Category: Headline

  • Kosong Unsur Pimpinan DPRD, WINSU: Golkar Sangat Rugi

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan status dan proses pemberhentian Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian ditanggapi serius oleh personil Fraksi Golkar Winsulangi Salindeho.

    Dimana dirinya mengatakan bahwa sudah empat bulan ini belum ada keputusan pasti perihal status JAK.

    “Padahal ketentuannya waktu itu kan cuma sekian lama sudah harus ada keputusan tapi nyatanya sampai saat ini, sudah empat bulan ini juga belum ada keputusan dan bagi saya itu sangat merugikan Golkar,” ucap Personil Komisi I DPRD Sulut itu, rabu (9/6) usai rapat Internal Fraksi Golkar Sulut.

    Winsu juga mengatakan bahwa sikap fraksi Golkar adalah menyampaikan surat lagi ke pimpinan Dewan guna menanyakan sampai dimana proses ini.

    “Jadi kalau toh misalnya dari Kemendagri alasanya bahwa hukum beracaranya dalam bentuk kode etik itu belum ada, itu barangkali segera diperhatikan. Bagaimana DPRD Provinsi ada kode etik untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti teman kami (JAK) dari Fraksi Golkar,” jelasnya kepada wartawan.

    “Dalam waktu dekat ini, Fraksi Golkar akan menyurat resmi ke pimpinan dewan. Kalau memungkinkan bisa minggu ini,” tambahnya.

    Sebagai Anggota Fraksi Golkar, Winsulangi Salindeho merasa sangat rugi akan kekosongan posisi Wakil Ketua DPRD Sulut.

    Pasti rugi. Pertama, dari sisi politik sangat rugi. Bayangkan Fraksi Golkar yang seharusnya ada unsur pimpinan tapi sekarang dinonaktifkan. Demikian juga kita melihat dibaliho-baliho pimpinan DPRD, itu sangat merugikan sekali,” katanya.

    Solusinya, lanjut Aleg Dapil Nusa Utara itu bahwa harus secepatnya ada keputusan dari Kemendagri. Sebab tidak akan mungkin Golkar untuk melakukan pergantian kalau belum ada pemberhentian terhadap apa yang diusulkan oleh DPRD.

    “Terhadap proses ini, saya meminta ada penyelesaian yang tuntas karena kondisinya sekali lagi saya katakan sangat merugikan partai Golkar. Bukan cuma merugikan malah memalukan,” tutupnya.

    (ABL)

  • Wabup Sangihe HELMUD HONTONG Berpulang

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabar dukacita kembali menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

    Dimana telah berpulang Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Helmud Hontong, pada Rabu (9/6/2021).

    Terinformasi, Helmud Hontong meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan dari Bali menuju Kota Manado.

    Menurut informasi yang beredar bahwa Hontong menaiki pesawat Lion Air JT.740 dari Denpasar menuju Makassar. Ambulance di stasiun Makassar pun disiapkan.

    Begitu tiba, dokter dan perawat segera naik ke pesawat untuk memeriksa penumpang atas nama Helmud Hontong yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Sekitar pukul 16.20 Wita, pihak dokter pun menyatakan Helmud telah meninggal dunia.

    Jenazah kemudian dibawa ke klinik KKP Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk ditangani lebih lanjut sebelum diberangkatkan ke Manado.

    (ABL)

  • Terkait Tambang Mas Sangihe, Ini Jawaban Ketua DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – PT Tambang Mas Sangihe (TMS) sampai saat ini menjadi buah bibir masyarakat. Dimana warga Sangihe, tokoh adat, tokoh masyarakat dan LSM sangat gencar menyuarakan aspirasi menolak aktivitas tambang di Kabupaten Sangihe.

    Perihal polemik TMS ini, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen pun buka suara.

    Kepada wartawan, Politisi PDIP Dapil Nusa Utara itupun menyampaikan bahwa aturannya muncul setelah kontrak karya ini ada.

    Terinformasi, PT TMS mendapat izin operasi produksi selama 33 tahun, terhitung sejak 29 Januari 2021 hingga 28 Januari 2054.

