Category: Headline

  • Teddy Kumaat, Mantan Wawali Manado Dikabarkan Meninggal

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabar dukacita kembali menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara khususnya Kota Manado.

    Dimana Mantan Wakil Walikota Manado Periode tahun 2020-2005, Teddy Kumaat terinformasi telah meninggal dunia.

    Hal itu diketahui lewat beberapa rekan partai PDIP maupun keluarga yang mengucapkan berbela sungkawa atas berpulangnya Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut dapil Manado itu.

    Teddy Kumaat pun dikabarkan meninggal pada pukul 13.14 Wita, dan jenazah berada di ICCU RSUP Prof Kandouw.

    Sampai berita ini dimuat, media test.petasulut.com/ masih menelusuri informasi lanjutan perihal berpulangnya Teddy Kumaat.

    (ABL)

  • Kasus Covid-19 di Tanah Air Tembus 2 Juta Kasus

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Merebaknya kasus Covid-19 ditanah air menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat maupun di sebagian besar sektor.

    Yang paling terasa yakni di sektor ekonomi dan pariwisata, dimana sektor-sektor inilah yang pertumbuhannya naik-turun bahkan sempat lumpuh akibat wabah virus Corona.

    Semua anggaran pemerintahan pusat dan daerah pun digeser (Refocusing) besar-besaran untuk penanganan Covid-19.

    Kendati demikian, wabah Covid-19 ini tak kunjung turun bahkan virus corona varian baru sedikit demi sedikit menggorogoti Republik ini.

    Sejak awal merebaknya covid-19 yakni pada bulan maret 2020 silam sampai hari ini, total kasus covid-19 telah menyentuh angka 2 juta kasus.

    Total kasus Corona yang ditemukan di Indonesia sejak Maret hingga hari ini mencapai 2.004.445 kasus. Pasien sembuh dari Corona mencapai 1.801.761 orang. Sedangkan total pasien COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 54.956 orang.

    Data penanganan pandemi Corona, Senin (21/6/2021), dipublikasikan oleh Humas BNPB. Data ini diperbarui setiap hari per pukul 12.00 WIB.

    Sementara tambahan harian kasus corona juga melonjak drastis di beberapa daerah.

    Daerah melaporkan penambahan kasus baru terbanyak pertama masih dipegang oleh DKI Jakarta dengan 5.014 kasus. Kemudian diikuti Jawa Tengah dengan 3.252 kasus dan Jawa Barat 2.719 kasus pada senin 21 Juni 2021.

    Dilansir dari Detik.com, Berikut ini sebaran kasus baru Corona pada 21 Juni:

    1. Aceh: 47
    2. Sumatera Utara: 280
    3. Sumatera Barat: 70
    4. Riau: 148
    5. Jambi: 119
    6. Sumatera Selatan: 111
    7. Bengkulu: 46
    8. Lampung: 119
    9. Bangka Belitung: 41
    10. Kepulauan Riau: 227
    11. DKI Jakarta: 5.014
    12. Jawa Barat: 2.719
    13. Jawa Tengah: 3.252
    14. DI Yogyakarta: 662
    15. Jawa Timur: 719
    16. Banten: 333
    17. Bali: 91
    18. Nusa Tenggara Barat: 23
    19. Nusa Tenggara Timur: 7
    20. Kalimantan Barat: 97
    21. Kalimantan Tengah: 70
    22. Kalimantan Selatan: 5
    23. Kalimantan Timur: 162
    24. Kalimantan Utara: 9
    25. Sulawesi Utara: 16
    26. Sulawesi Tengah: 19
    27. Sulawesi Selatan: 35
    28. Sulawesi Tenggara: 3
    29. Gorontalo: 66
    30. Sulawesi Barat: 2
    31. Maluku: 0
    32. Maluku Utara: 6
    33. Papua: 12
    34. Papua Barat: 6

