Category: Headline

  • Kapal Karya Indah Berisi 181 Penumpang Terbakar

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Kapal Motor (KM) Karya Indah mengalami kebakaran diperairan Pulau Limafatola, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Sabtu (29/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIT.

    Diketahui, KM Karya Indah itu mengangkut 181 penumpang yang terdiri dari 22 anak-anak, 155 dewasa, dan 4 lansia dan 14 anak buah kapal (ABK).

    Namun, dari kejadian kebakaran itu seluruh penumpang dan ABK dinyatakan selamat.

    Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate Affan Tabona.

    “Dan informasi terakhir, seluruh penumpang selamat. Untuk jumlah penumpang yang tercatat, kurang lebih 181 orang,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com.

    Terinformasi, dalam proses evakuasi, seluruh penumpang telah mengenakan jaket pelampung yang tersedia di kapal.

    “Iya, penumpang sudah pakai life jacket karena di dalam kapal ada sekitar 500 life jacket,” bebernya.

    Usai dievakuasi, seluruh penumpang dibawa ke pulau terdekat, kemudian dibawa menuju Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, sesuai dengan tujuan akhir kapal tersebut.

    Proses evakuasi penumpang dan ABK KM Karya Indah yang terbakar di Perairan Pulau Limafatola ini melibatkan sejumlah pihak, seperti Tim Basarnas Rescue Unit Siaga SAR Sanana, Polisi Perairan Sanana, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Sanana, dan masyarakat.

    Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Ternate Muhammad Arafah menyampaikan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana bergerak menuju lokasi pada pukul 08.50 WIT.

    Sebelumnya, pada 08.30 WIT, mereka menerima informasi soal terbakarnya KM Karya Indah.

    “Pukul 08.30 WIT, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate terima info dari Kasat Pol Air Sanana, Sofyan, melaporkan bahwa kapal penumpang dengan nama KM Karya Indah dengan rute Ternate-Sanana mengalami kebakaran kurang lebih 5 Mil arah timur laut dari Pulau Lifamatola,” terangnya lewat pesan WhatsApp.

    Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana menuju lokasi kapal terbakar menggunakan RIB 01.

    KM Karya Indah ini bertujuan ke Sanana. Kapal berangkat dari Ternate pada Jumat (28/5/2021) sore. Sedianya, kapal tiba di Sanana pada pukul 10.00 WIT.

    Dari informasi yang beredar bahwa asal mula api itu berasal dari ruang kamar mesin dan mulai menyebar di seluruh badan kapal.

    (ABL)

  • Fakta Terkini, Pengantin Pria di Manado Yang Jatuh Dari Lantai 7 Hotel

    test.petasulut.com/, SULUT – Kejadian menghebohkan kembali mengguncang daerah Sulawesi Utara.

    Dimana, seorang pria inisial F melompat dari lantai 7 di salah satu hotel bintang lima yang berada di Manado.

    Tragis, Pria inisial F itu diketahui adalah pengantin pria, yang akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.

    Keluarga kedua belah pihak, teman dan kerabat korban pun sangat terpukul atas kejadian itu.

    Korban terjatuh dari lantai 7 hotel di Manado

    Berikut Fakta-fakta yang dirangkum, atas kejadian menghebohkan itu.

    1. Kejadian Terjadi Satu Jam Sebelum Pemberkatan Nikah di Gereja

    GFS alias Alen direncanakan akan mempersunting calon istrinya yang bernama Meis pada Jumat (28/5) hari ini. Mereka kemudian memilih menyewa kamar di hotel berbintang yang terletak tak jauh dari lokasi pemberkatan nikah mereka di Gereja Sentrum Manado.

    Pemberkatan nikah sendiri akan berlangsung pada pukul 14.00 WITA. Sayangnya, sekira pukul 13.00 WITA, calon pengantin pria melompat dari jendela kamar yang terletak di lantai 7 hotel. Korban terjatuh di pinggir kolam. Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siloam yang tak jauh dari lokasi kejadian, korban kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

    2. Terekam di Siarang Langsung Facebook Saat Berlari Menuju ke Jendela Kamar Sebelum Melompat.

    Salah satu rekan korban yang menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin pria dalam pernikahan, sempat melakukan live di facebook miliknya. Dalam live tersebut, terlihat ada dua rekan korban yang telah berpakaian rapi untuk mendamping calon pengantin saat pemberkatan nikah maupun resepsi pernikahan nanti.