    “Mengenai hal ini, kita (DPRD Sulut) perlu duduk bersama dengan pemerintah pusat. Untuk itu, saat ini kita aktif mengunjungi Kementerian ESDM dan yang terkait supaya ada jalan keluar yang baik,” ungkap Ketua DPRD Sulut, rabu (9/6) usai mengikuti Rapat Pimpinan DPRD Sulut.

    Ditanya soal adanya potensi kerusakan lingkungan apabila terjadi aktifitas tambang, Andi Silangen menuturkan bahwa betul, jadi itu semua ada aturannya.

    “Makanya kan kewenangan itu dari pusat, kita harus bicarakan bersama,” singkatnya.

    (ABL)

    Video Selengkapnya:

  • TONI SUPIT Angkat Bicara Perihal Pemecatan Dokter ASN di Sitaro

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara Toni Supit memberikan tanggapan terkait persoalan seorang Dokter ASN di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).

    Dimana, Dokter ASN Sitaro tersebut diketahui telah di pecat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

    Kepada wartawan, Toni Supit mengatakan bahwa Dokter Vany Tamansa sudah diberikan tahapan-tahapan peringatan karena tidak melakukan tugasnya.

    “Jadi prosesnya, tentu dilakukannya pemecatan. Menurut Badan Kepegawaian Negara (BKD) seperti itu,” kata Supit, selasa (8/6) di kantor DPRD Sulut.

    Personil Komisi III DPRD Sulut itu juga membenarkan bahwa sebelum dipecat, Dokter yang bersangkutan sempat turun pangkat.

    “Jadi kalau yang bersangkutan sudah dipecat, tentunya melalui ketentuan-ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Kalau dia (Dokter ASN sitaro yang dipecat) tidak masuk-masuk kan itu menjadi preseden buruk buat yang lain. Kenapa dia boleh dan yang lain tidak boleh,” jelasnya.

    Politisi Partai PDIP itu juga membenarkan bahwa Dokter ASN yang bersangkutan sudah dua tahun tidak masuk kantor.

    “Alasan cilaka dari motor itu sudah lama. Dari jaman saya Bupati Sitaro, Dokter Vany Tamansa sempat saya angkat jadi direktur rumah sakit. Tetapi apel aja tidak mau datang. Jadi intinya saya sudah tanya ke BKD terkait hal ini dan BKD menjawab semuanya sudah melalui tahapan dan sudah melalui proses peringatan, penurunan pangkat dan lainnya sampai pada pemecatan,” jelasnya lagi.

    Cuitan ASN Sitaro yang di pecat beredar luas di Media Sosial

    Sebelumnya, Dokter ASN Sitaro itu sempat melakukan cuitan melalui media sosial perihal pemecatan dirinya.

    Kitau baru tau kote di SITARO ada ASN yg nda masuk 7 bln sangsi cuma penundaan berkala. Kita baru 1 bln 15 hari nda masuk kerja alasan sakit jth dari motor saat pulang dari POSYANDU…..So dapa sangsi.. Penurunan Pangkat dari IVa ke IIIC…. padahal bukti fisik sudah di kirim…otomatis gaji turun dari 4.100.000 ke 3.100.000… plus gaji langsug di blokir kira kira dorang pake jalur manakang kong sampe cuma penundaan berkala.??????? Yg nda masuk akal le yg tanda tangan kita pe penurunan pangkat kabid golongan Illc. Mohon maaf ya bagi yg terkait didlmnya.. Kita hanya masyarakat kecil yg ingin keadilan diperlakukan secara sama.. Tidak ada perbedaan. Semoga SITARO lebih baik lagi kedepan.

    Tak hanya itu, Akun Vany Tan juga melanjutkan ungkapan hatinya melalui postingan FB. Dimana di dalam isi postingannya berisi pemecatan dirinya tertanggal 7 April 2021 yang disertai foto-foto SK pemecatannya.

    Saya sebagai pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu Bupati EVAGELIAN SASINGEN SE yg sudah memberikan waktu dan tempat kepada saya utk mengabdi sebagai ASN di Kepupaten Kep Siau Tagulandang Biaro selama 14 thn masa kerja. selama saya bekerja dan mengabdi sebagai ASN saya rasa sudah berikan yg terbaik untk Kab SITARO tapi… Saya juga tidak bisa menghalangi kepada ibu selaku pimpinan yg memegang kekuasaan tertinggi di kab SITARO untuk memberi penilaian ttg kinerja saya sehingga dilayangkan surat PEMECATAN kepada saya tertanggal 7 April 2021..

    saya Aminkan apa yg sudah terjadi ada dlm rencana TUHAN.. hari ini mgkn kita tidak mengerti tapi suatu saat kita akan di buat mengerti.. Melepaskan yg baik kita percaya Tuhan pasti sediakan yang terbaik..

