Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado Menyikapi surat edaran Gubernur Sulut terkait PPKM MIKRO di 10 daerah yang mana Kota Manado merupakan salah satu dari 10 daerah tersebut.
Selasa (6/7) siang, Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang melakukan pertemuan bersama dengan Forkopimda Kota Manado guna membahas persiapan penerapan surat edaran Gubernur Sulut.
Walikota Andrei Angouw mengatakan, "Menindak lanjuti Edaran Gubernur Sulut, makanya akan juga dikeluarkan surat edaran Walikota," kata Walikota dalam pertemuan dengan Forkopimda Manado yang bertempat di Pandopo Kantor Walikota Manado.
Walikota Manado menekankan dalam edaran Pemkot Manado soal pembatasan jam usaha serta operasional hiburan malam.
Pertemuan itu menyepakati untuk koordinasi antara Pemerintah kecamatan, kelurahan hingga kepala-kepala lingkungan di tingkatkan lagi, karena saat ini koordinasi sangat penting dilakukan. Saat ini juga diharapkan adanya koordinasi antara Forkopimda Manado agar supaya tambah maksimal untuk disosialisasikan ke masyarakat kota manado.
Pertemuan itu juga dilanjutkan dengan agenda kunjungan ke beberapa lokasi vaksinasi di kota manado, dimana Walikota dan Wakil di dampingi Forkopimda Manado turun ke lapangan bersama.
Ikut hadir dalam pertemuan dengan Forkopimda yakni, Sekot Manado Micler C.S. Lakat, Asisten I Heri Saptono dan tim teknis vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Manado dr. Joy Zeekeon.
test.petasulut.com/, SULUT – Melonjaknya angka kasus Positif Covid-19 di Sulawesi Utara membuat masyarakat kembali resah.
Bagaimana tidak, Hari ini sabtu, (3/7) 143 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Sulawesi Utara.
Bahkan lonjakan ini dinilai akan bertambah, seiring peningkatan Positif Covid-19 di tanah air yang setiap harinya terus memecahkan rekor.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Careig Runtu pun angkat bicara.
Dirinya mengatakan bahwa Masyarakat Sulut harus lebih waspada terkait peningkatan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.
“Hari ini, Sulut ketambahan 143 orang positif covid-19. Kemarin juga di tomohon ketambahan 20 orang positif covid-19. Saya minta masyarakat lebih waspada akan hal ini,” kata CNR (Sapaan akrabnya) melalui telepon seluler, sabtu (3/7) malam.
Tak hanya itu, Politisi partai Golkar ini juga menuturkan bahwa langkah pemprov sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw perihal Tes Swab PCR yang diwajibkan sebagai persyaratan untuk pelaku perjalanan dari luar dan dalam negeri yang akan masuk di sulut lewat pelabuhan dan bandara sangat tepat.
“Langkah Pemprov Sulut soal tes Swab PCR untuk pelaku perjalanan ini sangat tepat. Mengingat angka Covid di Sulut terus melonjak. Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Kesehatan juga pro aktif dan lebih ekstra dalam kinerja, karena merekalah yang sebagai garda terdepan di tengah pandemi Covid-19 di Sulut,” katanya.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat seperti di Jakarta, lanjut Aleg Dapil Minahasa-Tomohon, jangan sampai terjadi di Sulut.
“Untuk itu, kegiatan masyarakat harus dibatasi. Lebih perketat wilayah-wilayah perbatasan di Sulut, contohnya perbatasan di BMR. Batasi masyarakat yang akan masuk kecuali urusan wajib dan mendesak saja yang di ijinkan masuk,” ungkap CNR.
“Saya mengusulkan dalam satu sampai dua minggu kedepan ini, pemerintah kiranya segera berlakukan pembatasan jam untuk setiap kegiatan masyarakat sulut,” tambahnya.
CNR berharap langkah ataupun kebijakan yang di ambil pemerintah dalam mengatasi virus corona ini dapat berbuah baik untuk masyarakat. God Bless!
test.petasulut.com/, SULUT – Jalin silahturami, Sekretariat DPRD Sulut menggelar media gethering bersama Forum Wartawan DPRD (FORWARD) Sulut, jumat (2/7) di Restourant Pondok Hijau.
Kegiatan itu mengangkat tema ‘Pers Sebagai Four Estate di Era Reformasi’.
Yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Pengamat Politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka, Sekwan Sulut Glady Kawatu dan moderator Ketua Forward Nobert Losa.
Pada kesempatan itu, Taufik Tumbelaka mengatakan Konsep Pemisahan Kekuasaan (separation of powers) oleh Filsuf Inggris John Locke (1632 -1704), mengeritik kekuasaan absolut dari Raja-raja Struart (1690), buku Two Treatises of Civil Government.
” Menurut Locke, kekuasaan dibagi 3 yakni Kekuasaan Eksekutif, Legislatif (yudikatif didalamnya) dan Federatif menjaga keamanan negara. Montesquieu (1689-1755) juga pada tahun 1748 mengembangkan pemikiran Locke dengan buku L’ Esprit des Lois (The Spirit of The Laws) sebagai respon karena melihat sifat despotis raja Bourbon,” jelas Tumbelaka.
Seluruh peserta yang hadir
Tugas Jurnalis dalam menulis Berita lanjut Taufik, harus mengikuti aturan yang berlaku yaitu 5W 1H, Cover both side dan berdasar pada Kode Etik Jurnalistik.
“Tahapan inilah yang menjadi dasar jurnalis dalam menerbitkan sebuah berita pemerintahan maupun pemberitaan lainnya,” kata abang (sapaan akrabnya).
Merujuk pada kemitraan Setwan dan Forward, Abang mengatakan bahwa hal ini sebagai bentuk kolaborasi, tapi juga sebagai mitra strategis dan mitra kritis.
“Sinergi antar sesama anggota Forward maupun kolaborasi Forward dan DPRD Sulut dianggap perlu dibangun. Contohnya setwan memenuhi kebutuhan jurnalis seperti fasilitas penunjang kerja jurnalis di ruang Sekretariat Forward yakni Computer atau Laptop dan juga hal kecil lainnya seperti Air minum di ruang Forward,” jelasnya.
“Kita semua saling mendoakan agar kinerja sekretariat dan Seluruh Anggota DPRD Sulut dapat berjalan sesuai koridor dan untuk Forward, kiranya menjadi mitra kritis dalam artian kritik membangun. Karena hal itu penting dalam setiap kerja pemerintahan,” tambahnya.
Menanggapi itu, yang pertama Sekwan Glady Kawatu menyoroti pernyataan Abang taufik soal Fasilitas penunjang kerja jurnalis di DPRD Sulut.
“Soal fasilitas penunjang Forward, saya akan secepatnya menindaklanjuti hal itu. Untuk persediaan Air Minum pastinya dalam waktu dekat ini, mungkin pekan depan akan segera sediakan di ruang pers. Dan untuk PC atau laptop, kami setwan akan melihat anggaran yang ada, tapi pastinya akan menjadi perhatian kami,” jelas Kawatu.
Glady juga menuturkan peran pers dianggap sangat penting, karena pers adalah mitra penunjang seluruh kegiatan DPRD Sulut. Tapi juga sebagai corong lembaga legislatif untuk diketahui masyarakat.
“Peranan Forward di lembaga legislatif sangat penting. Kiranya kemitraan yang terjalin antara Sekretariat DPRD dan Forward bisa selalu berjalan dengan baik,” tutupnya.
Kagama Manado salurkan Masker dan Handsanitizer kepada Forward
Pada kegiatan itu pula, Kagama Manado melalui Taufik Tumbelaka memberikan 550 masker dan Handsanitizer kepada Forward sebagai penunjang peliputan pers di pandemi Covid-19 ini.
Diketahui, Kegiatan ini tetap mengikuti Protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
Turut hadir dalam media gathering itu yaitu Kabag keuangan Dammy Tendean, Kabag Umum Jhon Paerunan, Kabag Persidangan Ronny Geruh dan seluruh jajaran Sekretariat DPRD Sulut serta Pimpinan dan Anggota Forward.
test.petasulut.com/, SULUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut menggelar Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sulut tahun 2020, Rabu (30/6), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.
Rapat paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Silangen dan dihadiri Gubernur dan wakil gubernur Sulut, Olly Dondokambey- Steven Kandouw.
Pada kesempatan itu, Andi Silangen mengapresiasi gerak kinerja daripada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam penanggulangan Covid-19.