    Namun, dalam rekaman tersebut terlihat korban tiba-tiba datang sambil berlari lewat di depan kamera menuju ke jendela kamar. Kondisi kemudian panik, karena kedua teman korban baru menyadari jika GFS alias Alen, calon pengantin lompat dari jendela kamar yang terletak di lantai 7 bangunan hotel tersebut.

    Terdengar dalam rekaman ada suara perempuan menanyakan dengan siapa di dalam. Kemudian si perekam dengan panik bergegas mengambil handphonenya dan sempat mengatakan Allen (korban) sudah melompat. Rekaman live facebook itu sendiri akhirnya dihentikan.

    3. Gunakan Jas Pengantin Saat Melompat

    GFS alias Alen, calon pengantin yang melompat dari jendela kamar hotel yang berada di lantai 7, telah menggunakan jas pengantin yang dipersiapkan untuk pemberkatan nikah di gereja.

    Alen sendiri kemudian terjatuh di pinggir kolam renang hotel tersebut. Ada genangan darah di lantai tempat jatuhnya korban. Rekan korban bersama keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit menggunakan ambulance. Sayang, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

    4. Resepsi Pernikahan Jadi Tempat Doa Bersama

    Pernikahan antara GFS alias Alen dengan calon pengantin wanitanya telah terjadwal dengan baik, termasuk dengan pelaksanaan resepsi pernikahan yang akan digelar di restoran Rumah Alam yang ada di kawasan ringroad Manado.

    Resepsi pernikahan sendiri dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.30 WITA, di mana sudah ada tamu undangan yang datang ke lokasi tersebut. Akhirnya, setelah mendengar berita duka tersebut, para tamu undangan kemudian memanjatkan doa untuk korban.

    Pihak manajemen Rumah Alam, tempat pelaksanaan resepsi pernikahan dari calon pengantin yang melompat dari lantai 7 hotel tersebut mengaku, baru mendengar kabar duka tersebut saat hendak menunggu kedatangan pengantin.

    “Sudah ada tamu yang datang. Mereka kemudian berdoa. Kami ikut prihatin dengan kejadian ini,” ujar perwakilan Rumah Alam.

    5. Motif Calon Pengantin Pria Lompat dari Lantai 7 Hotel Belum Diketahui

    Motif dari GFS alias Alen, calon pengantin pria yang lompat dari lantai 7 hotel di Manado belum diketahui. Pihak kepolisian sendiri masih melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi.

    Kapolsek Wenang AKP Emilda Sonu menyebutkan jika korban merupakan warga Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.

    “Peristiwanya masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek dilansir dari Kumparan.

    (ABL)

  • Di Medsos, Anak FK Ungkapkan Isi Hati Pasca Penemuan Ayahnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin.

    Anak kandung perempuan FK, Marcia Kalesarn mengungkapkan isi hatinya melalui postingan di media sosial Facebook.

    Berikut isi tulisan Marcia Kalesarn:

    Biarpun Krg Dapa Dlm Keadaan Bgtu
    Ttp Qt Syg Papa😭😭
    Slmt Jalan Papa Qt Nd Akan Lia Papa Pe Kekurangan
    Tapi Qt Akan Sllu Inga Papa p’Bae dg Syg p Qt Kiky dg Papa Pee Cucu”
    Buat Papa Dbekeng Kesalahan Itu Nanti Papa Tanggung Jwb Di Akhirat Jo p Tuhan Yesus😇🙏😢

    We Love You Father💔😭

    Postingan inipun dibagikan oleh para pengguna media sosial.

    Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    “awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.

    Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.

    (ABL)

  • Jatuh Dari Lantai 7 Hotel, Pengantin Pria di Manado Tewas

    test.petasulut.com/, SULUT – Kejadian bunuh diri kembali mengguncang daerah Manado, Sulawesi Utara.

    Dimana, melalui beberapa postingan di media sosial pada jumat (28/5) pagi beredar kabar, seorang pria inisial F melompat dari lantai 7 di salah satu hotel bintang lima yang berada di Manado.

    Tragis, Pria inisial F itu diketahui adalah pengantin pria, yang akan melaksanakan pemberkatan nikah pada hari ini.