    Berikut ini sebaran pasien sembuh dari Corona hari ini:
    1. Aceh: 200
    2. Sumatera Utara: 139
    3. Sumatera Barat: 195
    4. Riau: 405
    5. Jambi: 164
    6. Sumatera Selatan: 84
    7. Bengkulu: 65
    8. Lampung: 26
    9. Bangka Belitung: 76
    10. Kepulauan Riau: 4001
    11. DKI Jakarta: 2.835
    12. Jawa Barat: 1.245
    13. Jawa Tengah: 2.207
    14. DI Yogyakarta: 218
    15. Jawa Timur: 367
    16. Banten: 87
    17. Bali: 60
    18. Nusa Tenggara Barat: 29
    19. Nusa Tenggara Timur: 9
    20. Kalimantan Barat: 101
    21. Kalimantan Tengah: 97
    22. Kalimantan Selatan: 29
    23. Kalimantan Timur: 82
    24. Kalimantan Utara: 0
    25. Sulawesi Utara: 25
    26. Sulawesi Tengah: 43
    27. Sulawesi Selatan: 26
    28. Sulawesi Tenggara: 5
    29. Gorontalo: 0
    30. Sulawesi Barat: 0
    31. Maluku: 0
    32. Maluku Utara: 10
    33. Papua: 0
    34. Papua Barat: 3

    (ABL)

  • BP2MI MoU Dengan Pemkot Manado, BENNY Serius Siapkan PMI Terampil

    test.petasulut.com/, SULUT – BP2MI RI, selasa (22/6) pagi menggelar Penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Kota Manado di ruang serbaguna Pemkot Manado.

    Hadir dalam pergelaran tersebut, Walikota Manado Andrei Angouw, Wawali Manado Richard Sualang, Para Pejabat Pemda Kota Manado, Para Plt. Deputi dan Direktur di lingkungan BP2MI, Kepala UPT BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Toku, Para Kepala UPT yang hadir secara virtual.

    Pada kesempatan itu, Kepala BP2MI RI Benny Ramdhani dalam sambutannya mengatakan bahwa pada saat dirinya dilantik sebagai Kepala BP2MI pada tanggal 15 April 2020 di Istana Negara Jakarta, Presiden memberikan amanat yang jelas yaitu untuk melindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki.

    “BP2MI mengubah paradigma pelayanan, bahwa kita adalah pelayanan bagi PMI dan keluarga, dan PMI berhak diperlakukan warga negara VVIP, berhak mendapat perlakuan hormat negara. Sebagai pembanding bahwa PMI menyumbang devisa terbesar kedua setelah migas 159,7 T dan tidak kalah dengan sumbangan sektor pariwisata atau setara 7% APBN,” jelas Putra Sulawesi Utara itu.

    Diketahui, BP2MI RI telah merumuskan program prioritas sesuai amanat Presiden RI Yakni;

    – Pemberantasan Mafia Penempatan Ilegal PMI ke Luar Negeri.

    -Penguatan Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.

    -Menjadikan PMI Sebagai Warga VVIP (Very Very Important Person) dengan memberikan pelayanan dan pelindungan maksimal.

    -Modernisasi Sistem Pendataan Secara Terintegrasi.

    -Pembebasan Biaya Penempatan.
    Pembenahan Tata Kelola Penempatan PMI Sea-Based (awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran).

    – Penguatan Skema Penempatan PMI dalam rangka peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional.

    -Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial bagi PMI dan keluarganya di dalam dan luar negeri.

    -Peningkatan Sinergi dan Koordinasi multi-stakeholder terkait tata kelola penempatan dan perlindungan PMI.

    Sebagai wujud perlakuan hormat, lanjut Benny bahwa BP2MI membangun lounge khusus PMI di Bandara Soekarno Hatta, jalur cepat (fast track) dan helpdesk (pusat layanan informasi).

    “Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Manado yang mengadakan MoU dengan BP2MI dan menjadi kota ke-12 yang melakukan Kerjasama dengan BP2MI, sebelumnya adalah Talaud, Sangihe Kepulauan, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Kota Palu, Kota Padang, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Bandung, Morowali Utara,” ungkap Brani sapaan akrabnya.

    “Mengapa kerjasama ini penting? Pelindungan PMI yang diamanahkan UU 18/2017, bukan hanya menjadi tanggung jawab Pusat namun juga daerah dan Pemerintah Desa (Pasal 40, Pasal 41 dan Pasal 42). Selain itu, kerjasama ini juga penting untuk membantu menyiapkan tenaga-tenaga terampil dan profesional untuk dapat bekerja ke luar negeri,” tambahnya.

    Terinformasi, UU No. 18/2017 sudah diundangkan sejak 22 November 2017. Artinya, sudah 3 tahun 7 bulan. Namun, belum banyak Pemda yang menyadari adanya kewajiban dalam yang diamanahkan dalam UU tersebut.

