Blog

  • Kegiatan Vaksinasi DPRD Sulut, Total 195 Peserta Telah di Vaksin

    test.petasulut.com/, SULUT – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi melaksanakan vaksinasi covid-19 tahap pertama.

    Diketahui, pada pekan lalu Sekretariat DPRD Sulut telah melaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 khusus Anggota DPRD dan total ada 14 Anggota DPRD Sulut yang telah divaksin.

    Namun kali ini, Senin (8/3) kegiatan vaksinasi ini diperuntukan bukan hanya Anggota DPRD Sulut, tapi juga untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas DPRD Sulut, dan wartawan yang kesehariannya melakukan liputan di sana.

    Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu melalui Kabag Umum Jhon Paerunan mengatakan bahwa hari ini ada sebanyak 195 orang yang divaksin.

    “Pimpinan dan Anggota DPRD sebanyak 9 orang dan ASN, THL, wartawan sebanyak 186 orang,” ungkap Kabag Umum.

    (ABL)

  • NICK: Vaksinasi Menjamin Pemulihan Ekonomi Berjalan Baik

    test.petasulut.com/, SULUT – Senin (8/3) pagi tadi Anggota DPRD Sulut melaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 diruang Paripurna DPRD Sulut.

    Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya pemutusan wabah Covid-19.

    Mengenai hal itu, Ketua Fraksi Partai NasDem Sulut Nick Adicipta Lomban yang juga turut mensukseskan kegiatan Vaksinasi ini mengatakan bahwa program ini untuk menjamin pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

    “Vaksinasi ini menjamin pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Pada saat masyarakat sudah disuntik vaksin Covid-19, tentunya akan berkegiatan dengan baik dan menunjang lebih masif perekonomian yang ada,” kata Lomban usai di suntik Vaksin tahap pertama.

    Ia menilai, upaya vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, baik pemerintah provinsi Sulut, hingga kabupaten dan kota, sangat serius.

    “Saya apresiasi upaya vaksinasi dan saya baru selesai divaksin. Vaksinasi tahap kedua ini difokuskan kepada pedagang, anggota dewan dan juga wartawan. Jadi sekali lagi, pemerintah cukup serius dalam hal vaksinasi ini,” tutur Anggota Komisi II DPRD Sulut itu.

    Lebih lanjut Lomban mengatakan, di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah Bumi Nyiur Melambai, terpukul di bidang perekonomian akibat pandemi Covid-19.

    “Akan tetapi di Sulut ada beberapa sektor usaha yang secara langsung tidak terlalu terdampak. Seperti sektor perikanan dan pertanian. Ini menjadi motor pertumbuhan perekonomian di Sulut. Jadi saya harapkan setelah selesai vaksinasi, pemulihan ekonomi berjalan dengan baik. Untuk itu, diharapkan adanya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota,” tandas Politisi Dapil Bitung-Minut itu.

    (ABL)

  • TUMIWA: Akhir Bulan Maret, Ranperda Tatib di Kirim ke Kemendagri

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan Ranperda Tata Tertib DPRD Sulut, yang sejauh ini diketahui sudah dalam tahap penyempurnaan tapi belum ada penjelasan resmi dari Pansus Tatib, kapan Ranperda ini akan dirampungkan.

    Mengenai hal itu, Panitia Khusus (Pansus) melalui ketua Pansus Tatib Boy Tumiwa buka suara.

    Kepada wartawan, Tumiwa mengatakan bahwa Ranperda Tatib DPRD Sulut sementara dalam perumusan bahasa hukum.

    ” Rencananya akhir bulan Maret 2021 ini, Ranperda ini sudah dikirim ke Kementerian dalam negeri untuk difasilitasi,” ucap Tumiwa, Senin (8/3) diruang kerjanya.

    Lanjut Boy, Pembahasan Ranperda inikan sudah selesai, tinggal ada perbaikan-perbaikan yang akan dirumuskan kembali.