    Dari beberapa komentar media sosial yang berhasil di rangkum, ada yang mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak benar atau Hoax. Tapi ada juga yang membenarkan kejadian itu.

    Postingan salah satu teman korban

    Di media sosial, beberapa teman korban menuliskan “Rip Alen Suatan,”

    Namun, terinformasi dari keluarga yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan seharusnya Alen melangsungkan pemberkatan pernikahan pukul 14.00 WITA hari ini. Namun, karena alasan keluarga terlambat datang maka dia keluar dari kamar dan melompat dari lantai 7 hotel tersebut.

    “Saya dapat infonya seperti itu,” sebutnya dikutip dari Expose News.

    Terinformasi juga, jenazah Alen kini sudah berada di RS Siloam Manado. Dan rencananya akan dibawa ke rumah duka.

    (ABL)

     

  • Warga Ungkap Kronologi Penemuan Jasad Yang Diduga FK

    test.petasulut.com/, Sulut – Penemuan jasad yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan dibenarkan warga desa Koha, Minahasa, jumat (28/5) pagi.

    Dimana, Jasad itu ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Besar dugaan, meninggal karena bunuh diri.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    “awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.

    Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.

    “Setelah menemukan jasad FK, warga langsung menghubungi pemerintah setempat.” Ujar Jemmy.

    Diketahui, yang menemukan jasad itu adalah Jems Moningka, Pala Sony Rori dan Nyong Walewangko.

    (ABL)

  • Beredar Foto Terduga Pelaku pembunuhan Anak Gantung Diri, Benarkah?

    test.petasulut.com/, SULUT – Media sosial diviralkan dengan beredarnya foto yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan MS di Koha, Minahasa.

    Foto yang beredar di grup-grup Whatsapp itu membuat publik kaget.

    Dimana, di dalam foto tersebut terlihat mayat sudah mulai membusuk dan posisi mayat tersandar di sebuah pohon dan ada sebuah tali yang terlingkar di leher.

    Melihat posisi mayat, besar dugaan bahwa meninggal karena gantung diri.

    Caption yang tersebar di grup WA dalam foto tersebut menuliskan “info terkini pala pelaku pemerkosaan dan Pembunuhan sudah ditemukan dlm keadaan meninggal dunia gantung diri. posisi didesa koha samping kuala sudah membusuk,” isi tulisan yang beredar, jumat (28/5) pagi.

    Namun, menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    Tapi, sampai berita ini dimuat, belum ada informasi atau pernyataan resmi dari pihak berwajib, apakah di dalam foto tersebut adalah terduga pelaku pembunuhan anak MS.

    Sebelumnya, terduga pelaku pembunuhan FK telah dinyatakan DPO oleh kepolisian.

    (ABL)

  • Rakorwil NasDem, FER: Agustus, Perombakan Besar-Besaran

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Felly Estelita Runtuwene mengatakan tujuan digelarnya Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Sulut adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ingin mengetahui perkembangan terkini di provinsi yang diadakan rapat itu dan gambaran secara utuh di setiap kabupaten dan kota.

    ” Kemudian, yah tentunya menyemangati mereka (DPD Nasdem Kab/Kota), karena kita tahu bersama bahwa kita baru selesai melaksanakan Pilkada di penghujung akhir tahun 2020. Kemudian juga dalam rapat ini ada hal-hal yang perlu dibicarakan untuk bagaimana di 2024 kita bisa eksis,” jelas Ketua Komisi IX DPR RI usai mengikuti Rakorwil, Rabu (26/5) di GKIC Manado.

    Diketahui, Sebelum lebaran telah dilaksanakannya Rakorwil Partai NasDem di beberapa provinsi. Dan untuk Sulut sendiri dilaksanakan usai lebaran, tepatnya dimulai hari ini.

    Rakorwil NasDem Sulut

    Saat ditanyakan mengenai peremajaan jajaran pengurus partai, FER menjawab bahwa hal itu dibicarakan di Rakorwil ini dengan melihat target-target yang sudah diberikan kepada DPW maupun DPD NasDem.