    BP2MI juga diketahui telah melakukan sosialisasi secara masif ke 23 provinsi kantong PMI, dan sudah dilakukan di 10 Provinsi, terakhir kemarin 14 Juni 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Total Penempatan PMI dari Sulawesi Utara:
    -2017 : 462 PMI;
    -2018 : 511 PMI;
    -2019 : 604 PMI;
    -2020 : 316 PMI; (pandemi)
    -Jan. sd. 31 Mei 2021 : 74 (pandemi)

    Penempatan PMI Kota Manado:
    -2017 : 97 PMI
    -2018: 97 PMI
    -2019 : 108 PMI
    -2020 : 60 PMI (pandemi)
    -Jan. sd. 31 Mei 2021: 11 (pandemi)

    Terbanyak ke negara Hong Kong, Japan, Malaysia, Papua New Guinea, Saudi Arabia, Singapura, Solomon Islands, Taiwan;

    Dimana didominasi oleh sektor pekerjaan sebagai Caregiver, Drivers, Fisherman, Heavy Equipment Operator, House Maid, Housekeepers/Plrt, Plantation Worker, Worker.

    Kasus-kasus terbanyak didominasi oleh:
    -PMI gagal berangkat
    -Meninggal dunia di negara tujuan
    Sakit
    -PMI sakit di penampungan
    -Pekerjaan tidak sesuai PK
    -PMI Ingin Dipulangkan
    -Gaji tidak dibayar
    -PMI sakit/rawat inap
    -Penahanan paspor atau dokumen lainnya oleh PPPMIS

    Ramdhani pada kesempatan itu juga menuturkan bahwa Peluang kerja di Jepang dan Korea. Kedua negara tersebut memiliki undang-undang perlindungan warga negara asing yang baik, memiliki tingkat standar gaji yang tinggi sehingga menjamin keselamatan dan juga kesejahteraan para PMI disana. Rata-rata penempatan ke Korea setiap tahun dari tahun dari sebelum Covid sebanyak 6.921 (2018) dan 6.201 (2019), bahkan sebelum lockdown awal 2020 hingga Maret tahun lalu masih tercatat 641 PMI.

    “Penempatan ke Korea ini memiliki prospek yang luar biasa, dimana untuk jabatan Perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) memiliki gaji yang cukup besar, yakni mencapai 22 juta sampai 27 juta, dengan kontrak kerja 5 tahun. Demikian juga di Jepang dengan gaji kisaran 23 sd. 30 juta. Ini angka penghasilan yang jauh dari rata-rata pekerja di negara kita, apalagi tingkat pelindungan yang sangat baik dengan tingkat rata-rata kekerasan yang sangat minimum,” jelas Benny.

    Adapun upaya BP2MI dalam mendorong pembebasan biaya penempatan (implementasi Perban 09/2020):

    A. Rapat koordinasi terbatas dengan Pemda (sudah ada 18 Pemda yang menganggarkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja dan 22 P3MI yang membebaskan biaya penempatan).

    B. Mendorong perubahan Permenko Perekonomian yang mengatur Pedoman Pelaksanaan KUR dengan beberapa point:

    -KUR Penempatan PMI dengan bunga 3%
    -KUR diterima langsung oleh PMI tanpa melalui pola linkage lewat koperasi dan Lembaga multifinance
    -Plafon KUR lebih dari 100 juta
    Kerjasama dengan BNI untuk program BNI Flexi

    “Semoga kolaborasi dan inisiatif positif ini terus dikuatkan dan dikembangkan. Semoga niat baik kita untuk melayani para pahlawan devisa tidak pernah luntur terbentur kepentingan yang tidak berpihak kepada Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya,” tutupnya.

    (ABL)

  • Apakah Peserta CPNS 2021 Yang Positif Covid-19 Bisa Ikut Seleksi ?

    Jakarta, test.petasulut.com/ – Melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pemerintah rencananya dalam waktu dekat ini akan membuka tahapan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021. BKN pun sejauh ini sudah menyiapkan tata cara pelaksanaan dengan melihat kondisi dan situasi saat ini yang mengedepankan Protokol Kesehatan.

    Hal itu pun sudah diatur seperti tertuang dalam surat edaran Kepala BKN nomor 7 tahun 2021 tentang Prosedur Penyelenggaraan seleksi dengan Metode Computer Assited Test (CAT).
    Namun, ada pertanyaan yang muncul dibenak masyarakat. lalu bagaimana dengan calon Peserta CPNS yang terkonfirmasi Positif Covid-19? apakah mereka masih bisa mengikuti Seleksi atau langsung dinyatakan Gugur?

    Simak Penjelasan ini.

    Mengutip dari detik.com, senin (21/6/2021).

    • Dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 dijelaskan bahwa peserta seleksi CPNS 2021 yang terkonfirmasi Positif Covid-19 tetap dapat mengikuti seleksi. Dengan catatan harus sesuai beberapa ketentuan yang telah disepakati.

    • Bagi peserta CPNS 2021 yang terkonfirmasi positif covid-19 dan sedang menjalani isolasi, wajib melaporkannya kepada kepala BKN. Hal itu sebagai bentuk permohonan agar peserta seleksi CPNS 2021 yang positif covid-19 dapat dijadwalkan tes susulan di akhir seleksi. Dengan catatan harus melampirkan bukti surat rekomendasi dokter atau hasil SWAB PCR dan keterangan sedang menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang.

    • Sementara bagi peserta seleksi CPNS 2021 yang positif covid-19 namun tidak sedang menjalani isolasi atau sudah menjalani isolasi, maka panitia seleksi instansi melaporkan kepada tim pelaksana CAT BKN dan dibuatkan Berita Acara Peserta Terkonfirmasi Positif Covid-19.

    • Peserta dapat mengikuti seleksi CPNS 2021 sesuai dengan Jadwal yang ditetapkan.

  • DKI Catat Rekor Tertinggi, 5.582 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Lonjakan kasus positif Covid-19 pada Minggu (20/6) sangat drastis.

    Dimana, catatan rekor tertinggi positif Covid-19 ini ada di tiga provinsi dengan kontribusi di atas 1.000 kasus.

    Hal ini berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada hari ini terdapat penambahan kasus sebanyak 13.737 kasus.

    Pertama, DKI Jakarta sebanyak 5.582 kasus. Angka ini juga merupakan rekor tertinggi bagi ibu kota. Sementara kesembuhan di Jakarta bertambah 2.457 kasus dan kematian bertambah 69 kasus.

    Kemudian disusul Provinsi Jawa Tengah, yang menyumbang angka kasus tertinggi pada hari ini sebanyak 2.195 kasus dengan bertambah 86 kasus kematian dan kesembuhan bertambah 154 kasus.

    Provinsi ketiga dengan penambahan di atas 1.000 kasus yakni Jawa Barat dengan 2.009 kasus, kematian bertambah 62 kasus dan 973 kesembuhan.

    Kementerian Kesehatan melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 pada Minggu (20/6) sebanyak 13.737 kasus.

    Dengan pertambahan ini, akumulasi kasus menjadi 1.989.909 kasus. Penambahan kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 89.183 spesimen.

    Sementara itu, kasus meninggal hari ini bertambah 371 kasus. Sehingga secara total 54.662 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

    Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 6.385 kasus. Sehingga total, 1.792.528 orang Indonesia sudah sembuh dari Covid-19.

    (ABL)

  • Efektifkah Vaksin Covid-19 Terhadap Virus Varian Baru? Ini Datanya!

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Virus Corona Varian baru yakni B.1.617.2 atau varian Delta diketahui pertama kali muncul di negara India.

    Penularan Varian Delta tersebut diketahui sangat cepat sekali menyebar. Buktinya di India sendiri terkena Tsunami Covid-19.

    Di Indonesia pun Varian Delta telah terdeteksi, yakni di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

    Varian ini merupakan salah satu dari 4 variant of concern atau varian yang jadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Keempat varian tersebut, meliputi:

    Alpha atau varian B.1.1.7, yang pertama kali dilaporkan di Inggris.

    Beta atau varian B.1.351, yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan.

    Gamma atau varian P.1, yang pertama kali dilaporkan di Brasil.

    -Dan, Delta atau varian B.1.617.2, yang pertama kali dilaporkan di India.

    Varian yang jadi perhatian itu ditetapkan berdasarkan peningkatan transmisi, perubahan presentasi penyakit dan efektifitas tindakan terkait varian tersebut.

    Pertanyaannya, apakah Vaksin Covid-19 ampuh melawan keempat Virus Corona varian baru tersebut?Berikut ulasannya, dilansir dari Kompas.com:

    AstraZeneca

    Data terbaru dari Kesehatan Masyarakat England (PHE) menunjukkan vaksin Covid-19 AstraZeneca efektif terhadap varian yang jadi perhatian WHO.

    Merangkum laman resmi AstraZeneca, dua dosis vaksin ini, memiliki efektivitas sebagai berikut:

    -75 persen efektif melawan varian Alpha dan 86 persen efektif terhadap pasien rawat inap dan tidak ada kematian yang dilaporkan terhadap varian Alpha.