    “Tapi perbaikan tersebut tidak banyak. Beda dengan Perda yang biasanya harus mulai dari awal, tapi untuk Tatib ini tinggal beberapa hal yang ditambahkan. Contohnya, Tata cara penetapan Pimpinan DPRD, itukan hanya memasukan UU didalamnya dan juga contohnya atribut DPRD dimasukan secara rinci kedalam Ranperda ini,” tutupnya.

    (ABL)

  • Di Fasilitasi Komisi IV, Managemen Dan Warga Perum Citraland Berhasil Keluarkan Kesepakatan Bersama

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna me-mediasi sekaligus mencari solusi terbaik atas keluhan warga perumahan Citraland terhadap pihak managemen PT. Ciputra Internasional, Komisi IV DPRD Sulut melaksanakan rapat, senin (8/3) siang.

    Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu, didampingi Wakil Ketua Careig Runtu, Sekretaris Jems Tuuk dan Personil Komisi Melky Pangemanan serta Hilman Idrus dan dihadiri Perwakilan Warga Perumahan Citraland dan Pihak Managemen PT.Ciputra Internasional.

    Pada pergelaran tersebut, Warga Perumahan Citraland mengeluhkan beberapa persoalan, salah satunya terkait retribusi yang dinilai hanya membuat keputusan secara sepihak oleh Managemen Perumahan Citraland tanpa berkonsultasi atau memberitahukan kepada warga perumahan.

    Mengenai hal itu, Komisi IV DPRD Sulut pun memberikan solusi kepada kedua belah pihak yakni melakukan mediasi.

    Selama 2 jam kedua belah pihak bermediasi, akhirnya keluar kesepakatan bersama secara tertulis yang ditandatangani Komisi IV DPRD Sulut, Pihak Managemen dan Warga Perumahan Citraland yang berisi:

    1. Di harapkan kepada pengelola Citraland dapat memperhatikan beberapa fasilitas pengamanan dilingkungan perumahan yang tidak/belum dibuat dan berpotensi menciptakan ketidaknyamanan bahkan dapat membahayakan warga setempat, fasilitas tersebut antara lain:
    • Pagar pembatas di kompleks cluster Edenbridge (dapat mulai dikerjakan pada bulan Maret Tahun 2021)

    -Kerusakan pada parit (Drainase) yang sudah sangat besar dikompleks Edenbridge karena lubang dan fondasi yang ada sudah menggantung (dapat dikerjakan pada bulan April Tahun 2021)

    -Terjadi kerusakan akibat longsor di kompleks jalan paving ruko (CMW) dan di dekat gerbang Big Ben

    -Di harapkan pengelola Citraland dapat berkoordinasi dengan Balai Jalan Daerah Provinsi Sulawesi Utara terkait Kerusakan jalan di pintu masuk atau gerbang wilayah Citra Land Minahasa tepatnya di depan patung kuda yang bisa membahayakan kendaraan dan warga yang melintas di jalan tersebut (tenggang waktu selama 1 Bulan)

    1. Keputusan dan sikap managemen Citraland:
      -Menaikan tarif air/lingkungan/keamanan/retribusi semapah secara sepihak dan itu diperlukan penjelasan secara detail masing-masing retribusi tersebut (minggu ini akan diberikan detail penjelasan harga secara tertulis oleh pihak Citraland)
      -Ada standart ganda dalam penerapan jasa berlangganan jaringan internet indohome dalam kompleks perumahan Untuk dapat di evaluasi kembali paling lambat pada minggu berjalan pada bulan maret 2021 (Citraland memfasilitasi pertemuan warga dengan pihak penyedia provider)
    2. Di harapkan Pungutan baru di kompleks ruko untuk dicabut oleh pihak Pengelola Citraland antara:
    • Di tengah pandemic, dimana ekonomi lagi lesu dan usaha sedang merosot, manajemen Citraland bukannya membantu meningkatkan fasilitas kenyamanan dan keamanan di kompleks ruko, malah membuat kebijakan baru dengan menagih biaya sewa walk way di depan pemilik ruko yang sedang berusaha (pihak Citraland menarik kembali ketentuan penarikan biaya sewa Walk way)