Ini menurutnya, perlu didukung bersama. Antara lain optimalisasi pemberian vaksin kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi dengan kabupaten kota.
“Bahkan beberapa waktu lalu memantau pemberian vaksin di daerah perbatasan dan terisolir. Bahkan telah mengambil langka bersama dengan tokoh agama terkait dengan pengucapan syukur. Memang perlu untuk kita merayakan pengucapan syukur namun perlu untuk secara bijak menimbang kondisi pandemi maka kami DPRD Sulut mendukung langkah tersebut,” ungkap Silangen.
Dirinya mengungkapkan, sudah disepakati berdasarkan Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut terhadap pengambilan keputusan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020.
“Untuk dilaksanakan hari ini (kemarin, red) dengan susunan acaranya. Pendahuluan, penyampaian laporan hasil Banggar DPRD, kesimpulan, keputusan, sambutan Gubernur Sulut, penandatanganan persetujuan terhadap Ranperda Pertanggujawaban Pelaksanaan APBD 2020 dan terakhir penutup,” ungap politisi Partai Demorasi Indonesia Perjuangan ini dari daerah pemilihan Nusa Utara.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan, Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD memiliki bobot yang tinggi. Hal itu karena substansi utama dalam tahapan ini yakni kesinambungan proses pembangunan daerah yang berkolerasi dengan pembangunan bangsa. Dengan hal tersebut maka bisa mengukur proses pembangunan, sekaligus menjadi tolak ukur untuk pembangunan ke depan.
“Laporan pertanggunjawaban harus disusun se-riil mungkin dan akuntabel,” ucap Olly.
Lanjutnya, selama ini telah dilakukan pembangunan sosial masyarakat sejak tahun 2020. Dengan segala keterbatasan dan hambatan yang ada kepemimpinannya namun telah berkomitmen dengan semaksimal mungkin melahirkan dokumen pertanggungjawaban yang ada.
“Namun disadari bahwa dalam proses pembahasan masih terdapat berbagai kekurangan namun bisa direspon secara bijak, cerdas dan tepat sasaran oleh segenap anggota DPRD Sulut. Berbagai rekomendasi, saran dan kritik yang membangun selama tahapan pembahasan. Maupun dengan tanggapan-tanggapan yang telah disampaikan dalam pembahasan sehingga ranperda pertanggungjawaban APBD 2020 bisa disempurnakan dan diterima oleh rakyat lewat para wakilnya di DPRD Sulut. Makanya saya mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada ketua, wakil ketua dan semua anggota DPRD Sulut yang sudah melakukan pembahasan secara komperhensif dan teliti,” tuturnya.
Turut hadir dalam rapat paripurna itu, Sekprov Sulut Edwin Silangen, Para SKPD, tamu undangan dan Insan Pers.
test.petasulut.com/, SULUT – Penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia terus memecahkan rekor baru di tiap harinya.
Dimana, update terakhir data covid-19 dari kementerian kesehatan RI adalah 21.342 kasus COVID-19 di Indonesia per tanggal 27 Juni 2021.
Dengan penambahan 21.342 kasus baru, data Worldometers pada Minggu (27/6/2021) menempatkan Indonesia pada urutan pertama negara yang mencatatkan penambahan kasus Covid-19 tertinggi dalam sehari pada periode hari ini.
Menyusul di urutan kedua Rusia yang mencatatkan penambahan 20.538 kasus baru dalam sehari.
Di urutan ketiga yakni Iran yang bertambah 9.758 kasus baru. Kemudian, Filipina bertambah 6.096 kasus baru, Malaysia bertambah 5.586 kasus baru.
Update Data Covid-19 RI (Sumber: Instagram Kemenkes RI)
Dalam periode yang sama, Indonesia juga mencatatkan 409 kasus kematian akibat Covid-19.
Angka itu menyebabkan total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 57.138 orang.
Menurut data Worldometers, Indonesia menjadi negara di urutan kedua yang mencatatkan penambahan angka kematian tertinggi setelah Rusia yang mencatatkan 409 kematian dalam sehari.
Dihari yang sama, jumlah kesembuhan yakni 8.024. dengan total pasien sembuh covid-19 di Indonesia berjumlah 1.850.481 orang.