    -10,4 persen efektif terhadap varian Beta.

    -92 persen efektif terhadap rawat pasien inap karena varian Delta dan tidak menunjukkan kematian di antara mereka yang divaksinasi.

    Data dari tim vaksin Oxford-AstraZeneca menunjukkan bahwa vaksin mampu melindungi terhadap varian Alpha.

    Meski kurang efektif terhadap varian Beta, tetapi masih bisa melindungi dari penyakit parah akibat Covid-19.

    Pfizer

    Vaksin Pfizer yang diproduksi BioNTech juga terbukti efektif melawan varian yang menjadi perhatian WHO.

    Tidak semua negara menggunakan vaksin Pfizer, sehingga persentase efektivitasnya hanya tersedia di beberapa varian.

    Melansir The Guardian, dua dosis vaksin ini memiliki efektivitas sebagai berikut:

    -92 persen efektif melawan varian Alpha

    -79 persen terhadap varian Delta dan 96 persen efektif terhadap rawat pasien inap karena varian Delta.

    Pfizer masih sangat efektif melindungi orang dari penyakit parah akibat Covid-19.

    Meski sejauh ini, Pfizer kurang efektif dalam melindungi dari beberapa varian baru.

    Johnson & Johnson

    Melansir Nature.com, vaksin satu dosis Johnson & Johnson juga terbukti efektif melawan varian virus corona.

    Dari beberapa varian yang jadi perhatian WHO, Johnson & Johnson mampu melawan varian, meliputi, 64 persen efektif melawan varian Beta.

    Novavax

    Masih dari sumber yang sama, vaksin Novavax juga terbukti efektif terhadap varian berikut:

    -50 persen efektif melawan varian Beta

    -86 persen efektif melawan varian Alpha

    Sinovac

    Sementara itu, vaksin buatan China, Sinovac mampu melawan varian, meliputi:

    -75 persen efektif melawan varian Gama dan sekitar 50 persen mampu melawan gejala terhadap infeksi simtomatik varian Gama.

    (ABL)

  • KEMENKES: 148 Kasus Covid-19 Varian Baru Terdeteksi di 12 Provinsi

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Sebagian besar daerah di Indonesia terjadi lonjakan kasus Covid-19.

    Lonjakan itu dibuktikan dari peta sebaran covid-19 di beberapa daerah maupun jumlah pasien covid-19 di rah sakit.

    Melansir dari Kompas.com, Para ahli menyebut hal ini disebabkan karena diabaikannya protokol kesehatan, longgarnya kebijakan pemerintah, dan varian baru virus corona yang masuk ke dalam negeri.

    Salah satunya varian Delta atau B.1.617.2 yang mudah menular dan disebut sebagai salah satu penyebab lonjakan kasus di Indonesia.

    Begitu juga dengan varian of concern Covid-19 lainnya, yakni Alpha dan Beta yang masih harus diwaspadai.

    Untuk jumlah kasus covid-19 varian baru(Alpha, Beta, dan Delta), terdapat 148 kasus di 12 provinsi di Indonesia.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tirmizi, menyebut hingga hari ini sudah ditemukan 148 kasus infeksi varian Alpha, Beta, dan Delta di Indonesia.

    “Sudah ada 148 kasus yang kita temukan (varian Alpha, Beta, dan Delta). (Untuk varian Delta) di 6 propinsi dan sebagian besar adalah transmisi lokal,” kata Nadia dilansir dari Kompas.com, Jumat (18/6/2021).

    Jumlah tersebut adalah infeksi Covid-19 varian Alpha, Beta, dan Delta, yang sudah beberapa waktu lalu terdeteksi di Tanah Air.

    Untuk varian Delta, terdapat di 6 provinsi dan Jawa Tengah disebut menyumbang kasus tertinggi.

    “(Jumlah itu) Delta saja, di DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah,” jabar Nadia.

    Sebaran varian Alpa, Beta, dan Delta
    Berdasarkan data per 13 Juni 2021, berikut ini adalah sebaran kasus infeksi Covid-19 varian Alpha, Beta, dan Delta yang ditemukan di Indonesia:

    1. Varian Alpha

    – Kepulauan Riau: 1 kasus
    – Sumatera Utara: 2 kasus
    – Sumatera Selatan: 1 kasus
    – Riau: 1 kasus
    – DKI Jakarta: 24 kasus
    – Jawa Tengah: 1 kasus
    – Jawa Barat: 2 kasus
    – Jawa Timur: 2 kasus
    – Bali: 1 kasus
    – Kalimantan Selatan: 1 kasus

    2. Varian Beta

    – DKI Jakarta: 4 kasus
    – Jawa Timur: 1 kasus

    3. Varian Delta

    – Sumatera Selatan: 3 kasus
    – DKI Jakata: 20 kasus
    – Jawa Tengah: 75 kasus
    – Kalimantan Tengah: 3 kasus
    – Kalimantan Timur: 3 kasus.