    “Jadi pada bulan Agustus itu tentu ada perombakan besar-besaran ketika target-target yang diberikan tak dicapai. Inikan bukan juga target sekarang ini, sebetulnya ini dari pekerjaan rumah dari waktu ke waktu disampaikan tapi dari beberapa pimpinan yang terlalu terlena dengan situasi dan tentunya ada punishment. Jadi sekali lagi pada Agustus nanti akan ada refresh besar-besaran,” tegas FER.

    Ditanya juga terkait penilaian pengurus partai perihal kinerja Anggota DPRD, Runtuwene mengatakan bahwa pengurus menfoto semuanya, karena kalau bicara keberhasilan dari partai politik itu sendiri tentunya secara utuh.

    “Jadi anggota DPR itu tentang bagaimana pendekatan mereka kepada masyarakat. Apa yang masyarakat percayakan dipundak anggota DPRD kemudian dia tidak mampu untuk jalankan, tentunya kedepan anggota DPRD itu tidak akan berhasil. Jadi dari DPP menfoto sampai ke area itu atau sampai ke personal anggota DPRD itu. Apa yang sudah dia lakukan, apakah 5 tahun sekali baru dia mencari lagi, kan bukan seperti itu,” tuturnya.

    “Kesuksesan dari suatu organisasi itu bukan berarti capaian-capaian yang diberikan itu contohnya provinsi minimal harus 9 kursi, bukan berarti kedepan yang penting 9 kursi atau tambah 1 kursi tapi orangnya berganti semua, itu artinya parpol itu tidak sukses. Ketika dia berganti orang, artinya orang yang sudah ada kemudian dia tidak bisa duduk kembali, artinya tidak ada kepercayaan lagi dari masyarakat, itu gagal karena tidak bisa mempertahankan kader-kader yang sudah ada. Jadi pelaksanaan Rakorwil ini justru menjawab sedetilnya-detilnya” tambah Felly.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Pelaku Pembunuhan Anak, STELLA: Hukum Seberat-Beratnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan kasus pembunuhan anak perempuan yang terjadi di Desa Koha membuat publik geram.

    Bagaimana tidak, Korban yang masih berumur 12 tahun itu diduga diperkosa lalu dibunuh oleh terduga pelaku inisial FK.

    Reaksi pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Dimana, Legislator Partai NasDem Stella Runtuwene mengecam agar pelaku baiknya dihukum mati.

    “Mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan, ada baiknya pelaku dihukum mati,” tegas Runtuwene, Senin (24/5) kemarin.

    Dirinya mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang dinilainya tidak manusiawi tersebut. Hal itu karena tindakan itu sangat-sangat bejat prilakunya.

    “Untuk itu aparat harus cepat bertindak agar supaya tidak ada korban-korban yang lain seperti ade Marshella” desak wakil ketua Komisi III DPRD Sulut itu.

    Menurutnya, kasus ini jadi peringatan buat semua orang tua. Itu supaya ke depan lebih waspada lagi dengan anak-anak mereka.

    “Agar jangan membiarkan mereka keluar sendirian. Pihak yang berwajib harus segera mencari orang tersebut,” ujarnya.

    “Hukum seberat-beratnya kalo bisa hukuman mati agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti Marshella,” sambungnya.

    (ABL)

  • Ini Ungkapan Hati Putri Dari FK, Terduga Pelaku Pembunuhan di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Putri dari terduga Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan bocah berusia 12 tahun di Desa Koha inisial FK mengungkapkan isi hatinya pasca ditetapkan ayahnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.

    Bernama lengkap Octaviana Maria Kalesaran atau biasa di panggil Ledy (anak dari FK) mengatakan Kasus yang Ayahnya perbuat itu membuat dirinya bersama Keluarga merasa Malu dan bahkan marah. Pasalnya FK telah menjadi buron Tim Maleo Polda Sulut karena diduga telah Membunuh adik Marshella Sulu (12).

    Dengan adanya hal tersebut, Ledy Mengungkapkan bahwa dia bersama keluarga merasa Malu dan menyerahkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

    “yang pasti malu dan marah sekali sama pelaku. Tapi secara fisiknya. secara pribadi saya tidak membenci, Karena saya juga tidak ada hak untuk menghakimi, biarlah kasus ini pihak berwajib yang menangani sampai tuntas. Saya dan keluarga berharap dia (FK) segera menyerahkan diri dan menjalani hukum yang berlaku.” Ungkap Ledy Kepada awak media via pesan Messenger, selasa (25/5).