    -Di sisi lain lampu jalan di kompleks ruko yang sering padam dan pintu masuk kompleks ruko ada yang tidak dilengkapi portal (diperhatikan)

    1. Agar dapat lebih diperhatikan dan di tindaklanjuti terkait Retribusi keamanan dan keresihan di harapkan kepada pihak citraland dapat di sampaikan secara transparan terkait peruntukannya untuk masyarakat
    2. Agar dapat lebih di perhatikan dan di tindaklanjuti terkait Kebersihan pemukiman pendudukan yang tidak ditempati oleh pemilik rumah (harap dapat diperhatikan kebersihannya sehingga tidak menggganggu kenyamanan penghuni yang lain)
    3. Agar dapat lebih di perhatikan dan di tindaklanjuti terkait Untuk permasalahan sampah agar selalu dapat di perhatikan khususnya jam pengangkutan sampah dapat dilakuan secara rutin oleh pihak pengelola
    4. Agar dapat lebih di perhatikan dan di tindaklanjuti terkait Kearifan lokal warga citraland agar dapat dilibatkan dalam bentuk kerjasama seperti asourscing pekerjaan fisik tender dan lain-lain
    5. Agar dapat lebih di perhatikan dan di tindaklanjuti terkait Semua kebijakan yang diambil oleh pihak citaland harus di ketahui dan melibatkan seluruh warga melalui bentuk komunikasi yang intens

    Demikian surat Kesepakatan ini dibuat dan ditandatangani bersama oleh Pimpinan Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama Pihak Managemen Citraland dan Warga yang berdomisi di citraland.

    Penandatanganan Kesepakatan bersama Komisi IV DPRD Sulut, Pihak managemen dan Warga Perumahan Citraland

    Menanggapi kesepakatan bersama itu, Komisi IV pun kepada pihak Managemen untuk tidak keluar dari kesepakatan yang diambil.

    “Kiranya apa yang menjadi kesepakatan ini bisa menjadi solusi bersama,” ucap Careig dan Braien.

    Usai rapat, kepada wartawan General Manager Sofian Khabib mengatakan bahwa persoalan ini hanyalah masalah komunikasi yang sempat terputus antara Managemen dan warga.

    “Sebetulnya keluhan-keluhan warga yang disampaikan sudah kami jadwalkan untuk dikerjakan. Jadi kesepakatan bersama secara tertulis tadi memang sudah masuk schedule,” ucapnya.

    “Waktu terjadinya banjir manado, memang ada beberapa titik yang pagarnya rubuh, saluran tergerus dan lainnya. Intinya, dalam kesepakatan ini secara jelas telah tertulis bahwa sebagian besar sudah mempunyai estimasi waktu untuk pengerjaan, jadi yang pasti kami pihak managemen akan melaksanakannya,” tambahnya.

    (ABL)

  • Harga Cabe Rawit Melonjak, WURANGIAN: Ini Masalah Klasik

    test.petasulut.com/, SULUT – Lonjakan harga Cabe Rawit saat ini menyentuh harga Rp.100 ribu per kilogram

    Kenaikan harga ini pun dinilai menjadi tolak ukur kinerja dinas terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut dan asisten yang membidangi.

    Mengenai hal itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Cindy Wurangian pun angkat bicara.

    Kepada wartawan, Srikandi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merupakan masalah klasik yang selalu terjadi.

    “Masalah klasik yang selalu terjadi, tapi sampai sekarang tetap terjadi tanpa ada solusi yang nyata. Seharusnya ini salah satu tolok ukur penilaian kinerja dinas-dinas terkait, termasuk asisten yang membidangi,” kata Wurangian, Jumat (5/3).

    Ia menambahkan, untuk pemanggilan dinas terkait masih dikomunikasikan oleh Komisi II DPRD Sulut.

