test.petasulut.com/, SULUT – Guna melakukan pengawasan terhadap kerja pemerintah sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja ke publik, Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Daerah Tomohon-Minahasa di Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Kamis (21/01).
Kunker ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV Braien Waworuntu, Wakil ketua Careig runtu, Anggota Melky Pangemanan Hilman Idrus, Fanny legoh, Yusra Alhabsyi dan Melisa Gerungan.
Dalam kunker tersebut, Cabang dinas Tomohon-Minahasa melaporkan jumlah sekolah, guru, THL dan siswa yang tersebar di daerah Minahasa dan Tomohon.
Minahasa : 55 Sekolah
SMA : 11 Sekolah
SMK : 19 Sekolah
SLB : 2 Sekolah
SMTK : 3 Sekolah
Tomohon : 21 Sekolah
SMA : 10 Sekolah
SMK : 7 Sekolah
SLB : 3 Sekolah
MA : 1 Sekolah
Pengawas sekolah SMA/SMK, SMTK, SLB dan MA.
Cabang Dinas Tomohon-Minahasa : 23 Orang.
Jumlah Siswa SMA, SMK, SMTK, SLB, MA : 20.406
SMK : 8.027 Siswa
SMA : 12.379 Siswa
Jumlah ASN dan THL Guru Pegawai
Minahasa.
- Guru dan Pegawai ASN:
SMK : 211 ASN
SMA: 405 ASN
Total : 616 ASN - Guru Honorer dan Pegawai THL
SMK : 256
SMA : 333
Total : 589
Tomohon:
- Guru dan Pegawai ASN
SMK : 117 ASN
SMA: 167 ASN
Total : 284 ASN - Guru Honorer dan Pegawai THL:
SMK : 124
SMA : 181
Total : 305
Menanggapi itu, Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara mengingatkan Cabang Dinas Minahasa – Tomohon agar tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab meski di tengah pandemi untuk menjamin kualitas dan mutu pendidikan di Sulawesi Utara.
Komisi IV juga mendorong Cabang Dinas untuk melakukan inovasi ditengah pandemi dengan metode pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik dan fokus menjalankan tanggung jawab monitoring ke sekolah-sekolah untuk memastikan setiap peserta didik dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara kembali menegaskan agar rencana pembukaan sekolah untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, jangan dulu direalisasikan. Komisi IV berpendapat perlu ada pertemuan dan koordinasi lanjutan untuk membahas rencana tersebut.
Diperlukan kajian yang lebih komprehensif dari berbagai pendekatan ilmiah (Scientific Approach) dan dengan memperhatikan fakta terkini kasus CVD di Sulawesi Utara.
(ABL)
Leave a Reply