    “kalau soal Postingan saya, saya mengunggah status hanya untuk sekedar mengungkapkan isi hati biar tidak terlalu ada beban. Karena ini masalah besar dan fatal, jujur saya dan keluarga sangat kecewa sekali dengan adanya kejadian ini. Tapi apa mau di kata semua sudah terjadi, tinggal pelakunya menyadari dan segera menyerahkan diri agar semua orang dan terutama yang ada di desa koha tenang, Aman dan tidak ketakutan untuk keluar rumah.” tambahnya.

    Ledy juga menyampaikan untuk tidak membully keluarga, karena keluarga tidak tau apa-apa, dia juga membenarkan bahwa ada komentar dari warganet yang mengatakan bahwa keluarganya terlibat dan menyembunyikan pelaku.

    “jangan membully saya dan keluarga karena kami tidak tau apa-apa. Saya lihat ada komentar yang bilang kalau kami menyembunyikan pelaku atau membantunya, pedahal kami tidak terlibat dan memang kami tidak tau keberadaannya sekarang.” Tuturnya.

    “kami dan saya pribadi pun tidak menyangka kalau tersangka bisa nekat berbuat sekeji itu terhadap Alm, Marshella Sulu. Dan saya juga tau persis kepribadian tersangka, jadi agak tidak percaya juga kalau dia dengan teganya membuat adik Sella begitu.” Jelasnya.

    Putri FK juga berharap agar siapa saja yang mengunggah foto tersangka di social media cukup wajah tersangka saja. Karena dirinya dan keluarga sudah cukup merasa kecewa dengan apa yang diperbuat oleh tersangka jangan membuat keluarganya semakin terpojok dan lebih down lagi.

    “tolong kalau mau unggah foto di sosmed kalian cukup muka tersangka, karena saya dan keluarga sudah cukup kecewa dan sakit hati atas perbuatannya itu. Jangan membuat kami sekeluarga lebih down dengan ocehan kalian terhadap kami keluarga. Karena kalian tidak tau bagaimana perasaan kami dan hati kami. Andaikan saja kalian bisa merasakan atau mengalami kejadian ini kepada keluarga kalian pasti kalian juga akan seperti keadaan kami yang down dan sakit hati bahkan seringkali kami ketakutan jangan sampai tersangka balik ke rumah dan menyakiti kami. Tapi kami tau dia tidak mungkin menyakiti kami, pasti dia juga sekarang terpuruk dan rasa bersalah, mungkin dia belum siap untuk menyerahkan diri. Jadi cukup dia saja yang dibully dan di caci maki, jangan kami sekeluarga, jangan membuat kami semakin terpojok dan lebih down.” Jelas Ledy.

    (ABL)

  • Rasa Haru Warga Koha Selimuti Pemakaman Marshella

    test.petasulut.com/, SULUT – Marshella Sulu (12) yang ditemukan pada Jumat (21/5) kemarin dalam kondisi di dalam karung dengan keadaan telah meninggal dunia diketahui akan dikuburkan hari ini, Sabtu (22/5) siang di desa Koha Barat Kecamatan Mandolang, Minahasa.

    Pantauan media test.petasulut.com/, ibadah penguburan dilaksanakan di rumah keluarga. Dihadiri ratusan pelayat duka yang berasal dari desa Koha maupun para kerabat dan saudara terlihat mengikuti ibadah pemakanan.

    Rasa tangis dan haru warga pun selimuti ibadah pemakaman Marshella Sulu (12).

    Terinformasi, Alm. Marshella Sulu rencananya akan dimakamkan di pekuburan Koha Raya oleh keluarga.

    Menurut salah satu warga Desa Koha, Enzo mengatakan bahwa Alm. Marshella Sulu dikenal anak yang baik dan periang.

    “Anak itu sangat dicintai keluarga maupun warga Koha. Semoga amal baiknya bisa diterima di sisi Tuhan. Rest In Peace Marshella Sulu,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Marshella sempat dinyatakan hilang pada 18 Mei 2021. Dan pada tanggal 21 Mei sekitar pukul 01.00 subuh, Marshella ditemukan warga di perkebunan dekat desa dengan keadaan tak bernyawa.

    (ABL)