    “Masih dikomunikasikan,” singkatnya.

    Terpisah, salah satu pedagang di pasar tradisional mengatakan, harga cabai rawit memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram.

    “Harga rica (cabai) sekarang memang naik, kalah-kalah harga cengkih. Biasanya banyak pedagang rica di pasar ini mar sekarang so jadi kurang. Harga rica sekarang sampai Rp 100 ribu per kilogram. Ini juga berakibat kurang pembeli,” ungkap si pedagang.

    Saat berita ini diturunkan harga cabai cenderung turun dikisaran harga 60 ribu rupiah/kg.

    (ABL)

  • Dampingi Menkes Dan FER, GSVL: Pemerintah Pusat Sangat Memperhatikan Manado

    test.petasulut.com/, MANADO – Kedatangan Menteri Kesehatan Ir Budi Gunadi Sadikin bersama ketua komisi IX DPR RI Felly Runtuwene guna memantau pelaksanaan Vaksinasi Massal di Manado mendapat apresiasi dari Walikota Manado GSVL.

    Lumentut mengatakan bahwa Kota Manado mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Manado. Kedatangan Menkes dan Felly Runtuwene merupakan hal yang luar biasa.

    “Terima kasih kepada Menkes yang memberi perhatian yang besar kepada Manado, untuk melakukan pemantauan langsung kegiatan Vaksin Massal, yang digelar hari ini. Ini sangat luar biasa, Menteri Kesehatan ditengah kegiatan yang padat mengambil bagian datang ke Manado, bersama ibu Felly Runtuwene, juga Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.” Ucap GSVL, Jumat (5/3) saat Mendampingi Menkes Dan Ketua Komisi IX DPR RI pantau Vaksin Massal di Puskesmas Karombasan.

    Walikota Manado 2 periode ini juga berharap semua warga Kota Manado mendukung penuh kegiatan vaksinasi ini.

    “Warga Manado diharapkan mendukung penuh kegiatan vaksinasi ini, dan juga diharapkan serta ikut melakukan vaksinasi, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.” Pungkasnya.

    (ABL)

  • Lowongan CPNS 2021, Ini Passing Grade Yang Harus di Penuhi

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Ditahun 2021 ini, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan pengumuman terkait dibukanya kembali lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di semua kementerian lembaga.

    Diketahui, dalam Tes Calon PNS 2021 telah menyediakan 1,3 juta lowongan dengan formasi lebih banyak tersedia di daerah daripada pusat.

    Dikutip dari Detikcom, Selain memenuhi ketentuan, lowongan CPNS 2021 hanya bisa diisi mereka yang lolos seleksi. Syarat lolos seleksi adalah memenuhi passing grade cpns 2021, misalnya seperti yang tercantum dalam Permenpan Nomor 24 Tahun 2019.

    “Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil,” tulis aturan yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

    Passing grade dalam Permenpan 24/2019 yang diterapkan dalam seleksi CPNS 2019, bisa jadi pertimbangan bagi yang ingin mengisi lowongan CPNS 2021. Peserta CPNS mengikuti tiga Tes Kompetensi Dasar (TKD).

    Passing grade CPNS:

    -Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 126

    -Tes Intelegensia Umum (TIU) 80

    -Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 65

    Ketentuan passing grade CPNS 2019 berlaku pada formasi khusus tenaga pengamanan siber (cyber security). Peserta seleksi lowongan CPNS 2021 sebaiknya memenuhi ketentuan ini, sehingga berpeluang menjadi abdi negara.

    Ketentuan passing grade CPNS berbeda untuk lulusan berpredikat cum laude, penyandang disabilitas, dan putra-putri Papua. Berikut ketentuannya,

    1. Lulus dengan pujian (cum laude)

    Aturan passing grade ini berlaku juga untuk peserta CPNS lulusan luar negeri (diaspora). Nilai kumulatif TKD minimal adalah 271 dengan TIU paling rendah 85.