Situasi genting seperti ini juga harus didukung oleh masyarakat dengan selalu mengikuti secara ketat protokol kesehatan.
test.petasulut.com/, SULUT – Penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia terus memecahkan rekor baru di tiap harinya.
Dimana, update terakhir data covid-19 dari kementerian kesehatan RI adalah 20.574 kasus COVID-19 di Indonesia.
Tak hanya itu, untuk ibukota Indonesia yakni Jakarta juga mengikuti rekor baru untuk penambahan kasus baru Covid-19 yakni 7.505 kasus, per tanggal (24/6/2021).
Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah 1.112 orang di antaranya merupakan anak-anak di bawah 18 tahun.
“Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Kompas.com.
Adapun rincian jumlah kasus yang menimpa anak-anak adalah sebagai berikut:
– 830 orang merupakan anak usia 6-18 tahun, dan
– 282 orang merupakan anak usia 0-5 tahun.
Sementara kasus lainnya masih didominasi usia 19-60 tahun dengan jumlah 5.775 orang.
Data tersebut mengirimkan pesan serius kepada para orangtua agar menjaga anak-anak mereka dengan baik dan mengurangi aktivitas di luar rumah, apalagi aktivitas yang tidak urgen.
“Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” ujar Dwi.
Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.
Apalagi sekarang ini telah muncul virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.
test.petasulut.com/, SULUT – Suasana haru terlihat saat upacara pelepasan jenazah almarhum Teddy Kumaat yang disemayamkan di ruang paripurna DPRD Sulut, Jumat (25/6) siang.
Diketahui, Alm. Teddy Kumaat sendiri merupakan Mantan Wakil Walikota Manado Periode tahun 2020-2005 dan juga Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut periode 2014-2019 dari Partai PDIP.
Pun, Almarhum Teddy Kumaat meninggal pada usia 56 tahun.
Jenasah disambut dengan penuh penghormatan oleh beberapa legislator DPRD Sulut bersama Sekertaris Dewan Glady Kawatu beserta seluruh staff DPRD Sulut, dan Wartawan yang bertugas meliput di DPRD Sulut.
Ketua DPRD Sulut, Andi Silangen pun bertindak sebagai Inspektur upacara pelepasan almarhum Teddy Kumaat.
Legislator DPRD Sulut dan Sekretariat DPRD Sulut pada kesempatan itu memberikan lagu puji-pujian dihadapan Alm. Teddy Kumaat beserta keluarga besar yang hadir.
Lagu Puji-pujian dinyanyikan Seluruh Legislator DPRD Sulut dan Sekretariat DPRD Sulut yang hadir pada Acara Pelepasan Alm. Teddy Kumaat
Silangen dalam sambutannya, memberikan penguatan iman kepada keluarga dengan mengimani dan melihat peristiwa yang luar biasa dimana Tuhan berkenan apa yang dialami keluarga.
”Dihari ini, teristimewa di Sulut, putra sulut telah dipanggil pulang yakni yang kekasih Alm. Teddy Kumaat. Pengabdiannya untuk Manado dan Sulut patut diberi penghargaan tinggi. Karya pengabdian beliau sungguh luar biasa. Alm. Teddy Kumaat penuh belas kasihan terhadap sesama. Semua yang dikerjakan beliau untuk daerah patut diapresiasi. Kematian adalah awal hidup kekal,” jelas Silangen.
”Kami segenap pimpinan dan anggota DPRD Sulut dengan ini melepas kepergian jenazah Alm. Teddy Kumaat disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas segala karya dan jasa yang telah diberikan selama bertugas di DPRD Sulut. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan kiranya diberikan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan yang Maha Kuasa dalam menghadapi dukacita ini. Semoga keluarga diberi penghiburan sejati dari Tuhan Yesus Kristus,” tambahnya.
Diketahui, persemayaman almarhumah dihadiri sejumlah Legislator DPRD Sulut yakni Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Anggota DPRD Sulut Rocky Wowor, Berty Kapojos, Heri Rotinsulu, Imelda Rewah, Hilman Idrus, Fanny Legoh, Arthur Kotambunan, Careig Runtu, Winsulangi Salindeho, Yongkie Limen dan Cindy Wurangian.
test.petasulut.com/, NASIONAL – Kementerian Kesehatan RI kembali merilis data Covid-19 per tanggal 24 juni 2021.