    Pemerintah pun tak putus-putusnya menghimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah covid-19. Apalagi sekarang, Varian baru covid-19 telah terdeteksi.

    (ABL)

  • UPDATE, Kasus Sembuh Covid di Sulut Alami Peningkatan

    test.petasulut.com/, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus merilis data Covid-19, dimana data per tanggal 18 juni 2021 jam 22.00 Wita terus mengalami perubahan.

    Jumlah kasus Covid-19 yang sembuh tiap harinya mengalami peningkatan signifikan namun disisi lain kasus aktif juga terus bertambah.

    Berikut ini data terkini kasus Covid-19 di Sulawesi Utara.

    Data Terkini Covid-19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Untuk Peta sebaran Covid-19 di Sulawesi Utara. Manado, Minut, Tomohon, Minahasa, Bitung dan Kotamobagu masuk Zona Orange (Risiko Sedang).

    Dan untuk kabupaten/kota lainnya masuk Zona Kuning (Risiko Rendah).

    Peta Sebaran Covid-19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Pemprov Sulut pun tak henti-hentinya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19.

    Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau Handsanitizer.

    (ABL)

  • KPK Ingatkan Anggota DPRD Sulut Jangan Ada ‘Uang Ketok’ dan ‘Titip Proyek’

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam audiensi dan koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi yang digelar oleh tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Satgas Pencegahan dan Penindakan KPK bersama Seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, rabu (16/6).

    Tim KPK, Andi Purwana mengatakan salah satu tugas wakil rakyat yakni fungsi anggaran merupakan hal yang sangat penting sehingga setiap perencanaan yang dilakukan bersama eksekutif harus sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada.

    ”Jangan ada lagi uang ketok palu, uang ketok-ketok, uang apa, titip – titip proyek jangan ada lagi, ” ujar Andi Purwana mengingatkan.

    Meski demikian ia juga memahami setiap anggota DPRD pasti akan memperjuangkan pembangunan proyek di daerah pemilihan masing – masing yang menjadi aspirasi masyarakat.

    Selain itu kata Purwana proses perencanaan pembangunan di Provinsi itu harus sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

    ” Nggak boleh juga misalnya saya di Sitaro ayo kita bangun ini, sementara anggarannya terbatas. Bapak/ibu yang duduk disini kan 45 orang harus bisa meramu itu tahun ini yang mana dulu kemudian tahun berikut apa, ” ujarnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • KPK Datangi Kantor DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Komisi Pemberantasan Korupsi, rabu (16/6) siang, mendatangi Kantor DPRD Sulut guna audiensi dan koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi di pemerintah provinsi Sulut.

    Tim KPK itupun diterima oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut.

    Pada pertemuan itu, ketua DPRD Sulut Andi Silangen menyambut baik kedatangan direktorat koordinasi dan supervisi wilayah IV KPK, yakni Bapak Andi purwana dan Rusvian dalam rangka audiensi dan koordinasi.

    “Penghargaan tinggi saya sampaikan kepada tim KPK yang hadir langsung di kantor DPRD Sulut untuk beraudiensi dan tentunya mensosialisasikan hal hal yang berkenaan dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Tentunya ini penghargaan dan kehormatan bagi DPRD, karena kesempatan berkoordinasi langsung sekaligus mendapatkan arahan dan masukan sehingga segenap pimpinan dan anggota DPRD dan sekretariat DPRD terhindar dari tindakan korupsi,” jelas silangen.

    “Kami segenap pimpinan dan anggota DPRD berkomitmen dan sangat mendukung berbagai upaya dan langkah pemberantasan dan pencegahan korupsi. Untuk itu, kami anggota DPRD mengharapkan arahan dan masukan dari bapak Andi dan Rusvian agar kinerja DPRD Sulut untuk melayani masyarakat tanpa korupsi dapat terwujud,” tambahnya.

    Pada kesempatan itu, direktorat koordinasi dan supervisi wilayah IV KPK, yakni Andi purwana memberikan arahan perihal program pemberantasan korupsi terintegrasi di pemerintah daerah.

    (ABL)