    1. Penyandang disabilitas

    Ketentuan passing grade TKD minimal untuk kelompok inI adalah 260, dengan skor TIU paling rendah 70.

    1. Putra dan putri Papua

    Untuk peserta dari dari kelompok ini, passing grade TKD minimal adalah 260 dengan TIU paling rendah 60.

    Aturan passing grade CPNS juga berbeda untuk tenaga kesehatan dan profesi di kapal, berikut penjelasannya:

    1. Passing grade CPNS TKD 271 dan TIU 80

    Aturan ini mungkin berlaku juga untuk lowongan CPNS 2021. Batas nilai belaku bagi peserta yang ingin mengisi lowongan dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis, dokter, dokter gigi, dan instruktur penerbang.

    1. Passing grade CPNS TKD 260 dan TIU 70

    Ketentuan yang bisa jadi berlaku kembali di seleksi lowongan CPNS 2021 ini berlaku untuk jabatan rescuer, bosun, jenang kapal, juru mesin kapal, juru minyak kapal, juru mudi kapal, kelasi, kerani, oiler, nakhoda, mualim kapal, kepala kamar mesin kapal, masinis kapal, mandor mesin kapal, juru masak kapal, dan pengamat gunung api.

    (ABL)

  • Terjadwal, Besok Sekretariat DPRD Sulut Gelar Kegiatan Vaksin Covid-19

    test.petasulut.com/, SULUT – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus melakukan berbagai upaya dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus menunjang program pemerintah pusat dalam mensukseskan kegiatan Vaksinasi Covid-19.

    Terbukti, pada besok hari, Senin (8/3) Setwan Sulut akan melakukan kegiatan Vaksinasi dilingkaran Anggota DPRD, ASN, THL, karyawan dan juga pers yang bertugas di lingkup kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Kepada Wartawan, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu melalui Kepala Bagian (Kabag) Umum John Paerunan menyampaikan bahwa, Senin (8/3/2021) besok, akan dilaksanakan vaksinasi covid-19.

    “Berdasarkan penyampaian dari dokter Steaven Dinkes Sulut, bahwa vaksinasi akan dilaksanakan di ruang Paripurna Hari Senin tgl 8 Maret 2021, di mulai jam 10.00 hingga sore,” ujar Paerunan.

    Dikatakan Paerunan, pelaksanaan vaksinasi ini untuk Pimpinan dan Anggota DPRD yang belum di vaksin, seluruh ASN, THL jajaran Setwan, dan juga wartawan yang meliput di DPRD Sulut.

    “Bagi yang belum di vaksin, silahkan besok bergabung. Untuk keluarga, belum masuk jadwal,” kata Paerunan.

    (ABL)

  • Peduli, KAGAMA Manado Bagikan Masker Dan Sanitizer Untuk Pers DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Sebagai bentuk kepedulian sekaligus menunjang program pemerintah dalam hal pencegahan penularan Covid-19, Alumni Gajah Mada (Kagama) Manado kembali berinisiatif membagikan masker dan hand sanitizer bagi wartawan yang meliput di kantor DPRD Sulut, Jumat (5/3) siang di kantor DPRD Sulut.

    Pemberian masker dan hand sanitizer itu diserahkan langsung oleh ketua Kagama Manado Taufik M.Tumbelaka bersama pengurus Yeanne S.Sarimin,SKM.,MPH.

    “Sebagai bentuk kepedulian ke teman-teman media yang merupakan kelompok yang sangat rentan karena bagian dari pelayan publik dan kami dari alumni ugm berupaya berbagi untuk mencegah penularan Covid-19 ke teman teman media” jelas Yeanne mewakili pengurus Kagama.

    “Ada masker dan hand sanitiser,dan dalam waktu dekat akan ada vaksinasi untuk wartawan,dan yang perlu di ingat setelah vaksinasi bukan berarti lepas masker. Jadi protokol kesehatan harus tetap dan ketat di laksanakan” tambahnya.