    Pesan untuk semua teman2 ASN agar bekerjalah dgn baik tunjukan kinerja anda karena ketika engkau tidak dibutuhkan lagi engkau tidak akan pernah menyesal karena engkau sudah brikan yg terbaik untuk Kab SITARO yg engkau Cintai.

    Doa kami sekeluarga agar Kab SITARO akan terus maju.. Dan tetap mengedepankan Keadilan bagi seluruh Rakyat…khususnya trg yg ada di SITARO.

    TYM semua jajajaran PEMKAB SITARO PAKATITI TUHEMA, PAKANANDU MANGENA, BOLENG BALANG SINGKAHINDO.

    (ABL)

  • WINSU Tanggapi Serius Postingan Pemecatan ASN di Sitaro

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara Winsulangi Salindeho menanggapi cuitan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

    Dimana, dalam postingan-postingan yang beredar luas di media sosial, seorang ASN Sitaro yang diketahui adalah seorang dokter itu mengungkapkan kronologi kejadian penurunan pangkat dirinya sampai pada dikeluarkannya surat pemecatan.

    Kepada Media test.petasulut.com/, Politisi Partai Golkar itu mengatakan bahwa kalau memang benar kejadiannya seperti itu, Pimpinan sebelum mengambil keputusan untuk memecat ASN, sudah menerima kajian dari staf. Mulai dari kabag, asisten maupun sekda. Semoga kajian staf sesuai dengan ketentuan.

    “Bila ASN yang bersangkutan merasa hukuman terlalu berat dan tidak sebanding dengan kesalahannya, maka dapat saja menggugat ke PTUN. Memang diera sekarang pertimbangan politik lebih dominan dari lainnya,” kata Personil Komisi I DPRD Sulut Winsulangi Salindeho, senin (7/6) saat dihubungi via WA.

    Cuitan ASN Sitaro yang di pecat beredar luas di Media Sosial

    Sebelumnya, ASN Sitaro itu mengungkapkan kejadian penurunan Pangkat ASN dirinya melalui postingan di Grup FB SUARA MASYARAKAT SITARO, yang berisi:

    Kitau baru tau kote di SITARO ada ASN yg nda masuk 7 bln sangsi cuma penundaan berkala. Kita baru 1 bln 15 hari nda masuk kerja alasan sakit jth dari motor saat pulang dari POSYANDU…..So dapa sangsi.. Penurunan Pangkat dari IVa ke IIIC…. padahal bukti fisik sudah di kirim…otomatis gaji turun dari 4.100.000 ke 3.100.000… plus gaji langsug di blokir kira kira dorang pake jalur manakang kong sampe cuma penundaan berkala.??????? Yg nda masuk akal le yg tanda tangan kita pe penurunan pangkat kabid golongan Illc. Mohon maaf ya bagi yg terkait didlmnya.. Kita hanya masyarakat kecil yg ingin keadilan diperlakukan secara sama.. Tidak ada perbedaan. Semoga SITARO lebih baik lagi kedepan.

    Tak hanya itu, Akun Vany Tan juga melanjutkan ungkapan hatinya melalui postingan FB. Dimana di dalam isi postingannya berisi pemecatan dirinya tertanggal 7 April 2021 yang disertai foto-foto Surat pemecatannya.

    Saya sebagai pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu Bupati EVAGELIAN SASINGEN SE yg sudah memberikan waktu dan tempat kepada saya utk mengabdi sebagai ASN di Kepupaten Kep Siau Tagulandang Biaro selama 14 thn masa kerja. selama saya bekerja dan mengabdi sebagai ASN saya rasa sudah berikan yg terbaik untk Kab SITARO tapi… Saya juga tidak bisa menghalangi kepada ibu selaku pimpinan yg memegang kekuasaan tertinggi di kab SITARO untuk memberi penilaian ttg kinerja saya sehingga dilayangkan surat PEMECATAN kepada saya tertanggal 7 April 2021..

    saya Aminkan apa yg sudah terjadi ada dlm rencana TUHAN.. hari ini mgkn kita tidak mengerti tapi suatu saat kita akan di buat mengerti.. Melepaskan yg baik kita percaya Tuhan pasti sediakan yang terbaik..

