wakil hingga saat ini menjalankan semangat Gotong Royong untuk membangun Kota Manado. Karena menurutnya untuk membangun Kota Manado perlu sinergitas dan gotong royong.

    “Saya mengajak kita semua untuk bersinergi membangun Kota Manado, Mari bangun kerukunan antar warga dan toleransi antar umat beragama. Kita tidak akan bisa membangun kalau kita tidak Bersatu, jadi kita harus bergotong royong membangun Kota Manado tercinta. Jagalah Lingkungan dan peliharalah kebersihan supaya kota Manado menjadi rumah kita yang aman dan nyaman.” pungkasnya.

    Ia juga menghimbau jajaran Pemerintahan untuk menjalankan tugas dengan baik dan professional.

    “Kepada jajaran Pemerintah, saya mintakan untuk bekerja dengan Profesional dan mengedepankan pelayanan publik yang ramah kepada masyarakat. Dan jangan lupa selalu menjalankan protokol kesehatan.” Imbaunya.

    Mengingat situasi dan kondisi Pandemi saat ini, kegiatan upacara itupun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu yang tidak bisa hadir langsung secara fisik bisa mengikuti lewat Zoom App.

    Diketahui, Sekot Manado, kepala SKPD, para Camat dan Lurah se-Kota Manado juga terpantau hadir dalam ucapara tersebut.

  • Sepekan, Kasus Covid-19 Sulut Ketambahan 1.233 Kasus

    test.petasulut.com/, SULUT – Kasus Covid-19 ditanah air pada beberapa pekan terakhir ini melonjak drastis.

    Bahkan pada beberapa hari belakangan ini terus memecahkan rekor tertinggi di dunia, dalam hal penambahan kasus positif covid-19 harian.

    Lonjakan kasus itu pula diikuti juga oleh Provinsi Sulawesi Utara. Dimana pada sepekan terakhir, kasus positif covid-19 terus meningkat.

    Ini data kasus covid-19 di Sulut pada sepekan terakhir, yang berhasil di rangkum media test.petasulut.com/ berdasarkan update data covid-19 pemerintah provinsi Sulut.

    – 6 Juli 2021: 162 kasus positif Covid-19
    – 7 Juli 2021: 128 kasus positif Covid-19
    – 8 Juli 2021: 216 kasus positif Covid-19
    – 9 Juli 2021: 277 kasus positif Covid-19
    – 10 Juli 2021: 217 kasus positif Covid-19
    – 11 Juli 2021: 144 kasus positif Covid-19
    – 12 Juli 2021: 89 kasus positif Covid-19

    Total kasus positif Covid-19 di Sulut pada sepekan terakhir (6-12 Juli 2021) yaitu 1.233 kasus.

    Data Covid -19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Untuk kasus aktif covid-19 sampai detik ini yaitu 1.646 kasus.

    Total Kasus sembuh 15. 621 orang dan yang telah meninggal, 577 orang.

    Dengan ini, total kasus positif covid-19 di Sulut sejak awal pandemi melanda yaitu 17.844 kasus.

    Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.

    Apalagi sekarang ini telah muncul beberapa virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

    (ABL)

  • Nongkong di Warkop Saat PPKM, 8 Petugas Dishub di Pecat

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Terkait dengan beredarnya video viral para petugas Dishub yang nongkrong di warkop.

    Dimana dalam video yang beredar di media sosial tersebut menunjukan para petugas itu terlihat sedang makan dan duduk-duduk di warung kopi atau warkop.

    Padahal selama PPKM Darurat, rumah makan dilarang menerima pelanggan ditempat atau makanan dan minuman hanya boleh dibawa pulang.

    Atas tindakan tersebut, sebanyak 8 petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta itupun resmi dipecat.

    “Telah memenuhi unsur untuk diberikan sanksi kategori berat, yaitu pemutusan hubungan kerja dan dilaksanakan mulai hari ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Balai Kota, Jumat (9/7) dikutip dari tempo.co

    Melalui rekaman suara yang diterima Tempo dari Humas Pemprov DKI Jakarta, Syafrin menjelaskan kedelapan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) Dishub itu telah melanggar Keputusan Gubernur Nomor 875 Tahun 2021 Tentang PPKM Darurat.

    “Ini sebagai peringatan kepada seluruh jajaran Dishub lainnya dalam melaksanakan tugas, selalu taat akan regulasi yang ada,” kata Syafrin.

    (ABL)

  • Pecah! 34.379 Kasus Baru Covid Dan 1.040 Meninggal Hari Ini

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Kementerian Kesehatan RI kembali merilis data Covid-19 di tanah air.

    Melalui akun Instagram resmi Kemenkes RI, telah terjadi penambahan kasus baru yakni 34.379 kasus positif covid-19 per tanggal 7 Juli 2021.