    “Ke depan di harapkan adanya kerja sama,serta masukan dari teman-teman media mengenai apa dan bagaimana solusi yang tepat yang dapat di ambil dalam memutus mata rantai covid-19 ini” tuturnya.

    Sementara itu ketua Forum Wartawan DPRD Sulut (Forward) Noberd Losa mengapresiasi kepedulian Kagama Manado pada awak media khususnya Forward dimana hal ini sangat membantu awak media dalam melaksanakan peliputan di masa pandemi.

    “Terima Kasih atas ketulusan dan perhatian terhadap jurnalis khususnya Forward,adanya bantuan masker dan hand sanitizer dari Kagama ini sangat membantu kami (awak media) dalam melaksanakan tugas peliputan” tutupnya.

    (ABL)

  • Pantau Vaksin Massal, FELLY RUNTUWENE Senang Lihat Antusias Para Lansia

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Pelaksanaan vaksinasi Massal yang dilaksanakan di beberapa titik lokasi Kota Manado turut dipantau oleh Pemerintah Pusat yakni Ketua Komisi XI DPR-RI Felly Runtuwene dan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI), Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Jumat (5/3).

    Terpantau, Felly Runtuwene bersama Menkes Sadikin terus mengawasi proses Vaksinasi di sejumlah tempat, yakni di Graha Gubernuran (Hadir Juga Wagub Steven Kandouw), Auditorium UNSRAT, Puskesmas Ranotana Weru, RSUD Provinsi dan Kandou.

    Disela-sela kunjungan lapangan tersebut, Felly Runtuwene pun memberikan tanggapan terkait vaksinasi Massal yang dilakukan.

    “Kami ada di sini tentunya dari fungsi pengawasan kami. Kami ingin melihat secara langsung seperti apa prosesnya dimana sebelumnya saya juga dengan Pak Presiden Joko Widodo mengikuti proses simulasi sebelum vaksin ini dikirim ke seluruh daerah,” ujar Runtuwene.

    Felly Runtuwene pun menambahkan bahwa simulasi yang dia saksikan bersama Presiden Jokowi dalam pelaksanaan Vaksinasi, agak berbeda dengan yang dilakukan saat ini.

    “Simulasi yang dari meja ke meja ada sekian meja, saya waktu simulasi dengan yang saya saksikan hari ini agak sedikit berbeda. Waktu simulasi masyarakat itu datang ke meja 1, kemudian ada screening awal dan selanjutnya, tapi yang hari ini dilaksanakan sebagian besar sudah melalui screening awal, jadi harusnya tinggal meja 2 dan meja 3 saja,” ungkap politikus wanita ini.

    Dirinya pun mengaku senang dengan tahapan Vaksinasi kali ini, dimana prioritas salah satunya bagi para Lansia.

    “Kami senang sekali menyaksikan begitu banyak keinginan dari pada Lansia untuk mendapatkan vaksin, jadi boleh terbantahkan untuk bicara tentang takut untuk divaksin. Sekarang kita bisa lihat semua ingin divaksin, tapi tentunya kita harus memberikan vaksin ini pertama di pusat kota dulu nanti selesai dari Kota Manado yang adalah Ibu Kota Provinsi baru kita akan turun ke Kabupaten/Kota yang lain,” tutur Runtuwene.

    Runtuwene pun berharap agar bilamana sudah divaksin jangan langsung berpikir bisa seenaknya buat perjalanan atau tidak lagi mengikuti Protokol Kesehatan.

    “Perlu saya ingatkan bahwa bukan berarti sesudah divaksin, kita seenaknya buat perjalanan dan tidak menerapkan Prokes. Saya juga berharap teman-teman media harus terus mengingatkan kepada masyarakat bagaimana pentingnya jaga jarak dan cuci tangan 3M + 2M,” tutup Legislator utusan Partai Nasdem ini.

    Turut hadir pula Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu, Dirut RS Kandou Jimmy Panelewen, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc., DEA. dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr. Debby Kalalo.

    (ABL)