    Pesan untuk semua teman2 ASN agar bekerjalah dgn baik tunjukan kinerja anda karena ketika engkau tidak dibutuhkan lagi engkau tidak akan pernah menyesal karena engkau sudah brikan yg terbaik untuk Kab SITARO yg engkau Cintai.

    Doa kami sekeluarga agar Kab SITARO akan terus maju.. Dan tetap mengedepankan Keadilan bagi seluruh Rakyat…khususnya trg yg ada di SITARO.

    TYM semua jajajaran PEMKAB SITARO PAKATITI TUHEMA, PAKANANDU MANGENA, BOLENG BALANG SINGKAHINDO.

    (ABL)

  • Beredar di Medsos, Ungkapan ASN SITARO Yang Kena Pemecatan

    test.petasulut.com/, SULUT – Beredar luas di media sosial, seorang Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara yang terkena sanksi penurunan pangkat dan bahkan dipecat dari abdi negara.

    Hal inipun menjadi viral di media sosial Facebook dikarenakan seorang ASN tersebut mengungkapkan kejadian penurunan pangkatnya, sampai pada pemecatan.

    Dimana, akun yang bernama Vany Tan menjelaskan kronologi kejadian penurunan pangkatnya dari IVa turun IIIc.

    Berikut isi postingannya, yang dibagikan di grup FB SUARA MASYARAKAT SITARO:

    Kitau baru tau kote di SITARO ada ASN yg nda masuk 7 bln sangsi cuma penundaan berkala. Kita baru 1 bln 15 hari nda masuk kerja alasan sakit jth dari motor saat pulang dari POSYANDU…..So dapa sangsi.. Penurunan Pangkat dari IVa ke IIIC…. padahal bukti fisik sudah di kirim…otomatis gaji turun dari 4.100.000 ke 3.100.000… plus gaji langsug di blokir kira kira dorang pake jalur manakang kong sampe cuma penundaan berkala.??????? Yg nda masuk akal le yg tanda tangan kita pe penurunan pangkat kabid golongan Illc. Mohon maaf ya bagi yg terkait didlmnya.. Kita hanya masyarakat kecil yg ingin keadilan diperlakukan secara sama.. Tidak ada perbedaan. Semoga SITARO lebih baik lagi kedepan.

    Tak hanya itu, Akun Vany Tan juga melanjutkan ungkapan hatinya melalui postingan FB. Dimana di dalam isi postingannya berisi pemecatan dirinya tertanggal 7 April 2021 yang disertai foto-foto SK pemecatannya.

    Saya sebagai pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu Bupati EVAGELIAN SASINGEN SE yg sudah memberikan waktu dan tempat kepada saya utk mengabdi sebagai ASN di Kepupaten Kep Siau Tagulandang Biaro selama 14 thn masa kerja. selama saya bekerja dan mengabdi sebagai ASN saya rasa sudah berikan yg terbaik untk Kab SITARO tapi… Saya juga tidak bisa menghalangi kepada ibu selaku pimpinan yg memegang kekuasaan tertinggi di kab SITARO untuk memberi penilaian ttg kinerja saya sehingga dilayangkan surat PEMECATAN kepada saya tertanggal 7 April 2021..

    saya Aminkan apa yg sudah terjadi ada dlm rencana TUHAN.. hari ini mgkn kita tidak mengerti tapi suatu saat kita akan di buat mengerti.. Melepaskan yg baik kita percaya Tuhan pasti sediakan yang terbaik..

    Pesan untuk semua teman2 ASN agar bekerjalah dgn baik tunjukan kinerja anda karena ketika engkau tidak dibutuhkan lagi engkau tidak akan pernah menyesal karena engkau sudah brikan yg terbaik untuk Kab SITARO yg engkau Cintai.

    Doa kami sekeluarga agar Kab SITARO akan terus maju.. Dan tetap mengedepankan Keadilan bagi seluruh Rakyat…khususnya trg yg ada di SITARO.