    Dengan penambahan ini, total kumulatif kasus virus corona yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 2.379.397 kasus. Sementara itu, kasus aktif covid-19 hari ini bertambah menjadi 343.101.

    Selain itu, ada 14.835 pasien yang dinyatakan sembuh dari Corona hari ini. Total pasien Corona yang dinyatakan sembuh hingga saat ini berjumlah 1.973.388 orang.

    Tak hanya itu, Pemerintah juga menyatakan ada 1.040 pasien Corona yang meninggal dunia hari ini. Jumlah pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 62.908 orang.

    Sumber: Instagram Kemenkes RI

    Dirangkum oleh media test.petasulut.com/, sejak awal Juli 2021 kasus positif covid-19 telah terjadi enam kali penambahan signifikan, berikut rinciannya:

    – 1 Juli: 24.836 kasus baru covid-19
    – 2 Juli: 25.830 kasus baru Covid-19
    – 3 Juli: 27.913 kasus baru Covid-19
    – 5 Juli: 29.745 kasus baru Covid-19
    – 6 Juli: 31.189 kasus baru Covid-19
    – 7 Juli: 34.379 kasus baru Covid-19

    Berdasarkan hal ini, Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.

    Apalagi sekarang ini telah muncul virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

    Tak hanya itu, masyarakat juga harus dan wajib bekerja sama dengan pemerintah dalam kegiatan vaksinasi Covid-19.

    (ABL)

  • Varian Delta Merebak, BW: Saat Ini, Masyarakat Wajib Bekerja Sama Dengan Pemerintah

    test.petasulut.com/, SULUT – Sebanyak 553 kasus varian baru virus Corona di Indonesia menurut Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada 6 Juli 2021.

    Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari enam varian baru virus Corona yaitu Alpha, Beta, Delta, Eta, Iota, dan Kappa.

    Dilansir dari Kompas.com, Dari keenam varian itu, varian Delta terlihat paling mendominasi di Indonesia dibandingkan varian lainnya yaitu sebanyak 436 kasus. Kemudian varian Beta berada pada urutan kedua dengan jumlah 57 kasus, 51 Alpha, 5 Eta, 2 Kappa, dan 1 kasus varian Iota.

    Sebanyak 436 kasus varian Delta tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. DKI Jakarta merupakan provinsi yang paling terbanyak kasus varian asal India ini yaitu 195.

    Disusul Jawa Barat 134 kasus, Jawa Tengah 80 kasus, Jawa Timur 13 kasus, Banten 4 kasus, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur masing-masing 3 kasus, dan 1 kasus di Gorontalo.

    Dominasi varian Delta itupun memicu lonjakan kasus yang pada Selasa (6/7/2021) kembali memecahkan rekor terbanyak dengan tambahan 31.189 kasus baru dalam sehari.

    Mengenai hal itu, Legislator Partai NasDem Sulawesi Utara yakni Braien Waworuntu pun memberi tanggapan.

    Dimana dirinya mengatakan bahwa mengapresiasi langkah cepat Pemerintah daerah yang telah mengambil kebijakan dan mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dia pun meminta seluruh jajaran pemerintah dan Polda untuk menjalankan kebijakan itu secara konsisten dan tegas.

    Ketua Komisi IV DPRD Sulut itu juga mengakui bahwa sebagian besar masyarakat harus tetap bekerja untuk penghasilannya sehari-hari. Dan tidak semua bisa work from home (WFH).

    “Jika ada masyarakat yang harus bekerja, tolong pastikan memakai masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun. Ini penting,” kata BW (sapaan akrabnya), Rabu (7/7) kepada media test.petasulut.com/.

    Tak hanya itu, Braien juga menuturkan bahwa Sulut merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi masuknya varian delta tersebut, merujuk pada daerah Gorontalo yang sudah terkonfirmasi 1 kasus varian delta.

    “Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Kesehatan memang telah bekerja keras dalam hal meminimalisir penyebaran covid-19 ini. Namun, menyikapi situasi sekarang ini, langkah strategis perlu dilakukan. Salah satunya  program vaksinasi kepada masyarakat,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    Memang lanjut BW, saat ini pemerintah sangat gencar melakukan kegiatan vaksinasi namun ada sebagian masyarakat yang masih ragu melakukan vaksinasi covid-19.

    “Untuk itu, pemerintah wajib terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keuntungan mendapatkan suntikan vaksin,” pintanya.

    Waworuntu berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah di masa pandemi covid-19 ini.

    “Agar maksimal, Protokol kesehatan harus dibarengi dengan program vaksinasi covid-19,” tutupnya.

    (ABL)