Dimana dalam laporan resminya, penambahan kasus positif Covid-19 pada hari Jumat, 24 Juni 2021 mengalami penambahan drastis yakni 20.574 kasus COVID-19 di Indonesia.
Penambahan ini pun memecahkan rekor dari awal penyebaran covid-19 ditanah air pada maret 2020.
Total kasus COVID-19 di RI yang ditemukan sejak Maret 2020 sampai hari ini sebanyak 2.053.995 kasus.
Kemudian, 9.201 pasien positif Corona dinyatakan sembuh hari ini. Total kumulatif pasien yang telah sembuh berjumlah 1.826.504 orang.
Update Data Covi-19 RI (Sumber: Istagram Kemenkes RI)
Selain itu, sebanyak 355 pasien COVID-19 di Indonesia hari ini meninggal dunia. Total kumulatif pasien yang meninggal dunia berjumlah 55.949 orang.
Berdasarkan hal ini, Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.
Apalagi sekarang ini telah muncul virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.
Manado, test.petasulut.com/ – Kamis (24/6) siang, Walikota Manado Andrei Angouw meninjau langsung proses Vaksinasi di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado. Dalam kunjungannya itu Walikota mengedukasi warga akan pentingnya Vaksinasi.
Usai memantau pelaksanaan Vaksinasi di TKB, Walikota berjalan kaki mengitari seputaran pasar 45 guna melihat langsung kondisi disana.
Walikota Manado yang didampingi Kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Frangky J. Porawouw dan para Kepala Bagian (Kabag) berjalan dari Taman Kesatuan Bangsa menuju ke arah jln. Walanda Maramis lewat depan toko-toko sambil menyapa warga disana tak lupa juga dia mengingatkan warga agar tetap menjalankan Protokol kesehatan, dalam perjalanan Walikota melihat ada beberapa drainase yang perlu diperbaiki, ia pun mulai mengambil gambar dengan Handphonenya.
Setelah sampai di perempatan Walikota mengambil jalur Jln. Dr. Sutomo, disana dia melihat ada warga yang sedang bergotong royong membersihkan drainase, melihat hal itu Walikota langsung singgah dan menyapa warga yang sedang bekerja.
Selesai menemui warga, Walikota langsung mengarah ke jln. Jendral Sudirman. lagi-lagi dia melihat hal yang perlu dibenahi dan di tata, yaitu pohon-pohon disepanjang jalan yang sudah bertumbuh besar, sehingga akar dari Pohon tersebut merusak trotoar.
Pada saat itu juga Walikota meminta Kadis DLH agar Pohon-pohon disepanjang jalur itu di pangkas semua. Kadis pun mengiyakan hal itu.
Belok kanan masuk jln. Dotulong Lasut, Walikota kembali menuju Taman Kesatuan Bangsa, dan selesai memantau kondisi diseputaran pasar 45. Sebelum meninggalkan TKB, Walikota lagi-lagi ingatkan Kadis DLH agar secepatnya di benahi.
test.petasulut.com/, NASIONAL – Pandemi Covid-19 ditanah air merangkak naik sangat drastis.
Tercatat, Rabu (23/6) hari ini penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 15.308 orang.
Hal itu berdasarkan dari pembaharuan data situasi COVID-19 terkini, Rabu (23/6) pukul 12:00 WIB oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Penambahan kasus inipun tercatat yang paling banyak sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu.
Rekor penambahan kasus positif Corona sebelumnya pada 21 Juni 2021 dengan penambahan 14.536 kasus.
Itu berarti, saat ini Indonesia telah mengantongi lebih dari 2 juta kasus konfirmasi yaitu 2.033.421 orang.
Untuk kasus kematian, terdapat penambahan sebanyak 303 orang. Total keseluruhan menjadi 55.594 orang meninggal dunia.
Selain itu, sebanyak 7.163 orang juga telah dinyatakan sembuh. Kini, total angka kesembuhan mencapai 1.817.303 orang.
Sementara untuk kasus aktif, saat ini ada 160.524 orang dengan penambahan sebanyak 7.838 orang.
Seluruh hasil penambahan kasus didapat dari 141.187 spesimen yang diuji.
Berdasarkan hal ini, Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.
Apalagi sekarang ini telah muncul virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.