    TYM semua jajajaran PEMKAB SITARO PAKATITI TUHEMA, PAKANANDU MANGENA, BOLENG BALANG SINGKAHINDO.

    Saat dikonfirmasi melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulut, Femmy Suluh. Namun belum ada jawaban terkait hal ini.

    (ABL)

  • Putri FK Ungkap Sosok Ayahnya Semasa Hidup

    test.petasulut.com/, Sulut – Kasus pembunuhan anak yang terjadi di Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa memang menjadi perbincangan publik, khususnya di Sulawesi Utara.

    Dimana, kejadian itu berawal dari hilangnya seorang anak perempuan MS selama dua hari. Dan dihari ketiga MS ditemukan warga Desa Koha dalam keadaan telah meninggal didalam sebuah karung.

    Atas kejadian itu, warga pun menduga pelaku pembunuhan itu adalah FK. Sehari selang penemuan MS, FK pun dikabarkan telah menghilang.

    Pihak kepolisian pun mencari keberadaan FK. Pada hari yang kesepuluh FK ditemukan warga diperkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Kuat dugaan bahwa FK telah bunuh diri.

    Namun terlepas dengan kasus tersebut, Putri FK, Marcia Kalesaran memberikan penjelasan tentang sosok ayahnya semasa hidup.

    “Yang pasti, Papa adalah Sosok yang Baik, Tegas, Bijaksana, penuh humor dan penuh sosial kepada sesama. Maka dari itu, masyarakat desa Koha tak menyangka semua ini bisa terjadi,” jelas Kalesaran, senin(31/5) melalui pesan Messenger.

    “Papa ketika masyarakat butuh bantuan Ataupun Keluarga ada pengeluhan, pasti papa berusaha dan selalu mengayomi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

    Dalam postingan media sosial pun terlihat Putri FK itu menuliskan “Ayah Dalam Hening Hati Ku Rindu” dengan mengunggah beberapa foto bersama dengan ayahnya.

    (ABL)

  • Sepeninggalan Alen, Calon Istri Luapkan Isi Hatinya

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca sepeninggalan Alen, calon istri Alen meluapkan isi hatinya melalui postingan di media sosial pada minggu (30/5).

    Postingan dari Meiske (Calon Istri Alen) itu memakai akun pribadi dari Alen Suatan.

    Berikut isi postingan tersebut:

    Ungkapan hati Meiskewaty Brek

    Kau mengajariku untuk mencintai, setia dan bertahan dalam situasi apapun. Tetap bersama sampai maut memisahkan😭

    Sakit sekali, dengan situasi ini. Bagiku apa yang terjadi diluar kendalimu, itu BUKAN MAUmu karena kita berjuang bersama untuk mempersiapkan segalanya.
    Semua yang terjadi kuserahkan kepada Bapa di sorga, hanya Engkau yang tahu segalanya.

    Dengan iman kukatakan, sampai bertemu dirumah Bapa.

    Untuk kalian teman-teman Alen dan Meis di Medsos 🙏🙏🙏 terima kasih dukungan kalian, dan saya memohonkan jangan menyebarluaskan berita, gambar, video yang hanya menambah luka bagi saya dan keluarga. Saya sedang berusaha bangkit dengan tidak ingin melihat gambar atau video waktu kecelakaannya😭😭😭😭

    Jika kalian diposisi saya, pasti kalian akan memahami sakit yang saya alami.🙏🙏🙏🙏

    Salam kasih❤️ alen meis❤️❤️ Tuhan berkati

    Foto-foto kebersamaan alen-meis pun diunggah.

    Postingan dari Meiske mendapat banyak tanggapan dari teman-teman alen-meis, dimana komentar-komentarnya berisi ungkapan dukungan terhadap meis.

    Tak hanya itu, postingan dari meis melalui akun pribadi Alen Suatan itu juga dibagikan hampir seribu kali.

    (ABL)

  • Keluarga Buka Suara Terkait Jatuhnya Alen Dari Lantai 7 Hotel di Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – Jatuhnya calon pengantin pria GFS alias Alen dari lantai 7 hotel berbintang di Manado sehingga menewaskan GFS menimbulkan sejumlah pertanyaan.

    Dimana, pihak keluarga tidak mempercayai bahwa GFS berniat untuk melompat dari lantai 7 hotel.

    Keluarga menduga dan percaya bahwa GFS terjatuh saat membuka kain tirai jendela hotel.

    Hal itu dibenarkan dan diakui oleh adik korban. Dimana dirinya menyebut bahwa Alen terjatuh dan bukan melompat.

    Paman korban Jack Andalagi, juga menjelaskan jika rekan-rekan korban yang akan menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin, mengaku saat kejadian Alen dalam kondisi selalu ceria dan tidak menampilkan raut wajah kecewa, sehingga bisa memicu dirinya melompat dari jendela.

    “Dari pengakuan adik dari Alen dan teman-teman Alen saat kejadian, kami keluarga berkeyakinan jika Alen tidak melompat tapi terjatuh. Pertama adiknya yang sudah kelas 6 SD mengaku jika kakaknya Alen terjatuh bukan melompat. Kemudian, teman-temannya bilang, Alen dalam kondisi yang sangat ceria. Jadi kami yakin Alen tidak melompat tapi terjatuh,” ujar Andalagi saat Ditemui di rumah duka yang ada di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, sabtu (29/5) dilansir dari Kumparan.

    Menurut Andalagi, ada kemungkinan Alen terjatuh karena kelelahan mempersiapkan pernikahannya.

    Lanjut dikatakan Andalagi, dirinya sangat tahu jika keponakannya tersebut memiliki mental yang kuat. Alen sejak kecil telah menjadi tulang punggung keluarga, di mana dirinya berjualan kue untuk membantu ibunya. Sementara, ketika lulus sekolah, Alen memilih jadi pelaut.

    “Anak ini seorang petarung. Sejak kecil sudah bertarung dengan kerasnya hidup. Setelah lulus dia memilih jadi pelaut yang harus punya mental baja. Jadi, kalau hanya masalah kecil, tidak mungkin sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar Andalagi.

    Sementara, terkait dengan adanya dugaan jika Alen melompat dari lantai 7, disebabkan ada masalah internal, yakni keluarganya terlambat datang ke pernikahan, menurut Andalagi hal tersebut tidak mungkin menjadi penyebab hingga Alen harus melakukan perbuatan yang tidak masuk akal.

    Walaupun diakui Andalagi, pasti ada rasa kekecewaan yang dirasakan terkait dengan keterlambatan tersebut, namun tidak mungkin sampai memicu seseorang hingga bunuh diri.

    “Saya kenal benar anak ini, karena Alen sejak kecil saya ikut merawatnya. Bahkan di profil facebooknya, Alen menulis saya itu ayahnya. Alasan ada masalah internal keluarga itu saya bisa katakan tidak mungkin sampai membuat dia melompat. Jadi, saya mewakili keluarga menyampaikan jika Alen terjatuh karena kemungkinan terlalu lelahnya Alen mempersiapkan pernikahan ini,” ujar Andalagi. Sumber: Kumparan.com

    Sebelumnya, Alen yang adalah pengantin pria akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.

    Namun, satu jam sebelum pemberkatan nikah, kejadian naas pun terjadi.

    (ABL)

  • Keluarga FK Dan MS Bertemu, Ini Hasilnya!

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin, dalam keadaan meninggal dunia.

    Keluarga dari pihak FK maupun keluarga MS melakukan pertemuan, pada Sabtu (29/5) hari ini.

    Pertemuan itupun dilangsungkan di kantor hukum tua Koha barat. Yang dihadiri oleh pihak keluarga FK yakni Istri FK, Tine dan Anak-anak FK, Octaviana Maria Kalesaran dan Marcia Kalesaran, Pihak keluarga MS yaitu Ayah MS, Eddy Sulu serta Kumtua Koha Barat, Antonius Sulu.

    Pertemuan itupun dibenarkan oleh Anak FK, Marcia Kalesaran. Dimana dirinya mengatakan bahwa keluarga kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan.

    “Intinya Skrg Dari keluarga belah pihak,
    Antara Keluarga Saya dan Keluarga Adik Sella Mmg sih Blm Di Rencanakan, Tapi Karena Mmg Sudah Rencana Tuhan kami sudah berdamai dan Tidak Lagi Menyimpan Dendam Dan Memulai Hdp Baru,” jawab Marcia saat dihubungi melalui pesan Masengger.

    Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    (ABL)